Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 47


__ADS_3

Edward menginap di rumah kedua orangtuanya tanpa kembali ke apartemen karena hari ini mereka berencana untuk menemui Bitsy dan keluarganya kembali dalam suasana yang berbeda untuk membahas rencana Edward yang benar-benar ingin melamar Bitsy dan menjadikan gadis itu menjadi istrinya.


Padahal baru beberapa jam tidak bertemu tapi perasaan rindu sudah Edward rasakan pada gadis manis dan polos yang akan jadi miliknya sebentar lagi. Dia tidak mau menunda karena dia yakin, selain dirinya akan datang pria lain yang menginginkan Bitsy. Edward melihat jam sebentar karena dia berniat menghubungi Bitsy. Beruntungnya dia sudah mengembalikan ponsel Bitsy sehingga mereka bisa bertukar informasi sehingga dia bisa tahu kabar Bitsy.


Karena baru tidur membuat Bitsy belum bangun sedangkan kedua adiknya sedang sibuk memilih sarapan pagi. Suara berisik kedua adiknya tentu saja mengalahkan suara ponselnya karena Angela dan Rian sedang berdebat akan menu makanan yang hendak mereka pesan.


Mereka memang selalu seperti itu, selalu berisik dan heboh saat bersama apalagi saat pagi. Ada saja yang mereka ributkan tapi kebersamaan seperti itulah yang akan sangat mereka rindukan suatu saat nanti. Bitsy mulai terganggu, sebuah bantal diambil untuk menutup telinganya namun suara kedua adiknya masih juga mengganggu.


"KalianĀ  berdua berisik!" teriak Bitsy sambil melemparkan bantal ke arah kedua adiknya.


"Ponsel kakak lebih berisik!" ucap Angela.


"Ponselku?" Bitsy buru-buru beranjak dari atas ranjang untuk mengambil ponselnya yang masih berbunyi.


"Ke mana Daddy?" tanyanya karena ayahnya tidak ada di dalam kamar.


"Sedang membeli sarapan untuk kita!" jawab Angela.


"Lalu untuk apa kalian berdebat seperti itu?"


"Kami ingin mencari makanan sebelum Daddy kembali!"


"Baiklah, tapi jangan berisik!" Bitsy pergi ke balkon untuk menjawab panggilan dari Edward yang sudah menunggu dan begitu mendengar suara Bitsy, senyuman menghiasi wajah pemuda itu.


"Apa kabarmu, Sayang? Apa kau baik-baik saja?" tanya Edward.


"Tentu saja, aku sudah baik-baik saja. Terima kasih sudah membantu aku lepas dari Martin, Edward."


"Apa yang kau katakan, aku tidak mungkin membiarkan Martin mengambil kekasihku jadi sudah sepantasnya aku menolong dirimu karena kau hanya boleh menjadi milikku!"


"Aku tahu, tapi aku tetap harus berterima kasih padamu. Maaf telah membuatmu khawatir."

__ADS_1


"Stts, tidak perlu dibahas lagi. Sekarang katakan padaku, apa ayahmu akan merestui hubungan kita?"


"Aku sudah membicarakan hal itu dengan Daddy. Entah dia akan setuju atau tidak, kau harus berusaha meyakinkan Daddy."


"Sudah pasti, ayah dan ibuku berkata jika mereka ingin menemui kalian nanti siang untuk membahas pernikahan kita. Kalian bisa, bukan?"


"Sepertinya bisa, katakan saja di mana. Aku akan pergi dengan Daddy dan kedua adikku."


"Tidak, Sayang. Aku yang akan menjemput kalian nanti."


"Lagi-Lagi aku merepotkan."


"Ck, aku tidak mau mendengar perkataan itu lagi. Segeralah bersiap-siap karena aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu."


"Hm, ayahku memanggil. Nanti kita bicara lagi," ucap Bitsy karena ayahnya sudah kembali dan memintanya untuk sarapan.


"Baiklah, kita bertemu nanti."


Bitsy bergegas masuk ke dalam setelah berbicara dengan Edward karena ayahnya kembali memanggil untuk sarapan. Bitsy mengatakan pada ayahnya jika Edward akan menjemput dan mengajak mereka bertemu dengan kedua orangtuanya untuk membahas pernikahan mereka.


"Apa benar kakak sudah mau menikah?" tanya Rian yang tampak tidak rela seperti ayahnya. Tidak saja mereka, Angela pun sesungguhnya tidak rela.


"Kalian tidak keberatan, bukan?" tanya Bitsy.


"Jangan menikah, kakak. Aku tidak mau kak Bitsy pergi," ucap Rian.


"Rian, jangan menghalangi kebahagiaan kakakmu. Kita harus mendukung kakakmu untuk bahagia."


"Tapi apa tidak terlalu cepat, Dad?"


"Tidak, jika kakakmu sudah memutuskan!"

__ADS_1


"Sudah, aku hanya menikah saja. Tidak perlu seperti itu!"


"Tapi pria itu baik atau tidak? Kak Bitsy polos dan mudah dibohongi, bagaimana jika pria itu hanya membohongi kak Bitsy saja?" tanya Rian yang sangat menyayangi kakaknya itu.


"Tidak perlu khawatir, Edward pria yang baik selama ini."


"Benarkah? Jika dia berani membuat kak Bitsy menangis maka aku yang akan mencarinya terlebih dahulu!" ucap Rian seraya melangkah maju dan memasang badannya seperti seorang jagoan.


"Tubuh kalian saja kalah jauh, mau apa kau dengan badan kurusmu itu?" ucap Bitsy.


"Jangan sok jagoan, kau pasti sudah lari tunggang langgang saat ditantang olehnya nanti!" ucap Angela.


"Enak saja, aku masih punya tongkat untuk memukulnya!" ucap Rian.


"Baiklah, baik!" Bitsy mengacak rambut adiknya lalu kembali berkata, "Segera makan dan bersiap-sisp, sebentar lagi Edward akan datang!"


"Baiklah," jawab kedua adiknya yang sesungguhnya tidak rela kakaknya cepat menikah.


"Setelah kau menikah, jangan lupa untuk pulang!" ucap ayahnya. Dia khawatir Bitsy melupakan dirinya dan kedua adiknya setelah dia menikah nanti.


"Aku pasti akan pulang, Dad. Tapi Daddy harus menghubungi Aunty Nadia untuk memberinya kabar ini."


"Akan Daddy lakukan nanti. Daddy rasa Aunty tidak akan mencegahmu untuk menikah."


"Aku tahu, aku hanya ingin Aunty tahu saja dengan kabar ini."


"Baiklah, segera habiskan makanannya!" perintah ayahnya.


Setelah mereka makan, mereka pun bersiap-siap karena Edward akan menjemput mereka sebentar lagi. Bitsy memakai baju Angela karena dia tidak memiliki baju ganti. Sewaktu dari rumah Edward yang dia gunakan adalah baju ibu Edward.


Mereka juga akan check out dari hotel dan kembali ke apartemen. Semua yang terjadi benar-benar di luar rencana. Darko datang untuk mencegah putrinya menikah tapi yang terjadi justru di luar rencananya karena hal yang tak terduga. Sekarang dia harus merestui hubungan putrinya karena dia pun takut jika dia mencegah, Bitsy justru mengambil jalan yang nekat.

__ADS_1


Mereka semua sudah siap ketika Edward datang, pemuda itu begitu ramah, dia mengambil semua barang-barang milik mereka dan membawanya ke dalam mobil. Dalam sekejap mata saja, Edward pun akrab dengan Rian dan Angela. Tadinya mereka berdua tidak rela kakaknya menikah terutama Rian yang sudah akan pasang badan untuk menolak lamaran Edward tapi mendadak pemuda itu berubah pikiran setelah akrab dengan Edward. Pria itu begitu mudah mengambil hati Angela dan Rian. Padahal mereka baru mengenal tapi mereka sudah seperti mengenal lama.


Sebuah restoran menjadi tujuan, Anna dan Barrow sudah berada di sana sebelumnya, Mereka tidak akan menunda untuk membahas pernikahan Edward dan Bitsy karena semakin cepat semakin baik tapi ada satu hal yang Edward dan Bitsy lewatkan dan tak mereka sadari karena Acton Adam yang mulai dicari oleh pihak polisi setelah bukti-bukti kejahatan yang dia lakukan sudah terkumpul menyembunyikan dirinya selama ini dan sekarang, Acton menemukan keberadaan mereka karena dia ingin membalas orang yang sudah membuka kejahatannya dan yang telah membuatnya diburu oleh polisi. Hari ini, dia akan membalasnya.


__ADS_2