Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Tipu Muslihat Iblis


__ADS_3

Malam semakin larut, Bitsy tidak tidur sama sekali. Itu karena dia ingin membuktikan pada ayahnya jika ibunya selalu pergi ke dalam hutan dan memakan daging mentah. Dia harap ayahnya segera masuk ke dalam kamarnya dan melakukan pengintaian bersama dengannya.


Agar tidak diketahui, Bitsy mendorong sebuah meja lalu menumpuk beberapa bantal agar dia bisa mengintai tanpa diketahui oleh ibunya. Sampai sekarang, tidak ada gorden dipasang di jendela kamarnya. Bitsy juga tidak meminta dan Mia pun sengaja tidak memberikan agar dia bisa menakuti Bitsy.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Bitsy masih saja belum tidur apalagi ayahnya belum datang untuk mengintai bersama dengannya. Meski dia tidak begitu ingat jam berapa ibunya menakuti dirinya tapi dia rasa tidak akan lama lagi. Demi menepati janji pada putrinya, Darko keluar dari kamar secara diam-diam saat Mia sudah tidur. Mia tidak tahu apa yang akan dia lakukan oleh sebab itu dia ingin lihat apakah yang dikatakan oleh putrinya benar atau tidak tapi dia tidak tahu, Iblis tidak pernah tidur.


Darko masuk ke dalam kamar putrinya dengan perlahan, Bitsy sangat senang. Dia bahkan berlari menghampiri ayahnya. Ini kali pertama dia kembali seperti itu lagi, dia senang karena ayahnya menepati janji dan mau mencari kebenaran bersama dengannya.


"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya ayahnya.


"Tidak apa-apa, Daddy. Yang penting Daddy datang dan mau mencari bukti bersama dengan Bitsy," ucap Bitsy, senyuman lebar menghiasi wajahnya. Darko mengusap kepala putrinya, dia senang putrinya bisa seperti itu tapi putrinya akan berulah lagi nanti karena rasa curiganya pada sang ibu jadi malam ini bahkan sampai satu minggu ke depan, dia akan mencari bukti yang Bitsy katakan.


"Apa Mommy sedang tidur?" tanya Bitsy.


"Yes, ayo kita lihat apakah yang Bitsy katakan benar atau tidak," Darko melangkah menuju jendela disusul oleh putrinya.


"Jam berapa kau melihat Mommy seperti yang kau katakan?" tanyanya.


"Tidak tahu, Bitsy tidak melihat jam!"


"Ya sudah, Bitsy tidur saja, Daddy yang akan mengintai!"


"Tidak apa-apa, Bitsy juga ingin mengintai bersama dengan Daddy," Bitsy sudah berada di sisi ayahnya untuk melakukan pengintaian.


"Berbaringlah di kaki Daddy. Jika ada yang aneh Daddy akan memanggil Bitsy."


"Benar ya, Daddy harus memanggil Bitsy!" ucap putrinya.


"Tentu saja, Daddy akan memanggil nanti!" Darko mengusap punggung putrinya dengan perlahan.

__ADS_1


Bitsy mengangguk, lalu berbaring di atas pangkuan ayahnya. Darko melihat ke arah hutan tanpa berpaling, dia sangat ingin tahu namun tidak ada pergerakan apa pun di dalam hutan. Darko bahkan sudah mengantuk karena dia sudah duduk di sana selama dua jam namun hasilnya nihil. Sepertinya putrinya benar-benar mimpi buruk, sebaiknya dia tidur saja karena kedua matanya sudah tidak tahan untuk terpejam.


"Bitsy, pergilah tidur di atas ranjang. Tidak ada apa pun!" Darko membangunkan Bitsy yang sudah tertidur.


"Tidak mungkin, Dad. Mommy selalu menakuti saat malam."


"Baiklah, tapi sekarang tidak ada apa pun seperti yang Bitsy katakan. Apa kita akan berada di sini sampai pagi?"


"Tunggu sebentar lagi, Daddy!" rengek putrinya.


"Bitsy, sepertinya kita harus mencari cara lain."


"Sepertinya kita harus pindah tempat!" ucap putrinya.


Darko melihat ke arah hutan lagi. Jika apa yang dikatakan oleh putrinya memang benar, Mia tidak mungkin pergi ke hutan karena dia tidak ada di dalam kamar. Entah putrinya yang mengarang cerita ataukah dia yang bodoh melakukan sesuatu yang tidak berguna seperti itu?


"Sudah malam, kita lanjutkan besok lagi!" ucap ayahnya.


"Sudah, besok lagi!" Darko beranjak, sudah cukup bermain detektif ala putrinya. Bitsy masih terus memohon namun ayahnya sudah melangkah menuju pintu. Tentunya hal itu membuat Bitsy sangat sedih. Darko sudah berada di depan pintu dan membukanya namun pada saat itu, Bhuuggg! Sebuah benda terlempar ke jendela. Darko terkejut, sedangkan Bitsy berteriak. Darko berlari menghampiri jendela dan melihat ke arah hutan. Beberapa pohon tampak bergerak seperti ada yang baru saja lewat.


"Lihat Daddy, lihat!" Bitsy menunjuk bekas darah yang ada di jendela.


"Jangan berteriak, kau bisa membangunkan yang lainnya!" bentak Darko. Apakah benar Mia masuk ke dalam hutan dan mencari binatang untuk dimakan? Darko membuka jendela dan terkejut mendapati seekor anak rusa yang sudah mati di bawah jendela.


Tidak, apa yang Bitsy katakan pasti tidak benar. Dia masih tidak bisa mempercayai itu. Bitsy sudah ketakutan, itu pasti ibunya. Ibunya pasti ingin menakuti dirinya. Sekarang ayahnya sudah melihat dan dia harap ayahnya mempercayai apa yang dia katakan tentang ibunya.


"Itu pasti Mommy, Daddy. Pasti Mommy yang melempar rusa itu!" ucap Bitsy.


"Jangan sembarangan mengambil kesimpulan!" Darko berkata demikian karena dia tidak melihat Mia.

__ADS_1


"Sudah pasti Mommy, Bitsy tidak bohong!" Bitsy masih meyakinkan ayahnya namun kemunculan Mia yang secara tiba-tiba benar-benar mematahkan tuduhan Bitsy.


"Ada apa dengan Mommy?" tanya Mia yang baru saja mendorong pintu dengan lebar.


"Mommy?" Bitsy terkejut.


"Ada apa? Kenapa melihat Mommy seperti itu dan apa yang kalian lakukan berdua? Kenapa tidak tidur?" tanya Mia yang sesungguhnya sudah berada di depan kamar Bitsy sedari tadi. Dia sudah curiga sejak awal dan ternyata, Bitsy ingin menunjukkan bukti pada ayahnya.


"Dari mana saja kau, Honey?" tanya Darko.


"Hei, aku sedang tidur. Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Apa kau tidak keluar?"


"Tentu saja tidak. Aku terbangun karena teriakan Bitsy. Apa yang kalian lakukan, kenapa Bitsy berteriak seperti itu?" Mia melangkah masuk ke dalam kamar. Bitsy melangkah mundur, apa yang sebenarnya terjadi?


Darko memijit pelipis, sudah cukup bermainnya. Putrinya benar-benar bermimpi buruk saja dan betapa bodohnya dia yang mau melakukan hal itu tapi janji tetaplah janji. Dia tetap akan melakukannya sampai satu minggu dan jika memang tidak ada apa pun, Bitsy bisa melihat jika yang dia bicarakan sesungguhnya tidak benar.


"Tidak ada apa-apa. Ayo kembali ke kamar dan Bitsy, segera tidur karena besok kau benar-benar harus pergi ke sekolah!" ucap ayahnya.


"Baik, Dad," Bitsy menunduk, dia tidak bisa membantah karena ibunya ada di rumah.


"Hei, tidak ada yang menjawab aku dan mengatakan apa yang kalian lakukan?" ucap Mia.


"Tidak ada apa-apa, Honey. Ayo kembali tidur!" Darko mengajak Mia untuk kembali ke kamar. Mia melirik putrinya dari balik bahu, seringai lebar menghiasi wajahnya. Jadi ingin bermain dengannya, gadis kecil itu tidak akan bisa.


Bitsy berjalan menuju jendela. Jika ibunya ada di rumah lalu siapa yang melemparkan bangkai binatang itu? Bitsy mengusap lengan, jangan-jangan ibunya ada dua. Satu di rumah dan satu lagi di hutan. Bitsy memandangi hutan yang gelap sambil menelan ludah.


Bulu roma mendadak meremang, Bitsy mengusap lengan sambil melangkah mundur. Takut, mendadak dia merasa takut oleh sebab itu Bitsy segera berlari menuju ranjang dan bersembunyi di bawah selimut.

__ADS_1


Darko pun sudah berada di dalam kamar dan berbaring dengan istrinya. Putrinya benar-benar sudah kelewat batas, apakah dia harus memanggilkan seorang psikolog untuk melihat keadaan Bitsy? Tidak, sebaiknya tidak dia lakukan karena dia tidak mau ada yang tahu apa yang terjadi dengan keluarganya. Bitsy hanya bermimpi buruk, hanya itu saja dan binatang yang menghantam jendela pasti lari dari serigala tapi binatang itu tanpa sengaja menabrak jendela dan mati. Itu hanya kebetulan semata, dia yakin itu tapi sesungguhnya iblis lebih pintar dengan tipu dayanya.


__ADS_2