Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 10


__ADS_3

Edward yang sudah selesai berpamitan mulai panik karena tidak menemukan keberadaan Bitsy di mana dia meninggalkan gadis itu tadi. Edward mencarinya di antara para tamu yang masih ada tapi Bitsy tidak ada di mana pun. Padahal dia baru meninggalkan Bitsy bahkan lima menit pun tidak sampai tapi ke mana gadis itu pergi?


Rasa cemas dan curiga dengan tingkah Bitsy yang aneh malam ini memenuhi hati. Bitsy menghilang entah ke mana dan kembali dalam keadaan takut dan sekarang dia menghilang lagi. Edward mencari di kamar mandi wanita, dia pun bertanya pada beberapa tamu yang mungkin saja melihat keberadaan Bitsy.


Sebagian dari mereka berkata jika Bitsy sudah pergi dari tempat itu oleh sebab itulah Edward berlari keluar untuk mencari keberadaan Bitsy. Di lobi tidak ada namun seorang security yang melihat Bitsy mengatakan ke mana arah gadis itu pergi.


Malam yang seharusnya dilewati dengan menyenangkan menjadi kacau gara-gara dia membiarkan Bitsy pergi seorang diri dan gara-gara dia meninggalkan Bitsy. Dia semakin yakin ada yang aneh pada gadis itu apalagi setelah apa keanehan yang dia lihat saat menjemput Bitsy. Rasa penasaran pada gadis misterius itu semakin memenuhi hati, dia harus tahu apa penyebabnya karena dia merasa Bitsy bukanlah gadis biasa.


Edward terus berlari sambil memanggil Bitsy. Dia harap gadis itu tidak bertemu dengan orang jahat atau semacamnya. Semoga saja Bitsy baik-baik saja tapi dia harus menemukan keberadaannya. Edward yang masih berlari sambil mencari menghentikan langkah ketika melihat Bitsy berada di seberang jalan dan menyetop sebuah taksi yang lewat.


"Bitsy, tunggu!" teriaknya sambil berlari menyeberangi jalan. Bitsy menatapnya dengan tatapan tajam sebelum masuk ke dalam taksi.


"Bitsy!" Edward kembali berteriak dan melompati pembatas jalan. Apa yang terjadi dengan Bitsy dan mau pergi ke mana dia?


Sebuah alamat yang tidak Bitsy kenal terucap, sang sopir pun menjalankan mobilnya. Tatapan Bitsy masih kosong, dia benar-benar tidak mendengar panggilan dari Edward yang berteriak memanggilnya agar dia tidak pergi namun taksi yang dia tumpangi sudah berjalan pergi.


Edward menghentikan larinya dengan napas memburu. Sial, apa yang sebenarnya terjadi? Lagi-Lagi pertanyaan itu muncul di hati. Sebaiknya dia mengejar, dia tidak bisa membiarkan Bitsy begitu saja karena arah yang dituju oleh Bitsy bukanlah arah rumah mereka.


Edward mengambil ponsel untuk menghubungi sopirnya agar segera datang. Semoga dia bisa menyusul Bitsy yang entah mau pergi ke mana. Gadis yang sangat aneh tapi dia justru tertantang dan ingin mengenalnya lebih jauh lagi dan dekat dengannya.


Bitsy yang sedang di dalam kendali arwah yang merasuki tubuhnya benar-benar tidak tahu apa yang sedang dia lakukan. Arwah yang merasukinya sudah tentu hantu yang mengejarnya dan mengetahui kemampuannya dan arwah itu meminjam raga Bitsy untuk melakukan apa yang belum dia lakukan.


Sebuah rumah mewah sudah terlihat, taksi yang ditumpangi oleh Bitsy pun terhenti. Entah uang dari mana yang jelas setumpuk uang diberikan sehingga sang sopir sangat heran karena uang yang diberikan oleh Bitsy begitu banyak.


Bitsy melangkah menuju rumah itu tanpa berkata apa-apa, dia bahkan memasuki pekarangan rumah itu dengan mudah seolah-olah dia sudah familiar dengan rumah asing yang baru saja dia masuki itu. Apa yang dia lakukan bahkan tidak diketahui oleh penjaga rumah. Bitsy melangkah menuju pintu dan memasukkan password untuk membuka pintu. Lagi-Lagi dia berhasil melakukannya. Sudah pasti arwah yang merasukinya yang melakukan karena rumah itu tidak asing baginya.

__ADS_1


Arwah itu membawa Bitsy ke sebuah kamar di mana seorang pria sedang tidur. Bitsy berdiri cukup lama dan setelah itu dia bergerak sendiri dan naik ke atas ranjang.


"Siapa kau?" pria yang sedang tidur terkejut karena ada wanita asing yang tiba-tiba berbaring di sisinya dan memeluknya.


"Ini kau Martin, aku sangat merindukan dirimu!" ucap Bitsy yang sedang dikendalikan oleh arwah.


"Apa maksudmu?" pria bernama Martin itu menyalakan lampu dan terkejut mendapati wanita asing yang tidak dia kenal berada di atas ranjang.


"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam rumahku? Apa kau pencuri?" teriak Martin.


"Martin, ini aku. Apa kau tidak mengenali aku?"


"Jangan bercanda. Keluar sekarang juga jika tidak aku akan menghubungi polisi!" aneh, siapa wanita itu? Kenapa bisa masuk ke dalam rumahnya yang memiliki penjagaan ketat?


"Keluar dari kamar sekarang juga!" teriak Martin lantang.


"Martin, aku Lea!" ucap Bitsy seraya berbalik.


"Apa?" Martin terkejut dan terdiam tapi kemarahan memuncak karena dia merasa Bitsy mempermainkan dirinya dengan berpura-pura menjadi istrinya yang sudah meninggal.


"Jangan main-main denganku. Beraninya kau berpura-pura menjadi istriku yang sudah meninggal? Sekarang keluar jika tidak aku akan melemparmu keluar sebelum polisi datang!"


"Aku Lea, Martin. Aku menggunakan tubuh gadis ini untuk datang menemui dirimu!"


"Apa kau bilang?" kini Martin memandangi Bitsy seolah-olah dia mulai percaya.

__ADS_1


"Aku tahu aku sudah meninggal. Aku mati di dekat gedung konser saat kita sedang menghabiskan waktu berdua. Aku selalu merindukan dirimu, Martin. Aku tidak bisa pergi karena aku belum melakukan apa yang seharusnya aku lakukan oleh sebab itu aku menggunakan tubuh gadis ini. Secara kebetulan dia bisa melihat aku jadi aku memanfaatkannya!"


"Jangan bercanda Lea, atau siapa pun kau. Pergi sekarang juga! Aku tidak percaya dengan hal seperti ini. Jangan menipu aku dengan kematian istriku karena semua orang tahu bagaimana istriku mati saat itu. Apa ini cara baru untuk menggoda laki-laki? Kau sungguh berani menggoda aku dan masuk ke dalam kamarku ini!"


"Aku tidak bohong, Martin. Aku Lea. Aku tahu semua tentangmu dan aku bisa mengatakan rahasia kita berdua yang tidak orang tahu!"


"Cukup, sekarang pergi!" Martin melangkah menuju pintu namun langkahnya terhenti karena wanita yang mengaku sebagai Lea itu mulai mengatakan rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berdua saja. Martin berbalik, di antara percaya dan tidak tapi semua yang diucapkan oleh gadis itu sangat benar. Apa benar jika arwah istrinya berada di tubuh gadis itu?


"Percayalah padaku, Martin. Ini aku, aku datang bertemu denganmu untuk menghabiskan malam denganmu dan ini yang terakhir kalinya karena setelah aku melakukannya, aku bisa pergi dengan tenang."


Martin yang tidak percaya kini melangkah mendekati Bitsy. Jadi benar istrinya berada di tubuh gadis itu? Martin mendekapnya dengan erat, dia tidak menduga masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan istrinya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


"Aku sangat merindukan dirimu, Lea. Aku benar-benar tidak bisa kehilangan dirimu!"


"Maafkan aku, Martin. Aku mengecewakan dirimu."


"Jangan pergi dariku, Lea. Jangan tinggalkan aku lagi!" pinta Martin seraya mengencangkan pelukannya. Perasaan rindu meluap di hati, meski istrinya berada di raga orang lain tapi dia tidak peduli.


"Tidak bisa, Martin. Aku datang untuk menyampaikan sesuatu padamu."


"Tidak, simpan ucapanmu karena aku tidak akan membiarkan kau pergi!"


"Tapi aku berada di tubuh orang lain dan aku harus mengembalikan tubuh ini dan menyadarkan gadis ini!"


"Tidak, aku tidak peduli. Jangan meninggalkan aku lagi, Lea. Aku sangat senang kau kembali jadi jangan tinggalkan aku lagi!" pinta Martin. Meski istrinya berada di tubuh orang lain, dia tidak peduli karena dia tidak mau istrinya pergi darinya untuk yang kedua kali.

__ADS_1


__ADS_2