Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 39


__ADS_3

Kopi dan kue untuk Bitsy sudah berada di atas meja. Edward melihat jam, sudah hampir sepuluh menit Bitsy pergi ke kamar mandi tapi belum juga kembali padahal Bitsy berkata tidak lama. Edward jadi cemas, sebaiknya dia pergi ke kamar mandi untuk melihat Bitsy. Mungkin saja Bitsy sedang sakit perut atau sedang melakukan sesuatu di kamar mandi.


Edward beranjak pergi, meninggalkan kopi dan kue di atas meja. Sambil melangkah menuju kamar mandi, Edward mencoba menghubungi Bitsy. Ponselnya bisa dihubungi tapi tidak ada yang menjawab. Aneh, dia harap tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Edward sudah berdiri di kamar mandi wanita. Mendadak dia jadi ragu. Tidak mungkin dia menerobos masuk begitu saja, Sebaiknya dia kembali menghubungi Bitsy. Mungkin saja Bitsy sedang sibuk sehingga tidak bisa menjawab panggilan darinya.


"Hallo," seorang wanita menjawab ponsel milik Bitsy tapi bukan suara Bitsy.


"Siapa kau? Kenapa ponsel kekasihku ada padamu?"


"Maaf, Sir. Aku petugas keamanan yang menemukan ponsel ini."


"Apa? Apa pemiliknya tidak ada di sana?" Edward semakin was-was dan khawatir.


"Tidak, di mana Tuan berada. Aku akan memberikan ponsel ini."


"Depan kamar mandi!" Ke mana Bitsy? Kenapa dia tidak ada dan kenapa Bitsy menjatuhkan ponselnya?


Petugas keamanan meminta Edward untuk datang ke pos mereka untuk mengambil ponsel Bitsy dan setelah mendapatkannya, Edward kembali ke kamar mandi lalu meminta seseorang untuk mencari keberadaan Bitsy di dalam sana Seluruh kamar mandi di periksa oleh orang yang dia mintai tolong namun keberadaan Bitsy tidak dia temukan di sana.


Kali ini Edward mulai panik, Tidak mungkin Bitsy menghilang begitu saja dan meninggalkan ponselnya di kamar mandi. Apa Bitsy diculik ataukah Bitsy sedang mencari keluarganya tanpa mengetahui jika ponselnya terjatuh? Edward mengumpat dan kembali di mana dia menunggu Bitsy tadi. Dia harap Bitsy berada di sana tapi sayangnya tidak ada.


Edward semakin panik dan cemas, dia mulai bertanya pada orang-orang tapi tidak ada yang melihat. Kepanikannya semakin menjadi saat ponsel Bitsy berbunyi karena ayahnya yang sudah tiba menghubunginya. Mau dijawab atau tidak dia jadi bingung apalagi pikirannya kacau karena Bitsy menghilang begitu saja.


Darko yang sudah keluar bersama dengan kedua anaknya sangat heran karena putrinya tidak menjawab panggilan darinya. Aneh, apa putrinya belum datang?


"Kenapa, Dad? Apa Kakak belum datang?" tanya Rian.


"Entahlah, kakakmu belum menjawab panggilan dari Daddy."


"Mungkin kakak takut dengan Daddy jadi biarkan aku yang menghubungi kakak," ucap Angela.


"Cobalah, katakan padanya jika kita sudah tiba dan sedang menunggunya. Jika dia tidak bisa datang maka minta alamatnya, kita yang pergi ke sana!"

__ADS_1


"Siap, Dad!" Angela mencoba menghubungi kakaknya yang mereka kira kakaknya tidak mau menjawab akibat takut dengan kedatangan mereka.


"Kakak, kenapa tidak menjawab?" tanya Angela saat ada yang menjawab panggilan darinya.


"Maaf, kakakmu?" Edward bingung menjelaskan.


"Siapa kau? Kenapa kau yang menjawab?" tanya Angela.


"Aku kekasih kakakmu."


"Lalu mana kakakku?"


"Hm, di mana kalian? Aku akan ke sana!" mau tidak mau dia harus menemui keluarga Bitsy dan membawa mereka pulang barulah dia akan pergi mencari keberadaan Bitsy. Dia curiga dengan Acton Adam dan bisa saja semua itu ulah Martin. Siapa pun yang melakukannya yang pasti tidak baik untuk Bitsy.


Edward bergegas mencari keluarga Bitsy setelah Angela mengatakan padanya di mana mereka berada. Darko yang mendengar itu tentu saja terlihat tidak senang apalagi pacar putrinya yang menjemput mereka. Edward melihat sekitarnya sampai akhirnya dia melihat Darko dan kedua anaknya yang dia yakini sebagai keluarga Bitsy. Sial, bagaimana dia mengatakan pada ayah Bitsy akan keberadaan putrinya yang menghilang?


Seorang pemuda yang melangkah mendekat menjadi objek yang tak lepas dari tatapan mata Darko. Edward pun melihat mereka, sepertinya mereka memang keluarga Bitsy.


"Apa kalian keluarga Bitsy?" tanya Edward.


"Siapa kau?" Darko menarik tangan putra dan putrinya lalu membawa mereka melangkah mundur.


"Apa kau pacar kak Bitsy?" tanya Rian.


"Hm, yeah," jawab Edward.


"Wah, ternyata kak Bitsy sangat hebat. Dia bisa menemukan pria keren di tengah kerumunan para hantu!" ucap Angela.


"Angela, Rian!" Darko melotot ke arah putra dan putrinya.


"Sorry, Dad," Rian dan Angela menunduk.


"Mana Bitsy?" tanya Darko.

__ADS_1


"Sir, sebenarnya telah terjadi hal yang tidak diinginkan," mau tidak mau dia harus mengatakannya pada ayah Bitsy.


"Apa maksudmu?" Darko menatap Edward dengan tatapan curiga.


"Dengar, aku dan Bitsy datang bersama untuk menjemput kalian. Dia pamit pergi sebentar ke kamar mandi tapi?" Edward menghentikan ucapannya. Sungguh pertemuan yang buruk dan dia harap ayah Bitsy masih mau memberikannya restu karena dia tahu ayah Bitsy pasti akan merah dan menganggapnya lalai.


"Apa maksud ucapanmu?" tanya Darko tidak mengerti.


"Maaf, sepertinya Bitsy diculik!"


"Apa kau bilang?!" Darko berteriak sehingga mereka jadi pusat perhatian.


"Aku akan mencarinya setelah aku mengantar kalian. Aku berjanji pada kalian akan menemukan keberadaannya!"


"Kau sungguh mengecewakan aku, anak muda!" Darko melangkah maju lalu mencengkeram kerah baju Edward, "Apa maksudmu putriku di culik? Dia tidak pernah membuat masalah sebelumnya sehingga dia tidak memiliki musuh tapi apa maksudmu putriku diculik? Siapa yang melakukannya?" tanya Darko dengan emosi tertahan.


"Sepertinya seorang pria yang terobsesi dengan kemampuannya yang telah melakukannya," dia yakin pasti Martin yang melakukannya.


"Apa?" Darko kembali terkejut. Jadi pemuda itu sudah tahu kemampuan Bitsy?


"Please Sir, aku tidak bisa berlama-lama karena Bitsy berada di dalam bahaya. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya jika kita terlalu lama oleh sebab itu, aku akan mencari Bitsy setelah aku mengantarmu!" semoga saja mereka tidak terlambat dan masih bisa mencari keberadaan Bitsy. Sepertinya dia harus meminta bantuan ibunya karena ibunya juga memiliki kemampuan seperti Bitsy.


"Aku akan pergi mencari bersama denganmu. Awas saja jika terjadi sesuatu dengan Bitsy, aku tidak akan melepaskan dirimu!" andam Darko.


"Aku benar-benar minta maaf karena telah lalai menjaganya."


"Simpan ucapan itu nanti, urusan kita nanti karena yang paling penting saat ini adalah Bitsy. Rian, Angela, kalian berdua harus menunggu di hotel dan jangan pergi ke mana pun!"


"Kami mau ikut, Dad!" ucap putra dan putrinya.


"Tidak, tunggu baik-baik di hotel! Sekarang antar kami ke hotel terdekat agar Bitsy dapat segera dicari!"


"Baik!" Edward mengambil barang-barang mereka sebagian lalu melangkah pergi. Darko mengikuti pemuda itu bersama dengan kedua anaknya. Mereka berjalan dengan cepat, menghilangnya Bitsy bukan hal yang bagus. Darko tidak menduga akibat kemampuan yang putrinya miliki membuatnya berada di dalam masalah.

__ADS_1


Semoga mereka tidak terlambat, mereka berharap demikian agar mereka bisa menyelamatkan Bitsy yang saat itu sedang di bawa ke tempat yang terpencil dan sepi karena sebentar lagi akan diadakan sebuah ritual sesat di sana dan Bitsy akan menjadi korbannya.


__ADS_2