Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Sebuah Tamparan


__ADS_3

Hari yang sibuk setelah mereka pindah. Darko memulai harinya sebagai peternak melanjutkan bisnis keluarganya yang sudah lama tidak dijalankan. Mereka semua sibuk karena beberapa binatang yang dia beli sudah didatangkan. Selain beternak mereka juga akan menanam beberapa jenis sayuran juga jagung di lahan yang cukup luas itu.


Angela dan Bitsy sedang mencabut rumput di sekitar rumah yang akan mereka tanami sayur sedangkan Darko dan Mia sibuk di tempat lain. Rian duduk di kursi khusus bayi yang terbuat dari rotan. Rian berada tidak jauh dari kedua kakaknya agar Angela dan Bitsy tahu jika Rian menangis.


Hari ini Bitsy tidak seperti biasanya, dia lebih banyak diam bahkan dia tidak berbicara jika tidak diperlukan. Bitsy mencabut rumput tanpa mempedulikan pertanyaan Angela. Dia pun tidak mengatakan pada siapa pun akan apa yang dia lihat tadi malam karena dia tahu tidak akan ada yang mempercayai dirinya. Oleh sebab itu dia diam saja dari pada mendapatkan hukuman dari ayahnya lagi.


"Bitsy, Daddy berkata sudah mendapatkan sekolah untuk kita," ucap Angela namun Bitsy tidak menjawab. Sekolah? Saat mereka pergi ke sekolah bagaimana dengan Rian? Tidak ada yang menjaga Rian di rumah, bagaimana Rian di makan oleh ibunya saat ibunya sedang lapar?


Bitsy berhenti mencabut rumput lalu melihat ke arah Rian yang sedang bermain. Tidak mau, dia tidak mau sekolah karena dia takut Rian dimakan oleh ibunya. Lebih baik dia tidak menjadi pintar dari pada adiknya menjadi makanan ibunya.


"Kenapa kau diam saja, Bitsy? Apa kau sedang sakit?" Angela melihat kakaknya yang diam saja sedari pagi. Bitsy hanya menggeleng dan kembali mencabut rumput.


"Daddy berkata akan membawa kita ke sekolah itu besok. Daddy juga berkata sekolahnya tidak begitu jauh. Bus sekolah juga lewat di depan rumah kita. Aku jadi tidak sabar untuk kembali ke sekolah!" ucap Angela. Dia terlihat bersemangat tapi tidak dengan Bitsy.


Bitsy justru berpikir, apakah akan ada yang percaya jika dia mengatakan keadaan ibunya pada orang lain? Apakah ayahnya akan marah jika dia mengatakannya?


"Bitsy, ada apa denganmu?" Angela menatap kakaknya dengan tatapan heran namun Bitsy hanya menggeleng. Angela merasa keadaan kakaknya sangat aneh, dia takut kakaknya tidak bisa berbicara setelah terkurung di lantai basemen.


Angela berhenti bekerja dan berlari pergi karena dia ingin mengatakan pada ayahnya jika Bitys tidak mau berbicara. Bitsy pun menghentikan kegiatannya lalu menggendong Rian. Dia ingin mengajak Rian jalan-jalan di sekitar rumahnya.


"Bit..sy," Rian memanggil namanya sambil menepuk wajah Bitsy lalu Rian menunjuk ke arah lain, "Mama!" ucapnya.


"Tidak ada Mama, ayo ikut dengan kakak!" Bitsy mengajak adiknya, hanya pada Rian saja dia mau berbicara.

__ADS_1


"Mama... Mama!" Rian kembali memanggil sambil menunjuk ke arah yang sama namun Bitsy sudah mengajak Rian pergi.


Bitsy melangkah sambil melihat-lihat, dia ingin pergi di sisi kamarnya karena dia sangat penasaran. Mungkin saja ada sesuatu di sana. Bitsy juga melihat hutan yang lebat dan setelah itu Bitsy kembali melangkah menuju samping kamar yang dia tempati.


Saat terang tidak menakutkan tapi ketika malam, dia takut melihat keluar jendela karena hutan yang gelap apalagi ibunya. Dia takut ibunya masuk melalui jendela kamarnya. Bitsy sudah berada di dekat jendela, jejak telapak tangan ibunya terlihat samar di kaca. Bitsy melangkah mundur karena takut. Takut, dia benar-benar takut.


Bitsy melangkah mundur tanpa melihat lagi dan ketika kakinya menginjak sesuatu yang terasa lembek, langkah Bitsy terhenti. Bitsy melihat ke bawah, kedua mata melotot melihat kulit binatang yang dia injak. Kedua kaki gemetar, Bitsy berteriak keras lalu berlari pergi. Apa itu kulit binatang yang di makan oleh ibunya? Apa itu sisa yang dimakan oleh ibunya?


Takut, dia benar-benar takut tinggal di sana. Apa dia lari saja membawa Rian? Tapi bagaimana dengan Angela? Apa dia mencari bantuan lalu kembali lagi untuk membawa Angela? Bitsy terus berlari sambil menangis, apa pun yang dia katakan pasti tidak akan dipercayai. Sepertinya dia harus membuat ayahnya percaya terlebih dahulu tapi bagaimana caranya?


Bitsy terus berlari sambil menangis, pandangannya terhalang oleh air mata dan karena hal itu membuatnya hampir menabrak ayahnya yang keluar gara-gara dipanggil oleh Angela. Darko sangat heran mendapati putrinya menangis dengan napas yang hampir putus akibat berlari sambil menggendong Rian.


"Ada apa denganmu, Bitsy?" tanya ayahnya.


"Jangan menyembunyikan apa pun, katakan pada Daddy jika ada sesuatu!" ucap ayahnya.


"Daddy tidak mempercayai Bitsy jadi Bitsy tidak mau mengatakan apa pun!" teriak Bitsy.


"Jadi karena itu kau diam sedari tadi?" Darko menarik lengan putrinya dengan kasar, "Katakan ada apa sehingga kau ketukutan seperti itu?!" teriak ayahnya.


"Ada hantu di dalam tubuh Mommy!" teriak Bitsy.


"Bitsy!" Darko berteriak dan setelah itu sebuah tamparan mendarat di pipi Bitsy.

__ADS_1


Bitsy berteriak, Angela pun berteriak. Angela melangkah mundur karena takut sedangkan Bitsy menatap ayahnya dengan tatapan kecewa. Darko bahkan shock padahal dia yang memukul. Dia tidak menduga jika dia akan memukul putrinya.


"Jika Daddy tidak percaya dengan perkataan Bitsy sebaiknya Daddy tidak bertanya!" teriak Bitsy seraya berlari masuk ke dalam rumah. Angela yang ketakutan juga berlari masuk mengejar Bitsy, lebih baik dia bersama dengan kakaknya.


Darko mengusap wajah dan jatuh terduduk. Apa yang sedang dia lakukan? Kenapa bukan kebahagiaan yang dia dapatkan? Padahal dia sudah membawa Mia kembali tapi kenapa bukan kebahagiaan yang mereka dapatkan? Kenapa putrinya selalu mengatakan hal yang sama? Darko menunduk dan terlihat menyesali perbuatannya. Sepertinya dia harus menjelaskan pada Bitsy. Benar, dia belum memberikan penjelasan sama sekali pada kedua putrinya sampai saat ini. Mungkin karena hal inilah yang membuat putrinya salah paham dan mengira ibu mereka adalah hantu.


Mia yang sedari tadi berada di balik pintu keluar untuk melihat apa yang terjadi padahal dia tahu. Bagus, semakin Darko membenci anak-anaknya semakin mudah dia mendapatkan mereka satu persatu. Di mulai dari si sulung yang bebal lalu dua lainnya. Dia bahkan tidak sabar mencicipi daging manis mereka.


Bitsy menangis dan masuk ke dalam lemari, Angela menemani kakaknya. Dia bahkan menghibur kakaknya untuk tidak menangis lagi meski dia pun menangis karena takut dengan ayahnya yang sudah berubah. Dulu ayahnya tidak akan memukul mereka tapi sekarang, ayahnya tidak saja menghukum tapi juga memukul.


"Jangan menangis, Bitsy. Nanti Daddy akan menghukummu!" hibur Angela.


"Ayo kita pergi dari sini, Angela. Kita pergi mencari Aunty Nadia," ajak Bitsy.


"Tapi Angela takut, kita tidak tahu Aunty tinggal di mana. Bagaimana jika kita bertemu dengan orang jahat?"


"Tidak akan, ayo kita pergi dari sini!" ajak Bitsy lagi.


"Tidak mau, jika Daddy tahu maka Daddy akan menghukum kita. Angela takut dihukum oleh Daddy!" Angela keluar dari dalam lemari.


"Percayalah padaku, Angela. Kita harus pergi!"


"Tidak mau!" Angela melangkah pergi, dan keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Bitsy menangis, Rian pun menangis karena gelap. Dia hanya anak sepuluh tahun yang tidak bisa melakukan apa pun. Darko masuk ke dalam kamar Bitsy bersama dengan Angela karena dia ingin berbicara dengan kedua putrinya. Mengetahui ayahnya berada di dalam, Bitsy menutup pintu lemari rapat. Dia benci, dia benar-benar benci pada ayahnya yang tidak mempercayai perkataannya.


__ADS_2