Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 45


__ADS_3

Bitsy menangis cukup lama di dalam pelukan Edward untuk menumpahkan rasa takutnya. Darko hanya diam menyaksikan, dia bisa melihat jika Bitsy begitu membutuhkan pemuda itu. Sepertinya dia tidak bisa mencegah hubungan mereka tapi bukan berarti dia akan mengijinkannya dengan mudah.


Setelah keadaan Bitsy lebih tenang. Anna membawa Bitsy untuk membersihkan dirinya dari darah yang sudah mengering di bagian rambut serta di wajahnya. Baju yang dikenakan oleh Bitsy pun kotor oleh darah yang digunakan oleh nenek tua itu. Entah darah apa, tidak ada yang tahu selain Martin dan si nenek tua.


Bitsy yang masih takut diajak keluar oleh Anna. Gadis itu menunduk dan melihat sekitar karena dia takut ada hantu di rumah itu sebab dia tidak mau melihat sosok mengerikan itu untuk hari ini.


"Tidak perlu khawatir," Anna menggandeng tangan Bitsy karena dia tahu jika gadis itu sedang takut.


"Terima kasih, Aunty," ucap Bitsy.


"Tidak perlu berterima kasih, kau akan menjadi menantuku nanti."


"Jadi Aunty adalah?"


"Yes, aku ibu Edward," ucap Anna sambil tersenyum.


"Bitsy," Bitsy mengangkat kepalanya yang menunduk saat mendengar suara ayahnya.


"Daddy!" Bitsy berlari ke arah ayahnya lalu memeluk ayahnya. Bitsy menangis setelah berada di dalam pelukan ayahnya. Untuk kedua kali, dia harus mengalami hal yang sama.


"Apa kau baik-baik saja, Bitsy? Apa kau baik-baik saja?" tanya ayahnya yang khawatir dengan keadaan putrinya.


"Aku baik-baik saja, Dad. Maafkan aku yang telah membuat Daddy khawatir. Aku benar-benar tidak mau mengalami hal ini, Dad. Aku tidak mau!"


"Daddy tahu, Daddy sangat mengkhawatirkan dirimu."


"Maaf tidak bisa menjemput Daddy. Mana Angela dan Rian?" Bitsy melepaskan pelukannya, dia terlihat lebih baik karena ada ayahnya ada di sana.


"Mereka ada di hotel, ayo pergi dengan Daddy. Kedua adikmu sudah menunggu."


"Jangan terburu-buru, Bitsy belum makan apa pun," Edward baru saja keluar dari dapur karena dia baru saja membuat makanan untuk Bitsy.


"Edward," Bitsy sudah melangkah mendekati Edward yang tidak jauh darinya.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Sayang?"


"Aku kira kau tidak akan datang untuk menolong aku!" Bitsy memeluk Edward, dia kembali menangis di dalam pelukan Edward. Dia sudah sangat takut Martin benar-benar berhasil melakukan ritual sesatnya. Jika tidak ada arwah bernama Madison itu, dia rasa dia pasti sudah berada di dalam cengkeraman tangan Martin.


"Maafkan aku, Bitsy. Aku telah lalai dan tidak menjagamu dengan baik," Edward memeluknya dengan rasa penyesalan yang teramat sangat. Jika dia tidak membiarkan Bitsy pergi sendiri maka Bitsy tidak akan diculik oleh Martin dan mengalami kejadian buruk itu.

__ADS_1


"Di mana Martin, Edward. Apa dia sudah ditangkap?"


"Tidak!"


"A-Apa?" Bitsy melangkah mundur dengan kedua tangan gemetar. Jika Martin tidak ditangkap, bukankah itu berarti?


"Tidak perlu takut!" Edward kembali memeluk Bitsy dan mengusap kepalanya, "Martin tidak akan mengganggu dirimu lagi, aku pastikan itu. Dia tidak akan bisa mengganggu dan menyakiti dirimu lagi," ucapnya.


"Aku harap begitu, Edward. Aku tidak mau melihat pria itu lagi!"


"Sudah aku katakan, kau tidak akan pernah bertemu dengan pria itu lagi!"


"Hei, kalian berdua. Jangan lupa dengan keberadaan kami!" ucap Barrow.


"Ck, Daddy menghancurkan suasana!"


"Minta dengan ayahnya secara baik-baik selagi ayahnya ada di sini!" ucap Barrow.


"Bitsy!" Darko melototi putrinya. Padahal Bitsy selalu takut dengan orang dan tidak berani mendekat apalagi dengan seorang pria tapi hari ini dia melihat putrinya begitu dekat dengan pemuda itu.


"Aku bukannya tidak mau, Dad. Tapi Bitsy baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan. Aku khawatir dia mengalami shock dan masih takut!"


"Tuan, tolong jangan terburu-buru!" pinta Anna. Sudah bertemu, ini adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk membahas hal yang penting.


"Benar, bagaimana jika kita berbincang sambil minum dan makan. Aku tahu memang bukan waktu yang tepat tapi sebaiknya tidak menunda karena aku pun tidak mau kau menganggap putraku memanfaatkan putrimu jadi ada baiknya kita membahas hal ini!" ucap Barrow.


"Putriku masih kecil, aku tidak mengijinkan! kemari, Bitsy. Masih terlalu cepat untukmu menikah!" ucap ayahnya.


"Tapi, Dad?" Bitsy melihat ke arah Edward.


"Kemari, Daddy tidak akan mengijinkan hubunganmu dengannya begitu saja. Pulang dengan Daddy, Daddy ingin berbicara denganmu!" ayahnya kembali mengajak.


"Pulanglah bersama dengan ayahmu," ucap Edward.


"Maaf, Edward. Padahal aku sudah merepotkanmu!" Bitsy benar-benar tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, dengarkan perkataan ayahmu. Aku bisa mengerti, ayahmu tidak mungkin langsung setuju dan itu adalah hal wajar. Dia sedang melindungi dirimu jadi pulanglah bersama dengan ayahmu. Kedua adikmu pasti sudah khawatir."


Bitsy masih memandangi Edward, dia terlihat ragu tapi pada akhirnya, Bitsy mengangguk dan melangkah mendekati ayahnya. Anna dan Barrow tidak mencegah, mereka tahu apa yang ayah Bitsy khawatirkan.

__ADS_1


"Maafkan aku, Edward. Aku akan menemui dirimu besok!" ucap Bitsy.


"Tidak!" ucap Darko seraya meraih tangan Bitsy. Dia ingin melihat sejauh mana pemda itu serius dengan putrinya. Lagi pula Bitsy masih lelah dan takut dan dia akan membawa putrinya pulang untuk beristirahat.


"Ijinkan aku mengantar kalian, sudah mau pagi dan tidak ada kendaraan!" ucap Edward.


"Kau memang harus melakukannya!" ucap Darko yang masih bersikap sinis.


"Mom, Dad, aku pergi dulu!"


"Berjuanglah, Boy!" teriak Barrow.


"Doakan saja, Dad!" ucap Edward.


"Tunggu!" Anna mengejar Bitsy yang sudah keluar dengan ayahnya.


"Tunggu sebentar, ada yang harus aku sampaikan!" ucap Anna.


"Apa itu, Aunty?" Bitsy dan ayahnya berhenti sebentar.


"Ada pesan untukmu, arwah yang merasukimu mengucapkan terima kasih karena dia bisa bebas dari rumah itu berkat dirimu."


"Madison?" tanya Bitsy.


"Yes, dia meminta aku menyampaikan rasa terima kasihnya padamu sebelum pergi."


"Apa yang terjadi dengannya?" tidak menyangka arwah Madison mau membantunya.


"Dia bilang dia sudah bebas dan semua itu berkat dirimu."


"Terima kasih sudah menyampaikan hal ini padaku, Aunty."


"Baiklah, pulanglah beristirahat. Besok kami akan menemui kalian untuk berbicara baik-baik dengan ayahmu sehingga kami bisa membahas pernikahanmu dan Edward."


Bitsy mengangguk, dia berpamitan pada kedua orangtua Edward lalu mengikuti ayahnya untuk pergi. Meski dia baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan tapi ayahnya jadi mengenal Edward dan dia harap ayahnya tidak melarang hubungan mereka berdua.


Edward mengantar mereka kembali ke hotel, di mana Rian dan Angela menunggu dengan perasaan cemas. Darko kembali menghubungi kedua anaknya dan mengatakan jika mereka sudah kembali, Mendengar itu tentu saja Angela dan Rian sangat senang. Di bandingkan mereka, kakaknya lebih banyak mengalami hal yang menakutkan dan kini kakaknya harus mengalami penculikan.


Entah apa yang terjadi, mereka berharap kakak mereka dapat hidup normal seperti mereka tapi selama kemampuan itu masih ada maka Bitsy akan selalu berurusan dengan hantu apalagi satu misinya belum selesai di mana dia harus membantu hantu La Liorona dan tentunya dia masih memiliki satu masalah yang belum dia selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2