Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 18


__ADS_3

Hantu bergaun pengantin itu berada di sisi kamar mandi yang sedikit gelap karena di sanalah para hantu menyukainya. Bitsy mengabaikannya dan masuk ke dalam kamar mandi karena dia ingin mencuci wajahnya terlebih dahulu sebelum dia memulai malamnya yang menakutkan dengan hantu bergaun pengantin itu.


Malam ini, dia harus tahu semuanya karena dia tidak mau ada korban lagi. Dia harus memanfaatkan kemampuannya untuk membantu orang lain meski dia takut berhadapan dengan hantu. Entah kenapa dia jadi teringat dengan hantu nenek yang ada di sisi jalan. Apa hantu nenek itu juga memiliki sebuah tujuan yang belum terselesaikan? Tiba-Tiba dia jadi iba dengan hantu nenek tua yang meminta bantuannya itu.


Setelah mencuci wajahnya, Bitsy keluar dari kamar mandi. Hantu itu masih menangis di sisi kamar mandi sehingga membuat Bitsy semakin iba.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Bitsy sambil mengambil bajunya dari dalam lemari.


"Semua gara-gara kau, gara-gara kau tidak mau membantu aku dengan cepat!" teriak hantu itu marah. Seandainya Bitsy mau membantunya sejak kemarin maka ibu dan adiknya tidak akan mati.


"Cukup! Kau yang menakuti aku. Seandainya kau memintanya dengan sopan, maka aku tidak akan ketakutan dan akan menolongmu jadi jika kau marah padaku dan menakuti aku, maka aku akan pergi agar kau tidak mendapatkan bantuan!" ancam Bitsy.


Hantu itu diam, tidak menyalahkannya lagi. Bitsy memakai bajunya dan setelah itu dia berjalan menuju ranjang. Perasaan iba semakin dia rasakan karena hantu La Lionora masih saja menangis.


"Bisakah kau mengubah wujudmu? Aku takut melihatmu yang menakutkan dan kemarilah, kita bicara!"


Hantu itu melayang mendekat dan mengubah wujudnya. Hantu yang sangat cantik apalagi dengan gaun pengantin yang dia kenakan. Jika hantu itu mendatanginya dengan wujud demikian sejak awal, dia pasti tidak akan takut.


"Siapa namamu? Kenapa kau bisa menjadi hantu gentayangan di jalanan? Aku harap kau menjawab pertanyaanku ini dengan baik agar permasalahanmu terselesaikan."


"Aku Sarah, aku mati karena dibunuh oleh seseorang."


"Apa kau tahu siapa pelaku yang telah membunuhmu dan katakan padaku bagaimana kau mati lalu kedua orang yang ada di tempat konser?"

__ADS_1


"Aku dibunuh tepat di hari pernikahanku dan aku dianggap oleh orang-orang sebagai hantu La Lionora karena aku mati dengan pakaian pengantinku ini!" ucap hantu bernama Sarah itu. Sepertinya dia tidak suka dengan julukan yang diberikan untuknya karena kebanyakan hantu La Lionora memang hantu seorang ibu yang mencari anaknya.


"Apa pun julukan yang diberikan untukmu, kita kesampingkan karena yang paling penting adalah bagaimana kau mati dan siapa yang membunuhmu?"


"Aku hanya menerka tanpa tahu pasti siapa pelakunya. Tapi aku ingat bagaimana aku mati. Hari itu adalah hari pernikahanku, aku berangkat dari sebuah hotel menuju gereja di mana aku dan Daniel akan mengucapkan janji setia tapi ketika sudah tiba di tengah jalan, tiba-tiba supir yang membawa mobil tidak bisa menghentikan laju mobil akibat rem blong. Kami berdua panik, sang supir terus berusaha namun apa yang terjadi, aku tidak mengangka ada sebuah benda tajam yang sudah berada di dalam mobil dan ada yang menabrak mobilku dengan sengaja. Dua truk mengapit mobil yang membawa aku sehingga mobil itu menabrak pembatas jalan yang ada di seberang gedung ini. Perutku tertusuk benda tajam hingga robek, lalu wajahku ini hancur akibat terbakar. Kejadian yang begitu cepat, aku mati di tempat dengan keadaan seperti ini!" hantu itu kembali berubah seperti semula.


"Oke, baik. Aku tidak tahan dengan ususmu yang ke mana-mana jadi jangan perlihatkan padaku. Sekarang katakan, siapa kedua orang yang kau temui di gedung konser?"


"Tunanganku dan mungkin saja kekasih barunya."


"Lalu bajingan yang kau maksud?"


"Tunanganku, aku rasa kematianku ada hubungan dengannya."


"Kau begitu yakin, apa alasanmu mencurigainya sebagai tersangka?"


"Baiklah, aku akan membantumu memeriksa dan mencari bukti apakah tunanganmu itu terlibat atau tidak. Tapi selama aku melakukannya, kau tidak boleh mengganggu aku. Katakan padaku siapa tunanganmu itu juga kekasihnya."


"Aku mohon padamu, tolong tegakkan keadilan untuk kami agar aku bisa mati dengan tenang."


"Baiklah. Aku akan membantu tapi jangan bawa ibu dan adikmu ke sini. Jangan jadikan rumah ini sebagai sarang hantu sehingga membuat aku tidak tenang."


"Baiklah, aku harap kau mau membantu aku sampai tuntas."

__ADS_1


"Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, aku orang yang tepat janji!" ucap Bitsy.


"Terima kasih, terima kasih!" hantu bernama Sarah itu terbang mundur lalu menembus jendela dan hilang.


Bitsy menghela napas, mendadak dia memiliki misi. Tidak jadi soal, dia pasti akan membantu hantu bernama Sarah itu untuk mengungkap kasus kematiannya dan Keluarganya. Entah dari mana dia harus memulai, dia akan memikirkan hal ini besok karena malam ini dia mau beristirahat terlebih dahulu.


Bitsy naik ke atas ranjang, selimut ditarik untuk menutupi tubuhnya. Kedua matanya pun sudah terpejam namun gangguan lagi dia dapatkan. Kali ini bukan dari suara tangisan hantu tapi dari suara ponsel yang berdering tiada henti. Ponsel diambil, yang menghubungi dirinya sudah pasti Edward.


"Sudah malam, aku mau tidur," ucap Bitsy.


"Maaf mengganggu waktumu, apa kau sudah bertemu dengan hantu itu dan berbicara dengannya?" tanya Edward yang sangat ingin tahu dengan apa yang Bitsy lakukan.


"Tentu saja sudah. Setidaknya hantu itu bisa diajak berbicara meski sedikit membuat kesal."


"Jadi, apa dia sudah mengatakan siapa pelakunya?"


"Hanya dugaan, aku rasa lebih baik kita bicarakan saat bertemu saja. Aku takut ada hantu lain yang mendengar."


"Baiklah, aku tunggu besok untuk sarapan bersama. Jangan sampai kau tidak datang."


"Aku pasti datang, good night," ucap Bitsy, Dia sudah sangat mengantuk dan ingin segera beristirahat.


"Good night, Bitsy. Aku akan memimpikan dirimu malam ini. Semoga kau menjadi pacarku tapi aku berharap bukan di dalam mimpi," sudah diberi kode sedemikian rupa dia harap Bitsy tahu jika dia menyukai gadis itu.

__ADS_1


"Aku?"


"Selamat malam, Sayang," Edward menyela perkataan Bitsy dan mengakhiri percakapan mereka berdua. Bitsy termenung dan tak bisa tidur, apa seperti ini sudah benar? Apakah tidak apa-apa dia memiliki hubungan dengan seorang laki-laki? Bitsy menutupi seluruh tubuh dengan selimut, lupakan. Jalani saja tanpa banyak berpikir meski dia ragu dengan Edward karena mereka baru bertemu.


__ADS_2