Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Kemampuan Yang Didapatkan Setelah Teror


__ADS_3

Bitsy dan Angela kembali ke sekolah seperti biasanya lagi setelah teror mengerikan yang telah terjadi. Tidak ada yang curiga karena para tetangga beranggapan jika Darko pergi membawa ketiga anaknya untuk menenangkan diri setelah kematian Mia.


Nadia dan Erick sudah kembali ke Belanda, kehidupan Darko dan anak-anaknya sudah kembali Normal meski ketidakberadaan Mia di rumah memang membuat mereka merasa sepi apalagi pekerjaan Darko semakin bertambah karena selain bekerja, dia pun harus melakukan pekerjaan rumah serta mengurus ketiga anaknya.


Bitsy yang sudah mulai mengerti dan paham tentu saja membantu ayahnya untuk menjaga kedua adiknya saat pulang sekolah. Sekarang Darko lebih fokus mencari uang untuk mengembalikan kehidupan mereka agar kebutuhan ketiga anaknya dapat terpenuhi.


Sebelum bus sekolah tiba, Bitsy duduk di bagian tengah dan melihat jalanan yang dia lalui sambil termenung. Angela bermain dengan sahabat-sahabatnya namun tidak dengan Bitsy yang mendadak bisa melihat makhluk gaib setelah melewati hal mengerikan di peternakan.


Bitsy yang sedang termenung terkejut saat melihat anak kecil yang berdiri di sisi jalan sambil melihat ke arahnya. Wajah anak kecil itu pucat dan cacat sebelah. Karena takut, Bitsy buru-buru berpaling karena dia tidak mau melihatnya. Entah sudah keberapa kali dia tidak tahu yang pasti dia bisa melihat mereka di mana pun.


"Apa kau bisa melihat aku?" tiba-tiba saja sosok lain sudah berdiri di sampingnya dengan kepala yang hampir lepas. Bitsy diam, tidak menjawab karena dia tahu jika dia menjawab maka sosok seram itu akan mengikutinya pulang.


"Apa kau bisa melihat aku?" sosok seram itu kembali bertanya padanya namun Bitsy masih tidak mau menjawab. Sosok seram itu pergi karena Bitsy tidak melihatnya padahal Bitsy hanya pura-pura saja.


"Bitsy, kita sudah sampai!" panggilan Angela menyadarkan Bitsy yang ketakutan. Tas segera diraih, Bitsy segera beranjak dari tempat duduk dan melangkah cepat karena dia sudah tidak sabar untuk turun dari bus. Angela yang tidak bisa melihat tentu saja tidak merasakan ketakutan seperti yang Bitsy rasakan.


Bitsy yang bisa melihat selalu dihantui rasa takut karena sosok mengerikan itu ada di mana saja. Di gang yang sempit, tempat yang gelap juga di tempat yang kotor. Mereka ada di mana-mana tapi yang paling dia takutkan adalah hantu yang ada di sisi jalan di mana dia harus menyeberang jalan karena para hantu itu akan mengikutinya seperti mencoba menggoda Bitsy agar bisa berkomunikasi dengannya.


"Bitsy, kenapa kau diam saja?" tanya Angela karena kakaknya diam saja dengan tatapan mata tak lepas dari rumah kosong yang tidak jauh dari rumah mereka.


"Ti-Tidak ada apa-apa!" Bitsy menarik tangan adiknya dan berlari pergi.


"Jangan tarik tanganku!" pinta Angela.


"Ayo cepat, tidak boleh terlalu lama berada di luar!" ucapnya.


"Kenapa? Apa kau melihatnya lagi?" tanya Angela yang sudah tahu jika sang kakak bisa melihat hantu.


"Tidak, ayo!" dusta Bitsy yang takut jika ada hantu yang mendengar lalu mengikuti mereka.


Mereka terus berlari sampai tiba di rumah, Darko yang sedang berbicara dengan adiknya terkejut saat kedua putrinya masuk ke dalam sambil menutup pintu dengan keras.


"Girls, kenapa kalian berlari seperti itu?"

__ADS_1


"Bitsy melihatnya lagi, Dad," jawab Angela.


"Bitsy takut, Dad."


"Baiklah, nanti kita bahas hal ini. Aunty ingin berbicara dengan kalian!"


"Aunty!" Angela berlari ke arah ayahnya sambil melepaskan tas. Tentunya dia ingin berbicara dengan bibinya. Darko memberikan gagang telepon lalu melangkah mendekati Bitsy yang sedang menyimpan sepatu serta melepaskan tas sekolah.


"Katakan pada Daddy, hari ini berapa kali Bitsy melihatnya?" tanya Darko. Semua gara-gara dirinya sehingga Bitsy bisa melihat makhluk tak kasat mata yang tak bisa dilihat oleh sembarangan orang.


"Banyak, Dad. Di sekolah, di jalan dan di bus. Di rumah kosong yang ada di sisi jalan itu juga anak kecil yang selalu melihat Bitsy dengan kedua matanya  yang hitam."


"Baiklah. Pasti bukan hal yang menyenangkan dapat melihat mereka, bukan?"


"Memang tidak, Dad. Bitsy takut!"


"Maaf, gara-gara Daddy kau jadi bisa melihatnya padahal sebelumnya tidak tapi Daddy harap kau bisa membiasakan diri melihat mereka. Jika kau tidak mempedulikan mereka, maka mereka tidak akan mengganggumu!"


"Apa mereka akan pergi begitu saja, Dad?"


"Baiklah, Bitsy memang selalu melakukan hal itu!"


"Gadis pintar!" Darko mengusap kepala putrinya, kehidupan Bitsy tidak akan mudah untuk kedepannya karena kemampuan yang dia dapatkan.


"Bitsy.... Bitsy, Aunty akan memiliki bayi!" teriak Angela.


"Benarkah?" Bitsy mendekati adiknya yang masih berbicara dengan Nadia.


"Benar, Aunty Nadia berkata jika dia akan memiliki bayi sebentar lagi!"


"Berikan padaku!" Bitsy mengambil gagang telepon yang ada di tangan adiknya. Itu kabar baik karena Nadia dan Erick memang sudah lama menantikan kehadiran anak di dalam rumah tangga mereka dan sekarang, mereka mendapatkannya.


"Apa benar, Aunty?" tanya Bitsy.

__ADS_1


"Yes, tentu saja. Sebentar lagi Aunty akan memiliki bayi yang lucu," ucap Nadia.


"Selamat untuk Aunty, aku akan mengajak Daddy mengunjungi Aunty!" ucap Bitsy tanpa tahu keuangan ayahnya sedang kritis.


"Aunty tunggu tapi Aunty mendengar jika Bitsy bisa melihat hantu, apa itu benar?" Nadia baru saja mendapat kabar dari kakaknya akan hal itu.


"Benar, Aunty. Bitsy jadi bisa melihat mereka di mana saja. Bitsy takut Aunty apalagi dengan hantu yang ada di jalanan."


"Baiklah, memang bukan hal yang menyenangkan bisa melihat mereka tapi jika Bitsy bisa melihat mereka itu berarti Bitsy mendapatkan berkat."


"Berkat untuk apa, Aunty?" tanya Bitsy tidak mengerti.


"Tentu saja berkat untuk membantu mereka. Biasanya para arwah seperti itu tidak bisa kembali karena ada suatu urusan yang belum selesai namun tak ayal mereka tidak bisa pergi karena belum waktunya mati seperti mati akibat bunuh diri atau yang lainnya."


"Apa Bitsy harus membantu mereka?"


"Tidak, Bitsy masih kecil jadi tidak boleh. Hindari saja untuk saat ini tapi jika Bitsy sudah dewasa dan tahu untuk apa kemampuan yang Bitsy dapatkan, maka gunakan kemampuan yang Bitsy dapatkan dengan baik. Bitsy mengerti bukan?"


"Tentu saja, Aunty. Bitsy akan memikirkannya setelah dewasa nanti."


"Bagus, gadis pintar. Aunty sangat senang mendengarnya. Jangan terlalu takut lagi saat melihat mereka karena semakin Bitsy takut maka mereka akan tahu jika Bitsy bisa melihat. Bitsy tidak mau sampai ada yang ikut ke dalam rumah, bukan? Rian masih kecil jadi Bitsy harus memikirkan hal itu."


"Tidak mau, Aunty, Tidak mau!" tolak Bitsy.


"Suatu saat Bitsy pasti akan menyadari untuk apa kemampuan yang Bitsy dapatkan tanpa sengaja itu."


"Terima kasih, Aunty. Bitsy akan memikirkan untuk apa kemampuan ini."


"Bagus, sekarang berikan teleponnya pada Daddy. Aunty ingin berbicara dengannya!"


"Daddy," Bitsy memberikan gagang telepon pada ayahnya yang sedang menggendong Rian.


"Pergilah mandi, dan setelah itu makan!" Darko mengusap kepala Bitsy sebelum mengambil gagang telepon.

__ADS_1


"Baik, Dad!" Bitsy berjalan pergi namun Angela mulai mengganggunya. Mereka berdua berlari menuju kamar sambil bercanda. Darko berbicara dengan Nadia sebentar dan setelah itu dia masuk ke kamar kedua putrinya di mana suara mereka berdua terdengar begitu berisik di dalam kamar mandi.


Tatapan Darko kini tertuju pada foto keluarganya. Meski sudah tidak ada Mia, dia tidak akan menikah lagi karena cintanya hanya untuk Mia saja dan dia akan membesarkan ketiga anaknya dengan kemampuannya. Meski dia akan kesepian karena tidak ada lagi yang menemani dirinya tapi ketiga anaknya sudah cukup karena dia akan menebus kesalahan yang dia lakukan apalagi gara-gara kejadian itu, Bitsy jadi bisa melihat roh halus dan kemampuan yang dia miliki entah baik atau tidak.


__ADS_2