Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Kembali Seperti Semula


__ADS_3

Mia benar-benar berubah, dia sudah terlihat seperti biasanya. Rian bahkan tidak takut lagi pada ibunya. Itu terbukti karena Rian sedang bermain dengan ibunya. Bitsy dan Angela duduk sedikit jauh, mereka takut ibunya kembali berubah menjadi menakutkan.


Darko pun seperti tidak mempercayai keadaan Mia yang berubah drastis. Apa dengan begini Mia akan tetap seperti itu karena sudah kembali pada mereka? Semoga saja, dia sangat berharap Mia tidak berubah menjadi menakutkan lagi agar anak-anak mereka tidak takut lagi. Sekarang, melihat keadaan Mia yang seperti itu, dia merasa tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya dan mereka sudah kembali seperti semula.


"Bitsy, Angela, kenapa kalian tidak mau ke sini? Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Mia.


"Kami takut dengan Mommy!" jawab kedua putrinya.


"Takut? Apa yang sudah Mommy lakukan pada kalian?" Mia seperti tidak mengingat apa yang telah dia lakukan.


"Apa kau tidak ingat apa pun, Mia?" tanya Darko.


"Apa maksud perkataanmu? Aku tidak mengerti!"


"Apa Mommy bukan hantu?" tanya Angela.


"Apa yang Angela katakan? Apa Mommy seperti hantu saat ini?" tanya ibunya.


"Tidak!" jawab Angela.


"Jika begitu kemarilah, Mommy bukan hantu jadi jangan takut seperti itu," pinta ibunya.


"Angela, kemarilah. Jangan membuat Mommy sedih!" ucap ayahnya


Angela melihat ke arah Bitsy, kakaknya itu menggeleng dengan perlahan agar Angela tidak menghampiri ibunya karena bisa saja ibunya mendadak berubah menjadi menakutkan lagi.


"Kemarilah Sayang!" pinta Mia sambil mengulurkan tangan. Angela beringsut dari tempat duduk dengan perlahan, dia terlihat sedikit ragu namun pada akhirnya Angela melangkah mendekati ibunya. Mia memeluk putri keduanya dengan erat, seolah-olah tidak pernah terjadi apa pun sebelumnya.


"Apa kau benar-benar Mommy?" tanya Angela.


"Tentu saja, kenapa Angela bertanya demikian?"


"Mommy tidak akan berubah menjadi menakutkan lagi, bukan?" Angela kembali bertanya.


"Mommy benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!"


"Angela, tidak perlu dibahas. Mommy sudah kembali," ucap ayahnya.


"Jika begitu, Angela sangat senang karena Mommy sudah kembali!" Angela memeluk ibunya. Semoga saja ibunya tidak kembali menjadi menakutkan lagi dan tetap seperti itu.

__ADS_1


"Bitsy!" Darko memanggil putri sulungnya.


"Tidak mau!" teriak Bitsy. Gadis itu berlari ke dalam kamar dan bersembunyi di dalam.


"Ada apa, Darko? Kenapa anak-anak jadi takut padaku?" Mia terlihat sedih, dia tidak mengerti kenapa kedua putrinya begitu takut padanya.


"Tidak apa-apa, Mia. Aku yang akan membujuk Bitsy. Tunggulah di sini dengan anak-anak!" Darko beranjak, lalu melangkah menuju kamar putrinya. Bitsy bersembunyi di dalam lemari, dia benar-benar takut meski ibunya sudah terlihat seperti semula.


Darko masuk ke dalam kamar dan mencari putrinya. Bitsy meringkuk di ujung lemari dan berteriak saat ayahnya membuka pintu lemari secara tiba-tiba. Dia terkejut karena dia mengira ibunya yang membuka pintu.


"Bitsy, kenapa kau bersembunyi di sini?" Darko berjongkok, menatap putrinya yang ketakutan.


"Itu bukan Mommy, Dad!" ucapnya.


"Jangan asal bicara, Bitsy. Kau bisa melihatnya, bukan? Mommy sudah kembali dan tidak menakutkan lagi seperti semalam!"


"Apa yang Daddy lakukan pada Mommy?" tanya Bitsy.


"Daddy tidak melakukan apa pun. Bukankah sudah Daddy katakan? Mommy sedang sakit dan sekarang, Mommy sudah sembuh setelah meminum obat!"


"Benarkah?" Bitsy tampak tidak percaya dengan apa yang ayahnya ucapkan.


"Tapi bagaimana jika Mommy kembali menjadi hantu?"


"Bitsy, sudah Daddy katakan Mommy bukan hantu!" bentak ayahnya.


"Bitsy takut, Daddy!" Bitsy memeluk kedua lututnya.


"Jangan takut, kemarilah!" Darko mengulurkan tangan pada putrinya.


Bitsy melihat ke arah ayahnya lalu keluar dari dalam lemari. Darko menggendong putrinya dan membawanya menuju ranjang. Dia harus kembali berbicara dengan putrinya agar putrinya tidak takut pada ibunya lagi apalagi ibunya sudah kembali seperti semula.


"Dengarkan perkataan Daddy. Mommy sudah kembali seperti semula dan tidak akan menakutkan lagi. Sekarang Bitsy harus bersikap seperti biasanya agar Mommy tidak sedih."


"Tapi, Dad," Bitsy menatap ayahnya dengan ekspresi memelas.


"Percayalah pada Daddy, semua akan baik-baik saja. Sekarang keluarlah dan bergabunglah dengan adik-adikmu. Jika Mommy adalah hantu, Maka Rian pasti akan takut denga Mommy jadi jangan takut seperti itu lagi. Jadilah kakak yang baik untuk kedau adikmu. Daddy harus pergi sebentar jadi Bitsy harus menjaga Rian dan Angela juga menjaga Mommy agar Mommy tidak keluar dari rumah."


"Daddy mau pergi ke mana?" Bitsy kembali merasa takut.

__ADS_1


"Daddy hanya pergi sebentar saja, tidak akan lama."


"Tidak boleh, Daddy tidak boleh pergi. Jangan tinggalkan kami dengan Mommy!" pinta Bitsy sambil memeluk ayahnya.


"Bitsy, jangan membuat Daddy mengulangi perkataan yang sama. Tidak ada yang perlu Bitsy takutkan!"


"Bitsy tidak mau, tidak mau!"


Darko menghela napas, kehabisan kata-kata. Apa dia harus membawa Bitsy pergi dan meninggalkan Angela serta Rian di rumah bersama dengan ibu mereka?


"Baiklah, Bitsy ikut dengan Daddy pergi. Bagaimana?"


"Tidak mau. Kita tidak boleh meninggalkan Rian dan Angela di rumah bersama dengan Mommy!" tolak putrinya.


"Jadi harus bagaimana? Jangan membuat kepala Daddy sakit!" Darko mulai terlihat kesal.


"Percayalah dengan Bitsy, Dad. Itu bukan Mommy."


"Stop! Daddy lelah berbicara denganmu!" bentak ayahnya. Darko beranjak, dia benar-benar kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan putrinya.


"Darko, ada apa?" Mia sudah berdiri di depan pintu sambil menggendong Rian dan Angela berada di sisinya.


"Tidak ada apa-apa, Honey. Aku harus pergi sebentar. Kau bisa menjaga anak-anak, bukan?"


"Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Mia seraya melangkah masuk ke dalam kamar putrinya. Bitsy bersembunyi di belakang ayahnya, dia takut melihat ke arah ibunya.


"Bukan masalah serius, hanya sebentar saja tapi ingat, saat aku pergi jangan pernah keluar rumah. Kau paham?"


"Tidak perlu khawatir, aku akan menjaga anak-anak dengan baik!" ucap Mia.


"Aku percaya padamu, Honey!" Darko mendekati istrinya dan mencium dahinya.


"Bitsy, apa masih tidak mau dengan Mommy?" tanya ibunya. Bitsy sedikit memundurkan tubuhnya namun Darko melotot ke arah putrinya sehingga mau tidak mau, Bitsy menggeleng.


"Jika begitu bagaimana jika Bitsy membuat makan malam dengan Mommy? Angela juga mau membantu, bukan?"


"Mau Mom!" jawab Angela. Dia sudah tidak terlihat takut lagi dengan ibunya begitu juga dengan Rian.


"Jika begitu, tunggu apa lagi. Ayo kita buat makanan bersama!" Mia mengulurkan tangan pada Bitsy.

__ADS_1


Putrinya masih terlihat ragu tapi pada akhirnya dia menerima sambutan tangan ibunya. Mia mengajak kedua putrinya untuk ke dapur sedangkan Darko memandangi mereka dengan perasaan bahagia meluap di hati. Sungguh, mereka sudah kembali bersama. Tidak sia-sia dia melakukan hal nekat dengan menghidupkan istrinya kembali tapi sekarang, dia harus membuat kesaksian palsu akan jasad istrinya yang hilang dan setelah ini, dia berniat membawa keluarganya tinggal di tempat yang jauh di mana tidak ada yang mengenali mereka.


__ADS_2