
Seperti yang Bitsy duga, hantu La Liorona memang berada di dalam kamarnya dan menunggu Bitsy kembali. Bitsy sudah tidak terkejut lagi mendapati hantu itu melayang-layang tidak jelas di dalam kamarnya. Meski lampu belum menyala namun cahaya dari luar yang masuk dari jendela yang tak tertutup gorden cukup untuknya melihat hantu itu.
Bitsy menghela napas, selama hantu itu tidak melakukan sesuatu seperti yang istri Martin lakukan yaitu merasuki dirinya lalu memanfaatkan tubuhnya maka dia tidak akan marah. Tapi semoga saja hantu itu pergi setelah dia berbicara dengannya.
"Jangan menjadi penghuni kamar ini dan bertingkah seperti itu. Aki bisa mati terkejut karena ulahmu!" ucap Bitsy seraya menutup pintu.
"Apa kau sudah menangkapnya? Apa kau sudah menemukan bukti jika dia yang telah membunuh aku?" tanya hantu La Lionora yang tidak sabar.
"Jangan mengada-ada. Apa kau kira mudah? Petunjuk yang kau berikan hanya sedikit dan aku harus berusaha mencari buktinya. Pekerjaanku tidak hanya membantumu saja, aku juga memiliki kegiatan yang lainnya!" Bitsy menjawab sambil meletakkan barang-barang belanjaannya di depan kulkas.
"Kenapa? kau harus segera membantu aku. Aku tidak rela karena dia sudah membunuh aku!" teriak hantu La Liorona.
"Tidak perlu berteriak, aku bisa saja menolak untuk membantumu dan pergi sekarang juga. Aku tahu kau tidak berani dekat dengan Edward dan jika kau memaksa maka aku akan pergi ke tempat Edward sekarang juga!" ancam Bitsy.
"Tidak! Aku hanya ingin kau membantu aku mencari pelaku yang sudah membunuh aku serta ibu dan adikku saja."
"Jika begitu bersabarlah. Jika kau ingin secepatnya dapat beristirahat dengan tenang maka beritahu aku lebih banyak informasi mengenai tunangan yang kau curigai sebagai pembunuh itu. Jangan memaksa karena aku yang memutuskan untuk membantumu atau tidak!"
Hantu Sarah terdiam namun dia kembali melayang di dalam kamar sambil menangis. Bitsy sampai merinding ngeri, bulu romanya meremang akibat tangisan hantu tersebut. Bitsy semakin merinding ngeri saat melihat hantu La Lionora terbang menembus dinding lalu muncul lagi dan hantu itu melakukannya beberapa kali. Semoga saja hantu itu tidak melakukan hal itu sepanjang malam karena dia tidak akan bisa tidur apalagi besok dia harus bekerja.
Bitsy pergi mandi terlebih dahulu, hantu La Lionora masih saja terbang sana sini di dalam kamarnya. Bitsy hanya bisa menggeleng, sebaiknya dia cepat agar hantu itu cepat pergi. Setelah memakai bajunya, Bitsy mengambil laptop di atas ranjang lalu mencari data Acton Adam. Wajah kekasihnya pun terpampang jelas oleh sebab itu laptop diputar agar hantu Sarah dapat melihatnya.
"Apa kau mengenal wanita yang menjadi kekasihnya ini?" tanya Bitsy.
"Tidak, aku tidak tahu!"
"Apakah calon suamimu memiliki investasi lain sehingga dia bisa menjadi pengusaha sukses setelah kematianmu?" tanya Bitsy lagi.
"Tidak, dia tidak memilikinya tapi dia memanfaatkan kematianku untuk memperkaya dirinya!"
"Apa maksud dari perkataanmu itu?" Bitsy menatap hantu itu dengan ekspresi ingin tahu.
"Asuransi jiwa, Aku memiliki asuransi jiwa senilai ratusan ribu dolar dan uang asuransi itu dapat diambil jika aku sudah mati. Aku yakin Acton membunuh aku dengan merekayasanya sebagai kecelakaan agar dia mendapatkan uang asuransi milikku!"
"Asuransi? Bukankah itu akan jatuh pada nama pewaris yang diajukan di dalam surat perjanjian?" setidaknya dia mengerti akan hal itu meski dia tidak memiliki asuransi jiwa.
__ADS_1
"Benar, uang itu memang tidak bisa jatuh ke tangan sembarangan orang."
"Lalu? Apa kau menggunakan nama Acton sebagai ahli warisnya?"
"Tidak, tentu saja tidak!"
"Tunggu, kapan kau mati?" tanya Bitsy. Ini yang paling penting karena dia harus tahu kapan Sarah meninggal akibat kecelakaan. Jangan katakan Sarah sudah mati bertahun-tahun, dia akan kesulitan menemukan bukti jika begitu apalagi dia bukan ahlinya.
"Sekitar tiga bulan yang lalu. Aku meninggal belum lama tapi dia sudah memiliki pacar baru! Sepertinya dia mengkhianati aku dan merencanakan sesuatu di belakangku!" teriak hantu itu marah.
"Jadi dia mengincar uang asuransi jiwa yang kau miliki?" tanya Bitsy memastikan. Jika benar semua perkiraan itu maka jadi terasa masuk akal tapi untuk mencari bukti kejahatan Acton Adam tidaklah mudah.
"Aku percaya demikian. Dia pasti membunuh ibu dan adikku dengan sebuah alasan. Aku tidak terima oleh sebab itu kau harus menegakkan keadilan untukku!"
"Baiklah, baik. Beri tahu aku di mana Acton Adam tinggal dan di mana perusahaannya. Aku mungkin akan mencoba mencarinya untuk sekedar basa basi saja!"
La Lionora menggunakan kemampuannya hingga beberapa gambar muncul di layar laptop Bitsy. Bitsy melihatnya dan mengangguk dan setelah itu beberapa gambar lagi muncul dan dua gambar itu menunjukkan perusahaan milik Acton juga kediamannya.
"Baiklah, aku akan mencarinya jika ada waktu jadi jangan memaksa karena aku memiliki pekerjaan."
"Aku sudah berjanji maka aku akan melakukannya. Tapi jawab aku, kenapa aku tidak bisa melihat kalian semua saat aku berada di dekat Edward? Apa kalian takut dengannya ataukah ada hal lainnya?" tanya Bitsy yang sangat ingin tahu apa keistimewaan yang Edward miliki sehingga dia tidak bisa melihat para hantu saat berada di dekat Edward.
"Pria itu istimewa, dia memiliki roh pelindung."
"Benarkah?" Bitsy justru tampak tidak percaya.
"Sesuatu selalu berada di belakangnya. Dia memiliki roh pelindung oleh sebab itu kami tidak bisa mendekatinya dan kau tidak akan bisa melihat kami saat berada di dekatnya karena keberadaan roh pelindung itu."
"Baiklah," sekarang terjawab sudah kenapa dia tidak bisa melihat hantu ketika berada di dekat Edward. Ternyata pria itu memiliki sesuatu yang istimewa tanpa Edward sadari. Dia yakin Edward tidak akan percaya jika dia mengatakannya.
"Sekarang pergilah, aku mau tidur!" laptop dimatikan. Bitsy berbaring dan menarik selimut. Hantu La Lionora tak juga pergi. Hantu itu kembali melayang-layang sambil menangis. Bitsy menutup kedua telinganya karena tangisan La Lionora sangat menakutkan. Dia bahkan tidak berani mematikan lampu.
"Nona, aku mau masuk!" suara hantu di jendela terdengar. Hantu itu mulai mengetuk-ketuk jendela bahkan suara benturan pun terdengar karena hantu laki-laki itu mulai membenturkan kepalanya.
"Aku mau masuk, aku mau masuk!" pinta hantu itu lagi.
__ADS_1
Bitsy menutup kedua telinganya semakin rapat. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Suara tangisan La Lionora serta suara kaca yang dibentur dari luar benar-benar membuatnya tidak bisa tidur sama sekali. Bitsy berusaha bertahan karena dia tidak memiliki tempat lagi untuk lari. Selimut ditarik hingga menutupi seluruh tubuh dan sebuah bantal dia gunakan untuk menutupi telinganya.
"Pergi!" pinta Bitsy karena para hantu itu benar-benar mengganggu dirinya.
Bukannya pergi tapi hantu La Lionora justru masih menangis sambil memanggil ibu dan adiknya. Hantu di luar jendela juga tak henti mengetuk jendela. Bitsy mulai kesal akibat gangguan yang tiada henti karena dia tidak bisa tidur.
"Kalian menyebalkan!" Bitsy mengambil bantal lalu beranjak dari ranjang. Menyebalkan, inilah yang dia takutkan. Sekarang untuk tidur saja dia tidak bisa. Bitsy keluar dari kamarnya sambil memeluk bantal. Hanya satu tujuannya yaitu kamar Edward karena dia aman berada di sana.
Edward yang sedang bekerja sangat heran saat pintu rumahnya diketuk. Sudah malam, dia pun tidak memesan apa pun. Entah siapa yang datang tapi ketika dia melihat Bitsy berdiri di depan pintu sambil memeluk sebuah bantal, Edward tersenyum dan dia terlihat sangat senang.
"Bolehkah aku menginap untuk malam ini saja?" tanya Bitsy.
"Tentu saja. Tidak saja malam ini, kau boleh menginap sampai kau bosan," Edward membuka pintu dengan lebar agar Bitsy bisa masuk.
"Maaf, hanya malam ini saja dan aku akan tidur di sofa. Para hantu itu mengganggu aku sehingga aku tidak bisa tidur sama sekali padahal besok aku harus pergi bekerja."
"Tidak perlu dipikirkan. Tidurlah di ranjang. Aku yang akan tidur di sofa."
"Maaf, aku jadi merepotkan," tidak ada lagi tempat aman selain di rumah Edward karena dia tidak sanggup berada di dalam kamarnya.
"Sudahlah, pergilah tidur!" Edward sudah mendorong Bitsy menuju ranjang.
"Aku tidur di sofa saja, Edward!"
"Sebaiknya tidak membantah, Sayang. Jika kau masih menolak maka aku akan tidur denganmu."
"Aku akan segera tidur!" Bitsy buru-buru naik ke atas ranjang dan memeluk bantal yang dia bawa.
"Tidurlah, aku tidak akan mengganggu!" Edward menarik selimut untuk menutupi tubuh Bitsy.
"Terima kasih, Edward. Aku?"
"Stss, good night, Bitsy!" Edward mencium dahinya saat mengatakan perkataan itu.
Bitsy diam saja, kedua matanya bahkan terpejam. Bitsy membuka kedua matanya saat Edward berjalan pergi. Kini tangannya sudah berada di dahi dan wajahnya mendadak menjadi merah. Lupakan saja, sebaiknya tidur karena dia sudah mengantuk. Semoga saja malam ini saja para hantu itu mengganggu karena dia takut jadi ketergantungan dengan Edward.
__ADS_1