Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 28


__ADS_3

Acton Adam adalah calon suami Sarah sebelum dia mati dan menjadi hantu La Lionora. Acton adalah pembisnis biasa namun setelah kematian Sarah, bisnisnya justru berkembang dengan cepat. Kematian Sarah memang sangat tidak wajar namun kematiannya dianggap sebagai kecelakaan apalagi mobil yang dia gunakan dinyatakan mengalami rem blong. Oleh sebab itu, kasus kematiannya dianggap murni akibat kecelakaan.


Acton Adam juga bukan orang yang mudah ditemui karena dia orang yang cukup sibuk. Dia juga tidak mau bertemu dengan sembarangan orang jika tidak memberikan keuntungan baginya. Mendapatkan pemintaan Bitsy tentu saja membuat Edward harus memikirkan cara untuk menemui Acton Adam.


Sepertinya dia harus meminta bantuan sahabatnya. Mungkin dengan demikian dia bisa bertemu dengan Acton Adam. Ponsel yang ada di atas meja diambil, Edward mulai mencari nomor ponsel seorang teman dan meminta sekretarisnya untuk pergi dari ruangannya.


Edward tidak saja pengusaha tapi dia juga pemilik beberapa bar di kota London. Keluarganya memang bukan pembisnis tapi dia lebih memilih menjadi pembisnis dan merintis perusahaannya dari nol hingga sampai sekarang. Bisnis yang pertama dia lakukan adalah membuka bar. Dulu sebuah tempat kecil sebagai awal mula bisnis yang dia jalankan tapi siapa yang menduga, bar adalah bisnis yang menggiurkan dan memberikan banyak keuntungan.


Dari sebuah bar kecil menjadi bar besar bahkan dia sudah memiliki beberapa bar juga sebuah perusahaan karena Edward banyak berteman dengan pengusaha dan mencuri ilmu dari para pengusaha itu sehingga dia menjadi pria yang cukup sukses di usianya yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun. Meski banyak wanita yang menemani perjalanan hidupnya tapi belum satu kali pun dia ingin menjalin hubungan serius dan menjadikan mereka sebagai istri.


Walau dia sudah mengenal banyak pengusaha namun dia belum pernah bertemu dengan Acton Adam meski nama pria itu tidaklah asing. Itu wajar karena Acton baru naik beberapa bulan belakangan. Jika bukan demi Bitsy, dia tidak akan mau merepotkan diri seperti ini apalagi untuk membantu hantu yang tidak bisa dia lihat. Anggap saja sebagai perjuangan untuk mendapatkan cinta Bitsy.


"Edward, ada angin apa kau mencari aku?" tanya seorang sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


"Aku ingin meminta bantuanmu, apa kau mau membantu aku?" tanya Edward.


"Tentu saja, kita teman. Katakan apa yang kau inginkan dariku?"


"Terima kasih, apa kau mengenal Acton Adam?"


"Acton Adam? Pengusaha yang sedang naik daun itu?"


"Yeah, benar. Apa kau mengenalnya?" tanya Edward. Dia harap ini akan menjadi awal baik untuk membantu Bitsy.


"Tidak, apa kau ingin bertemu dengannya untuk menjalin bisnis dengannya?"


"Anggap saja seperti itu. Apa kau bisa mempertemukan aku dengannya?"


"Hei, dia hanya pengusaha baru yang sedang beruntung setelah kematian calon istrinya. Kemampuannya dalam berbisnis masih diragukan banyak orang. Aku tidak percaya kau ingin menjalin bisnis dengannya!"

__ADS_1


"Hanya coba-coba saja, Kau tahu? Aku sedang bosan!"


"Dasar kau pria kelebihan uang. Untuk menghilangkan kebosanan kau justru uji nyali dengan membakar uang!" ucap sahabatnya.


"Mau memberi tahu atau tidak?"


"Baiklah, baik. Dasar kurang kerjaan. Aku dengar dia diundang ke sebuah pesta, aku rasa kau bisa bertemu dengannya!"


"Pesta?" Edward melangkah menuju tong sampah dan mengambil sebuah undangan yang dia lemparkan ke dalamnya pagi tadi karena kartu undangan itu sudah berada di atas mejanya dari beberapa hari yang lalu. Lagi pula dia tidak mau datang ke acara seperti itu.


"Yes, aku yakin kau pasti diundang jadi pergilah ke pesta itu jika ingin bertemu dengannya!"


"Baiklah, terima kasih atas informasinya."


"Hanya itu saja? Apa tidak ada minuman untuk informasi yang aku dapatkan?"


"Nah, ini yang aku tunggu!"


"Sampai bertemu nanti!" Edward meletakkan ponselnya lalu membuka kartu undangan yang baru saja dia ambil dari tong sampah. Sebuah pesta yang akan diadakan malam ini. Beruntungnya dia menghubungi sahabatnya dan tidak melewatkan pesta itu karena dia bisa bertemu dengan Acton Adam tanpa perlu membuat drama apa pun.


Ponsel kembali diambil, kali ini Edward hendak menghubungi Bitsy karena dia ingin Bitsy mendengar kabar baik yang akan dia berikan. Dia yakin Bitsy pasti akan senang. Edward bahkan sudah membayangkan ekspresi Bitsy yang manis. Mendadak dia jadi merindukan gadis itu.


"Edward," suara Bitsy sudah membuatnya begitu senang. Sepertinya dia benar-benar jatuh cinta pada Bitsy sampai membuatnya mabuk.


"Kenapa diam saja?" Bitsy sangat heran karena Edward diam saja.


"Sorry, aku terlalu senang mendengar suaramu"


"Gombal, kita bertemu setiap hari jadi jangan menggoda aku!" ucap Bitsy.

__ADS_1


"Aku tidak sedang menggodamu, Sayang. Aku benar-benar senang mendengar suaramu. Sekarang katakan padaku, apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sudah makan?"


"Tentu saja, Edward. Aku sedang bekerja, Katakan padaku kenapa kau menghubungi aku? Aku tidak bisa lama karena dilarang memainkan ponsel saat sedang bekerja."


"Baiklah, dengarkan aku. Malam ini kita akan pergi untuk menemui Acton Adam," ucap Edward.


"Benarkah?" Bitsy melihat sekitarnya lalu dia bersembunyi di bawah meja agar tidak ada yang melihatnya yang sedang berbicara dengan Edward.


"Yes, malam ini kau bisa bertemu dengannya oleh sebab itu kau harus bersiap-siap dan berdandanlah yang cantik."


"Aku benar-benar senang mendengarnya. Edward. Bagaimana kau melakukannya? Tidak sia-sia aku meminta bantuanmu."


"Hanya kebetulan saja, Sayang. kebetulan ada yang mengundang di mana Acton Adam akan hadir. Jadi ini adalah kesempatan kita untuk bertemu dengannya dan mencari petunjuk yang kau inginkan!"


"Aku sangat senang, Edward. Aku sudah tidak sabar menyelesaikan permasalahan hantu itu."


"Aku juga sudah tidak sabar!" ucap Edward.


"For what?" tanya Bitsy tidak mengerti.


"Kau akan tahu nanti, berdandanlah yang cantik. Kita akan pergi ke pesta nanti malam tapi ingat, jangan seperti saat di konser. Jangan jauh-jauh dariku dan jangan cari perkara dengan hantu mana pun!"


"Aku tahu, aku tidak akan membuatmu malu dan tidak akan mencari perkara dengan hantu mana pun. Terima kasih, Edward. Aku sudah harus kembali bekerja. Sampai bertemu nanti malam!"


"Aku akan menunggumu di lobi, kita pulang bersama!"


"Baiklah," Bitsy keluar dari bawah meja karena dia dan Edward sudah selesai berbicara. Tak menyangka bisa bertemu dengan Acton Adam begitu cepat. Dia akan berpura-pura menjadi sahabat Sarah yang baru pulang dari tempat jauh setelah sekian lama pergi. Dia akan berpura-pura mencari keberadaan Sarah agar Acton tidak curiga.


Semoga saja dia mendapatkan petunjuk dan dia juga berharap, tidak ada gangguan seperti yang terjadi ketika di tempat konser karena dia tidak mau bertemu dengan Martin kedua. Dia pun tidak akan berjauhan dari Edward agar dia tidak bertemu dengan hantu lain yang ingin meminta bantuan. Sekarang, dia harus kembali bekerja agar dia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya dia bisa cepat kembali.

__ADS_1


__ADS_2