Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Mau Bersama Dengan Mommy


__ADS_3

Kecurigaan yang ada pada Darko berhasil dipatahkan oleh sikap Mia yang penuh kasih sayang dan perhatian. Mia menunjukkan perhatiannya yang tulus dengan merawat Bitsy yang semakin parah karena kedinginan akibat iblis yang ada di tubuh ibunya yang selalu membuka jendela agar udara dingin masuk ke dalam kamarnya.


Bitsy menggigil hebat, bibirnya sudah membiru. Darko mondar mandir dan terlihat gelisah sedangkan Mia membungkus Bitsy dengan begitu banyak selimut. Bitsy bahkan dibawa ke ruang tamu agar dia hangat karena di sana ada perapian.


Angela menangis sambil memeluk Rian, keadaan Bitsy yang semakin buruk membuat Darko sangat cemas. Padahal Mia merawat Bitsy setiap hari tapi kenapa keadaan Bitsy tidak sembuh juga? Dia seperti baru saja dibawa masuk dari luar dan mengalami Hipotermia.


"Dingin, Daddy. Dingin!" ucap Bitsy.


"Bagaimana ini, Darko? Keadaannya semakin buruk!" ucap Mia. Dia pun memperlihatkan ekspresi cemasnya.


"Pakaikan Bitsy banyak selimut dan dekatkan dengan perapian. Suhu tubuhnya pasti akan kembali normal!"


"Tapi keadaannya yang semakin buruk ini? Aku takut, Darko!"


"Kita tidak bisa melakukan apa pun, Mia. Cuaca sangat buruk dan aku tidak bisa membawa Bitsy ke rumah sakit dalam keadaan cuaca buruk ini. Kau bisa melihat mobil kita yang membeku dan tidak bisa digunakan!"


"Lalu bagaimana? Jika terus dibiarkan, Bitsy tidak akan bertahan."


"Dia akan baik-baik saja, kita harus menjaganya dengan benar. Besok jika keadaan lebih baik, aku akan menghancurkan es yang menyelimuti mobil agar aku bisa membawa Bitsy ke rumah sakit tapi jika tidak bisa, aku akan pergi mencari bantuan!"


"Bagaimana dengan keadaan Bitsy, Daddy? Apa Bitsy baik-baik saja?" tanya Angela yang masih menangis karena sedih melihat keadaan kakaknya.


"Tidak perlu khawatir, jaga Rian dengan baik. Besok Bitsy pasti akan segera membaik," ucap ayahnya.


"Maafkan Mommy, Bitsy. Mommy tidak bisa menjagamu dengan baik!" Mia menangis, memperlihatkan air matanya dan rasa khawatirnya.


"Seharusnya Mommy merawatmu dengan baik tapi keadaanmu jadi semakin buruk saja. Maafkan Mommy," Mia memperlihatkan rasa bersalahnya yang teramat sangat sehingga membuat Darko iba. Darko mengusap bahu Mia, dia bisa melihat jika Mia begitu mengkhawatirkan keadaan putri sulung mereka.


"Tidak perlu khawatir. Besok aku akan mencari dokter apa pun yang terjadi. Hari ini kita jaga Bitsy secara bergiliran, semua tidur di luar malam ini agar kita bisa saling menjaga dan saling menghangatkan."


Bitsy menatap ayahnya dengan tatapan sayu, kedua bibirnya yang biru gemetar. Dia sangat ingin mengatakan sesuatu tapi ada iblis itu jadi dia harus mengurungkan niat karena dia ingin meminta ayahnya agar tidak pergi. Bitsy sangat ingin mengatakan hal itu karena dia tahu, iblis yang berada di tubuh ibunya memang ingin memisahkan mereka dari ayah mereka. Jika sampai ayahnya pergi, maka dia akan kesulitan menjaga kedua adiknya karena keadaannya yang sedang buruk.


"Da.. Daddy," Bitsy memanggil ayahnya.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir, besok Daddy akan pergi mencari dokter untuk Bitsy tapi Bitsy harus bertahan sampai Daddy membawa dokter untuk merawat Bitsy."


"Ti-Tidak mau," tolak Bitsy.


"Jangan keras kepala, Bitsy harus di rawat agar segera sembuh!"


"Mommy akan membuatkan sup untukmu, Sayang," ucap Mia.


Bitsy menggeleng sambil menatap ibunya yang sudah melangkah pergi untuk membuatkan sup. Padahal keadaannya semakin memburuk gara-gara wanita jahat itu yang setiap hari membuka jendela dan membiarkan udara dingin masuk ke dalam. Rasanya ingin mengatakan hal itu pada ayahnya tapi dia tahu ayahnya tidak akan percaya dengan apa yang dia ucapkan karena ayahnya sudah dipengaruhi oleh sosok ibunya yang jahat.


"Sekarang Bitsy mau apa, Katakan pada Daddy," ucap ayahnya.


"Ja...ngan pergi!" pinta Bitsy dengan suara lemah.


"Daddy tidak akan pergi, tidak akan!" Darko memegangi tangan putrinya. Sial, seharusnya dia membawa Bitsy ke rumah sakit lebih cepat selagi mobilnya tidak membeku di luar sana. Akibat tidak ada garasi sehingga mobilnya terpaksa disimpan di luar.


"Mommy!" tiba-tiba Bitsy melihat ibunya berdiri di depan jendela.


Arwah Mia hanya bisa melihat apa yang terjadi pada putrinya tanpa bisa masuk ke dalam karena iblis itu membuat sebuah pagar aneh yang tidak bisa dia tembus. Mia sangat ingin masuk, namun dia tidak berdaya.


"Mommy," Bitsy memanggil ibunya sambil mengulurkan tangan ke arah jendela. Dia mau ikut dengan ibunya saja, dia ingin pergi dengan ibunya saja.


"Tidak ada apa pun, Bitsy!" Darko melihat ke arah jendela yang memang tidak ada apa pun. Arwah Mia hanya bisa menangis, tidak bisa melakukan apa pun karena setiap kali dia berusaha masuk, arwahnya selalu terpental lagi dan lagi walau dia sudah berusaha.


"Bitsy mau ikut dengan Mommy, Bitsy mau ikut dengan Mommy!" Bitsy berusaha untuk bangun karena dia mau mengikuti ibunya saja tapi ayahnya menahan agar Bitsy tidak keluar dari selimut.


"Jangan bodoh, ibumu sedang membuat makanan!" ucap ayahnya kesal.


"Tidak mau, Bitsy mau bersama dengan Mommy yang ada di luar sana!"


"Bitsy!" teriak ayahnya marah.


Mia menangis sambil memukul jendela, dia pun berteriak namun semua itu sia-sia. Tidak bisa, dia tidak bisa terus seperti itu karena besok nyawa anak-anaknya terancam karena iblis itu sudah memiliki rencana untuk memakan putra dan putrinya. Dia harus mencari bantuan, dia harus menemui Nadia dan meminta pertolongannya karena hanya adik iparnya saja yang bisa menyelamatkan anak-anaknya. Sambil menahan kesedihan, Mia terbang pergi. Dia harus masuk ke dalam mimpi Nadia lagi.

__ADS_1


"Tidak, jangan pergi Mommy. Bawa Bitsy serta jika ingin pergi!" teriak Bitsy sambil menangis.


"Ada apa memanggil Mommy?" iblis yang ada di tubuh Mia yang mendengar keributan tentu saja segera keluar dari dapur. Dia hanya pura-pura padahal dia tahu arwah Mia menampakkan diri pada putrinya. Sepertinya dia harus memasang perisai sejauh mungkin agar arwah Mia tidak bisa mendekati rumah itu sama sekali.


"Tidak ada apa-apa, Bitsy ingin kau menyuapinya sup nanti," dusta Darko.


"Baiklah, supnya sudah mau jadi. Tunggulah sebentar lagi," ucapnya.


Bitsy menangis tanpa mengatakan apa pun. Kenapa? Dia hanya ingin bersama dengan ibunya saja tapi kenapa tidak boleh?


"Tolong jangan membuat ulah, Bitsy. Daddy sedang mengkhawatirkan keadaanmu jadi jangan membuat suasana semakin kacau!"


"Bitsy hanya mau bersama dengan Mommy saja. Bitsy sudah lelah dan mau pergi dengan Mommy," Bitsy mencengkeram selimut dan memejamkan mata namun air matanya mengalir tanpa henti.


"Kau seperti ini karena keadaanmu, kami semua akan menjagamu dengan baik!" ucap Darko. Sebaiknya dia tidak marah karena keadaan putrinya yang sedang tidak baik.


"Bitsy," Rian memanggil dan berjalan mendekati kakaknya.


"Lihat, Rian khawatir denganmu."


"Bitsy, kau harus segera sembuh," ucap Angela pula.


"Bitsy.... sembuh!" Rian menirukan ucapan kakaknya.


"Yeah, Bitsy memang harus segera sembuh agar bisa menjaga Rian dan Angela lagi," ucap ayahnya.


Bitsy membuka selimut, Rian segera memeluknya dan berbaring di sisinya. Rian kembali memanggil kakaknya, tangan kecilnya pun berada di wajah kakaknya. Bitsy tersenyum dan memeluk adiknya.


"Sup sudah jadi," Mia menghampiri mereka dengan semangkuk sup di tangan.


"Sekarang saatnya Bitsy untuk makan. Kemarilah Rian," Darko mengambil putranya yang masih berbaring.


Mia menyuapi Bitsy yang ketakutan melihatnya. Arwah kurang ajar itu sungguh berani, mulai sekarang arwah itu tidak akan bisa mendekat lagi. Bitsy menerima setiap suapan yang dia berikan, meski takut tapi dia harus bertahan.

__ADS_1


Dia tidak boleh melupakan kedua adiknya yang tidak tahu apa-apa karena kedua adiknya tidak ada yang menjaga jika dia pergi bersama dengan ibunya. Dia harus menjadi kakak yang baik sampai akhir dan melindungi kedua adiknya yang tidak tahu apa pun.


__ADS_2