
Bitsy tidak berani dekat dengan ibunya selama mereka bersama di dalam dapur untuk membuat makanan. Darko sudah pergi menemui kedua polisi yang meminta keterangan padanya akan makam istrinya yang dia bongkar sendiri. Dia akan berpura-pura tidak tahu akan hal itu dan tentunya dia akan membawa keluarganya pergi yang jauh setelah ini agar tidak ada satu orang pun yang tahu jika istrinya hidup kembali.
Dia bahkan rela berhenti dari pekerjaannya asalkan kebersamaannya dengan keluarganya yang dia kembalikan dengan susah payah tidak ada yang mengganggu dan merampasnya namun Darko melupakan hal yang penting yaitu ketiga anaknya apalagi dia tidak mengindahkan rasa takut putri sulungnya.
Angela sedang membuat makanan bersama dengan ibunya sedangkan Bitsy lebih memilih menjaga Rian. Dia akan menjaga kedua adiknya dari iblis yang bersemayam di tubuh ibunya. Dia sangat yakin jika yang saat ini berdiri di depan matanya bukanlah ibunya. Meski Angela bisa ditipu dan ayahnya pun tertipu tapi dia tidak akan tertipu dengan mudahnya.
Tatapan mata Bitsy tak lepas dari ibunya yang sibuk membuat makanan. Meski ibunya terlihat ramah dan penuh kasih sayang pada umumnya tapi dia merasa ada sesuatu yang menakutkan oleh sebab itu sampai sekarang dia masih takut pada ibunya.
"Mommy, kita tidak punya daging apa pun di kulkas," ucap Angela karena ibunya memintanya untuk mengambil daging.
"Benarkah?" tanya ibunya.
"Sepertinya Daddy belum membelinya, Mom," jawab Angela.
"Baiklah, Mommy pergi sebentar untuk membeli daging!"
"Tapi Daddy berkata Mommy tidak boleh keluar dari rumah," ucap Bitsy.
"Jika tidak ada daging bagaimana kita bisa membuat makanan?"
"Kami yang akan pergi membeli dagingnya!" ucap Bitsy lagi. Sebaiknya dia membawa kedua adiknya pergi agar mereka tidak bersama dengan ibu mereka.
"Tidak sayang, kalian tidak boleh pergi karena bahaya. Jaga kedua adikmu, Mommy hanya pergi sebentar saja!"
"Jangan Mommy, Daddy sudah berpesan agar Mommy tidak keluar dari rumah!" Bitsy masih mencegah.
"Tidak akan lama. Tunggulah di sini baik-baik!" sebilah pisau diambil. Mia melepaskan celemek yang dia pakai. Bitsy menghampiri Angela dan menarik tangannya setelah ibunya pergi. Dia ingin mengajak adiknya untuk bersembunyi di dalam kamar.
"Ayo ikut aku!" ajaknya.
__ADS_1
"Tapi kita belum selesai membantu Mommy, Bitsy," tolak Angela.
"Itu bukan Mommy, percayalah padaku!"
"Kau selalu saja berkata seperti itu padahal Mommy sudah kembali!" Angela menepis tangan kakaknya.
"Tapi dia bukan Mommy!"
"Kau menyebalkan!" teriak Angela sambil berlari keluar.
"Tunggu Angela, Daddy berkata kita tidak boleh keluar!" Bitsy mengejar adiknya sambil menggendong Rian. Angela berlari menuju pintu karena dia hendak mencari ibunya namun Bitsy berteriak mencegah agar adiknya tidak keluar sesuai apa yang ayahnya katakan.
"Jangan Angela!" cegah Bitsy saat Angela hendak membuka pintu tapi sayang, pintu terkunci sehingga mereka tidak bisa keluar. Angela mencoba membukanya beberapa kali namun usahanya sia-sia.
"Sudah aku katakan Daddy tidak mengijinkan kita pergi!"
"Aku tidak mau berduaan denganmu!" teriak Angela yang sudah berlari menuju kamar.
"Angela, percaya padaku," Bitsy kembali meminta hal yang sama.
"Keluar, aku tidak mau denganmu!" teriak Angela.
"Mama," Rian menunjuk ke arah kotak mainannya.
"Rian main di sini sebentar, kakak mau keluar!" Bitsy mendudukkan Rian dan memberikan mainan.
"Mama!" ucap Rian lagi, mainan yang ada di tangan seperti diberikan pada seseorang lalu Rian tertawa.
Bitsy melihat adiknya lalu memberikan mainan yang lain, sebaiknya dia keluar sebentar karena dia sangat ingin tahu apa yang ibunya lakukan dan apakah ibunya sudah kembali atau tidak oleh sebab itu Bitsy memutuskan meninggalkan Rian untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
"Angela, jaga Rian baik-baik!" pintanya sebelum keluar.
Bitsy melangkah keluar, dengan perasaan takut luar biasa. Semoga saja tidak ada apa-apa. Semoga saja ibunya tidak menakutkan seperti apa yang dia takutkan. Di luar sepi yang menandakan jika ibunya belum kembali dari membeli daging.
Bitsy melangkah menuju jendela dan berdiri di sana, dia melihat keluar karena dia ingin mencari keberadaan ibunya yang tidak terlihat. Bitsy masih melihat-lihat tapi tidak ada apa pun. Sebaiknya dia kembali ke kamar untuk menjaga Rian dan berbicara dengan Angela. Angela pasti sudah ditipu oleh ibu mereka dan dia harus meyakinkan Angela jika ibu mereka adalah hantu.
Bitsy hendak melangkah menuju kamar tapi tiba-tiba saja, pintu rumah terbuka dan ibunya masuk ke dalam dengan berlumuran darah. Bitsy terkejut, dia bahkan terjatuh ke belakang saat melihat ibunya yang berlumuran darah dan seekor binatang ada di tangan ibunya.
"Sttss!" Mia meletakkan jarinya yang penuh darah ke bibir sambil memperlihatkan senyuman menakutkannya. Pisau yang berlumuran darah bahkan ada di tangannya. Pintu kembali ditutup dan setelah itu Mia melangkah mendekati putrinya. Bitsy semakin ketakutan bahkan dia tidak bisa mengeluarkan suaranya sama sekali. Tubuhnya pun kaku dan dia tidak bisa bergerak.
"Apa yang Bitsy lihat?" tanya Mia, dia ingin tahu apa jawaban putrinya namun Bitsy tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"Jadilah anak baik bagi Mommy," ucap Mia. Bitsy semakin takut karena ibunya sudah berada di depan mata dan terlihat menakutkan.
"Jika Bitsy tidak menjadi anak baik bagi Mommy dan mengatakan hal ini pada Daddy dan Angela," Mia semakin mendekat sehingga wajah menakutkannya sudah berada di samping wajah Bitsy karena Mia hendak membisikkan sesuatu pada putrinya, "Mommy akan memakan Bitsy lalu memberikannya pada Daddy dan Angela!" ucapnya dengan seringai lebar.
Bitsy menangis dan semakin takut. Kedua kaki gemetar bahkan tanpa sadar gadis itu mengompol akibat rasa takut luar biasa yang dia rasakan.
"Apa Bitsy mau berjanji akan menjadi anak baik?" tanya ibunya dan tentunya Bitsy mengangguk dengan cepat.
"Bagus, jika Bitsy masih nakal maka Mommy tidak saja akan memakan Bitsy karena setelah memakan Bitsy, Rian pun akan Mommy makan lalu Angela. Bitsy tidak mau dimakan, bukan?" tanya ibunya dengan ekspresi wajah sedih.
"Ti-Tidak!" jawab Bitsy dengan susah payah.
"Mommy senang mendengarnya," Mia beranjak lalu melangkah pergi menuju dapur setelah menakuti Bitsy. Tubuh Bitsy gemetar, tatapan mata tak lepas dari sosok ibunya yang menakutkan. Tidak mau, dia tidak mau dimakan dan adik-adiknya pun tidak boleh di makan.
Bitsy beranjak dengan susah payah lalu melangkah ke dapur karena dia ingin melihat apa yang ibunya lakukan. Bitsy mengintip dari balik tembok, ibunya sedang berdiri membelakanginya dengan sebilah pisau yang terayun lalu, Braakkk! Bitsy terkejut dan hampir memekik karena suara itu.
Seperti tahu jika Bitsy berada di sana, Mia memutar kepalanya hingga berputar seratus delapan puluh derajat lalu Mia menyeringai lebar dengan sepotong daging mentah di mulut dan darah terdapat di mana-mana. Bitsy terkejut lalu gadis itu berlari pergi sambil berteriak.
__ADS_1
"Hi.. Hi... Hi..., Ha... Ha.... Ha....!" tawa Mia membuat Bitsy semakin ketakutan tapi sepertinya hanya dia saja yang bisa mendengar tawa ibunya yang mengerikan.
Bitsy berlari menuju kamar lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci diri di sana. Dia takut, benar-benar takut tapi tidak ada yang mempercayai dirinya. Tidak ada yang percaya dengan apa yang dia katakan padahal ibunya benar-benar hantu.