Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Teror Dari Sang Ibu


__ADS_3

Suara pisau yang kembali di asah agar semakin tajam terdengar, iblis yang ada di dalam tubuh Mia terlihat menikmatinya. Pisau itu harus bisa langsung memotong tulang agar dia mudah menikmati makan malamnya. Lagi pula Darko belum pergi lama, dia akan menunggu sebentar sampai Darko tersesat di badai salju.


Darko yang berputar di tempat dibuat kebingungan. Dia tidak tahu lagi ke mana arah yang harus dia ambil, dia bahkan tersesat semakin jauh. Kompas yang dia bawa tidak berfungsi sama sekali. Sekarang dia benar-benar terjebak di badai salju yang semakin menggila. Niatnya untuk mencari bantuan justru membawanya ke dalam masalah, ke mana dia harus pergi sekarang? Semua terlihat sama karena sejauh mata memandang hanya ada hutan yang tertutup oleh salju dan sialnya, langit mulai gelap apalagi matahari memang sejak awal tidak terlihat di musim dingin seperti itu.


Mia berhenti mengasah pisaunya. Seringai kembali menghiasi wajah saat melihat mata pisau yang berkilat tajam. Dia rasa sudah cukup tajam dan sudah bisa memotong apa saja. Sekarang waktunya mencoba pisau itu apakah sudah sesuai dengan keinginan atau tidak.


"Hi.... Hi... Hi...!" Mia tertawa sambil melangkah keluar dari dapur. Pisau dipegang di tangan kanannya. Mia melangkah menuju kamar anak-anak di mana Bitsy dan kedua adiknya sedang tidur. Mia menghentikan langkah sejenak lalu berpaling melihat ke arah kandang kelinci yang ada di ruang keluarga.


Mia berjalan menuju kandang sambil tertawa, saatnya mencoba ketajaman pisau yang ada di tangan. Dua ekor kelinci yang ada di kandang ketakutan, kedua kelinci itu meringkuk di sisi kandang dan terlihat gemetar.


"Saatnya mencoba pisau itu dan mengisi energi untuk menangkap mangsa yang lebih lezat!" satu ekor kelinci diambil, seringai menghiasi wajah mia. Kelinci diangkat dan setelah itu, Sreeetttt!! Pisau tajamnya menebas kepala kelinci hingga putus. Pisau yang tajam, benar-benar tajam.


Darah kelinci menetes di atas lantai, buru-buru iblis itu meminum darahnya karena dia tidak boleh menyia-nyiakan sumber energi yang dia butuhkan untuk menangkap anak-anak tapi dia yakin hanya Angela saja yang bisa lari karena Bitsy sedang sakit dan Rian bayi yang tidak akan bisa ke mana pun.


Suara kepala kelinci yang jatuh ke atas lantai mengejutkan Bitsy yang sudah terbangun sedari tadi. Bitsy berusaha untuk bangun dari tempat tidur, obat yang dia minum tadi membuat keadaannya sedikit membaik meski kepalanya masih terasa sakit.


"Daddy," Bitsy melihat kamarnya di mana kedua adiknya sedang tidur. Suara deritan lantai terdengar di mana seseorang sedang melangkah mendekati kamarnya. Karena rumah itu sudah tua, beberapa lantai yang terbuat dari papan memang sudah terbuka dan terungkit sehingga diinjak akan menimbulkan suara.


"Daddy," Bitsy kembali memanggil, kenapa firasatnya buruk?


"Kakak," Angela mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Angela, buka pintunya. Mommy membawakan obat untuk kakakmu," terdengar suara ibunya yang memanggil dari luar.


"Mommy!" Angela melompat turun dari atas ranjang karena dia ingin membuka pintu.


"Jangan, Angela!" cegah Bitsy.


"Kenapa? Mommy membawa obat untukmu," Angela melihat ke arah kakaknya dengan ekspresi heran.


"Di mana Daddy?" tanya Bitsy.

__ADS_1


"Daddy pergi mencari dokter untukmu."


"Apa?" Bitsy berusaha untuk duduk di atas ranjang, padahal dia sudah meminta ayahnya untuk tidak pergi tapi kenapa ayahnya justru pergi dan meninggalkan mereka bertiga dengan ibu mereka yang menakutkan?


"Buka pintunya, Angela. Biarkan Mommy masuk ke dalam," pinta iblis itu dengan suara memelas agar Angela membuka pintu untuknya.


"Tunggu, Mommy. Angela akan membukanya untuk Mommy" teriak Angela.


"Jangan, Angela. Jangan lakukan!" cegah Bitsy.


"Tapi Mommy menunggu," Angela jadi serba salah.


"Cepat buka, Angela. Apa Angela sudah tidak patuh lagi pada Mommy?"


"Kita akan dimakan, Angela. Jangan dibuka!" Bitsy masih berusaha mencegah karena dia tahu ibunya yang menakutkan pasti ingin memakan mereka.


"Tidak apa-apa, Daddy berkata kita harus bersama dan saling menjaga!" Angela yang polos sudah melangkah mendekati pintu.


"Dia bukan Mommy, Angela. Jangan buka pintunya karena kita akan dimakan!" Bitsy merangkak turun sambil menarik tubuhnya yang lemah. Dia harus mendapatkan senjata yang dia sembunyikan untuk digunakan melawan sosok ibunya yang jahat.


"Bukan Angela, Mom. Daddy yang memerintahkan Angela untuk mengunci pintunya," kunci sudah akan diputar tapi suara teriakan kakaknya membuat Angela terkejut.


"Kita semua akan mati, Angela. Di luar sana tidak ada Mommy, dia yang telah memakan kelinci milikmu!" Bitsy berteriak sambil berpegangan pada ujung ranjang agar dia bisa berdiri. Dia harus mencegah Angela dan melindungi kedua adiknya.


"Benarkah?" Angela kembali melangkah mundur setelah mendengar kelinci miliknya disebut.


"Kelincimu tidak lari karena Mommy yang memakannya!"


"Kau bohong," ucap Angela tidak percaya.


"Bitsy bohong, Angela. Mommy tidak memakan kelinci milikmu," iblis itu sok membela dirinya.

__ADS_1


"Diam, kau bukan Mommy!" teriak Bitsy, "Kemarilah, Angela. Di luar sana adalah hantu yang memakan kelinci milikmu. Percayalah, jika kelincimu lari, kenapa hanya satu dan kandangnya tidak rusak sama sekali? Hantu itu yang memakannya, dia yang memakan kelinci kesayanganmu!" ucap Bitsy sambil mengulurkan tangan ke arah adiknya.


"Jangan meracuni pikiran adikmu, Bitsy. Aku ibu kalian dan bukan hantu!" teriak iblis yang ada di tubuh Mia.


"Mommy tidak pernah berteriak seperti ini pada kami!" teriak Bitsy.


Angela mulai melangkah mundur, dia jadi ragu dan pesan yang disampaikan oleh ayahnya teringat. Mendadak dia jadi takut oleh sebab itu Angela menjauh dari pintu.


"Hi.... Hi... Hi... Hi....!" iblis itu justru tertawa dengan suara mengerikan yang membuat Angela semakin takut.


"Apa kalian pikir pintu ini bisa menghalangi aku?" kini dia tidak perlu menjadi ibu yang baik lagi dan harus menunjukkan jati dirinya pada anak-anak.


"Bitsy, takut!" Angela berlari menghampiri kakaknya dan ketakutan karena suara tawa mengerikan si iblis.


"Kemarilah anak-anak, Mommy sangat ingin memakan daging kalian yang lezat!" suara pisau yang dimainkan di daun pintu pun terdengar.


"Pergi kau, hantu jahat pergi!" teriak Bitsy sambil memeluk adiknya yang ketakutan.


"Ha.... Ha.... Ha... Ha...!" Iblis itu justru tertawa lalu, Dhukkk!! Pisau dihujamkan di atas daun pintu.


"Malam masih panjang anak-anak. Ayah kalian tidak akan kembali dan aku akan memakan daging kalian dengan perlahan. Hi... Hi... Hi.... Hi... !"


"Daddy, takut Daddy!" Angela berteriak menangis karena dia benar-benar takut dengan suara tawa ibunya yang menyeramkan.


"Buka pintunya, Angela. Buka!" teriakan iblis itu melengking tinggi membuat Bitsy dan Angela menutup telinga. Rian yang sedang tertidur terkejut lalu menangis dengan keras.


Dhuk... Dhuk.... Dhuk.... Dhuk... Itu suara pisau yang dihujamkan ke daun pintu tentunya disertai dengan teriakan yang menakutkan.


"Buka... Buka.. Buka!"


"Takut, Bitsy, Takut!" teriak Angela seraya menangis dengan keras.

__ADS_1


Iblis yang ada di dalam tubuh Mia terus menghujamkan pisau ke daun pintu hingga tembus dan mata pisau yang tajam terlihat dari dalam.


"I can smell you, Kids," iblis itu tampak lapar dan haus. Dia sudah tidak  sabar mendapatkan anak-anak yang ketakutan dan berteriak di dalam sana. Tangisan dan teriakan bercampur menjadi satu tapi iblis itu tetap menghujamkan pisaunya  ke daun pintu untuk menangkap ketiga anak malang yang tidak berdaya.


__ADS_2