
Suara pisau yang menghunjam daun pintu tak henti terdengar. Bitsy dan Angela semakin ketakutan. Teriakan ibunya yang mengerikan dan meminta mereka untuk membuka pintu tak henti terdengar disertai suara pintu yang dihantam pisau.
Daun pintu yang semakin rusak mulai menjadi lubang yang cukup untuk iblis itu mengintip ke dalam. Tinggal sedikit lagi maka tangannya akan masuk untuk membuka pintu itu apalagi kuncinya masih menggantung di lubang kunci karena Angela tidak mencabutnya.
"Aku bisa mencium wangi lezat kalian, anak-anak. Come on, come to mama!" iblis itu masih berusaha memasukkan tangannya ke dalam lubang yang dibuat olehnya menggunakan pisau tapi lubang itu masih belum cukup untuk tangannya.
"Takut, Bitys. Takut!" teriak Angela ketakutan. Dia tidak menduga jika ibunya benar-benar hantu seperti yang kakaknya katakan.
"Bawa Rian untuk sembunyi, aku akan menghalanginya agar tidak menangkap kau dan Rian."
"Tapi kau sedang sakit, Bitsy," ucap Angela.
"Tidak apa-apa, cepat sembunyi!" teriak Bitsy.
"Kalian tidak bisa pergi, anak-anak. Ayo keluarlah, ikut dengan Mommy!" teriak iblis yang ada di tubuh Mia yang masih berusaha membuat lubang agar lebih besar karena tangannya belum bisa masuk ke dalam.
"Cepat sembunyi!" perintah Bitsy.
Angela berlari ke arah Rian yang menangis lalu menggendongnya. Angela tampak ragu meninggalkan kakaknya yang sedang sakit tapi kakaknya kembali berteriak agar dia sembunyi. Bitsy menarik kayu yang dia sembunyikan di bawah ranjang juga pisau yang dia ambil secara diam-diam.
Bitsy berlari ke arah Angela yang sudah mau masuk ke dalam lemari untuk bersembunyi. Jika dia dimakan terlebih dahulu, dia harap adiknya dapat bertahan dan melakukan perlawanan. Dia pun berharap ayahnya cepat kembali tapi ayahnya sedang kebingungan di badai salju yang semakin menggila.
"Pegang ini!" Bitsy memberikan pisau pada adiknya yang sudah masuk ke dalam lemari.
"Untuk apa pisau ini, Bitsy!" tanya Angela yang sedang menangis karena takut.
"Jika aku dimakan oleh Mommy, kau harus melawan dan tusuk tanpa ragu. Jangan tinggalkan Rian apa pun yang terjadi, apa kau paham dengan perkataanku? Tusuk saja bagian dadanya!" perintah Bitsy.
__ADS_1
"Tapi aku takut," Angela memeluk Rian yang menangis.
"Jangan takut, kita akan dimakan jika kita takut. Sekarang tutup pintunya, lari saat Angela lihat aku tidak berdaya!"
Angela mengangguk, Bitsy menutup pintu lemari lalu mengangkat tongkat kayunya. Meski dia merasa sangat dingin dan kepalanya sangat sakit tapi dia berusaha untuk bertahan. Bitsy bahkan berdoa dalam hati semoga kedua adiknya baik-baik saja.
Kraaakkk!! Daun pintu ditarik paksa oleh iblis itu hingga pecahannya terbuka. Bitsy segera berlari, tangan iblis itu sudah masuk ke dalam untuk mencari kunci yang tidak jauh darinya.
"Makananku, makananku." Slrruuppp! Air liur bahkan menetes karena sudah tidak sabar.
"Jangan pikir kau bisa masuk!" teriak Bitsy lalu kayu yang ada di tangan diayunkan untuk memukul lengan ibunya yang berusaha menggapai kunci.
"Arrrggghhhh!" iblis itu berteriak, Bitsy kembali memukul lengannya sampai iblis itu menarik tangannya keluar dan setelah itu, Bitsy mengambil kunci dengan cepat dan melemparkannya ke ranjang. Dengan begini ibunya yang menakutkan tidak akan bisa masuk ke dalam kamarnya.
"Anak kurang ajar, aku akan memakanmu terlebih dahulu!" iblis itu marah dan semangkin menggila. Pintu digedor dengan membabi buta sehingga membuat Angela berteriak ketakutan dan Bitsy menutup telinga rapat akibat teriakan yang melengking tinggi dan menakutkan.
Bitsy mencengkeram kayunya dengan erat, tidak sia-sia dia mengambil benda itu dan menyembunyikannya di bawah ranjang. Suara iblis yang terus berteriak masih terdengar gaduh namun tidak lama kemudian semua mendadak menjadi sunyi.
Napas Bitsy memburu, dia jadi merasa panas padahal cuaca yang masih cukup dingin. Pandangannya tampak berputar akibat pusing tapi Bitsy berusaha bertahan karena dia harus menjaga kedua adiknya.
"Beri Bitsy kekuatan untuk menjaga Angela dan Rian, Mommy!" Bitsy melangkah menjuju pintu dengan perlahan. Apa ibunya sudah pergi? Apa ibunya yang menakutkan sudah tidak akan mengganggu lagi?
Kedua tangan Bitsy gemetar, tidak saja tangan tapi kedua kakinya pun gemetar. Bitsy semakin mendekati pintu dengan napas yang memburu. Sesungguhnya dia sangat takut tapi demi adik-adiknya dia harus menjadi kakak yang pemberani. Ibunya pasti akan membantunya tapi sayangnya, Mia tidak bisa menembus perisai yang dipasang oleh iblis itu. Dia harap Nadia tidak terlambat menyelamatkan ketiga anak-anaknya.
Bitsy berusaha mengintip dari balik lubang yang sudah ada. Dia mencari dengan teliti keberadaan ibunya namun Bitsy harus dikejutkan dengan pisau yang menancap di daun pintu secara tiba-tiba dan mata pisau itu tertancap tepat di depan matanya.
"Jangan kau kira kau bisa lari, Bitsy," pisau yang menancap di daun pintu dicabut lalu pisau yang sangat tajam itu dijilat karena pisau itu berlumuran darah.
__ADS_1
"Lezat, Bitsy. Setelah ini giliran kalian!" seekor kelinci yang ada di tangan diangkat lalu dimakan.
Bitsy melangkah mundur dan ketakutan. Dari lubang itu dia bisa melihat sosok ibunya yang semakin menakutkan karena berlumuran darah apalagi kelinci yang dia makan dan darah yang memenuhi mulutnya. Siapa yang ada di dalam ibunya? Pasti bukan hantu, pasti bukan.
"Hi... Hi... Hi.., Ha... Ha... Ha...!" tawa Mia semakin menakutkan ditambah keadaannya yang menakutkan.
"Pergi kau, iblis!" teriak Bitsy yang berlari untuk bersembunyi. Selama iblis itu tidak masuk ke dalam kamarnya maka mereka tidak akan apa-apa. Bitsy melihat keadaan Angela dan Rian terlebih dahulu karena dia ingin melihat apakah kedua adiknya baik-baik saja atau tidak.
"Angela, apa kau baik-baik saja?" tanya Bitsy sambil mengetuk pintu lemari. Angela menggesernya hingga terbuka, dia tampak lega karena kakaknya kembali dan terlibat baik-baik saja.
"Apa Mommy sudah pergi?" tanya Angela.
"Tidak tahu, kita harus tetap bersembunyi sampai Daddy datang. Tidak boleh keluar, oke?"
"Lalu bagaimana dengan Bitsy? Apa Bitsy juga akan bersembunyi?"
"Aku juga akan bersembunyi, ingat tidak boleh keluar jika aku meminta karena aku takut iblis itu meniru aku setelah dia meniru Mommy."
"Lalu bagaimana, aku takut Bitsy," Angela kembali menangis, dia benar-benar takut.
"Tidak apa-apa, kita buat sandi. Jika aku memanggilmu maka aku akan menyebutkan sebuah nama makanan dan jika kau memanggil aku maka kau harus mengucapkan sebuah nama binatang yang kau sukai. Hanya kita saja yang tahu akan kode ini, apa kau paham?"
Angela mengangguk, Bitsy memerintahkan adiknya untuk kembali ke dalam lemari dan menutup pintunya sedangkan dia sendiri merangkak masuk ke bawah kasur berserta tongkat kayunya. Suara-Suara aneh masih terdengar di luar sana tapi dia harap ibunya sudah pergi.
Suasana cukup hening beberapa saat seperti tidak terdengar apa pun. Bitsy meringkuk di bawah ranjang karena kedinginan. Dia hampir tertidur akibat kedua mata yang berat tapi pada saat itu, Praanggg!! mendadak kaca jendela pecah karena ada yang melemparnya menggunakan batu.
Bitsy terkejut, begitu juga dengan Angela. Angela menutup mulutnya lalu menutup mulut Rian yang menangis. Rasa takut itu kembali mereka rasakan karena mereka tahu akan terjadi hal yang tidak baik.
__ADS_1
"Bitsy....," Iblis itu memanggil nama Bitsy lalu dia memanggil nama Angela, "Angela.....," terdengar suara ibunya yang merangkak masuk melalui jendela. Bitsy memegangi tongkat kayu dengan kedua tangan gemetar, tawa mengerikan iblis itu pun terdengar. Iblis yang ada di tubuh ibu mereka melewati beling yang tajam di jendela dan setelah itu dia sudah berada di dalam kamar. Seringai menghiasi wajah, di mana anak-anak itu sedang bersembunyi? Ternyata ingin bermain petak umpet dengannya maka akan dia temukan ketiga anak itu.