Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Perjuangan Darko


__ADS_3

Darko berusaha menahan iblis yang ada di dalam tubuhnya agar tidak melukai anak-anaknya namun iblis itu cukup kuat. Darko membenturkan diri sendiri ke dinding bangunan yang sudah usang, dia melakukannya agar iblis itu tidak mencelakai ketiga anaknya apalagi Rian sudah akan dimakan oleh iblis itu.


"Jangan menyentuh anak-anakku, jangan menyentuh mereka!" teriak Darko sambil membenturkan badannya ke dinding.


"Kau manusia rendah, jangan coba-coba melawan!" iblis itu berusaha mengambil kendali tubuh Darko.


Darko masih berusaha melawan agar dia bisa mengendalikan tubuhnya sendiri, kali ini dia harus berjuang untuk ketiga anaknya. Sudah banyak kesalahan yang dia lakukan jadi sekarang saatnya menebus kesalahan itu dan dia harap, Nadia segera menemukan keberadaan mereka agar ketiga anaknya dapat diselamatkan.


Nadia dan para petugas terlihat kebingungan akibat gereja yang tidak mereka lihat namun sang pastor terlihat sedang berdoa. Sang pastor mengangkat satu tangannya tinggi dan mulai berdoa. Dia yakin semua itu adalah tipu daya si iblis yang hendak mengecoh mereka.


Sekarang dia semakin percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nadia. Iblis Lisa yang sedang berusaha mengambil alih tubuh Darko dapat merasakan doa yang dipanjatkan oleh sang Pastor. Darko masih saja terus melawan bahkan pisau yang ada di tangan sudah tertancap di atas pahanya. Beruntungnya ketiga anaknya masih dalam keadaan pingsan sehingga mereka tidak perlu melihat kejadian itu karena kejadian yang mereka lihat bisa membuat trauma mereka semakin menjadi.


"Kurang ajar, siapa yang berani mengganggu aku?" Lisa sangat marah, manusia yang dia anggap rendah masih saja melawan sehingga membuatnya belum bisa menyentuh ketiga anak itu sama sekali di tambah gangguan yang dapat dia rasakan di luar sana. Sebaiknya dia membawa salah satu dari mereka, cukup yang kecil saja untuk menjadi makanan karena pria bodoh itu masih melawan.


"Berhenti melawan aku, manusia bodoh!" iblis itu berteriak dengan suara keras dan teriakannya membuat Darko tak bisa lagi menguasai tubuhnya.


"Kau manusia rendah, jangan harap bisa melawan aku!" Lisa bergegas mendekati Rian, dia merasa ada bahaya dari luar oleh sebab itu dia pergi membawa Rian.


Sang pastor yang berusaha membuka perisai yang dipasang oleh iblis berteriak dengan keras, meneriakkan doanya. Air suci yang dia bawa di siramkan ke atas tanah dan pada saat itu, hembusan angin kencang berhembus sehingga membuat para polisi dan Nadia harus menghalangi pandangan mereka. Beberapa dari mereka pun berteriak namun setelah hembusan itu berlalu dan setelah mereka bisa melihat dengan baik kembali, tiba-tiba gereja yang tidak bisa mereka lihat mendadak ada. Pandangan mereka benar-benar bagaikan terhalang oleh kabut tebal oleh sebab itu mereka tidak bisa melihatnya.


"Cepat!" teriak Nadia yang sudah berlari masuk ke dalam gereja tua yang gelap itu. Mereka menggunakan senter untuk menerangi tempat itu. Para polisi berpencar untuk mencari ketiga anak yang sedang menjadi sandera sedangkan Nadia bersama sang pastor untuk mencari keberadaan iblis itu.


"Ke mana iblis itu pergi?" tanya Nadia.


"Iblis yang sangat kuat, ikuti aku!" ucap sang pastor. Nadia mengajak dua polisi untuk mengikutinya sedangkan yang lain berpencar untuk mencari keberadaan Bitsy dan kedua adiknya.

__ADS_1


Sang Pastor mencari keberadaan sang iblis dan menuruni anak tangga di mana dia merasakan hawa iblis itu berada. Nadia mengikuti ke tempat gelap dan bau itu dengan kewaspadaan yang cukup tinggi. Tempat itu benar-benar kotor, dia harap keberuntungan masih berpihak pada ketiga keponakannya.


Rian yang sudah dibawa dibaringkan di atas batu. Lisa menjilati bibirnya. Dia lapar, benar-benar lapar namun Darko masih berusaha mencegah iblis itu agar tidak memakan putranya.


"Jangan coba-coba memakan putraku!" teriak Darko lagi. Meski dia tidak memiliki banyak kemampuan untuk melawan tapi dia tetap berusaha untuk mencegah iblis itu memakan putranya.


"Manusia terkutuk, aku akan membereskan dirimu setelah aku memakan anak ini!" Darah, dia butuh darah segar agar dia bisa memiliki banyak kekuatan namun Darko masih saja menahannya agar iblis itu tidak bisa menyentuh putranya.


Amarah membuat iblis itu berteriak. Lagi-Lagi Darko membenturkan tubuhnya ke dinding. Meski mendapatkan beberapa luka di tubuhnya, Darko tidak mempedulikannya. Dia terus berusaha menggerakkan tubuhnya dan membenturkannya ke dinding bahkan dahinya membentur sebuah pilar dengan keras.


Iblis itu mengumpat dan memaki. Tubuh Darko jatuh ke atas lantai. Seekor tikus yang kebetulan lewat di tangkap. Tidak peduli dengan apa pun, iblis itu menggigit dan meminum darahnya.


"Darko!" Nadia berteriak memanggil. Iblis itu berpaling, Nadia menerangi tempat itu menggunakan senter, dia mencari sosok kakaknya namun langkangnya dan sang pastor terhenti saat melihat Darko sedang makan sesuatu.


"Kakak, apa yang kau lakukan? Jangan katakan kau sudah memakan anakmu!" teriak Nadia. Kakaknya berbalik, Nadia terkejut melihat darah dimulut kakaknya begitu juga dengan sang pastor.


"Tidak perlu berbohong!" teriak Nadia.


"Ha.... Ha... Ha.... Ha..!" Meski dia belum bisa memakan satu pun dari anak-anak itu tapi dia harus menipu Nadia.


"Iblis terkutuk, keluar dari tubuhnya!" Pastor melangkah maju sambil mengangkat sebuah salib.


"Kurang ajar, jadi kau yang telah merusak perisaiku!" iblis itu terlihat murka melihat sang pastor.


"Iblis seharusnya berada di dalam neraka!" sang pastor semakin melangkah mendekat. Sebuah kitab diambil dari balik jubahnya. Iblis itu melangkah mundur karena takut. Tidak seperti sedang berada di hutan dan dilawan dengan senjata api. Kali ini iblis itu ketakutan dengan salib serta doa-doa yang pastor itu bacakan.

__ADS_1


"Pergi kau, pergi!" teriaknya.


"Aku berdoa pada Tuhan, kembalilah kau ke dalam neraka dan keluar dari tubuhnya!" teriak pastor itu. {Untuk menghindari sara, jadi seadanya}


"Pergi, jangan mengganggu aku!" teriak iblis itu yang melompat ke atas dinding.


Sang Pastor tak henti membacakan doanya, salib masih diangkat dengan tinggi. Nadia melihat tempat itu, untuk mencari keberadaan keponakannya. Dia harus menemukan mereka selama sang pastor sibuk mengusir iblis yang ada di dalam tubuh kakaknya.


"Pergi!" Iblis itu berteriak dan merangkak naik ke dinding dalam posisi terbalik di mana wajahnya menghadap ke depan. Tidak bisa, semua gara-gara manusia rendah yang menahannya sehingga dia tidak bisa mendapatkan jiwa murni yang sangat dia inginkan.


"Keluar dari tubuhnya!" sang pastor berteriak dan melangkah semakin dekat. Iblis itu berteriak sambil merangkak menjauh. Rian yang ada di atas batu menjadi incaran, kali ini dia pasti bisa karena Darko sudah tidak bisa melawannya lagi.


Iblis itu merangkak di atas dinding untuk mendekati Rian dan begitu sudah dekat, iblis itu melompat ke arah Rian karena dia akan langsung menerkam Rian namun Nadia yang sudah berlari ke arah Rian memukulnya menggunakan gagang senapannya.


Iblis itu terpental ke belakang dan berteriak nyaring. Nadia menggendong Rian yang ada di atas batu lalu membawanya menjauh. Sang pastor berlari mendekat Darko yang sedang dikuasai oleh iblis. Kali ini doa yang dia panjatkan begitu nyaring sehinggan membuat iblis itu berteriak dengan keras.


"Dalam nama Tuhan, aku memerintahkan kau kembali ke dalam neraka!"


"Tidak, arrggghhh!!" tubuh Darko terangkat ke atas dan melayang ke udara, sang pastor tak henti membaca doa. Nadia melangkah mundur, beberapa polisi sudah berada di sana dan memberi kabar jika kedua anak sudah mereka temukan. Nadia sangat lega, dengan begini ketiga keponakannya sudah aman.


"Kembali kau ke neraka!" teriak sang pastor lagi.


"Tidak!" iblis itu berteriak lalu tubuhnya jatuh ke lantai dalam posisi tengkurap. Iblis itu berteriak dengan keras dan setelah itu, cairan darah keluar dari mulut Darko begitu banyak.


Cairan darah yang sangat amis itu begitu banyak dan setelah cairan darah terhenti seiring perginya iblis Lisa yang kembali ke dalam kegelapan. Darko jatuh ke atasnya dan tidak sadarkan diri. Suasana hening, para polisi saling pandang. Nadia memeluk Rian dengan erat. Apakah sudah berakhir? Dia harap teror dari iblis itu sudah selesai.

__ADS_1


Sang pastor membuat tanda salib dan mencium salibnya lalu memanjatkan syukurnya karena iblis itu sudah pergi dari tubuh Darko. Iblis yang cukup kuat, jika iblis itu mendapatkan jiwa dari satu anak itu dan meminum darahnya, dia yakin dia akan kesulitan melawannya namun semua berkat jiwa sang ayah yang benar-benar berjuang keras mencegah iblis itu membunuh ketiga anaknya.


Para petugas membawa Darko yang tak sadarkan diri, sedangkan yang lain bergegas keluar begitu juga Nadia dan sang Pastor. Erick sudah berada di luar, Nadia memeluknya dan menangis. Akhirnya selesai, kedatangan mereka memang tidak sia-sia. Nadia bahkan mendongak dan melihat serpihan salju yang masih jatuh sesekali. Semua berkat kakak iparnya. Kasih sayang seorang ibu pada anak-anak memang tidak pernah diragukan.


__ADS_2