
Bitsy dan kedua adiknya dibawa oleh ayahnya ke suatu tempat yang tidak mereka kenal. Mereka dalam keadaan pingsan karena mereka diberi obat bius. Darko memberi obat bius ketika dia pura-pura melihat keadaan anak-anaknya. perawat yang menjaga mereka sudah pasti tidak curiga karena Darko adalah ayah dari anak-anaknya itu namun untuk melancarkan aksinya, Darko harus melukai perawat dengan sebuah pisau yang dia bawa bahkan dia tidak menyadari apa yang telah dia lakukan.
Darko yang tidak tahu jika iblis Lisa sudah berpindah ke tubuhnya dan perpindahan itu terjadi ketika cairan darah yang dimuntahkan dari tubuh istrinya lalu mengguyur ke atas wajahnya. Pada saat itulah, iblis Lisa berpindah karena dia membutuhkan wadah baru. Tubuh Mia yang sudah hancur dan membusuk tidak bisa lagi menjadi tempat untuknya dan akibat jiwa Darko yang lemah sangat cocok baginya menjadi wadah yang baru san sekarang, pria itu berada di dalam kendalinya.
Iblis bernama Lisa itu tidak akan berhenti sampai dia mendapatkan tiga jiwa murni yang sejak awal menjadi incarannya oleh sebab itu, iblis itu merasuki Darko agar dia bisa mendapatkan ketiga jiwa murni yang dia inginkan apalagi, dia tidak akan bisa dilenyapkan menggunakan senjata api. Selama para manusia itu belum sadar, maka dia akan memanfaatkan keadaan.
Iblis itu tertawa cekikikan melihat tiga anak tidak berdaya yang berada di belakang. Bibir dijilat karena dia sudah tidak sabar tapi dia harus membawa mereka ke tempat aman yaitu sebuah gereja kosong yang ada di sisi hutan. Dia bisa memotong daging ketiga anak itu dengan perlahan lalu menikmatinya dengan perlahan pula.
"Akhirnya aku mendapatkan kalian, anak-anak. Sebentar lagi kalian akan masuk ke dalam perutku dan ayahmu yang bodoh ini, akan aku bawa ke dalam kegelapan yang paling dalam!" air liur menetes, dia benar-benar tidak tahan.
Darko seperti di dalam kegelapan yang tak berujung. Dia tidak bisa melihat apa pun bahkan dia tidak tahu apa pun. Darko tidak tahu berada di mana, dia bahkan tidak tahu jika dia sedang di dalam kendali sang iblis yang sedang menggunakan tubuhnya untuk memakan ketiga anak-anaknya.
Nadia yang tidak mendapati ketiga keponakannya tentu meminta bantu polisi. Erick pun diminta untuk kembali karena terjadi hal yang tidak mereka inginkan. Seharusnya dia curiga sejak awal dengan keadaan kakaknya yang mencurigakan. Sekarang dia sangat yakin jika iblis itu berada di raga kakaknya dan sedang menguasai raga kakaknya yang sejak awal memang sudah bodoh.
Seorang Pastor yang sedang berdoa di sebuah gereja terkejut saat Nadia membuka pintu gereja dengan keras. Tidak saja kedatangan Nadia tapi beberapa aparat kepolisian yang datang bersama dengan Nadia juga membuatnya sangat heran. Pastor itu menyambut Nadia dengan baik tentunya mendengarkan apa yang Nadia katakan.
Semula para polisi yang mendapatkan laporan tidak percaya dengan apa yang Nadia katakan jika ketiga keponakannya dibawa pergi oleh ayahnya yang sedang kerasukan iblis. Para petugas itu menganggap Nadia sedang mengatakan sebuah lelucon namun amarah yang ditunjukkan oleh Nadia karena ketidakpercayaan mereka membuat mereka bungkam.
__ADS_1
"Aku mohon padamu, Pastor. Hanya kau yang bisa memusnahkan iblis yang ada di dalam tubuh kakakku!" pinta Nadia.
"Bagaimana kau bisa yakin jika kakakmu sedang dirasuki oleh iblis?" tanya sang Pastor yang sudah cukup tua.
"Semua itu gara-gara kakakku yang membangkitkan istrinya yang sudah mati. Alih-Alih membangkitkan jiwa istrinya, dia justru mengundang sesuatu yang jahat. kakakku membangkitkan iblis yang bernama Lisa tanpa sadar dan iblis itu mengincar ketiga keponakanku. Iblis itu hendak memakan mereka tapi beruntung dapat kami cegah namun ketiga anak kakakku harus mengalami kritis. Aku mengira semua sudah berakhir, aku tidak curiga sama sekali dengan keadaan kakakku padahal gelagat yang dia tunjukkan sudah berbeda tapi sekarang, aku yakin iblis itu berada di dalam tubuh kakakku. Oleh sebab itu dia membawa anak-anak dan hanya kau saja yang bisa membantu dengan mengusir iblis itu dari tubuh kakakku!" jelas Nadia panjang lebar.
"Baiklah, aku rasa kau tidak berbohong!" ucap sang Pastor, "Tunggu aku di sini!" pintanya karena dia harus pergi mengambil beberapa barang yang dia butuhkan untuk melakukan pengusiran iblis.
"Ke mana dia pergi?" seorang petugas bertanya pada rekannya yang sedang mencari keberadaan Darko.
"Mobil yang dia bawa menuju ke arah barat daya di mana ada sebuah gereja tua yang sudah tidak digunakan lagi di sana!" lapor sang rekan.
Pastor yang mereka tunggu kembali menghampiri dengan alat-alat yang akan dia gunakan untuk mengusir sang iblis. Mereka pun bergegas pergi menuju lokasi. Nadia bahkan meminta Erick untuk menyusul dirinya agar mereka bisa menyelamatkan Bitsy dan kedua adiknya yang lagi-lagi berada di dalam bahaya.
Gereja tua yang dituju sudah terlihat, mobil diparkirkan dengan perlahan. Iblis itu membuat sebuah pagar dengan kekuatannya agar gereja itu tidak bisa terlihat oleh manusia. Dia yakin Nadia pasti akan mencarinya saat ketiga anak itu tidak ada oleh sebab itu, dia membuat benteng agar tidak ada manusia yang melihat gereja itu agar tidak ada yang mengganggunya untuk menikmati daging ketiga korbannya.
"Anak-Anak yang lezat, anak-anak yang lezat!" ucap iblis itu sambil menggendong Rian dan membanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Apa? Siapa yang berbicara di kepalaku?" ucap Darko. Dia merasa ada yang sedang berbicara di dalam kepalanya bahkan perkataan itu seperti bergema.
"Aku akan memakan anak-anakmu sebentar lagi, pecundang. Ini bayaran yang harus kau dapatkan karena telah membangkitkan aku!"
"Hei, apa yang kau lakukan pada tubuhku!" teriak Darko. Dia merasa ada yang tidak beres, apalagi hanya ada kegelapan baginya.
"Kau akan merasakannya, darah putra putrimu. Jantung mereka juga daging mereka yang empuk dan lezat. Kau akan merasakannya!"
"Jangan ganggu ketiga anakku, jangan ganggu mereka!" teriak Darko. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia merasa tubuhnya bergerak tapi tidak sesuai dengan keinginannya? Kenapa dia merasa ada yang membelenggu dirinya? Dia merasa ada yang mengendalikan dirinya.
"Nikmati waktumu di sana dan lihat apa yang akan aku lakukan pada ketiga anakmu!" Rian dibaringkan lalu iblis itu pergi mengambil Angela.
Angela pun dibaringkan di sisi Rian dan setelah itu Bitsy. Sekarang ketiga anak itu sudah akan menjadi makan malamnya. Darko berteriak tiada henti. Pisau yang ada di tangannya sudah diangkat tinggi oleh si iblis karena pisau itu akan dia gunakan untuk memotong Rian terlebih dahulu.
"Jangan sakiti anak-anakku!" teriak Darko dengan sekuat tenaga dan karena teriakannya itu, pisau yang diayunkan terhenti.
"Sialan kau, jangan melawan aku!" iblis itu sangat murka karena Darko menghentikannya.
__ADS_1
"Jangan pernah menyakiti anakku, jangan pernah!" entah bagaimana dia bisa menghentikan iblis itu, dia sendiri tidak tahu. Dia harap Nadia cepat datang untuk menyelamatkan ketiga anaknya karena dia takut dia tidak bisa menahan iblis itu lebih lama namun Nadia dan petugas yang ada di sana sangat heran karena gereja kosong yang mereka cari mendadak hilang dari pandangan mereka.