Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 51 End


__ADS_3

Edward mengambil makanan dari microwave yang dia panaskan. Segelas susu dan sebuah jeruk sudah ada di atas nampan, sarapan yang sudah jadi pun diletakkan bersama dengan susu. Sarapan itu sudah tentu untuk istrinya yang masih tidur.


Mereka baru saja menikah dan melewatkan malam pernikahan mereka yang penuh gairah. Bitsy yang kelelahan akibat acara pernikahan dan harus melayani suaminya masih tidur dengan nyenyak saat Edward masuk ke dalam kamar mereka dengan nampan berisi makanan.


Edward meletakkan nampan berisi makanan ke atas meja dan setelah itu, Edward menghampiri istrinya yang masih tidur dengan nyaman. Memandangi wajah Bitsy ketika masih tidur cukup menyenangkan baginya. Edward melakukannya cukup lama, istri yang manis sudah tentu menjadi miliknya.


"Bitsy," Edward memanggilnya sambil mengusap wajah Bitsy dengan perlahan.


"Hm," Bitsy membuka kedua matanya dengan perlahan, Edward tersenyum dan memberikan sebuah kecupan di dahinya.


"Morning," ucapnya.


Bitsy terkejut mendapati suaminya sedang memandanginya. Selimut yang menutupi tubuhnya di tarik hingga menutupi hampir seluruh tubuh dan yang terlihat hanya bagian matanya saja. Bitsy melakukan hal itu untuk menutupi wajahnya yang memerah karena dia malu setelah melewatkan malan pernikahan mereka yang panas.


"Mo-Morning," rasanya ingin menarik seluruh selimut untuk bersembunyi di bawahnya agar Edward tidak memandanginya.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Sayang? Apa masih sakit?"


"Tidak!" jawab Bitsy sambil menggeleng.


"Jika begitu bangunlah, aku sudah membuatkan sarapan untukmu!" Edward menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh istrinya dan setelah itu Edward membantunya untuk bangun.


"Aku mau ke kamar mandi," ucap Bitsy.


"Aku akan menggendongmu!" tanpa menunggu jawaban dari Bitsy, Edward sudah menggendongnya dan membawanya menuju kamar mandi. Rumah yang nyaman, tidak ada hantu karena memang di rumah itu saja tidak ada sosok tak kasat mata itu.


Edward kembali menggendong Bitsy keluar dari kamar mandi. Membantunya mengganti pakaian lalu memberikan sarapan yang dia buatkan untuk Bitsy.


"Aku lupa memberikan sesuatu untukmu, Sayang," Edward melangkah menuju meja dan mengambil sesuatu dari dalam laci.


"Apa itu?" tanya Bitsy sambil menikmati sarapannya.


"Ini!" Edward memberikan sesuatu yang terbungkus pada Bitsy, "Bawa ini ke mana pun kau pergi. Ini adalah jimat yang dibuat oleh nenek buyutku dan ibuku menggunakan jimat ini sewaktu muda. Kata ibuku dengan jimat ini, tidak akan ada yang bisa merasuki dirimu lagi jadi kau harus selalu membawanya."


"Benarkah?"


"Yes, jadi ini bisa melindungimu. Percaya tidak percaya tapi ibuku berkata dia pernah menyembunyikan dirinya dari iblis yang menginginkan dirinya menggunakan jimat ini!"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyimpannya baik-baik. lagi pula aku tidak mau dirasuki oleh hantu terus menerus."


"Bagus, jangan pernah kau tinggalkan jika sedang pergi!"


Bitsy mengangguk tanda jika dia mengerti. Edward duduk di sisinya dan menyalakan televisi dan setelah itu buah jeruk di kupas untuk diberikan pada Bitsy nanti setelah dia selesai makan.


"Apa hantu itu tidak mendatangimu lagi?" tanya Edward.


"Siapa?" tanya Bitsy.


"La Lionora, apa ada yang lain?"


"Oh, dia datang menemui aku dan sudah pergi."


"Apa dia tidak akan mengganggu dirimu lagi?"


"Sepertinya, dia berkata sudah membunuh mereka berdua di dalam penjara!"


"Apa kau bilang?" Edward terkejut mendengarnya. Remote televisi diambil, Edward mencari berita akan kejadian itu. Tidak butuh lama, mereka sudah menemukan berita akan kejadian mengerikan itu. Dua napi yang baru saja di bawa masuk ke sel tahanan yang berbeda, mati dengan cara yang mengenaskan karena tubuh mereka tercabik-cabik.


"Oh my God!" Bitsy memalingkan mata, tidak sanggup melihat apa yang terjadi apa lagi dia sedang makan.


"Pasti gara-gara hantu pemarah itu, pasti gara-gara dirinya!" ucap Bitsy.


"Itu bukan masalah kita lagi, tidak perlu di pikirkan!" ucap Edward.


"Kau merusak selera makanku!" mangkuk yang berisi makanan diletakkan, dia sudah tidak berselera lagi untuk makan.


"Maaf, Sayang. Jeruk?" Edward memberikan jeruk yang sudah dia kupas pada Bitsy.


"Makan sendiri saja!" ucap Bitsy yang sudah beranjak dan kembali ke ranjang karena dia ingin berbaring.


"Hei, kenapa kau jadi marah?" Edward pun beranjak dan mengikuti Bitsy.


"Aku ingin berbaring sebentar sebelum kita pergi," mereka sudah membuat janji akan bersama dengan keluarganya hari ini karena besok, mereka semua akan kembali ke London dan Nadia akan kembali ke Belanda.


"Kau baik-baik saja, bukan?" Edward sudah berbaring di sisinya dan memainkan jarinya di perut Bitsy.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, kenapa?"


"Ini?" Edward memasukkan tangannya ke dalam baju Bitsy lalu mengusap perutnya dengan perlahan.


"Baik-Baik saja, aku tidak sedang sakit perut!"


"Bukan itu, Sayang. Di dalam sini sudah ada bayi kita berdua!" goda Edward.


"Apa? Tidak mungkin!" ucap Bitsy.


"Apanya yang tidak mungkin? Kita sudah melakukannya semalam dan di dalam sini, sudah ada bayi kita!" Edward masih menggoda istrinya yang polos.


"Oh, tidak. Pantas saja aku merasa tidak berselera makan," Bitsy benar-benar mempercayai apa yang suaminya katakan.


"Jadi aku harus sering menjenguknya agar bayi kita cepat besar!"


"Ya sudah, jenguk saja sekarang agar bayi kita cepat besar!" Bitsy benar-benar polos.


Edward terkekeh, dia justru semakin gemas dengan Bitsy yang polos. Padahal dia hanya bercanda saja tapi Bitsy menganggapnya benar. Jangan sampai nanti Bitsy mengatakan pada keluarganya jika mereka sudah memiliki bayi akibat keisengannya.


"Aku hanya bercanda saja, Sayang. Tidak ada bayi, tapi nanti kita akan memiliknya."


"Apa? Jadi kau menipu aku?"


"Sorry, kau begitu menggemaskan jadi aku ingin menggodamu!"


"Sebal!" Bitsy membuang wajahnya yang memerah dan terlihat cemberut.


"Maaf, sayang. Aku hanya bercanda!" Edward memeluknya dan mencium wajahnya namun tangannya tak henti mengusap perut Bitsy meski dia hanya berbohong soal bayi itu.


Bitsy berbaring dengan nyaman dalam pelukannya. Sebentar saja, dia ingin seperti itu sebelum mereka menjalani hari di mana mereka akan selalu bersama. Usapan dan pelukan tak henti Edward berikan, hubungan yang indah. Mereka baru saja bertemu tidak lama, namun mereka sudah terikat dengan tali pernikahan.


Bitsy dan Edward memutuskan untuk pergi menemui keluarga Bitsy yang hendak menghabiskan waktu mereka hari ini selama di kota itu. Meski besok mereka akan berpisah tapi mereka pasti akan bertemu lagi karena Bitsy akan pulang untuk melihat keadaan ayahnya.


Darko yang tidak rela harus merelakan putrinya, dia percaya Edward bisa menjaga Bitsy. Mereka pergi ke beberapa tempat dan saat malam, Anna dan Barrow meminta mereka untuk datang karena mereka menjamu keluarga Bitsy untuk makan malam bersama.


Kebersamaan yang tak terganti, mereka bersenang-senang bersama. Meski kesan pertama tidak menyenangkan tapi kini, hubungan mereka jadi membaik apalagi mereka sudah menjadi keluarga. Hantu La Lionora yang dibantu oleh Bitsy, sudah kembali ke tempat yang seharusnya dan Madison yang terjebak di rumah terkutuk pun sudah beristirahat dengan tenang setelah berpamitan dengan sahabatnya dan Martin, terjebak di rumah itu menggantikan dirinya.

__ADS_1


La Lionora End


Thansk ya Guys yang sudah mengikuti kisah ini dari awal sampai akhir. Sampai jumpa di kisah lain yang pasti udah gak ada horor lagi di apk ini karena peraturan baru berat Guys. wkwkwk....


__ADS_2