Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Darahmu Sangat Wangi


__ADS_3

Mia mencurahkan perhatiannya dengan mengobati luka yang ada di kedua lengan Bitsy. Si iblis yang pandai memainkan perannya untuk mengelabui apalagi dia bisa mengetahui apa saja. Angela duduk di sisi mereka untuk melhat apa yang dilakukan, sedangkan Darko memandikan putranya yang dibawa lari oleh putrinya.


Selama ibunya mengobati luka-luka yang ada di lengan, Bitsy benar-benar tidak berani melihat rupa ibunya. Dia tahu sosok yang menjelma sebagai ibunya itu tidak akan menunjukkan rupanya yang menakutkan karena ada Angela. Ibunya mungkin bisa mengelabui ayahnya dan Angela tapi tidak dengannya.


"Bitsy, kenapa kau lari dari rumah?" tanya Angela. Gadis polos itu mudah diperdaya oleh iblis yang ada di dalam tubuh ibunya oleh sebab itu Angela tidak pernah mempercayai apa yang kakaknya ucapkan.


"Aku ingin mencari Aunty Nadia," jawab Bitsy.


Aunty Nadia? Begitu mendengar nama itu, Mia menatap tajam putrinya. Siapa yang dimaksud oleh Bitsy? Dia harus mencari tahu sebelum wanita bernama Nadia itu justru menjadi ancaman untuknya. Bagaimanapun dia tidak boleh kehilangan jiwa murni dan daging yang lezat. Iblis yang ada di dalam tubuh Mia mulai membaca ingatan yang Mia miliki sampai akhirnya dia tahu siapa Aunty Nadia yang dimaksud oleh Bitsy. Wanita yang cukup berbahaya, jangan sampai Bitsy menemukannya.


"Tapi kita tidak tahu di mana Aunty Nadia tinggal. Saat Mommy mengalami kecelakaan saja Aunty Nadia tidak datang karena Daddy berkata Aunty tinggal sangat jauh!"


"Bitsy begitu benci dengan Mommy, oleh sebab itu Bitsy lari dari rumah. Apakah Bitsy benar-benar tidak menyukai Mommy lagi dan tidak sayang dengan Mommy seperti dulu?" Mia memperlihatkan ekspresi sedih untuk mengelabui anak-anak yang masih polos.


"Jangan menipu!" teriak Bitsy.


"Bity!" bentakan ayahnya terdengar. Darko menatap putrinya dengan tajam, "Kau sudah berjanji dengan Daddy, apa kau ingin Daddy hukum sekarang?" ancam ayahnya.


"Tidak, Daddy, Tidak mau!"


"Segera minta maaf pada Mommy. Sudah Daddy katakan jangan bersikap kasar Mommy. Dia ibumu jadi kau harus menghormatinya!"


"Maaf, Mommy!" Bitsy menunduk, selama ayahnya tidak melihat maka ayahnya tidak akan percaya.


"Daddy, kita sudah lama tidak berbicara dengan Aunty Nadia. Bagaimana jika Daddy menghubungi Aunty," ucap Angela.


"Tidak, Angela!" Darko melangkah menghampiri dan mendudukkan Rian serta memberikannya mainan.


"Mulai sekarang tidak ada lagi alat komunikasi!" jawab ayahnya. Bisa celaka jika adiknya tahu apa yang terjadi. Nadia pasti akan mengetahui apa yang dia lakukan lalu membawa ketiga anaknya pergi karena menganggapnya sudah gila tanpa mau mendengar jika apa yang dia lakukan semata-mata untuk anak-anak dan agar kebahagiaan mereka kembali.


"Kenapa, Daddy? Apa tidak ada telepon di rumah ini?" tanya Bitys.

__ADS_1


"Tidak ada, mulai sekarang kita adalah peternak. Kita tidak perlu tahu dunia luar. Setelah makan Daddy akan pergi ke sekolah jadi kalian harus menjadi anak baik selama di rumah!"


"Tapi aku ingin berbicara dengan Aunty Nadia, Daddy!" rengek Bitys.


"Tidak, Bitsy. Jangan mengganggu Aunty yang sedang sibuk!"


"Sudah, jangan bertengkar. Bitsy baru kembali, jika kau terlalu keras dengannya, dia akan pergi lagi!"


"Kau terlalu baik, Honey. Maafkan putri kita yang selalu berbuat sesuka hatinya dan menyakiti perasaanmu."


"Sudahlah, Bitsy hanya anak-anak tapi apakah Bitsy mau memeluk Mommy? Dengan begini Mommy akan sangat senang. Lagi pula sudah lama Bitsy tidak memeluk Mommy lagi!" Mia membuka kedua tangannya lebar, sedangkan Bitsy tampak ragu untuk melakukannya.


Darko berdehem, dia harap putrinya tidak menolak sehingga menyakiti perasaan ibunya. Bitsy merangkak mendekati ibunya dengan perlahan. Dia tidak mau, benar-benar tidak mau karena takut tapi dia pun takut dikurung di basemen yang gelap oleh sebab itu mau tidak mau, Bitsy memeluk ibunya.


"Mommy sangat senang kau masih mau memeluk Mommy," ucap Mia seraya memeluk putrinya dengan erat. Bitsy tidak mengatakan apa pun, sedangkan Darko tersenyum melihat kebersamaan putrinya dengan sang ibu. Mereka memang harus seperti itu. Dia harap mereka tetap seperti itu sehingga kebahagiaan saja yang mereka dapatkan dan kehidupan mereka kembali seperti semula.


"Darahmu sangat wangi, Sayang," bisik Mia tiba-tiba. Bitsy terkejut, tubuhnya mendadak kaku di dalam pelukan ibunya. Darko tidak curiga karena dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah putrinya.


Bitsy buru-buru mendorong tubuh ibunya. Napasnya memburu, Bitsy terlihat takut tapi ibunya justru menyeringai lebar.


"Sekarang, waktunya kita makan. kau pasti belum makan, bukan?" Mia beranjak dan mengalihkan perhatian.


"Aku harus pergi ke sekolah agar besok mereka bisa bersekolah kembali," ucap Darko.


"Kau belum makan apa pun sejak pagi, sebaiknya kita sarapan dengan anak-anak!" ajak Mia.


"Baiklah, kita sarapan bersama terlebih dahulu! Lagi pula kita sudah lama tidak sarapan bersama seperti ini!" Darko menggendong Rian lalu menggandeng tangan Angela untuk membawanya ke dapur.


"Benarkah? Tapi aku juga merasa seperti itu. Rasanya sudah sangat lama kita tidak menghabiskan waktu dengan anak-anak!" Mia pun beranjak dan mengulurkan tangan ke arah Bitsy.


Bitsy yang ketakutan hanya bisa patuh. Lagi pula dia dan ayahnya memiliki kesepakatan dan dia harap dalam waktu satu minggu, ayahnya melihat rupa ibunya yang menakutkan dan memergoki ibunya sedang makan daging mentah di hutan.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita pergi piknik dengan anak-anak, Darko? Kita bisa pergi setelah kau kembali dari sekolah. Lagi pula kita sudah melewatkan hari-hari yang tidak menyenangkan jadi tidak ada salahnya bersantai sejenak bersama dengan anak-anak!"


"Baiklah, ide bagus. Kau siapkan bekalnya, kita akan pergi piknik ke hutan!"


"Kau dengar itu anak-anak? Kita akan pergi piknik dan membuat bekal!" ucap Mia.


"Hore, kita akan pergi piknik!" Angela bersorak senang tapi tidak dengan Bitsy yang takut untuk pergi dengan ibunya apalagi ke hutan.


"Bitsy dan Rian tinggal di rumah saja, Daddy!" ucap Bitsy.


"Tidak boleh, semua harus ikut!" tolak ayahnya


"Ayolah, Bitsy. Kita sudah lama tidak pernah pergi piknik," rengek Angela sambil menarik tangan kakaknya.


Bitsy melihat ke arah ibunya, Mia memperlihatkan seringai lebarnya. Mia bahkan mengeluarkan lidahnya sedikit dan menjilati bibirnya. Bitsy ketakutan, dia menebak jika itu sebuah tanda jika ibunya akan memakan Angela di hutan jika dia tidak mau pergi. Pikiran buruk dan menakutkan sudah berada di kepalanya yang kecil, semua karena teror yang dia dapatkan.


"Baiklah, aku akan ikut!" lebih baik ikut dari pada Angela di makan.


"Bagus, setelah sarapan kita akan membuat bekal!" Mia menarik kursi untuk kedua putrinya. Bitsy duduk dengan cepat, sebaiknya dia tidak banyak bersuara dan tidak banyak bicara lagi.


"Angela mau es cream!" teriak Angela.


"Daddy akan beli setelah dari sekolah!"


"Horeeee!" Angela bersorak senang untuk kesekian kali.


Mia mengambilkan makanan untuk mereka juga untuk dirinya. Setelah dibangkitkan kembali, dia hanya makan sedikit namun dia akan memuntahkan semua makanan itu setelah tidak ada Darko karena makanan manusia tidaklah cocok untuknya oleh sebab itu butuh daging dan darah segar.


Walau Bitsy hanya diam selama makan, namun Darko tersenyum melihat kebersamaan mereka meski ada drama di mana Bitsy melarikan diri. Ternyata setelah melakukan kesepakatan, putrinya itu sudah tidak berulah dengan kata-kata tidak benarnya meski dia hampir saja melakukannya.


Suasana seperti itulah yang dia mau, mereka kembali seperti semula. Sungguh tidak sia-sia apa yang dia lakukan dan tidak ada yang boleh menghancurkan kebahagiaan keluarganya lagi.

__ADS_1


__ADS_2