Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 32


__ADS_3

Sebuah pesta yang mereka datangi telah memberi mereka sebuah petunjuk atas kematian Sarah serta mendekatkan hubungan mereka berdua. Tidak itu saja, di pesta itu membuat mereka mendapatkan musuh yang memiliki sebuah tujuan dan yang ingin memiliki Bitsy untuk tujuan pribadinya.


Bitsy dan Edward memilih pulang sebelum acara pesta selesai. Edward mengajak Bitsy pergi makan karena Bitsy tidak menyentuh makan apa pun yang ada di dalam pesta. Akibat gugup membuat Bitsy tidak berselera untuk memakan apa pun apalagi Edward mengenalkan dirinya sebagai calon istri yang mendadak menjadikannya sebagai pusat perhatian.


Bitsy jadi bertanya-tanya, siapakah sebenarnya Edward? Dia yakin pria itu bukan orang biasa apalagi dia bisa memiliki sebuah apartemen yang sedang mereka huni saat ini. Entah siapa pria itu tapi dia sangat yakia yakin Edward memiliki kekuasaan oleh sebab itu Edward dikerumuni bagaikan selebriti.


Edward yang sudah tidak tahan dengan kerumunan itu tentu saja langsung mengajak Bitsy pergi dan mengajaknya makan di sebuah restoran. Bitsy yang sudah menahan lapar sedari tadi tentu saja begitu lahap, tidak saja lapar tapi dia juga sangat haus.


Edward tersenyum melihat Bitsy yang sedang makan. Menurutnya Bitsy terlihat begitu manis dan lucu apalagi mulutnya penuh dengan makanan. Bitsy berhenti karena menyadari tatapan mata Edward. Bitsy melihat ke arah Edward dengan tatapan heran.


"Ada apa? Kenapa kau tidak makan?" tanya Bitsy dengan mulut yang dipenuhi makanan.


"Tidak ada apa-apa. Aku akan makan nanti."


"Makanannya akan menjadi dingin, segera di makan? Atau kau lebih suka yang lainnya?" Bitsy memberikan makanan lain yang belum dia sentuh.


"Tidak, ayo kita makan. Aku sudah tidak sabar pulang denganmu dan melakukan hal yang menyenangkan lainnya!" ucap Edward.


"Melakukan apa? Apa kau mau bermain catur denganku?"


"Untuk apa bermain catur? Aku rasa ada hal menyenangkan lainnya yang bisa kita lakukan!"


Bitsy tampak berpikir dengan ekspresi manisnya. Edward jadi semakin gemas melihatnya. Rasanya ingin menggigit wajah Bitsy dan mengulumnya di dalam mulut. Rasa gemasnya juga membuatnya ingin mencubit kedua pipi Bitsy yang menggemaskan. Kedua tangannya jadi gatal untuk mencubit wajah Bitsy.


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud," Bitsy kembali makan. Dia tidak tahu sama sekali yang dimaksudkan oleh Edward.


"Ya sudah, ayo segera habiskan. Kita pulang lalu aku akan menunjukkannya padamu apa yang aku maksudkan!"


Bitsy mengangguk dan kembali makan. Akibat lapar membuatnya makan terlalu banyak. Bitsy bahkan tidak canggung sama sekali karena memang begitulah dia.

__ADS_1


"Apa sudah selesai?" tanya Edward yang sudah tidak sabar untuk mengajak Bitsy pulang.


"Hm, terima kasih atas makanannya!" ucap Bitsy.


"Jika begitu ayo kita pulang tapi tunggu di sini sebentar saja!"  Edward beranjak lalu melangkah pergi ke arah kasir. Bitsy tidak mengikuti, dia sedang menghabiskan minumannya yang tersisa.


"Apa yang kau dapatkan dari pria itu?" tiba-tiba terdengar suara La Lionora dan hantu itu sudah duduk di sisinya.


"Kau benar-benar mengejutkan aku!"


"Jawab saja, apa yang kau dapatkan?"


"Aku baru mulai memancing tapi tidak diragukan sepertinya mereka tahu sesuatu dan mungkin saja mereka terlibat dengan kematianmu."


"Lalu bagaimana dengan ibu dan adikku?"


"Aku belum menanyakan hal ini tapi aku akan mencari tahu nanti. Aku tidak bisa langsung banyak bertanya jika tidak mereka akan curiga."


"Aku sedang berusaha jadi kau harus bersabar!" ucap Bitsy.


Edward yang sudah membayar dan hendak kembali menghentikan langkahnya saat melihat Bitsy berbicara seorang diri. Pasti ada hantu lagi tapi kenapa saat bersama dengannya Bitsy tidak pernah berbicara dengan hantu? Dia yakin Bitsy pasti bisa melihat hantu-hantu itu juga tapi apa Bitsy sengaja tidak berbicara dengan mereka saat sedang bersama dengannya? Dia sungguh penasaran apalagi banyak beberapa kejadian janggal.


Bitsy masih berbicara dengan La Lionora namun percakapannya terhenti saat hantu itu menghilang. Bitsy tahu pasti Edward berada di dekatnya oleh sebab itu La Lionora menghilang seperti itu.


"Apa sudah selesai?" Bitsy berpaling dan tersenyum. Edward semakin heran. Bitsy seolah-olah tahu keberadaannya.


"Tentu saja, ayo kita pergi!" Edward mengulurkan tangannya. Bitsy beranjak sambil meletakkan tangannya ke tangan Edward. Rasanya ingin bertanya pada Bitsy tapi dia rasa bukan waktu yang tepat karena dia akan bertanya nanti.


Mereka keluar dari restoran, Edward membawa Bitsy pulang dan lagi-lagi mereka tidak sadar ada yang melihat mereka dari kejauhan dan yang sudah pasti adalah Martin. Martin tidak mengikuti lagi, dia tidak akan memperlihatkan batang hidungnya untuk saat ini karena setelah ini dia akan datang lagi tentunya untuk mendapatkan Bitsy. Seperti yang Bitsy khawatirkan, pria itu lebih berbahaya dari pada hantu.

__ADS_1


"Setelah ini apa yang akan kita lakukan, Edward?" tanya Bitsy.


"Melakukan apa?"


"Acton Adam? Apa yang akan kita lakukan untuk mencari petunjuk selanjutnya? Setelah ini aku tidak tahu harus bertemu lagi dengannya di mana."


"Masalah itu serahkan padaku, aku akan mempertemukan kalian nanti jadi bersiaplah dan pergunakan kesempatan itu dengan baik!"


"Aku benar-benar terbantu dan semua itu berkat dirimu. Terima kasih, Edward."


"Hanya itu saja? Apa tidak ada hadiah untukku?"


"Bu-Bukannya sudah?" Bitsy jadi gugup karena dia takut Edward meminta sesuatu yang aneh.


"Sepertinya belum, Sayang."


"Hm, besok aku akan membelikan hadiah untukmu!" ucap Bitsy.


Edward terkekeh, benar-benar gadis yang masih lugu dan polos. Dia harus menjaga Bitsy dengan baik karena Acton Adam akan menjadi berbahaya jika memang pria itu yang telah membunuh hantu yang meminta bantuan pada Bitsy. Dia juga tidak akan melupakan Martin yang pasti tidak akan berhenti karena tujuannya belum tercapai.


"Bagaimana jika tinggal denganku, Bitsy. Aku bisa menjagamu sepanjang waktu," ucap Edward.


"Tinggal denganmu?" Bitsy berpaling dan memandangi Edward ketika dia bertanya demikian.


"Yes. Kau mau tinggal denganku, bukan?  Tidak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan apa pun tanpa seijin darimu selain mencium bibirmu. Aku khawatir kau tinggal sendirian karena aku khawatir, Acton Adam dan Martin mengganggumu saat tengah malam di mana aku tidak ada. Lebih baik kau tinggal denganku karena lebih aman. Aku bisa menjagamu dan tidak perlu mengkhawatirkan keadaanmu saat tengah malam."


"Berikan aku waktu untuk berpikir, Edward," pinta Bitsy.


"Baiklah, tapi jangan lama. Dua hari lagi aku ingin mendengarkan jawaban darimu tapi aku ingin kau menginap malam ini," pinta Edward.

__ADS_1


Bitsy mengangguk lalu menunduk. Dia memang sudah menginap di rumah Edward beberapa kali tapi pindah ke rumah pria itu, meski dia akan aman dan tidak perlu takut lagi dengan hantu tapi dia harus memikirkannya baik-baik karena dia harus tinggal dengan laki-laki. Meski yang dikatakan oleh Edward sangat benar karena Martin pria yang penuh obsesi seperti ayahnya dulu dan Acton Adam bisa membunuhnya karena dia mengetahui rahasia pria itu. Semua yang terjadi dalam hidupnya hanya gara-gara makhluk halus saja. Dari kecil sampai dewasa, dia hanya terlibat dengan permasalahan makhluk halus tapi kejadian sewaktu dia masih kecil adalah kejadian yang tidak akan pernah dia lupakan.


__ADS_2