Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Situasi Yang Semakin Buruk


__ADS_3

Darko sedang berusaha menyingkirkan es yang menutupi mobilnya namun benda itu sudah membeku akibat diselimuti es yang cukup tebal. Sekalipun dia sudah berusaha menuang air panas atau apa pun, dia tidak berhasil menyingkirkan es yang cukup tebal.


Akan makan waktu berhari-hari untuk menyingkirkan es itu apalagi udara dingin berhembus dengan kencang dan salju pun semakin tebal. Keadaan seperti itu menandakan akan ada badai salju namun dia tidak bisa menunggu karena keadaan Bitsy yang sangat memprihatinkan.


Dia mengira cuaca akan menjadi lebih baik, tapi nyatanya semakin buruk. Darko sampai memukul es yang menutupi mobilnya dengan sebuah palu namun hanya terdapat retakan kecil. Sial, kepalanya sudah penuh dengan salju bahkan pakaian tebal yang dia kenakan tidak bisa mengusir rasa dingin sama sekali.


Tidak membuahkan hasil membuat Darko memutuskan untuk kembali ke rumah. Mia menunggu dan memperlihatkan kecemasannya. Dia terlihat mondar mandir di depan pintu rumah, menunggu Darko kembali karena dia ingin tahu apakah Darko berhasil atau tidak.


"Bagaimana, Darko? Apa mobilnya bisa dinyalakan?" Mia langsung bertanya begitu Darko kembali.


"Tidak bisa, es yang menyelimuti benar-benar tebal sehingga tidak bisa dipecahkan begitu saja. Aku sudah berusaha sebisa mungkin tapi es itu benar-benar sulit disingkirkan!" Darko membersihkan salju yang menumpuk di atas kepalanya.


"Cuaca yang begitu dingin pasti membuat es itu sulit untuk disingkirkan. Jika mobil tidak bisa digunakan, lalu bagaimana dengan Bitsy? Kita harus menemukan seorang dokter karena dia membutuhkan perawatan," Mia kembali terlihat khawatir. Sekarang waktunya membuat Darko pergi meninggalkan anak-anaknya.


"Aku akan mencari cara lain!" Darko masuk ke dalam, dia harus memikirkan cara untuk menemukan dokter untuk merawat putrinya karena jika tidak dia lakukan dia takut Bitsy tidak bisa bertahan sampai esok pagi.


"Cara apa, Darko? Apa kau akan pergi untuk membawa dokter di tengah salju lebat itu?" iblis itu sengaja mengatakan hal demikian karena dia memang menginginkan Darko melakukannya. Dengan ide yang dia berikan, Darko pasti akan memikirkannya dan merasa tidak ada pilihan lain selain melakukan apa yang baru saja dia ucapkan.


"Jika tidak ada pilihan, maka aku akan pergi menggunakan cara itu. Bagaimanapun Bitsy harus segera mendapatkan perawatan sebelum malam."


"Tapi itu sangat berisiko, jangan katakan kau akan membawa Bitsy pergi dalam keadaan cuaca buruk seperti ini!" Mia mengikuti langkah Darko, dia akan mencegah jika Darko akan membawa Bitsy karena mangsa yang dia inginkan adalah tiga jadi dia harus mendapatkan ketiganya. Dia tidak boleh gagal karena dia sudah menunggunya cukup lama.


"Tidak, aku ingin kau menjaga anak-anak dengan baik jika aku terpaksa pergi dengan cara seperti itu, Mia."

__ADS_1


"Apa kau memiliki cara yang lain?" mereka sudah berada di dalam kamar saat itu, Mia sangat heran karena Darko sedang mencari sesuatu di dalam lemari.


"Apa yang kau cari?" tanyanya.


"Ponsel!" sebuah ponsel dikeluarkan, Mia melotot dengan ekspresi tidak senang. Dia tidak tahu ada benda itu, dia pun tidak menduga Darko menyembunyikan benda itu selama ini.


"Aku akan menghubungi 911 untuk meminta bantuan, mereka bisa datang dengan mudah di cuaca yang buruk seperti ini!" Darko mulai menyalakan benda itu tanpa menyadari tatapan mata istrinya dan ekspresi yang dia tunjukkan. Mia seperti ingin menelannya secara hidup-hidup karena dia harus mencari cara untuk menyingkirkan benda yang ada di tangan Darko.


"Sial, baterainya sudah habis!" umpat Darko. Kini dia mencari charger untuk mengisi daya, tapi dia lupa di mana benda itu berada.


"Apa kau melihat charger ponselku, Mia?"


"Entahlah, tapi biarkan aku mencarinya. Kau pergilah melihat keadaan anak-anak. Bitsy mencarimu sedari tadi."


"Baiklah, tolong di charger setelah ketemu," Darko meletakkan ponselnya ke atas meja, Mia tersenyum dengan penuh arti. Akhirnya, dia bisa menyingkirkan benda itu. Mia mulai mencari charger yang diinginkan dan setelah menemukannya, bukannya melakukan apa yang Darko perintahkan tapi dia justru mengambil sebuah gunting dan memotong kabel charger yang hanya ada satu itu.


Darko yang tidak tahu akal licik si iblis, pergi untuk melihat keadaan putrinya yang sudah berada di dalam kamar. Angela sedang menemani Rian yang sedang bermain sambil menjaga kakaknya yang semakin memburuk. Bitsy hanya bisa mencengkeram selimut sambil menggigil, hal itu tentu membuat Darko semakin mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Bitsy?" Darko menyentuh dahi putrinya yang sangat panas padahal Bitsy menggigil kedinginan.


"Dingin, Daddy. Dingin," ucap Bitsy.


'"Daddy sedang berusaha mencari dokter agar Bitsy bisa segera dirawat," tangan Bitsy di genggam. Ini kali pertama dia mengkhawatirkan keadaan putrinya yang semakin memburuk saja dan ini kali pertama dia merasa menyesal membawa mereka di tempat terpencil di mana sulit menemukan bantuan apalagi dalam keadaan cuaca yang sangat buruk.

__ADS_1


"Jangan pergi, Daddy. Bitsy hanya butuh Daddy saja," pinta putrinya.


"Tapi Daddy harus pergi jika terpaksa. Bitsy tidak perlu khawatir, apa pun akan Daddy lakukan untuk membawa dokter agar Bitsy bisa dirawat karena Daddy tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Bitsy."


"Tapi Daddy jangan pergi!" pinta Bitsy lagi.


"Tidak akan, Daddy tinggal sebentar karena ada yang hendak Daddy lakukan."


Darko keluar dari kamar, meninggalkan putrinya. Dia harap Mia sudah menemukan charger yang dia butuhkan sehingga ponsel yang dia sembunyikan selama ini dapat digunakan untuk meminta bantuan. Mia masih pura-pura mencari ketika Darko masuk ke dalam kamar. Semua barang sudah dibongkar, dia pura-pura tidak menemukan charger yang Darko inginkan.


"Bagaimana, apa kau menemukannya?" tanya Darko. Dia pun melihat-lihat dari tumpukan barang yang dikeluarkan oleh Mia.


"Tidak, aku sudah membongkar semuanya tapi tidak ada. Apa kau yakin ada membawa benda itu?"


"Sepertinya," mendadak Darko lupa apakah dia membawa charger ponselnya atau tidak. Dia merasa ada membawanya tapi dia jadi tidak yakin telah membawa benda itu atau tidak. Sial, mendadak dia jadi merasa bodoh akibat satu benda penting yang tak ditemukan.


"Aku sudah membongkarnya, Darko. Aku sudah mencari disegala tempat tapi tidak ada sama sekali. Aku rasa kau tidak membawa benda itu karena terlalu terburu-buru!"


"Sial! Sekarang harus bagaimana?" Darko jatuh terduduk di sisi ranjang. Pandangan tertuju pada jendela di mana salju turun dengan begitu lebatnya bahkan angin bertiup dengan kencang.


Mia menghampiri Darko dan mengusap punggungnya, dia akan kembali meracuni pikiran Darko sehingga Darko mengambil jalan satu-satunya yang harus dia ambil jika dia ingin menyelamatkan Bitsy.


"Kita cari lagi, mungkin ada di tempat lain!" ucapnya.

__ADS_1


"Yeah, aku harap," Darko memegangi tangan istrinya, "Jika tidak ada maka aku terpaksa pergi menerjang badai salju untuk mencari bantuan jadi aku ingin kau menjaga anak-anak dengan baik," pintanya.


"Akan aku lakukan, aku berjanji akan menjaga mereka dengan baik!" Mia bersandar di lengan Darko dengan senyuman menghiasi wajahnya. Akhirnya, sebentar lagi makan malamnya yang lezat akan dia dapatkan.


__ADS_2