
Bitsy menghubungi Nadia saat jam makan siang. Dia melakukan hal itu karena dia ingin tahu akan keanehan yang dia alami saat berada di dekat Edward. Selama ini kemampuan yang dia miliki tidak pernah hilang mau dia dekat dengan pria mana pun tapi pria itu, sungguh membuatnya penasaran. Dia yakin pria itu manusia karena orang-orang juga melihatnya. Dia makan dan minum, dia pun tidak melayang di udara. Hantu tidak mungkin menyamar sesempurna itu karena yang bisa mereka lakukan adalah meniru suara saja.
Sebaiknya dia mewaspadai pria itu karena mereka baru mengenal. Dia memang bisa melihat hantu tapi dia tidak pandai menilai orang apalagi di dunia ini yang baik belum tentu baik. Jangan sampai dia sedang sibuk menghindari hantu tapi dia justru terjebak oleh manusia.
Nadia sudah tua tentunya dia sudah memiliki dua orang anak dari hasil pernikahannya dengan Erick. Semenjak kejadian tidak menyenangkan yang terjadi belasan tahun silam, mereka kembali hidup seperti biasanya. Nadia dikarunia dua orang anak yang mengikuti jejaknya dengan menjadi polisi. Nadia yang sudah tidak bekerja tentu saja langsung menjawab panggilan dari Bitsy, keponakannya yang memiliki keistimewaan.
"Ada apa., Bitsy? Apa kau ingin mengatakan pada Aunty jika kau sudah punya pacar?" tanya Nadia.
"Bukan begitu, Aunty. Jangan asal bicara, bisa gawat jika Daddy tahu!" jika ayahnya tahu dia yakin ayahnya pasti akan langsung datang.
"Baiklah, bagaimana dengan keadaanmu di sana? Aunty dengar kau dipindahkan ke Amerika."
"Benar, pasti Daddy yang mengatakannya."
"Tentu saja, dia sedih karena kau tidak ada di rumah lagi. Hampir setiap hari dia menghubungi Aunty karena sepi dan merindukan dirimu."
"Ya ampun Daddy!" Bitsy memijit pelipis. Ayahnya terlalu berlebihan tapi ini memang kali pertama mereka berpisah cukup jauh seperti itu.
"Jangan menyalahkan ayahmu, dia mengkhawatirkan keadaanmu karena dia sayang padamu."
"Baiklah, Aunty. Aku akan menghubungi Daddy nanti. Aku menghubungi Aunty karena ada yang ingin aku bicarakan dengan Aunty."
"Apa itu, katakan?"
Bitsy melihat sekitarnya, dia tidak mau ada yang mendengar apa yang akan dia bicarakan karena dia takut orang-orang menganggapnya aneh apalagi dia sedang berada di kantor. Tidak ada siapa pun, sepertinya aman.
"Sebenarnya aku baru saja mengenal seorang pria, Aunty," ucap Bitsy.
__ADS_1
"Apa benarkah? Apa kau sudah punya pacar?" Nadia justru berpikir jika Bitsy memiliki pacar.
"Bukan begitu, Aunty. Ada yang aneh pada pria itu."
"Aneh seperti apa?"
"Aku tidak tahu kenapa tapi setiap kali aku berdekatan pria itu, kemampuanku untuk melihat hantu tiba-tiba hilang."
"Benarkah? Kenapa bisa?" Kini Nadia jadi penasaran.
"Aku tidak tahu, Aunty. Setiap kali aku dekat dengannya, aku tidak bisa melihat mereka. Bagaimana menurut Aunty, apakah ada yang salah dengan pria itu?" dia harap dia mendapatkan jawaban yang bagus dari Aunty Nadia.
"Aunty tidak tahu, Bitsy. Aunty tidak mengerti dengan hal itu tapi jika memang kemampuanmu hilang saat dekat dengan pria itu, bukankah itu sangat bagus? Mungkin saja dia pria yang akan membantumu atau bisa saja dia adalah jodohmu karena dia memiliki keistimewaan yang bisa membuat kau tidak bisa melihat para hantu lagi."
"Jodoh apa? Jangan dihubungkan dengan jodoh, Aunty."
"Aunty mengada-ada!" ucap Bitsy.
"Memang, Aunty asal bicara. Jangan terlalu percaya dengan pria itu, cari tahu apa keinginannya. Meski kau tidak bisa melihat hantu saat berada di dekatnya, tapi kau tidak boleh terlalu pasrah saat pria itu memintamu melakukan hal yang aneh."
"Aku tahu, Aunty. Terima kasih sudah mengingatkan aku."
"Baiklah, apa ada hal lain yang ingin kai bicarakan lagi?"
"Tidak ada, maaf sudah mengganggu waktu Aunty," Bitsy melihat jam, masih ada waktu untuk makan siang. Karena dia sudah selesai berbicara dengan Aunty Nadia jadi Bitsy pergi ke bawah untuk membeli roti dan kopi namun sosok La Lionora, hantu bergaun putih yang ada di seberang jalan membuatnya terkejut.
Dia tidak menduga jika hantu itu mengikutinya dan menunjukkan wujudnya saat siang hari. Apakah hantu itulah yang berada di dalam kamarnya? Jika begitu, dia benar-benar akan diteror oleh hantu itu sepanjang hari jika dia tidak membantunya.
__ADS_1
Bitsy bergegas membeli roti dan segelas kopi, itu cukup untuk makan siang. Lagi pula dia harus berhemat karena dia masih memiliki tanggungan. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Bitsy kembali sambil menunduk. Dia kembali melihat La Lionora sudah berada tidak jauh darinya. Sial, apa sebenarnya yang diinginkan oleh hantu itu?
"Help me, please. Help me!" permintaannya terdengar menyedihkan. Sesungguhnya Bitsy iba dengan hantu itu tapi dia takut jika dia menolong hantu itu, dia terlibat dengan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Bitys tidak peduli namun hantu itu mengikutinya. Hantu bergaun pengantin itu tahu jika Bitsy bisa melihatnya bahkan dia sudah berada di sisi Bitsy saat itu dengan keadaan yang mengerikan. Bitsy tidak bisa memakan rotinya, bagaimana dia bisa menghindari hantu menakutkan itu?
"Tolong jangan mengganggu aku," pinta Bitsy dengan pelan.
"Aku butuh bantuanmu, tolong!" hantu itu menunduk dan mendekatkan wajah mengerikannya ke Bitsy.
"Pergi, jangan ganggu aku!" Bitsy mencengkeram tangannya yang gemetar.
"Aku butuh bantuanmu!" bisikan hantu itu terdengar menakutkan.
Bitsy berusaha untuk tidak mempedulikan. Dia pun mencoba menikmati kopi dan rotinya meski sulit. Hantu La Liorona tidak pergi, menunggunya sampai dia selesai bekerja bahkan hantu itu mengikutinya pulang. Bitsy memakai kaca mata hitamnya lagi, dia harap hantu itu segera pergi namun bayang-bayang hitam mulai melayang mendekatinya karena hantu La Lionora itu mengikuti dirinya.
Sial, inilah yang dia takutkan. Apakah dia harus membantu hantu itu? Lagi-Lagi dia berpikir demikian dan jawabannya hanya satu, dia tidak bisa membiarkan masalah berlarut karena hantu itu sudah berani mengikuti dirinya dan sudah tahu akan kemampuannya. Padahal dia mau hidup tenang tapi hantu bergaun pengantin itu sepertinya tidak akan berhenti.
Bitsy yang berusaha menghindar benar-benar diikuti apalagi dia tidak bertemu dengan Edward. Saat seperti itu dia justru sangat ingin bertemu dengan Edward agar hantu-hantu itu tidak mengikuti. Mendadak dia jadi ketergantungan dengan pria itu. Tidak benar, jangan sampai dia terlalu berharap namun dia takut untuk masuk ke dalam lift karena para hantu itu berada di sekitarnya.
Agar tidak diikuti sampai ke kamar, Bitsy sengaja berdiri di depan lobi cukup lama sampai akhirnya para arwah itu pergi dan menyisakan La Lionora. Bitsy membuka kaca mata hitamnya dan menatap hantu itu dengan tatapan tidak senang.
"Jika ingin dibantu, jangan mengikuti aku sampai ke kamarku!" ucapnya dan setelah itu Bitsy melangkah pergi. Security yang melihatnya berbicara seorang diri tentu saja sangat heran. Gadis yang sangat aneh. La Lionora masih mengikuti, Bitsy menghentikan langkah dan terlihat kesal.
"Jangan mengikuti aku!" teriak Bitsy sebelum dia berlari pergi.
Beberapa orang yang ada di sana tentu saja sangat heran begitu juga dengan Edward yang baru saja tiba. Padahal dia ingin menghampiri Bitsy tapi Bitsy sudah berteriak dan berlari pergi. Aneh, apa ada yang mengganggu Bitsy? Tapi siapa? Tidak ada siapa pun yang mengikuti Bitsy tapi gadis itu justru ketakutan.
__ADS_1
Rasa penasarannya semakin tinggi, dia yakin ada yang sedang disembunyikan oleh gadis itu dan dia justru semakin tertantang untuk mendekati gadis misterius seperti Bitsy.