
Permintaan Edward yang serius ingin menikah dengan Bitsy terus diucapkan oleh Edward karena dia ingin segera memiliki Bitsy. Memang setelah tahu jika dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki semua orang seperti kemampuan yang Bitsy miliki, Edward semakin merasa ingin segera menjadikan Bitsy sebagai miliknya karena dia yakin jika Bitsy adalah jodoh yang dikirimkan untuknya.
Pantas saja dia langsung tertarik dengan Bitsy begitu melihatnya, ternyata gadis itu memang memiliki magnet yang menariknya semakin dekat hingga dia tidak mau melepaskan Bitsy dan ingin segera menjadikan Bitsy sebagai miliknya.
Niatnya itu sedang Bitsy pertimbangkan, Bitsy bahkan berniat mengatakan pada ayahnya karena dia ingin tahu bagaimana dengan pendapat ayahnya setelah mendengar niat Edward oleh sebab itulah, Bitsy menghubungi ayahnya untuk mengatakan niat Edward.
Karena sedang akhir pekan jadi mereka tidak pergi bekerja. Bitsy sudah tinggal dengan Edward demi sebuah keamanan. Semenjak pertemuan mereka dengan Acton, sahabat Edward yang adalah seorang detektif terus memantau Acton dan kekasihnya. Edward bahkan sedang berbicara dengan sahabatnya karena dia ingin tahu perkembangan kasus itu apalagi Bitsy mulai was-was saat melakukan actifitas.
Selagi Edward sedang berbicara dengan sahabatnya, Bitsy justru menghubungi ayahnya untuk menyampaikan niat Edward. Bitsy tampak gugup, menunggu ayahnya menjawab panggilan darinya terasa mencekam bahkan lebih mencekam saat bertemu dengan hantu yang menakutkan. Bitsy menunggu beberapa saat sampai ayahnya menjawab panggilannya.
"Daddy mengira kau lupa dengan Daddy sehingga kau tidak mau menghubungi Daddy lagi," ucap ayahnya.
"Mana mungkin aku melupakan Daddy. bagaimana kabar Daddy dan yang lainnya?" tanya Bitsy.
"Tentu saja baik-baik saja. Bagaimana dengan kabarmu. Kau baik-baik saja, bukan?"
"Tentu saja baik, Dad. Aku baik-baik saja. Aku sangat merindukan kalian, rasanya jadi ingin pulang."
"Bertahanlah sebentar lagi, natal sudah dekat jadi sebentar lagi kau pasti bisa pulang."
"Daddy benar, tapi sesungguhnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Daddy," meski dia gugup tapi dia harus mengatakan pada ayahnya akan niat Edward. Bitsy bahkan melihat ke arah Edward yang masih berbicara begitu serius dengan sahabatnya.
"Hal penting apa yang ingin kau bicarakan? Jangan katakan kau sudah memiliki pacar. Daddy akan melarang karena kau masih belum begitu dewasa!"
"Dad, aku sudah 23 tahun. Bukan anak kecil lagi!" ucap Bitsy.
"23 tahun masih kecil. Kau boleh berpacaran ketika usiamu sudah 27 tahun!"
"Please, Dad. Jangan terlalu berlebihan tapi aku menghubungi Daddy bukan karena ingin mengatakan pada Daddy jika aku sudah memiliki pacar. Apa yang ingin aku katakan pada Daddy lebih dari pada itu!"
"Apa? Jangan katakan kau mau menikah!" tebak ayahnya.
__ADS_1
"Bagaimana menurut Daddy?" tanya Bitsy.
"Jadi benar kau mau menikah?" Darko sampai berteriak karena kabar mendada itu.
"Jangan berteriak seperti itu, Dad. Aku hanya ingin tahu pendapat Daddy saja karena ada yang melamar aku!"
"Katakan padaku siapa pria itu, Bitsy. Kau baru pergi ke Amerika selama beberapa bulan tapi kenapa kau sudah dilamar? Jangan tertipu dengan perkataan manis laki-laki karena mereka suka menipu dengan perkataan manis. Setelah kau percaya dan terbuai dengan janji manis mereka, dan setelah pria itu mendapatkan apa yang dia mau maka kau akan dicampakkan begitu mudahnya!"
"Aku tahu, Dad. Tapi aku yakin pria itu tidak seperti yang Daddy duga."
"Jangan membantah perkataan Daddy, Bitsy. Daddy lebih berpengalaman di bandingkan dirimu!"
"Baiklah, jadi bagaimana menurut Daddy. Apakah aku boleh menikah dengannya atau tidak?" tanya Bitsy.
"Tidak, Daddy tidak setuju!" ucap ayahnya.
"Tapi dia serius denganku, Dad!"
"Dia selalu membantu aku, Dad. Daddy tahu kemampuanku ini bisa membawa masalah dan dia selalu membantu aku menyelesaikan permasalahanku!"
"Pria itu sedang mencari muka jadi jangan percaya dengan sikap baik yang dia tunjukkan. Tidak ada siapa pun di sana, jadi jangan mudah tertipu!"
"Aku tahu, Dad. Tapi aku yakin dia tidak menipu aku dan selalu membantu aku dengan tulus!"
"Jangan tertipu, Bitsy. Sebaiknya kau menjaga diri baik-baik."
"Aku selalu melakukannya dan pria itu tidak pernah mengambil keuntungan dariku!"
"Ck, jika begitu Daddy akan pergi ke sana dengan kedua adikmu. Daddy ingin melihat siapa pria yang kau maksud dan yang begitu berani melamarmu. Akan aku pukul dia jika hanya seorang baj*ngan yang sudah berani menggodamu!" setelah kejadian buruk itu. Darko memang sangat posesif terhadap putrinya dan selalu menjaga mereka dari para pria hidung belang terutama pada kedua putrinya yang sudah tumbuh dewasa.
"Apa? Jangan!" cegah Bitsy.
__ADS_1
"Kami akan segera pergi!" ucap ayahnya.
"Dad, jangan lakukan!" Bitsy kembali mencegah tapi ayahnya sudah mengakhiri percakapan mereka. Ponsel jatuh dari tangan, Bitsy tampak kebingungan tapi seharusnya dia sudah tahu karena ayahnya tidak pernah mengijinkan dirinya dan kedua adiknya untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis sebelum mereka benar-benar dewasa.
"Celaka!" Bitsy mengusap dahi, jangan sampai ayahnya memukul Edward hanya karena keinginan pria itu yang ingin menikahinya.
"Ada apa?" Edward yang sudah selesai berbicara dengan sahabatnya menghampiri Bitsy.
"Celaka, ayahku mau datang!" ucap Bitsy.
"Bagus, dengan begini aku bisa bertemu dengannya untuk melamarmu!"
"Dia datang untuk memukulmu, Edward!" ucap Bitsy.
"Wow, aku takut sekarang!"
"Serius, Edward!"
Edward terkekeh dan duduk di sisi Bitsy. Entah apa yang Bitsy khawatirkan tapi dia tidak akan mundur hanya karena sebuah pukulan dari ayah Bitsy. Lagi pula dia tahu tidak mudah mendapatkan anak gadis orang lain apalagi anak gadis yang dididik secara baik-baik.
"Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, Sayang," ucapnya seraya memeluk Bitsy.
"Kenapa? Apa kau tidak takut di pukuli oleh ayahku?"
"Tentu saja tidak. Seorang pria sejati tidak akan takut untuk hal itu apalagi untuk mendapatkan gadis yang dicintai. Sangat bagus ayahmu mau datang, dengan begini kami bisa bertemu sehingga kami bisa berbincang. Biarkan dia yang menilai nanti apakah aku pantas atau tidak untuk dirimu!"
"Bagaimana jika ayahku tidak setuju?" tanya Bitsy.
"Aku yakin ayahmu pasti setuju setelah dia bertemu denganku. Sudah aku katakan, usiaku sudah tidak muda lagi jadi aku benar-benar serius untuk menjadikan dirimu sebagai istriku oleh sebab itu kau tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Oke?"
Bitsy mengangguk sambil tersenyum, semoga saja pilihannya tidak salah apalagi ini pertama kalinya dia dekat dengan seorang pria dan pria yang pertama kali dekat dengannya justru ingin menjalin hubungan serius dengannya. Mungkin semua terkesan terburu-buru tapi Edward sudah mengatakan jika dia mencari seorang istri karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Entah apa yang akan terjadi ketika ayahnya bertemu dengan Edward, mendadak dia jadi was-was dan takut.
__ADS_1