
Edward yang sudah mendapatkan restu tentu tidak menunda karena dia takut ayah Bitsy berubah pikiran lalu tidak merestui hubungannya lagi dengan Bitsy. Acara pernikahan disiapkan dengan terburu-buru tapi tetap diadakan dengan meriah. Anna mengajak Bitsy mencari gaun pengantin, Angela juga membantu.
Darko yang tadinya tidak setuju pada akhirnya membantu Edward bersama dengan Rian. Semua sibuk untuk mempersiapkan hari besar itu. Edward yang adalah seorang pengusaha sudah pasti memiliki banyak teman, mereka semua diundang untuk menghadiri acara pernikahan mereka begitu juga dengan sahabat detektifnya.
Gangguan sudah tidak terlihat lagi, hantu La Lionora pun tak terlihat beberapa hari belakangan itu karena dia menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam. Acton Adam dan kekasihnya sudah berada di penjara akibat kejahatan-kejahatan yang dia lakukan. Mereka berada di penjara yang berbeda dan hari itu, suasana di penjara tampak berbeda.
Lampu penjara kedap kedip, suasana pun tampak mencekam. Acton dimasukkan bersama dengan beberapa tahanan yang lainnya. Untuk menyambut napi baru maka diadakanlah penyambutan oleh napi yang lain yaitu penyambutan menggunakan cara kekerasan.
Acton sudah babak belur akibat pukulan yang dia dapat. Pria itu bersandar di jeruji besi sambil meringis. Sungguh sial, dia tidak menduga akan mengalami hal itu tapi sesungguhnya itu baru awal. Akibat tidak diperbolehkan membawa apa pun, Acton tidak diperbolehkan membawa jimatnya. Seperti yang Anna katakan, ada waktunya bagi La Liorona membalas dendam dan hari itu sudah datang.
La Lionora yang selalu mengikuti Acton sejak kejadian itu, merasa inilah kesempatan yang dia miliki. Acton merasa ada hembusan angin dingin yang begitu mencekam. Para napi yang ada di dalam sel itu terlihat ketakutan. Mereka seperti melihat sesuatu dan memang, La Lionora menunjukkan wujudnya pada mereka. Acton sangat heran, mereka terlihat ketakutan sambil menunjuk ke arah Acton.
"Mau apa kau?" teriak Acton karena dia pikir para napi itu hendak memukulnya lagi.
"Belakangmu, belakang!" ucap salah satu napi yang ketakutan.
Acton berpaling dan terkejut melihat seorang wanita berdiri di luar penjara dan terlihat menakutkan. Acton mundur dengan perlahan karena wanita aneh itu melayang mendekatinya. Lampu-Lampu kembali kedap kedip ketika wanita misterius itu semakin dekat dengan jeruji besinya. Acton pun semakin ketakutan begitu juga dengan yang lainnya.
"Siapa kau?" teriak Acton yang ketakutan.
"Aku datang untuk mengambil nyawamu, Acton," wanita aneh itu mengangkat wajahnya dan memperlihatkan wajahnya yang menakutkan.
Acton terkejut karena itu adalah Sarah. Hantu Sarah bahkan melayang masuk ke dalam penjara. Para napi berteriak ketakutan namun dalam satu kibasan tangan Sarah, mereka semua pingsan kecuali Acton yang semakin ketakutan.
"Jangan lakukan, Sarah. Semua gara-gara Cristina, dia yang menghasut aku," ucap Acton memohon.
"Aku sudah membunuhnya, Acton. Sekarang giliranmu yang harus mati. Kematian adikku dan kematian ibuku, kau harus mempertanggungjawabkannya!"
"Aku sudah melakukannya, kau lihat. Sudah aku lakukan!" teriak Acton.
__ADS_1
"Penjara terlalu bagus bagimu, Acton. Aku menginginkan kematianmu!" teriak Sarah pula.
"Jangan, Sarah!" teriak Acton namun pembalasan di mulai. Tubuh Acton melayang di udara, Acton meronta sambil memegangi lehernya karena La Lionora sedang mencekik lehernya meski tak menyentuhnya. Hantu La Lionora dipenuhi oleh api amarah, hantu itu terlihat menakutkan dengan mata yang memerah serta wajah yang mengerikan.
"Ma-Maafkan aku, Sarah!" pinta Acton sambil mengulurkan tangannya.
"Tidak ada maaf untukmu!" teriak Sarah yang melemparkan tubuh Acton ke dinding. Tidak saja satu kali, Acton dilemparkan berkali-kali dan dihempaskan dari atas ke bawah lalu dilemparkan lagi sampai dia babak belur dan mengalami patah tulang apalagi dia baru saja dipukul oleh kawanan satu sel.
"Hentikan Sarah, hentikan!" pintanya.
"Aku akan mencabikmu agar aku puas!" Sarah mengangkat kedua tangannya dan pada saat itu, tubuh Acton kembali terangkat ke atas. Acton kembali berteriak, tubuhnya terasa seperti ditarik dari segala sisi. Sarah yang dipenuhi oleh dendam berteriak dengan keras.
"Mati kau, Acton!" teriaknya, Acton pun berteriak dan dalam beberapa detik kemudian, tubuh Acton tercabik sehingga darahnya muncrat ke mana-mana disusul dengan serpihan tubuhnya yang berhamburan di seluruh lantai penjara. Sarah terlihat puas, akhirnya mati juga. Dua penjahat yang telah membunuhnya dan keluarganya mati dengan cara yang sama.
Sarah menghilang setelah melakukan hal itu namun hantu itu muncul di hadapan Bitsy yang sudah akan melakukan janji sucinya dengan Edward. Bitsy terkejut melihat kemunculan hantu itu, dia tidak menghampiri karena ada keluarganya bersama dengannya bahkan Aunty Nadia juga datang bersama dengan keluarganya.
"Bitsy, sudah waktunya kita pergi dan yang lain pergilah dengan Aunty Nadia!" perintah Darko.
"Ada apa? Ini sudah waktunya!" ucap Darko.
"Sebentar saja!" Bitsy berlari mendekati La Lionora sambil mengangkat gaun pengantinnya yang cukup berat.
"Kenapa kau ada di sini? Aku sudah tidak bisa membantumu lagi," ucap Bitsy.
"Tidak, aku hanya ingin mengucapkan terima kasihku padamu karena kau sudah membantu aku. Sekarang dendamku sudah terbalaskan. Terima kasih, berkat kau kematian ibu dan adikku sudah ditegakkan."
"Aku sangat senang mendengarnya, Sarah. Mereka sudah dipenjara jadi mereka mendapatkan ganjarannya!"
"Aku sudah membunuh mereka dengan kedua tanganku ini jadi urusanku sudah selesai!"
__ADS_1
"Apa?" tanya Bitsy.
"Terima kasih, selamat untukmu dan sampaikan maafku pada calon suamimu dan rasa terima kasihku!" arwah Sarah mulai terlihat menipis yang menandakan jika apa yang ingin dia lakukan sudah selesai.
"Bitsy, cepat!" teriak ayahnya.
"Coming!" Bitsy kembali mendekati ayahnya namun dia berpaling sejenak untuk melihat Sarah yang melambai dengan bayangan yang sudah hampir hilang. Air mata Sarah menetes sebelum dia benar-benar lenyap. Dulu dia pun hampir menikah namun semua hancur gara-gara uang yang dia miliki. Sarah mendongak ke atas dengan air mata yang masih menetes dan setelah itu dia benar-benar lenyap.
"Apa yang kau lakukan?" tanya ayahnya setelah Bitsy kembali.
"Tidak ada!" jawab Bitsy yang kembali melihat ke arah Sarah yang sudah menghilang.
"Cepatlah, sudah waktunya!" ucap Nadia.
Bitsy mengangguk, kedua adiknya bergegas pergi bersama dengan Nadia dan keluarganya. Darko dan Bitsy pergi menuju pintu, siap masuk ke dalam ruangan karena Bitsy akan mengucapkan sumpahnya sebentar lagi. Suara musik pernikahan sudah terdengar, musik yang melantun merdu dari sebuah piano.
Pintu ruangan terbuka, Bitsy melangkah dengan perasaan gugup menuju altar di mana Edward sudah menunggunya dengan gagah. Edward pun sudah terlihat tidak sabar, tak menyangka gadis misterius yang dia temui di lift pada akhirnya menjadi istrinya.
Senyuman manis menghiasi wajah Bitsy, ketika Edward mengulurkan tangan padanya. Dia pun tak menduga akan menikah begitu cepat padahal dia datang untuk bekerja. Darko kembali ke tempat duduk setelah mengantarkan putrinya, meski tidak rela tapi dia harus merelakannya. Darko bahkan menahan air mata karena dia harus melepaskan putrinya untuk menikah.
"Kau terlihat luar biasa, Sayang," puji Edward.
"Kau juga, Edward."
"Siap jadi istriku?"
"Tentu saja," jawab Bitsy.
Edward menggandeng tangan istrinya lalu mereka berdua berdiri di depan seorang pendeta yang akan memimpin acar pernikahan itu. Suasana hening, sumpah setia pun dimulai. Edward dan Bitsy tidak ragu sama sekali saat mengucapkan sumpah mereka. Cincin pernikahan pun dikenakan di jari manis Bitsy, mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaan. Edward mencium pengantinnya dengan mesra dan mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.
__ADS_1
Hari yang membahagiakan. Edward menjadikan gadis polos yang telah mencuri perhatiannya sebagai istri dan Sarah sudah beristirahat dengan tenang berkat bantuan yang Bitsy berikan. Meski terjadi hal yang tidak menyenangkan tapi di sanalah mereka, menikah dan disaksikan oleh keluarga juga para tamu. Bermula dari hantu itu pula mereka bertemu dan yang pasti, selama kemampuan yang Bitsy miliki masih ada maka dia akan terus melihat mereka yang tak kasat mata dan yang tak bisa dilihat oleh sembarangan orang namun sekarang dia tidak sendirian lagi karena ada Edward yang akan menjaganya dan dia tidak akan bisa melihat mereka selama Edward selalu bersama dengannya.