
Edward membawa Bitsy pulang yang masih dalam keadaan pingsan. Pertemuan singkat dengan Acton dan Bitsy melakukannya dengan sangat bagus tapi dia sangat yakin yang baru saja berbicara pada Acton bukanlah Bitsy karena dia tahu Bitsy tidak mungkin begitu berani melakukan hal itu.
Seperti yang terjadi di rumah Martin, tubuh Bitsy pasti diambil alih oleh hantu La Lionora tapi kenapa ketika dia mendekat hantu itu justru pergi? Sepertinya ada rahasia besar yang tidak dia tahu. Selama ini dia selalu bertanya-tanya, mengenai tingkah laku Bitsy yang mencurigakan.
Mungkin Bitsy tahu sesuatu, mungkin dia harus menanyakan keanehan itu pada Bitsy. Saat Bitsy sadar nanti, akan dia cari tahu jawaban dari keanehan yang terjadi. Bitsy yang masih dalam keadaan pingsan berbaring di kursi belakang sedangkan Edward membawa mobil.
Pasti tidak menyenangkan bisa melihat hantu dan dapat dirasuki dengan mudah. Jika begitu, tubuh Bitsy dapat dikuasai dengan mudah oleh para hantu yang memanfaatkan dirinya. Sepertinya dia harus menjaga Bitsy dengan baik tapi dia tidak tahu bagaimana caranya apalagi dia tidak bisa selalu bersama dengan Bitsy selama dua puluh empat jam.
Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, jujur dia khawatir kejadian seperti waktu di tempat konser terjadi lagi. Dia takut Bitsy dirasuki oleh hantu yang tak bertanggung jawab lalu membuatnya celaka karena para hantu itu hanya mementingkan keinginan mereka saja tanpa mempedulikan keadaan Bitsy yang bisa saja berada di dalam bahaya.
Edward membawa Bitsy ke rumahnya lalu membaringkannya ke atas ranjang. Edward berdiri di sisi ranjang cukup lama dan memperhatikan wajah Bitsy. Gadis aneh yang membuat penasaran namun membuatnya ingin semakin dekat. Dia yakin tidak mungkin salah memilih apalagi perasaan ingin memiliki sudah tumbuh subur di dalam hatinya.
Pria itu pergi, mengambil sebotol minyak aroma terapi karena dia ingin membangunkan Bitsy. Dengan perlahan, Edward mendekati Bitsy dan mendekatkan botol aroma terapi ke hidungnya. Edward pun menepuk wajah Bitsy dengan perlahan.
"Bitsy, apa kau mendengar aku?" Edward kembali menepuk wajah Bitsy dengan perlahan.
"Tidak sadar juga maka aku akan melakukan sesuatu padamu," aroma terapi kembali di dekatkan ke hidung Bitsy sehingga Bitsy mulai tersadar dengan perlahan. Edward tersenyum, Bitsy memandangi sekitar dan tampak kebingungan. Apa yang terjadi? Dia sungguh tidak ingat.
"Apa kau baik-baik saja?" Edward menyingkirkan rambut Bitsy yang menutupi wajahnya.
"Edward?" Bitsy menatapnya dengan ekspresi kebingungan.
"Yes, bagaimana denganmu?"
"Kita di mana?"
"Kita dia rumah sekarang. Kau bertingkah aneh lalu pingsan oleh sebab itu aku membawamu pulang!"
"Lalu, bagaimana dengan mereka berdua? Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Tenang saja, semua sudah terkendali. Sahabatku berkata kita sudah tidak perlu ikut campur lagi karena masalah ini akan diambil oleh pihak berwajib."
"Sahabatmu?" Bitsy beranjak dengan perlahan, apa maksud Edward?
"Tanpa sepengetahuanmu aku meminta bantuan pada sahabatku yang adalah seorang detektif. Ruangan itu sudah dipasang dengan cctv dan mereka berada di dalam ruangan lain untuk memantau. kau sungguh pandai memancing mereka sehingga mereka ketakutan dan pergi," Edward memandangi wajah Bitsy saat mengatakan hal itu karena dia ingin tahu reaksi Bitsy.
"Apa yang aku lakukan, Edward? Aku sungguh tidak ingat!"
"Kau tidak ingat apa pun?"
"Tidak, aku hanya ingat jika aku berbicara dengan kekasih pria itu lalu aku?" Bitsy menghentikan perkataannya lalu melihat ke arah Edward, "Jangan katakan tubuhku diambil alih oleh La Lionora!" ucapnya.
"Memang seperti itulah yang terjadi, Sayang," Edward mendekati Bitsy lalu memeluknya dari belakang, "Kau dirasuki oleh hantu itu lalu hantu itu membongkar semua kejahatan yang dilakukan oleh Acton dan kekasihnya. Entah yang dia ucapkan benar atau tidak tapi sahabatku berkata jika dia akan mengusut kasus ini semakin dalam dan dia akan mencari bukti-buktinya apalagi jika dilihat dari ekspresi Acton dan kekasihnya, sepertinya apa yang dituduhkan oleh hantu itu sangatlah benar oleh sebab itulah sahabatku berkata untuk menyerahkan semuanya pada mereka tapi bukan berarti kita tidak perlu berhati-hati. Mulai sekarang kau harus tinggal denganku agar aku bisa menjagamu karena bisa saja, mereka tidak tinggal diam dengan masalah ini karena kau adalah ancaman bagi mereka."
"Sepertinya aku membuatmu berada di dalam masalah lagi, Edward. Maafkan aku," Bitsy menunduk dan terlihat tidak enak hati.
"Hei, aku tidak menyalahkan dirimu tapi ada satu hal yang ingin aku tahu, Bitsy. Apa kau ingin mengatakannya padaku?"
"Katakan padaku? Ini bukan yang pertama kali tapi yang kedua kalinya terjadi. Selain yang baru saja terjadi, kejadian ini juga pernah terjadi di rumah Martin. Katakan padaku, kenapa setiap kali aku mendekati dirimu kau pasti akan pingsan karena hantu itu mendadak pergi? Kenapa kau meminta aku untuk tidak dekat-dekat denganmu ketika kau ingin berkomunikasi dengan para hantu itu? Setiap kali kau ketakutan, kau pasti memeluk aku lalu setelah itu kau bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa pun. Katakan padaku, Bitsy. Apa ada sesuatu yang kau rahasiakan dan tidak aku ketahui?"
Bitsy menunduk, apakah dia harus mengatakan pada Edward jika pria itu memiliki roh pelindung? Bagaimana jika Edward mengira dia mau bersama dengannya hanya untuk memanfaatkan kelebihan yang ada pada dirinya?
"Kenapa kau diam saja? Apa pertanyaanku ini sulit di jawab?"
"Tidak!" jawab Bitsy sambil menggeleng.
"Lalu? Kenapa kau tidak mau menjawab?"
"Se-Sebenarnya?"
__ADS_1
"Hm?" Edward mengusap lengan Bitsy dan mencium wajahnya sesekali.
"Sebenarnya kau juga memiliki kelebihan dan aku tahu hal ini dari La Lionora."
"Benarkah?" Edward tampak tidak percaya, "Kelebihan apa? Coba katakan!" kini dia jadi penasaran.
"Sesungguhnya aku juga tidak tahu, Edward, Aku juga tidak memanfaatkan kelebihan yang ada pada dirimu jadi jangan salah paham denganku. Pertama kali kita bertemu aku melarikan diri dari kejaran hantu yang ada di jalan tapi ketika aku berada di dekatmu, semua hantu itu menghilang. Hantu yang ada di dalam lift juga tidak bisa aku lihat saat berada di dekatmu!"
"Wow, apa maksudnya itu?" tanya Edward tidak mengerti.
"Itu karena kau memiliki roh pelindung yang kuat oleh sebab itulah aku tidak bisa melihat mereka karena tidak ada satu hantu pun yang bisa mendekati dirimu."
"Wow!" ucap Edward yang tidak menyangka dia memiliki hal seperti itu.
"Aku tidak tahu sebelumnya sampai hantu La Lionora mengatakannya padaku jadi aku ingin bersama denganmu bukan karena hal ini jadi jangan salah paham dan mengira aku memanfaatkan kelebihan yang ada pada dirimu!" pinta Bitsy.
"Aku tahu, Sayang. Seandainya kau memanfaatkan diriku pun, aku tidak keberatan. Bukankah itu lebih bagus? Dengan kelebihan yang aku miliki, aku bisa menjauhkan kau dari mereka. Sepertinya kita harus segera menikah!"
"Apa? Aku tidak?"
"Hei, ini yang dinamakan jodoh. Kita sudah seperti magnet dengan dua kubu yang berbeda tapi kita saling melengkapi. Aku sungguh tidak menduga memiliki roh pelindung seperti yang kau katakan tapi aku sangat senang karena dengan begini, aku bisa melindungi dirimu dari para hantu yang ingin mengganggumu. Dengan pelindung yang aku miliki maka kau tidak akan bisa berpisah denganku!"
"Tapi aku tidak sedang memanfaatkan kelebihanmu!" ucap Bitsy.
"Aku tahu, Sayang. Sepertinya kita harus segera menikah!"
"Apa? Itu terlalu cepat!"
"Aku sudah tidak sabar!" Edward mengangkat dagu Bitsy lalu mencium bibirnya, "Aku ingin menjadikanmu sebagai milikku karena aku mencinta dirimu!" ucapnya lalu Edward kembali mencium bibir Bitsy.
__ADS_1
Bitsy diam, dengan segudang pikiran. Apakah benar Edward jodoh yang dikirimkan untuknya? Kelebihan yang mereka miliki memang seperti magnet dan dia beruntung karena dia bisa menikmati kehidupan tenang setelah bertemu dengan Edward tapi ucapan Edward entah serius atau tidak jadi dia tidak boleh terlalu cepat senang karena menikah bukan sesuatu yang harus dilakukan dengan terburu-buru apalagi jika dilakukan hanya karena obsesi.