Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 11


__ADS_3

Edward tak henti mencari keberadaan Bitsy yang sudah menghilang entah ke mana. Dia semakin panik mencari keberadaan gadis itu tapi entah kenapa saat melewati rumah Martin, hati kecilnya berkata jika Bitsy ada di sana. Entah apa yang sebenarnya terjadi, dia merasa dirinya sudah gila namun Edward meminta sangat supir untuk berhenti sejenak karena dia ingin melihat rumah itu.


Rumah mewah yang sangat sepi, apa dia benar-benar sudah gila karena dia merasa Bitsy berada di sana? Tidak mungkin, Bitsy tidak mungkin berada di rumah itu. Edward kembali meminta sang supir untuk menjalankan mobilnya dan mencari di tempat lainnya.


Bitsy yang masih berada di dalam kuasa Lea berusaha melawan agar dia bisa mengendalikan tubuhnya kembali karena dia merasa berada di dalam bahaya. Martin yang merasa istrinya sudah kembali menjadi gila. Dia tidak mengijinkan Lea pergi dan ingin menghabiskan waktu dengan istrinya meski istrinya berada di tubuh orang lain.


Beberapa lilin yang sudah disusun membentuk hati berada di atas lantai dan lilin itu sudah menyala. Martin mengajak istrinya untuk duduk di sisi ranjang. Dia tidak akan menyia-nyiakan pertemuan mereka bahkan dia akan menahan Bitsy agar tidak pergi karena dia ingin istrinya selalu berada di dalam tubuh gadis.


"Aku harus pergi, Martin. Aku telah merasuki tubuh gadis ini begitu lama jadi aku harus pergi!" ucap Lea. Apa yang harus dia sampaikan sudah dia sampaikan oleh sebab itu, dia sudah harus keluar dari tubuh Bitsy.


"Tidak, Lea. Aku tidak akan membiarkan kau pergi lagi. Kau tidak boleh meninggalkan aku!"


"Tapi ini bukan tubuhku, Martin. Aku sudah terlalu lama dan ini bisa membahayakan jiwa wanita ini."


"Aku tidak peduli, biarkan saja dia mati dan kau menguasai tubuhnya. Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Lea. Lagi pula dia hanya orang asing saja, meski bukan tubuhmu yang penting arwahmu ada di dalam tubuhnya!" rasa tidak ingin kehilangan membuat siapa pun akan menggila seperti Martin.


"Tapi kita tidak boleh melakukan hal seperti ini, Martin. Wanita ini memiliki kehidupan jadi kita tidak boleh mengacaukan kehidupannya!"


"Aku tidak peduli, Lea. Tidak perlu memikirkan wanita asing ini, dia bukan siapa-siapa jadi jangan pedulikan wanita ini!"


"Tidak, Martin!" Lea beranjak namun Martin menarik tangannya hingga tubuh Bitsy jatuh ke atas ranjang.


"Aku begitu merindukan dirimu, aku tidak mau kau pergi lagi. Sekarang sudah ada dirimu, aku ingin kita menghabiskan malam kita seperti dulu lagi!" Martin sudah berada di atas tubuh Bitsy dan mencium gadis itu. Lea pun tidak menahan apa yang Martin lakukan namun Bitsy berusaha melawan agar arwah Lea pergi sehingga dia bisa menguasai tubuhnya kembali tapi sulit. Lea begitu kuat sehingga tidak bisa dia lawan sama sekali.


Gaun yang dipakai oleh Bitsy dinaikkan, tangan Martin pun sudah berada di paha Bitsy dan mengusapnya dengan perlahan. Bibir pria itu bergerak naik, dari leher ke wajah Bitsy.


"Hentikan, hentikan!" teriak Bitsy di bawah alam sadarnya. Jangan sampai pria tidak dia kenal itu menodai dirinya dan merenggut keperawanannya. Sungguh, dia tidak rela tubuhnya dicicipi pria asing apalagi dalam keadaannya yang tidak sadar.


"Aku tidak akan membiarkan kau pergi, Lea!" Martin semakin kehilangan akal sehat, baju yang dia kenakan pun dibuka. Mau ditubuh wanita mana pun, yang penting Lea berada di dalam tubuh wanita itu dan kembali padanya.


Bitsy semakin berada di dalam bahaya. Dia berusaha dengan keas untuk mengendalikan tubuhnya namun arwah Lea terlalu kuat. Mungkin itulah sesungguhnya tujuan terakhir arwah itu tapi dia tidak sudi. Semoga ada yang menolongnya, dia harap Edward yang menyadari kepergiannya dan datang menolong meski itu mustahil.


Satu kaki Bitsy diangkat, Martin berniat melucuti pakaian dalamnya namun suara keributan di luar membuat Martin menghentikan apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


"Sial, tunggu di sini!" Martin melangkah menuju jendela untuk melihat siapa yang begitu berani membuat onar di rumahnya. Seorang pria yang tidak begitu asing sedang bertengkar dengan penjaga rumahnya, aneh. Sebaiknya dia pergi melihat. Jangan katakan jika pria itu ada hubungannya dengan wanita yang sedang dirasuki oleh Lea.


Pemuda yang sedang membuat onar sudah pasti Edward. Dia meminta supir pribadinya untuk kembali karena perasaannya mengatakan jika Bitsy memang berada di rumah itu. Dari pada menyesal apalagi dia tidak tahu ke mana lagi harus mencari Bitsy, Edward memutuskan untuk mencarinya di rumah itu.


"Buka gerbang ini sekarang juga!" teriak Edward.


"Tolong jangan membuat keributan, Sir, Ini sudah tengah malam!"


"Aku tidak peduli, buka pintunya karena kekasihku ada di dalam!"


"Jangan bercanda, bagaimana mungkin kekasihmu ada di dalam?" ucap sang penjaga karena dia tidak merasa ada yang masuk apalagi semua pintu dibuka menggunakan kode.


"Aku akan percaya setelah aku masuk jadi buka pintu itu sekarang!" Edward semakin kesal.


"Siapa yang membuat keributan di rumahku malam-malam seperti ini?" tanya Martin yang sedang melangkah menuju gerbang.


"Sir, pria ini berkata kekasihnya ada di dalam," sang penjaga memberikan laporan.


"Aku tahu dia ada di dalam, jadi bukan pintu ini agar aku bisa membawanya pulang!"


"Sungguh lucu, ini sudah malam. Untuk apa kekasihmu datang ke rumahku ini? Kau sudah mengganggu ketenangan tidurku, jangan sampai aku menghubungi polisi untuk menangkapmu!" ucap Martin.


"Percayalah, jika kau tidak membuka pintu ini dan membiarkan aku memeriksanya maka kau akan mendapatkan kejutan esok pagi, Martin!" Edward menekan perkataannya dan menatap pria itu dengan tajam.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa tahu aku?" Martin memandangi pria yang tampak tidak asing itu dengan penuh selidik. Dia benar-benar tidak mengenalnya tapi dia merasa pria itu tidak boleh dia remehkan.


"Bukan sekarang juga!" teriak Edward lantang.


Marti mengangkat tangannya sebagai tanda agar pintu pagar itu dibuka. Sial, pria itu benar-benar mengganggu kesenangannya. Dia harap Lea bersembunyi dengan tubuh wanita itu agar tidak ditemukan.


Edward menerobos masuk setelah pintu terbuka. Dia berlari melewati Martin. Dia yakin pria itu sudah menyembunyikan Bitsy. Martin pun berlari masuk ke dalam. Dia tidak terima malamnya diganggu oleh pria asing itu.


"Bitsy!" Edward sudah berada di dalam rumah Martin.

__ADS_1


"Keluar kau dari rumahku. Apa yang kau cari tidak ada di sini!" ucap Martin.


"Bitsy, di mana kau?" teriak Edward yang melangkah menuju kamar Martin yang terbuka.


"Kau benar-benar tidak sopan. Pergi kau!" teriak Martin dengan penuh emosi.


Edward tidak peduli, dia terus melangkah mendekati kamar dan masuk ke dalamnya. Bitsy terlihat berdiri di depan jendela dan sedang membelakanginya. Martin segera berlari mendekati Bitsy agar Edward tidak melihat rupa Bitsy.


"Bitsy, apa yang kau lakukan di sana?" Edward melangkah mendekat.


"Jangan mengganggu istriku!" teriak Martin.


"Apa?" Edward terkejut mendengar perkataannya.


Lea berbalik dan melihat ke arah Edward namun reaksinya sungguh tidak terduga. Lea melangkah mundur sambil berteriak ketakutan.


"Jauhkan dia dariku, jauhkan dia!" teriaknya.


"Honey, apa yang terjadi denganmu?" Martin tampak bingung namun Lea berteriak ketakutan.


"Bitsy, apa yang terjadi denganmu?" Edward semakin mendekati Bitsy yang ketakutan.


"Jangan mendekat, arrgghhhh!!" Lea berteriak keras lalu arwah itu pergi begitu saja dari tubuh Bitsy sehingga membuat Bitsy jatuh pingsan dan beruntungnya Edward dapat menangkap tubuhnya tepat waktu.


"Apa yang kau lakukan padanya?" teriak Martin tidak terima.


"Itu adalah pertanyaanku? Apa yang kau lakukan pada Bitsy?" teriak Edward seraya mengendong Bitsy.


"Dia sendiri yang datang padaku!"


"Aku akan mencari tahu akan hal ini, awas saja kau!" ancam Edward. Sebaiknya dia membawa Bitsy pergi. Awas saja jika pria itu berani melakukan hal yang aneh.


Martin mengumpat dan berteriak marah ketika Edward sudah membawa Bitsy keluar dari kamarnya. Dia tidak akan membiarkan hal ini begitu saja, tidak akan. Edward pun pergi dengan tanda tanya besar di dalam hati, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Bitsy bisa berada di rumah Martin? Sungguh dia sangat penasaran apalagi Bitsy gadis misterius yang sulit dia pahami.

__ADS_1


__ADS_2