
Angela masih saja meratapi kelincinya yang hilang. Dia duduk di depan jendela sambil memandangi salju yang semakin turun dengan lebat. Angela khawatir kelincinya kedinginan di luar lalu mati. Gadis itu masih menangis sesekali karena sedih.
Bitsy menghampirinya sambil menggendong Rian. Rasanya ingin mengatakan pada Angela jika kelinci itu sudah dimakan oleh ibu mereka tapi dia rasa tidak akan ada yang mempercayai perkataannya apalagi tidak ada bukti yang menunjukkan jika kelinci itu sudah di makan oleh ibu mereka. Tidak ada jejak, bercak darah saja tidak ada sehingga Darko pun tidak curiga.
"Sudah aku katakan jangan menangis, Angela," hibur kakaknya. Angela pasti sedih karena itu kelinci yang dia tangkap.
"Tapi kelincinya kedinginan di luar, Bitsy. Bagaimana jika kelincinya membeku dan mati?" Angela menyeka air matanya yang mengalir.
"Tidak perlu khawatir, kelincinya pasti sudah kembali ke rumahnya," Bitsy masih menghibur adiknya agar tidak menangis.
"Apa kelincinya sudah kembali ke rumah?" Angela berpaling dan melihat ke arah kakaknya.
"Tentu saja ada, seharusnya Angela tidak menangkap kelinci itu dan melepaskannya. Mereka juga punya keluarga tapi Angela justru mengurungnya ke dalam kandang. Mereka pasti sedih," Bitsy mengatakan hal itu agar Angela melepaskan kelinci yang tersisa supaya tidak dimakan oleh ibunya lagi.
"Tapi Angela sayang dengan kelincinya, Bitsy. Lagi pula Angela tidak punya teman."
"Tapi tidak baik mengurung mereka, sebaiknya dilepaskan agar mereka kembali ke rumah mereka dan bertemu dengan keluarganya lagi."
"Tapi?" Angela menunduk dan terlihat sedih.
"Percayalah, kau harus melepaskan mereka agar mereka bisa pulang!" ucap Bitsy meyakinkan.
"Baiklah, aku akan meminta Daddy untuk melepaskannya nanti," Bitsy melompat turun dari atas kursi, dia akan meminta ayahnya melepaskan kelinci yang tersisa seperti yang Bitsy katakan. Bitsy pergi ke kamar sambil menggendong Rian karena dia mau mengajak Rian bermain di dalam kamar. Semoga saja dua kelinci yang tersisa dilepaskan, dengan begini kedua kelinci itu tidak akan dimakan lagi oleh ibu mereka yang menakutkan.
"Daddy, ayo kita lepaskan kelincinya!" ajak Angela.
"Kenapa, bukankah Bitsy sangat sayang dengan kelinci itu?" tanya ayahnya.
"Angela memang sayang tapi Bitsy berkata kelinci itu harus dilepas agar kembali ke rumah mereka."
"Bitsy mengatakan hal itu?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Benar, Mommy. Angela memang sayang jadi Angela ingin kelinci itu pulang ke rumah mereka."
"Baiklah. Kita lepaskan setelah musim dingin lewat," ucap ayahnya.
"Kenapa harus begitu Daddy?"
"Salju begitu banyak, Sayang. Rumah mereka pasti sudah tertutup salju. Jika kita lepaskan sekarang maka kelinci itu akan membeku di luar sana dan mati!" jelas ibunya.
"Benarkah?" tanya Angela yang polos padahal Bitsy sudah mengatakan hal yang sama.
"Yes, oleh sebab itu kita lepaskan nanti saja. Sekarang Angela bisa menjaga kedua kelinci itu dengan baik!" ucap ayahnya.
"Baiklah, Angela akan menjaganya dengan baik sebelum melepaskannya!"
"Bagus, sebaiknya Angela pergi belajar!" ucap ayahnya lagi.
"Di mana kakakmu, Angela?" tanya ibunya
"Baiklah, aku ingin melihat Rian sebentar!" Mia berlalu pergi, menuju kamar Bitsy. Sesungguhnya bukan Rian yang ingin dia kunjungi melainkan Bitsy.
Bitsy yang sedang bermain dengan Rian terkejut saat melihat ibunya masuk ke dalam kamar. Mia melangkah mendekat dengan seringai lebar namun dia melangkah menuju jendela dan berdiri di sana. Pandangannya tertuju pada hutan yang gelap, Bitsy melihatnya dengan tatapan heran karena dia tidak tahu apa yang ibunya inginkan.
"Untuk apa kau masuk ke dalam kamarku?" tanya Bitsy.
"Kau pandai menghasut adikmu untuk membuang kelinci itu, apa kau tidak mau aku memakannya lagi?"
"Kau jahat, keluar dari tubuh Mommy sekarang!" teriak Bitsy.
"Keluar?" Mia melihat ke arah Bitsy lalu tawa mengerikannya terdengar. Bitsy memeluk Rian dengan erat. Sosok ibunya yang mengerikan berdiri di depan jendela dan menghadap ke arahnya. Bitsy semakin ketakutan karena sosok itu mendekatinya namun tidak dengan berjalan melainkan melayang. Tubuh Bitsy menjadi kaku dan kedua matanya melotot saat ibunya yang menakutkan sudah berada di depan matanya.
"Kau ingin aku keluar?" iblis yang ada di dalam tubuh ibunya mendekat, lalu dagu Bitsy dipegang. Tubuh Bitsy gemetar hebat sedangkan Rian menangis ketakutan.
__ADS_1
"Aku akan keluar setelah kalian aku makan dan sekarang, aku akan memakan kau terlebih dahulu barulah kedua adikmu!" iblis itu membuka mulutnya dengan lebar.
Bitsy tidak bisa bergerak, apalagi saat mulut ibunya terbuka begitu lebar bahkan rahangnya terbuka sampai robek ke samping kanan dan kiri. Rasanya ingin berteriak namun suaranya tidak bias keluar. Mulut ibunya terus terbuka lebar, begitu lebar sampai bisa menelan kepalanya secara utuh. Tubuh Bitsy gemetar hebat akibat takut. Gigi runcing ibunya pun sudah terlihat yang akan menggigit lehernya sampai putus.
"Aku akan memakan dirimu terlebih dahulu!" perkataan itu terdengar dari mulut yang terbuka lebar. Iblis itu sudah siap melahap kepala Bitsy, gadis malang yang tak berdaya tapi sebelum iblis itu memasukkan kepala Bitsy ke dalam mulutnya mendadak pintu dibuka dari luar.
"Honey, kenapa begitu lama?" Darko melangkah masuk, Mia langsung berubah dalam sekejap mata dan tersenyum dengan manis.
"Aku sudah selesai!" ucap Mia.
Darko melihat putrinya yang gemetar tak bergerak, sedangkan Rian menangis dengan keras karena takut. Kedua mata Bitsy bahkan melotot dan napasnya tertahan.
"Ada apa dengan Bitsy?" tanya Darko.
"Adiknya tanpa sengaja menggigitnya, tidak perlu khawatir. Pekelahian anak-anak," ucap Mia berdusta.
"Bitsy, kau sudah besar. Untuk apa kau bertengkar dengan adikmu?" tanya ayahnya namun Bitsy tidak menjawab.
"Sudah, jangan marah. Aku sudah memberi Bitsy nasehat. Tunggu aku di kamar, aku akan berbicara sebentar setelah itu aku akan keluar."
"Baiklah, segera keluar jika sudah selesai!" Darko melihat putrinya yang masih tidak bergerak sebelum keluar. Apa yang terjadi? Ck, sebaiknya jangan banyak berpikir. Mia tidak mungkin menakuti putri mereka dan memberikan hukuman yang berlebihan. Darko keluar dari kamar tanpa menaruh curiga sama sekali dengan apa yang terjadi pada putrinya. Bitsy masih saja tidak bergerak akibat shock yang dia alami.
"Kau beruntung, Bitsy," lidah panjangnya menjilati wajah Bitsy. Bitsy semakin takut bahkan dia tidak berani melihat, "Lain kali aku akan langsung menelan kepalamu dan memakannya jadi jaga kepalamu baik-baik!" ucap iblis itu.
"Ingat, tidak akan ada yang percaya padamu sekalipun kau mengatakan hal ini pada siapa pun bahkan ayahmu itu jadi jangan mengatakannya. Kedua kelinci adikmu adalah makananku, jika kau berani mengatakan hal ini maka kepala Angela yang akan aku telan!" setelah mengatakan perkataan itu, sang iblis yang menjelma menjadi sosok seorang ibu melangkah pergi.
Padahal tinggal sedikit lagi tapi sayangnya gagal karena Darko masuk ke dalam. Sudah dia duga harus memisahkan Darko dari ketiga anaknya barulah dia bisa makan dengan tenang. percobaan pertama yang gagal tapi yang kedua kali tidak boleh gagal. Suara pintu yang ditutup dengan keras terdengar, Bitsy terkejut dan dia seperti baru tersadar dari mimpi paling buruknya.
"Huaaaa..... takut, Mommy. Bitsy takut!" teriak Bitsy sambil memeluk adiknya.
Apa itu tadi? Kenapa begitu menakutkan? Kenapa mulut ibunya terbuka seperti itu? Bitsy tidak mampu bergerak, tenaganya mendadak hilang. Dia hanya bisa memeluk adiknya sambil menangis akibat takut. Tidak ada yang bisa menolong mereka, tidak ada. Apakah mereka benar-benar akan dimakan oleh ibunya yang menakutkan?
__ADS_1