Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Permintaan Maaf


__ADS_3

Nadia menemani ketiga keponakannya ke rumah sakit tapi dia tidak membawa mereka ke rumah sakit awal karena mereka membutuhkan rumah sakit yang lebih baik untuk merawat ketiga keponakannya yang mungkin saja semakin memburuk akibat dibawa oleh kakaknya yang kerasukan iblis.


Kakaknya yang mengalami pendarahan di bagian paha akibat tusukan pisau serta beberapa luka di tubuh akibat benturan-benturan di dinding juga dibawa serta. Erick yang akan memberikan penjelasan pada polisi dan mengatakan semua yang terjadi pada pihak berwajib. Karena mereka sudah melihat apa yang terjadi, jadi para polisi itu tidak bisa menjerat Darko menggunakan hukum. Erick pun mengantar sang pastor yang telah membantu mereka. Sungguh sebuah keajaiban karena ketiga anak Darko masih selamat padahal dua kali mereka berada di situasi bahaya di mana mereka bisa di makan oleh iblis yang bernama Lisa itu tapi kini, semua sudah berlalu karena iblis itu sudah kembali ke dalam neraka.


Keadaan itu dimanfaatkan pula oleh Erick untuk memberi penjelasan mengenai makam Mia yang dibongkar oleh Darko. Tentunya dengan alasan jika Darko berada di bawah pengaruh iblis. Semua yang dikatakan oleh Erick akan diperiksa lebih lanjut tentunya setelah Darko sadar dan ketiga anaknya membaik karena mereka adalah saksi kunci.


Darko yang tadinya tidak sadarkan diri terbangun sambil meneriakkan nama putranya. Dia berteriak memanggil Rian karena dia khawatir dengan keadaan Rian yang hendak dimakan oleh iblis. Dia tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah iblis itu benar-benar menguasai dirinya.


"Rian, di mana Rian? Di mana ketiga anakku?" teriak Darko yang berusaha untuk turun dari atas ranjang. Dia tidak peduli dengan rasa sakit di sekujur tubuh dan bagian pahanya.


"Hati-Hati, Tuan. Anda tidak boleh terlalu banyak bergerak!" seorang perawat mencegah Darko untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Ketiga anakku, ke mana mereka? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Darko pada perawat itu dengan tidak sabar.


"Mereka baik-baik saja, tidak perlu khawatir."


Mendengar itu, Darko sangat lega. Pasti Nadia yang menyelamatkan mereka. Adiknya memang bisa diandalkan dan dia harap teror dari perbuatan bodohnya sudah berakhir.


"Di mana mereka, aku ingin bertemu dengan mereka!"


"Ada di ruangan sebelah, Tuan. Tidak perlu khawatir!" setelah mendengarnya, Darko berlari keluar dari ruangan itu karena dia sudah sangat ingin melihat keadaan putra putrinya.


"Rian!" Darko berteriak memanggil saat masuk ke dalam ruangan di mana putra dan putrinya berada.


"Stss! Jangan berteriak seperti itu!" ucap Nadia.


"Mana ketiga anakku? Mana mereka?!" tanya Darko dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Mereka baik-baik saja," Nadia menunjuk ke arah Bitsy dan kedua adiknya yang masih berbaring. Darko berlari menghampiri Rian, dia terlihat lega setelah melihat keadaan Rian. Syukurlah Rian baik-baik saja.


"Maafkan Daddy, maafkan Daddy!" Darko menggenggam tangan kecil Rian sambil menangis.


"Aku harap kau tidak melakukan hal gila itu lagi, Kak!" ucap Nadia.


"Bagaimana dengan iblis itu? Apa dia masih ada? Apa yang telah terjadi?" Darko bertanya sambil melihat sekitar ruangan itu, dia harap iblis yang dia bangkitkan sudah tidak ada lagi.


"Tidak perlu khawatir, dia sudah pergi tapi ingat dengan perkataanku ini. Jangan pernah kau bermain-main dengan mantra atau apa pun itu karena sangat berbahaya apalagi untuk ketiga anakmu!"


"Aku tahu, aku tidak akan pernah melakukannya lagi!" apa yang telah terjadi tentu menjadi pelajaran berharga baginya. Niat ingin membangkitkan istrinya agar kebahagiaan kembali dalam keluarganya justru membawa petaka bagi ketiga anak-anaknya.


"Aunty, Aunty di mana?" Bitsy tersadar dari pingsannya dan mencari Nadia.


"Bitsy, apa kau baik-baik saja?" Darko berlari menghampiri putrinya tapi Bitsy justru ketakutan melihat ayahnya dan menepis tangan ayahnya akibat rasa kecewa pada ayahnya.


"Bitsy tidak mau dengan Daddy, Bitsy mau dengan Aunty saja!" teriak Bitsy sambil menangis.


"Tidak mau! Gara-Gara Daddy, Angela dan Rian hampir dimakan!" teriak Bitsy lagi.


"Daddy tahu Daddy salah. Tidak seharusnya Daddy tidak mempercayai perkataan Bitys. Tidak seharusnya Daddy meninggalkan kalian. Maafkan Daddy, Bitys!"


"Tidak mau!" teriak Bitsy lagi.


"Daddy minta maaf, minta maaf padamu!" Darko menangis di samping putrinya dan meminta maaf untuk apa yang telah dia lakukan. Wajar jika Bitsy kecewa padanya karena selama ini Bitsy sudah mengatakan kebenarannya tapi tidak satu kali pun dia percaya dengan putrinya.


"Bitsy, Daddy memang salah tapi Bitsy tidak boleh menghakimi seperti itu!" Nadia menghampiri mereka. Jujur saja dia iba dengan kakaknya yang hanya ingin mengembalikan kebahagiaan di dalam keluarganya namun tanpa sadar justru mengundang bencana.

__ADS_1


"Bitsy benci dengan Daddy. Bitsy tidak mau dengan Daddy lagi, Aunty!" Bitsy masih menolak ayahnya yang sudah membuatnya kecewa.


"Stss, tidak boleh begitu. Semua orang pernah berbuat salah. Daddy melakukan hal itu hanya untuk membuat kalian bahagia tapi dia tidak tahu yang dia undang justru membawa masalah. Anggap saja sebagai cobaan untuk kalian. Suatu saat, Bitsy akan tahu dan mengerti tapi untuk sekarang, Bitsy tidak boleh menghakimi Daddy Bitsy seperti itu."


"Bitsy sudah memberi tahu tapi Daddy tidak percaya!"


"Maaf, Bitsy. Daddy tidak percaya karena Daddy tidak melihatnya," ucap Darko. Seandainya dia melihat sifat Mia yang berubah, maka dia tidak akan meninggalkan ketiga anaknya dengan iblis itu.


"Daddy sudah dipengaruhi hantu jahat itu bersama dengan Angela!" teriak Bitsy lagi.


"Bitsy benar, hantu jahat itu mempengaruhi Daddy dan Angela oleh sebab itu, hanya Bitsy yang tahu!" ucap Nadia.


"Bitsy, dengarkan Daddy!" Darko mendekati putrinya dan memegangi tangannya, "Daddy tahu Daddy salah, Daddy minta maaf padamu juga kedua adikmu. Daddy berjanji tidak akan melakukan hal gila seperti itu lagi. Jika Bitsy tidak mau tinggal di sini, kita pindah!" ucapnya membujuk.


"Bitsy tidak mau tinggal di peternakan!"


"Kita tidak akan tinggal di sana lagi. Kita akan pulang ke rumah!"


"Daddy tidak akan membawa Mommy pulang lagi, bukan?"


"Tentu saja tidak, Daddy sudah memakamkan Mommy kembali seperti yang Bitsy inginkan."


"Bagaimana dengan hantunya?" Bitsy masih mengkhawatirkan hal itu.


"Sudah tidak ada, hantunya tidak akan mengganggu Bitsy lagi juga Angela dan Rian. Jadi Bitsy mau memaafkan Daddy, bukan?"


Bitsy mendongak, melihat ke arah Nadia. Nadia mengangguk dan tersenyum, meski dia pun kecewa dengan sang kakak tapi dia ingin hubungan kakaknya dengan anak-anaknya kembali seperti semula. Bitsy mengangguk dengan perlahan sebagai tanda jika dia akan memaafkan ayahnya. Darko begitu senang, Bitsy dipeluk dengan erat karena dia telah membuat banyak kesalahan pada Bitsy dibandingkan dengan kedua anaknya yang lain.

__ADS_1


"Terima kasih Bitsy mau memaafkan Daddy!" Darko menangis, itu air mata bahagia karena putrinya masih mau memaafkan dirinya setelah kejadian buruk yang terjadi akibat kebodohannya.


Di dalam hatinya pun meminta maaf pada mendiang istrinya karena dia hampir mencelakai ketiga buah hatinya. Tindakannya akibat tidak mau kehilangan serta sesuatu berbahaya yang baru dia lakukan benar-benar membawa mala petaka namun semua telah berlalu dan sekarang, dia berjanji pada istrinya untuk menjaga putra dan putrinya dengan baik.


__ADS_2