Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora- 7


__ADS_3

Bitsy berdiri di balik pintu kamar sambil memegangi dadanya. Dia berada di dalam bahaya karena diteror oleh hantu. Sekarang dia sudah tidak bisa menghindar lagi karena dia sudah berbicara dengan hantu bergaun pengantin itu. Dia tahu hantu itu tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang dia mau apalagi hantu itu begitu membutuhkan bantuan darinya.


Bitsy menghela napas dan melangkah menuju jendela. Dia akan berbicara dengan hantu wanita itu tapi di tempat sepi agar dia tidak dianggap sebagai orang gila dan dia harus mencari tempat aman di mana hantu lain melihat. Gorden dibuka dengan perlahan, Bitsy mengintip keluar namun hantu pria yang suka mengetuk jendela kamarnya berada di sana.


Gorden kembali ditutup dengan perlahan namun Bitsy terkejut karena ada yang terbang masuk ke dalam. Sosok itu seperti asap lalu asap itu membentuk sosok wanita dan dia adalah La Lionora. Bitsy memijit pelipis, dia semakin yakin jika hantu itulah yang menerornya semalam.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Bitsy.


"Aku ingin meminta bantuanmu," jawab hantu wanita itu.


"Aku tidak bisa, aku sibuk jadi pergilah!"


"Tidak, hanya kau yang bisa membantu aku jadi bantulah aku!"


"Sudah aku katakan, aku sedang sibuk. Aku bukan cenayang jadi carilah orang yang tepat yang bisa membantu permasalahanmu itu!" Bitsy melangkah melewati namun hantu itu tak berhenti karena hantu itu mulai melakukan tindakan kasar yaitu mencekik leher Bitsy.


"Arrgghh...!" BItsy berteriak, tubuhnya terangkat dengan perlahan. La Lionora berada di hadapannya dan mencekik lehernya sambil mengangkat tubuhnya.


"Lepas..kan!" ucap Bitsy sambil meronta.


"Kau harus membantu aku, harus membantu aku!" teriak hantu itu.


"Le...pas!" Bitsy masih masih berusaha memberontak. Hantu yang tak ramah. Dia bisa melihat hantu itu memiliki dendam yang sangat besar. Apa dia mati dalam keadaan tidak wajar?


"Aku tidak akan berhenti sampai kau bersedia membantu aku!" leher Bitsy dicekik dengan kencang, Bitsy semakin kesulitan bernapas. Kedua kaki Bitsy terus menendang sana sini. Dia memang bisa melihat tapi dia tidak bisa mengusir para hantu itu.


Bitsy sudah berada di ambang batas, dia benar-benar sudah akan mati di tangan hantu pemaksa yang menyimpan dendam besar itu. Entah siapa yang bisa menolongnya bahkan suara pintu yang diketuk dari luar pun tidak bisa menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Help!" Bitsy berusaha meminta bantuan namun suaranya terlalu pelan sehingga sulit untuk di dengar.


"Bitsy, apa kau berada di dalam?" terdengar suara Edward. La Lionora berpaling dengan tatapan tidak senang. Pemuda itu, pemuda itu berbahaya dan bisa mengacaukan segalanya.


"Bitsy!" Edward kembali memanggil Bitsy yang tidak menjawab sama sekali.


"Help me!" Bitsy mengulurkan tangan ke arah pintu, dia harap Edward masuk ke dalam agar hantu wanita itu pergi. Edward sangat heran, dia jadi khawatir dengan keadaan Bitsy. Jangan katakan terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu karena dia seperti diikuti oleh sesuatu. Jangan katakan pula yang mengikuti Bitsy adalah penjahat dan sekarang sedang mengancam Bitsy.


"Cepat katakan jika kau mau membantu aku jika tidak aku akan mematahkan lehermu ini!" teriak La Lionora. Edward tidak bisa mendengar teriakan hantu itu karena hanya Bitsy yang bisa.


Bitsy hanya bisa mengangguk dengan pasrah, dia tidak punya pilihan karena dia sudah hampir kehabisan napas. Edward yang khawatir mendobrak pintu hingga terbuka. Pria itu terkejut melihat Bitsy melayang di udara dan terlihat kesakitan seperti ada yang mencekik lehernya.


"Bitsy!" Edwar berlari mendekat dan pada saat itu, Bitsy jatuh ke atas lantai karena hantu La Lionora lenyap begitu saja.


"Bitsy memegangi lehernya yang sakit sambil terbatuk. Lehernya sakit, bekas cekikan hantu wanita itu pun terlihat jelas. Edward segera membantu, dia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan Bitsy.


Bitsy memegangi lengan kekarnya sambil mengangguk. Hampir saja, dia kira dia akan benar-benar mati lalu menjadi hantu penghuni kamar itu. Beruntungnya Edward datang meski dia tidak tahu kenapa pria itu bisa mendatangnya. Entah kebetulan atau apa yang pasti dia selamat karena pria itu.


"Duduk di sini, aku akan mengambilkan air!" Edward membantunya duduk di sisi ranjang sebelum dia mengambilkan air minum untuk Bitsy. Karena kamar itu tidak terlalu besar jadi dia bisa menemukan air dengan mudah.


Bitsy memegangi lehernya yang terasa sakit. Selama ini dia selalu menghindar selain hantu anak kecil karena hantu seperti itu terkadang hanya ingin menyampaikan pesan saja dan tidak menakutkan tapi hantu orang dewasa lebih banyak dipenuhi dendam dan amarah. Oleh sebab itulah dia berpura-pura tidak melihat mereka karena hal buruk pasti akan terjadi padanya seperti yang baru saja dia alami.


Edward kembali dengan segelas air. Banyak pertanyaan berputar di kepalanya. Bitsy yang misterius, kejadian tak terduga yang baru saja dia lihat. Siapa sebenarnya gadis itu? Sungguh rasa penasaran semakin dia rasakan.


"Minum air ini!" Edward memberikan air yang dia berikan pada Bitsy.


"Thanks," Bitsy mengambilnya, nyawanya hari ini selamat.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang membuatmu jadi seperti itu?" tanya Edward.


"Tolong lupakan apa yang baru saja kau lihat!" pinta Bitsy.


"Jadi kau tidak mau memberitahu aku?"


"Tidak, maaf. Tidak semua bisa dikatakan, Edward. Aku sangat berterima kasih kau datang menolong aku tapi aku tidak bisa mengatakan apa yang terjadi, jadi aku harap kau melupakan apa yang baru saja kau lihat!"


"Sayangnya, aku tidak bisa melupakan hal ini, Bitsy. Menurutku sangat aneh karena kau seperti diserang oleh sesuatu yang tak kasat mata. Aku baru melihat ini lalu bagaimana mungkin aku bisa melupakannya?"


Bitsy tersenyum tipis, untuk orang yang tidak percaya hantu dan tidak bisa melihat makhluk halus pasti tidak akan percaya dengan apa yang akan dia katakan. Dari pada ditertawakan dan dianggap gila sebaiknya dia diam saja dan tidak mengatakan apa pun. Itu lebih baik karena dia tidak mau dianggap sebagai manusia aneh.


"Kau tersenyum sekarang, aku jadi semakin penasaran denganmu!"


"Jangan, jangan penasaran denganku!"


"Kenapa?" sungguh aneh. Kenapa Bitsy terlihat tidak senang?


"Tidak ada hal yang menarik dariku jadi jangan penasaran padaku!" ucap Bitsy.


"Kau tahu, Bitsy. Seorang lelaki dilarang seperti ini justru semakin tertantang dan kau semakin membuat aku penasaran!"


"Tidak, Edward, Jangan penasaran denganku karena tidak menyenangkan!"


"Stss! Penasaran bukan sesuatu yang dipaksakan tapi itu perasaan alami yang tumbuh di hati. Jangan lupa untuk pergi konser denganku. Aku akan kembali setengah jam lagi dan aku harap kau sudah rapi dan berdandan dengan cantik," Edward sudah beranjak dan melangkah menuju pintu yang masih terbuka tanpa menunggu jawaban dari Bitsy.


Bitsy menatap kepergiannya dalam diam sampai Edward keluar dari kamarnya dan menutup pintu. Dia sangat berterima kasih Edward sudah membantunya yang hampir saja amati akibat hantu La Lionora tapi dia tidak berharap hubungan mereka semakin dekat.

__ADS_1


Bitsy melihat sekitar, mencari keberadaan hantu wanita bergaun pengantin itu. Dia harap hantu itu sudah pergi dan tidak mengganggunya untuk saat ini karena dia tidak mau Edward melihatnya dalam keadaan aneh lagi. Lehernya benar-benar sakit. Bekas cekikan tangan benar-benar terlihat. Sebaiknya dia bersiap-siap dan dia harus menutup bekas cekikan itu dengan syal agar tidak ada yang melihatnya.


__ADS_2