Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Mereka Sangat Lezat


__ADS_3

Nadia terus berlari masuk ke dalam hutan mengikuti sosok putih yang dia lihat. Hutan yang gelap membuat mereka kesulitan apalagi salju yang begitu tebal sehingga membuat mereka kesulitan mengangkat kaki akibat terbenam di dalam salju.


"Nadia, tunggu!" teriak Erick. Jangan sampai mereka kehilangan Nadia sebelum anak-anak ditemukan. Lagi pula jika ketiga anak itu berada di luar sudah cukup lama, sangat mustahil bisa bertahan karena udara dingin yang begitu ekstrem.


"Cepat, Erick!" teriak Nadia yang terus berlari sambil mengikuti sosok putih yang kadang terlihat kadang tidak.


"Jangan gegabah, kita bisa tersesat!" teriakan suaminya kembali terdengar.


Nadia masih mengikuti sosok putih itu tapi mendadak sosok itu hilang begitu saja. Nadia berhenti, kini dia melihat sekitar untuk mencari sosok putih yang tiba-tiba menghilang. Ke mana sosok putri itu pergi? Sambil mengatur napas, Nadia melihat sekitar hutan yang ditumbuhi oleh pohon besar, Erick dan Darko pun sudah berada di sisinya. Seperti Nadia, mereka juga melihat sekitar mereka.


"Nadia, apa maksudmu kakak ipar? Apa kau melihat Mia?" tanya Darko.


"Sudah aku katakan, kakak ipar tidak bisa beristirahat dengan tenang karena perbuatan bodohmu itu!"


"Jadi yang kau lihat adalah arwah Mia?"


"Bukankah sudah aku katakan? Yang ada di dalam raga kakak ipar bukanlah kakak ipar!"


"Sial, jadi aku sudah tertipu?!"


"Seharusnya kau tahu, kakak. Iblis adalah penipu dan orang mati tidak bisa dibangkitkan lagi tapi kau begitu bodoh, mengikuti tipu daya si iblis!" ucap Nadia kesal.


"Sekarang ke mana lagi, Nadia? Apa tidak ada petunjuk lagi?" tanya suaminya.


"Aku tidak tahu, sosok kakak ipar tiba-tiba menghilang!"


"Apa kita harus berpencar?"


"Bukan ide bagus!" jawab Nadia. Mereka melihat sekitar hutan tersebut dengan perasaan was-was, entah ke mana lagi mereka akan pergi, tidak ada petunjuk lagi yang bisa mereka dapatkan bahkan suasana hutan begitu sunyi.


"Bitsy, Angela!" Darko berteriak memanggil kedua putrinya.


"Angela!" Nadia pun berteriak memanggil. Mungkin saja mereka sedang bersembunyi dan mendengar suara mereka.


"Anak-Anak, di mana kalian?" teriak Erick pula.

__ADS_1


Sreeekkkk..... Sreeekkkk..... Sreekkkk.....


Tiba-Tiba ada yang bergerak di balik pohon. Nadia dan Erick berpaling ke arah datangnya suara begitu juga dengan Darko. Dedaunan yang tertutup salju tampak bergerak seperti ada yang baru saja melewatinya. Mereka berdua saling pandang, lalu mereka memutuskan untuk melihat.


Senter dan senjata api diangkat tinggi, mereka pun melangkah dengan perlahan mendekati dedaunan yang bergerak itu. Darko mengambil sebatang kayu dan mengikuti, dia pun melihat sekitarnya.


"Angela," Nadia mencoba memanggil karena bisa saja Angela yang baru saja lewat.


"Stsss!" suaminya meminta untuk tidak bersuara


Mereka kembali memasang telinga baik-baik, suara-suara aneh kembali terdengar. Mereka pun bergerak menuju datangnya suara dan terlihat siaga. Apa pun yang ada di depan saja, yang pasti membuat mereka cukup tegang dengan situasi yang mencekam.


"Siapa di sana?" tanya Nadia.


Sreekk... Sreek.. Sreek.. Suara itu kembali terdengar dari balik sebuah pohon besar, Nadia dan Erick saling pandang, mereka pun memberikan anggukan satu sama lain dan setelah itu, Mereka berdua melompat ke ke balik pohon untuk melihat apa  yang ada di sana.


"Angela!" teriak Nadia karena dia pikir yang ada di balik pohon itu adalah Angela tapi ternyata, hanya seekor rusa yang sedang mencari makan dan kedinginan.


"Sial, ternyata bukan!" Nadia terlihat kecewa, ke mana anak-anak? Mereka melangkah pergi, kali ini sepertinya tidak ada pilihan selain berpencar.


"Berhati-hatilah, kita bertemu lagi di pohon itu dan jangan lupa memberi tanda di pohon agar kita tidak tersesat!" ucap Nadia yang baru saja selesai memberikan sebuah tanda di pohon.


"Baiklah, kita mulai berpencar!"


"Bagaimana denganku?" tanya Darko.


"Urus dirimu sendiri. Setelah ini, jika anak-anak sudah ketemu, aku akan membawa mereka pergi!" ucap Nadia sinis. Rasa kecewa pada kakaknya yang telah membuatnya seperti itu.


"Aku tidak akan mengijinkan!" Darko mengangkat tongkat kayunya, dia harus meminta maaf pada anak-anaknya setelah menemukan mereka.


Mereka mulai berpencar, untuk mencari keberadaan anak-anak yang entah berada di mana. Angin dingin yang berhembus membuat mereka semakin merasa kedinginan. Nadia berusaha mencari kakak iparnya tapi tidak terlihat lagi. Setiap pohon besar dia lewati, dia juga semakin waspada, Nadia terus melangkah maju, suara aneh kembali dia dengar dan suara itu seperti suara jeritan binatang.


"Angela, apa kau yang berada di sana?" Nadia terus melewati pepohonan untuk mencari dan suara ringkikan binatang kembali terdengar. Nadia semakin waspada, sepertinya ada seekor binatang yang sedang dimangsa oleh sesuatu dan benar saja tebakannya, langkah Nadia terhenti saat melihat seseorang sedang berjongkok dalam posisi membelakangi dirinya.


"Hallo," Nadia mencoba menyapa dan menyinari orang itu menggunakan senter. Ludah ditelan dengan susah payah, mendadak dia tidak asing dengan sosok wanita yang sedang membelakangi dirinya itu. Wanita itu seperti memakani sesuatu, Nadia menurunkan sedikit senternya untuk melihat apa yang sedang dimakan oleh sosok wanita itu. Kaki binatang sudah terlihat, begitu juga dengan kepala rusa yang sudah mati.

__ADS_1


"Kakak ipar?" Kini Nadia melangkah mundur, sosok tidak asing itu pasti kakak iparnya.


Iblis yang ada di dalam tubuh Mia berpaling,  Nadia terkejut melihat sosok menakutkan yang sedang menikmati organ dalam rusa itu bahkan ususnya masih menjuntai di mulut lalu diseruput masuk ke dalam. Hati rusa berada di tangan, iblis itu beranjak dan memperlihatkan seringai lebarnya.


"Manusia," gumamnya sambil melangkah maju, "Darah segar, jiwa lezat!" iblis itu bergumam lalu menggigit hati rusa yang ada di tangan.


Nadia merasa mual, sial. Apa kakaknya tidak bisa melihat keadaan istrinya yang mengerikan itu? Kepalanya yang pecah menjadi dua, seluruh tubuh dipenuhi darah namun bisa dilihat jika kulitnya pucat seperti mayat. Apa kakaknya buta?


"Di mana anak-abak?" teriak Nadia.


"Kau, Nadia? Apa arwah lemah itu yang membawamu?" iblis itu masih melangkah maju.


"Tidak perlu basa basi, katakan padaku di mana anak-anak!" Nadia sudah mengangkat senjata api laras panjangnya.


"Anak-Anak?" tangan yang dipenuhi darah diangkat lalu dijilati sampai bersih.


"Jawab!" teriak Nadia.


"Di dalam perutku! Ha... Ha... Ha.. Ha...!" jawab iblis itu sambil tertawa.


Dorr! Nadia menembakkan senjata apinya, peluru itu mengenai perut Mia sehingga membuat sebuah lubang yang cukup besar sehingga orang dapat melihat sampai tembus ke belakang namun Iblis itu tidak bereaksi sama sekali.


"Ups, kau baru saja menembaki anak-anak!" iblis itu tidak merasa sakit, dia bahkan kembali melangkah maju dengan seringai lebar.


"Jangan membual, katakan di mana anak-anak itu?" Nadia kembali mengokang senjata api dan siap menembak.


"Mereka sudah aku makan dan mereka sangat lezat!" Iblis itu menunjukkan ekspresi bagaimana lezatnya daging anak-anak yang telah dia makan.


"Jangan menipu!" teriak Nadia yang kembali menembak namun kali ini meleset karena iblis itu sudah melompat dan hinggap di atas pohon besar.


"Mereka sangat lezat, Nadia. Darah mereka sungguh manis dan daging mereka sangat empuk!"


"Sialan kau iblis terkutuk, kembali kau ke neraka!" Nadia kembali menembak iblis yang ada di atas pohon tapi iblis itu kembali melompat dan bertengger ke pohon yang lainnya.


"Mereka sangat lezat, Nadia. Sangat lezat! Ha.. Ha.. Ha.. Ha...!" suara tawa mengerikan iblis itu menggema di hutan.

__ADS_1


Nadia terus menembak iblis yang melompat dari pohon satu ke pohon yang lain dengan air mata berlinang. Tidak mungkin ketiga keponakannya telah di makan, mereka tidak mungkin telah dimakan. Rasanya ingin menyangkal tapi situasi yang ada menunjukkan jika sudah tidak ada harapan. Hanya dua kemungkinan yang ada, mereka benar-benar sudah dimakan oleh iblis itu atau mereka mati membeku di hutan dengan cuaca yang sangat ekstrem. Apakah ada keajaiban untuk ketiga anak malang yang tidak berdosa itu?


__ADS_2