
Bitsy diam saja, tidak banyak bicara. Jika tidak ditanya maka dia akan diam saja. Sikapnya itu tentu saja membuat Edward penasaran. Dia tahu telah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di dalam kamar Bitsy dan dia pun tahu Bitsy pasti sedang memikirkan hal itu.
Senyuman tipis menghiasi wajah Bitsy sesekali saat Edward menatapnya. Sesungguhnya dia sangat ingin kembali ke kamarnya dan berdiskusi dengan La Lionora karena dia tahu hantu itu sudah sangat membutuhkan bantuannya. Seandainya hantu itu tidak berbuat kasar, dia pasti akan membantu.
"Kenapa? Apa makanan yang aku buat tidak enak?" tanya Edward karena Bitsy terlihat tidak berselera.
"Tidak, bukan begitu. Makanan ini bahkan lebih enak dari pada makanan yang aku buat!"
"Benarkah? Apa mau aku buatkan setiap hari?" Edward memandangi ekspresi wajah Bitsy yang terlihat terkejut.
"Ti-Tidak, aku tidak mau merepotkan dirimu!" ucap Bitsy.
"Aku tidak merasa demikian, jika kau mau menjadi pacarku maka kau tidak akan merepotkan aku bahkan kau boleh tinggal di sini. Kau tidak perlu kembali ke dalam kamarmu yang menakutkan itu!"
"Aku tidak mau!" ucap Bitsy.
"Kenapa? Apa kau lebih suka dengan kamarmu yang menakutkan itu dari pada bersama denganku?"
"Kamarku tidak menakutkan. Mereka hanya datang sesekali saja!" Bitsy kelepasan mengatakan hal itu.
"Mereka? Siapa?" tanya Edward dengan harapan Bitsy mau mengatakan siapa yang dia maksudkan.
"Me-Mereka," Bitsy menunduk, dia sudah salah bicara.
"Katakan padaku, Bitsy. Jangan takut. Aku pasti akan membantumu jika memang kau berada di dalam masalah!"
"Aku bukannya tidak ingin mengatakannya padamu, Edward. Aku?" Bitsy menunduk dan terlihat ragu.
"Aku apa? Apa karena kau tidak percaya padaku?"
"Aku memang tidak percaya padamu terlebih aku tidak mengenal dirimu dan aku aneh. kau pasti akan menertawakan aku dan menjauhi aku setelah mengetahuinya!"
__ADS_1
"Aku tidak akan seperti itu, Bitsy. Kenapa kau berpikir demikian? Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Hanya karena kau aneh lalu aku menertawakan dirimu? Aku bukan anak muda labil yang akan melakukan hal demikian jadi jangan ragu untuk mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi."
Bitsy mengangkat wajahnya untuk memandangi Edward tapi dia kembali menunduk dengan keraguannya. Apa dia harus mempercayai pria itu? Jangan sampai dia melarikan diri dari hantu tapi dia justru terjebak dengan manusia yang lebuh menakutkan dari pada hantu.
"Bitsy, apa yang kau ragukan? Jika aku ingin berbuat jahat padamu maka sudah aku lakukan semalam karena aku bisa melakukan apa pun padamu yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan jika aku mau pun, aku bisa menaruh sesuatu di dalam makanan ini untuk menjebakmu tapi aku tidak melakukannya. Banyak celah untukku jika aku hendak berbuat jahat Bitsy, tapi aku tidak melakukannya karena aku bukan baj*ngan yang ingin berbuat jahat padamu jadi percayalah."
Bitsy kembali mengangkat wajah untuk yang kedua kali. Edward memang memiliki kesempatan jika ingin berbuat jahat. Yang dikatakan oleh pria itu memang benar, sepertinya dia yang terlalu takut karena kemampuannya yang bisa melihat hantu. Betapa bodohnya dia, mereka tidak memiliki hubungan apa pun jadi dia tidak perlu takut jika Edward menertawakan dirinya dan menjauhinya hanya karena kemampuannya.
"Jadi? Mau berbagi denganku, bukan? Kau mau mengatakan padaku apa yang sedang terjadi di dalam kamarmu dan mau mengatakan siapa mereka yang kau maksudkan tadi?"
"Mungkin aneh, Edward. Tapi aku bisa melihat hantu!" ucap Bitsy.
"Apa kau bilang?" Edward tampak terkejut mendengar perkataan Bitsy.
"Mereka ada di sekitarku, mereka semua menakutkan. Aku berusaha menghindar agar tidak terlibat dengan mereka tapi mereka selalu ada. Waktu di konser aku melihat hantu wanita dan dia mengejar aku. Aku tidak tahu apa yang terjadi dan kejadian aneh yang kau lihat dua kali di kamarku, itu karena ulah hantu yang ingin meminta bantuan dariku!" terserah Edward mau percaya atau tidak, dia sudah mengatakannya dan pria itu mau percaya atau tidak dia tidak peduli.
"Jadi ini alasan kenapa kau bertanya padaku apakah aku percaya dengan hantu atau tidak?"
"Aku sungguh tidak menyangka ada hal seperti ini, Bitsy. Sekarang terjawab sudah kenapa kau mengalami kejadian tidak menyenangkan itu. Pasti berat untukmu karena harus di kelilingi oleh hantu-hantu yang menakutkan!"
"Apa kau tidak menganggap aku aneh?" kini Bitsy berani melihatnya.
"Tentu saja tidak. Itu adalah kelebihan yang kau miliki, kelebihan istimewa yang tidak semua orang miliki dan itu tidak aneh bahkan kau adalah orang yang istimewa."
"Terima kasih, tolong jangan katakan pada siapa pun karena selain keluargaku, orang asing yang tahu hanya kau saja!" pinta Bitsy. Dia harap Edward tidak mengatakannya pada siapa pun.
"Aku jadi tersanjung dan aku berjanji akan menjaga rahasia ini untukmu. Sekarang makanlah lagi atau kau mau makanan yang lainnya?"
"Tidak, ini sudah cukup. Terima kasih atas undangan makannya."
"Tidak perlu berterima kasih!" Edward beranjak untuk mengambil sebotol anggur yang akan dia nikmati dengan Bitsy.
__ADS_1
Bitsy menikmati makanannya kembali meski sudah dingin namun bukan itu yang mengganggu dirinya. Suara ketukan di jendela menarik perhatian Bitsy dan ketukan itu terdengar setelah Edward pergi. Bitsy beranjak lalu melangkah menuju jendela. Dari sana dia bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah karena rumah Edward berada di lantai paling atas.
Bitsy melihat-lihat, mencari sumber suara. Jangan katakan itu adalah hantu pria yang selalu berada di luar jendela namun sosok yang masuk ke dalam melalui jendela dan berdiri di hadapannya membuat Bitsy terkejut. Hantu itu sudah pasti La Lionora. Dia tidak terlihat menakutkan tapi dia justru terlihat sedang sedih.
"Kali ini kau harus itu aku dan membantu aku!" ucapnya.
"Kau menakuti aku, bagaimana aku bisa membantumu?"
"Aku melakukannya agar kau ikut jadi ikut aku sekarang jika tidak, ibu dan adikku akan mati!"
"Apa kau bilang?" Bitsy terkejut mendengar perkataan hantu bergaun pengantin itu.
"Please, kau harus cepat!"
"Baiklah, katakan ke mana aku harus pergi!" Bitsy melangkah menuju pintu, dia harus pergi tapi kemunculan Edward membuat hantu itu menghilang.
"Ke mana kita akan pergi?" Bitsy kembali bertanya pada hantu La Lionora.
"Apa maksudmu Kita mau pergi ke mana?" tanya Edward.
"Bukan itu maksudku!" ucap Bitsy.
"Lalu?" Edward benar-benar tidak mengerti.
"Cepat!" terdengar suara hantu La Lionora yang tak terlihat wujudnya.
"Maaf. Edward. Aku harus pergi!"
"Ke mana? Kita belum selesai makan dan kau ingin mengajakmu minum anggur," ucap Edward seraya mengangkat botol anggur yang dia bawa.
"Ada yang meminta bantuanku jadi aku harus pergi!"
__ADS_1
"Jika begitu aku ikut!" Edward meletakkan botol anggur yang ada di tangan dan setelah itu dia mengikuti Bitsy. Entah ke mana Bitsy mau pergi yang pasti dia harus ikut. Bitsy yang tidak bisa melihat La Lionora tapi bisa mendengar suaranya mengikuti petunjuk untuk pergi menyelamatkan ibu dan adiknya yang sedang dalam bahaya dan dia tidak tahu hantu itu serius atau tidak.