
Bitsy menangis saat ayahnya membawanya pulang. Darko sudah kehabisan akal menghadapi kelakuan putrinya. Rian yang sudah selesai minum susu terlihat menikmati pemandangan sambil tertawa dan sesekali bertepuk tangan.
Tidak ada yang berbicara, tangisan Bitsy masih saja tak berhenti. Dia sangat ingin pergi, tidak mau lagi tinggal dengan ayahnya tapi kenapa ayahnya tidak membiarkan dirinya pergi? Bitsy tidak berani memandangi ayahnya karena dia takut ayahnya akan menghukum dirinya.
"Apa tidak ada yang ingin kau katakan?" tanya Darko pada putrinya.
"Bitsy ingin pergi bertemu dengan Aunty Nadia," jawab Bitsy.
"Apa kau tahu Aunty Nadia berada di mana?" Darko melirik ke arah putrinya sejenak. Bitsy menggeleng karena dia memang tidak tahu.
"Tidak tahu? Tapi beraninya kau pergi dengan Rian, Bitsy! Bagaimana kau bertemu dengan orang jahat? Banyak orang jahat di luar sana, apa kau tidak tahu akan hal itu?"
"Di rumah juga ada orang jahat tapi Daddy tidak tahu!"
"Cukup, Bitsy. Daddy lelah, benar-benar lelah dengan semua ini. Kapan kau akan berhenti menganggap Mommy sebagai hantu? Kapan Bitsy? Kau bahkan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kau lakukan!" Darko benar-benar percaya dengan apa yang Mia katakan
"Daddy tidak percaya dengan Bitsy oleh sebab itu Bitsy ingin mencari Aunty Nadia atau siapa pun yang akan mempercayai Bitsy!" teriak Bitsy.
"Stop melakukan hal konyol. Kau masih anak-anak. apa kau kira akan ada yang percaya padamu tanpa adanya bukti? Apa kau kira Aunty Nadia akan percaya padamu? Tidak akan ada yang percaya padamu, Bitsy. Meski kau mengatakan hal ini pada seorang polisi pun, mereka tidak akan percaya!"
"Tidak mungkin, polisi pasti akan percaya dengan perkataan Bitsy!"
"Jika begitu, Daddy akan mengantarmu ke kantor polisi sekarang juga. Kau hanya akan dianggap berhalusinasi akibat mimpi buruk. Jika kau mau, sekarang Daddy akan mengantarmu tapi kau harus tahu, Daddy akan mengurungmu di lantai basemen jika apa yang kau lakukan sia-sia."
"Tidak mau, Daddy. Tidak mau!" teriak Bitsy. Demi apa pun dia tidak mau dikurung lagi di lantai basemen yang gelap dalam keadaan lapar dan haus.
"Jika begitu berhenti melakukan hal yang gila, Bitsy! Daddy sudah kehabisan kata-kata untuk meyakinkan dirimu jika yang kau katakan tidak benar sama sekali. Bukankah Daddy sudah memberikan penjelasan padamu akan hal ini? Kenapa kau tidak mengerti juga dan kau bisa melihat Angela, dia tidak bertingkah seperti dirimu!"
"Daddy tidak melihat, begitu juga dengan Angela. Oleh sebab itu Daddy tidak tahu bagaimana rasa takut yang Bitsy rasakan setiap malam. Daddy pun tidak pernah percaya pada perkataan Bitsy lalu bagaimana Daddy bisa tahu apakah yang Bitsy katakan benar atau tidak?"
"Baiklah, baik. Sekarang katakan apa yang Bitsy mau?"
"Bitsy hanya ingin Daddy percaya pada Bitsy lalu mengusir Mommy pergi. Bitsy juga ingin pulang ke rumah dan tidak mau tinggal di sini!"
__ADS_1
"Tidak bisa! Daddy tidak bisa mengabulkan permintaan Bitsy. Kita akan tinggal di sini untuk selamanya jadi biasakan dirimu untuk tinggal di sini!"
"Kenapa, Daddy? Sejak awal Mommy sudah meninggal tapi kenapa Daddy membawa Mommy pulang?"
"Astaga, Bitsy. Daddy lelah mendebatkan hal ini denganmu. Sudah Daddy katakan, Mommy masih hidup oleh sebab itu Daddy membawanya pulang!"
"Jika begitu kenapa Mommy bertingkah menakutkan? Kenapa Mommy hanya menakuti Bitsy saja?"
"Itu karena kau berpikiran buruk pada Mommy oleh sebab itu kau ditakutkan oleh pikiranmu sendiri. Kau hanya bermimpi buruk tapi kau menganggapnya sebagai nyata. Coba Bitsy mencoba untuk tidak takut dengan Mommy, Bitsy pasti tidak akan merasa jika Mommy menakutkan. Percayalah dengan perkataan Daddy. Saat Bitsy tiba nanti, berdamailah pada Mommy dan pada diri sendiri maka Daddy tidak akan menghukummu!"
"Tidak mau, Bitsy tidak mau!" tolak Bitsy.
"Jadi, apa yang kau inginkan? Selagi hanya kita berdua saja, katakan apa yang Bitsy inginkan?"
"Bitsy hanya ingin Daddy mengusir Mommy!" jawab putrinya.
"Tidak bisa, Bitsy. Jangan meminta hal yang mustahil dan tidak bisa Daddy lakukan!" dia tidak mungkin mengusir istrinya pergi apalagi dialah yang membawa Mia kembali.
"Jika Daddy melihat rupa Mommy yang menakutkan, apakah Daddy akan mengusir Mommy?" Bitsy menatap ke arah ayahnya, berharap ayahnya mengerti dengan apa yang dia inginkan.
"Jadi kau ingin Daddy melihat sendiri agar Daddy percaya?"
"Ya, Bitsy ingin Daddy melihatnya. Sudah dua malam Mommy pergi ke hutan dan makan daging mentah. Bitsy tidak bohong. Jika Daddy tidak percaya, Daddy bisa membuktikannya!"
"Baiklah, Daddy akan membuktikan apakah perkataan Bitsy benar atau tidak. Satu minggu, Daddy akan coba mencari tahu dan membuktikan perkataan Bitsy benar atau tidak tapi jika perkataan Bitsy tidak terbukti maka Bitsy harus berjanji pada Daddy untuk tidak bertingkah tidak menyenangkan lagi dan berhenti mengatakan jika Mommy adalah hantu! Bitsy harus menerima Mommy seperti semula. Apa Bitsy mau berjanji?" tanya ayahnya.
"Baiklah, Bitsy akan mengatakan pada Daddy jika Mommy masuk ke dalam hutan tapi Daddy harus segera bertindak!"
"Oke, sekarang kita sudah membuat kesepakatan jadi Bitsy tidak boleh menunjukkan sikap tidak menyenangkan dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh seperti apa yang Bitsy lakukan semalam di hutan!"
"Bitsy tidak melakukan apa pun, Daddy!"
"Tidak boleh berbohong, Daddy sudah melihatnya. Mulai sekarang jangan membunuh binatang apa pun. Kau mengerti?"
__ADS_1
"Bitsy tidak melakukan apa pun dan tidak membunuh binatang apa pun, Daddy. Yang melakukannya Mommy, bukan Bitsy!"
"Baiklah, Baik. Daddy juga akan mencari tahu akan hal ini. Apakah Bitsy yang melakukannya atau Mommy yang melakukannya. Sekarang sudah puas, bukan?" Darko menatap putrinya. Semoga dengan begini putrinya tidak membuat ulah lagi.
"Maafkan Bitsy, Daddy. Jangan hukum Bitsy, Bitsy tidak mau dikurung di dalam basemen," pinta putrinya.
"Baiklah, tapi kau harus berjanji tidak membuat ulah lagi selama Daddy mencari bukti apakah yang kau katakan benar atau tidak!"
Bitsy mengangguk, sesungguhnya dia tidak mau tapi dia harus membuat ayahnya percaya jika yang ada di rumahnya saat ini bukanlah ibunya melainkan hantu yang menjelma sebagai ibunya.
"Bagus, sekarang pulang dan kau harus meminta maaf pada ibumu karena kau sudah membuatnya khawatir!" mesin mobil dinyalakan, dia sangat berharap kali ini putrinya benar-benar tidak bertingkah menyebalkan lagi agar kehidupan mereka kembali seperti semula.
Mia dan Angela menunggu di depan rumah. Mia menunjukkan jika dia sedang mengkhawatirkan keadaan putrinya oleh sebab itu, Mia berlari saat melihat mobil Darko kembali. Bitsy turun dari mobil sambil menggendong Rian, dia tidak mau melihat ke arah ibunya namun ibunya sudah berlari ke arahnya dan memeluknya.
"Kau benar-benar membuat Mommy khawatir!" ucap ibunya.
"Maaf," ucap Bitsy.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau lari dari rumah? Jika kau memang tidak menyukai Mommy maka Mommy yang akan pergi!"
"Tidak perlu, Mia. Semua sudah teratasi."
"Tapi hal ini tidak boleh terjadi lagi, Darko. Bagaimana jika Bitsy pergi dari rumah lagi tanpa kita tahu? Dari pada dia yang pergi lebih baik aku yang pergi!"
"Bitsy," Darko menatap tajam ke arah putrinya.
"Maaf, Mommy. Bitsy berjanji tidak akan lari lagi!" Bitsy terpaksa mengatakan hal itu.
"Benarkah?"
"Bitsy berjanji Mommy."
"Baiklah, Mommy senang mendengarnya tapi ya ampun. Lihat lenganmu ini, Bitsy. Kenapa penuh luka seperti ini?" Mia terlihat begitu khawatir setelah melihat luka hores di lengan putrinya.
__ADS_1
"Itu karena dia menerobos pohon jagung!" ucap Darko.
"Bodoh, ikut Mommy untuk mengobati lukamu!" Mia menarik tangan putrinya untuk mengikuti dirinya. Darko menutup pintu mobil namun dia diam di tempat untuk melihat kepergian putri dan istrinya. Mia adalah hantu? Putrinya benar-benar pandai membuat lelucon tapi dia harus tetap mencari bukti apakah yang diucapkan oleh Bitsy benar atau tidak.