
Angela sudah tidak memiliki ruang gerak karena dia sudah terpojok ke dinding. Rian yang ketakutan dan menangis tidak berani melihat ibunya yang mengerikan dan menakutkan. Rian menyembunyikan wajahnya di leher kakaknya, tentunya hal itu membuat Angela kesulitan apalagi Rian cukup berat.
"Jangan mendekat, Mommy. Jangan mendekat!" pinta Angela karena ibunya semakin berjalan mendekatinya. Senyuman ibunya semakin menakutkan karena darah memenuhi mulut dan wajahnya. Kedua bola matanya pun terlihat memerah di tambah kepalanya yang terbelah menjadi dua membuat keadaannya semakin menakutkan saja.
"Kemarilah, Angela. Ikutlah Mommy pergi," ucap ibunya. Mata pisau yang tajam pun dijilati, sebentar lagi dia akan makan enak.
"Tidak mau, Angela tidak mau!" Angela berjongkok sambil memeluk adiknya. Tangisannya pun semakin menjadi.
"Angela tidak mau pergi dengan Mommy, tidak mau karena Mommy menakutkan!" teriaknya di sela tangisannya.
"Jadilah anak baik, ayo ikut dengan Mommy!" Iblis itu membujuk dan mengulurkan satu tangannya.
"Tidak mau!" teriak Angela lagi dengan keras.
"Anak nakal, jika begitu Mommy akan memakanmu!" teriak iblis itu yang semakin mendekatinya.
"Tidak mau!" teriak Angela. Tatapan matanya melihat ke arah kakaknya yang ternyata sudah tidak ada di tempat tadi.
"Takut Daddy, takut!" teriaknya karena dia mengira Bitsy sudah pergi meninggalkan dirinya.
"Oleh sebab itu masuklah ke dalam perut Mommy agar kau tidak merasa takut lagi!" pisau yang ada di tangan diayunkan, Angela berteriak dan memeluk Rian namun dengan satu tangannya, Angela mencoba menahan pisau itu secara refleks.
"Aaaaa....., sakit!" Angela berteriak karena pisau yang dihunjamkan oleh ibunya menusuk masuk ke dalam lengannya.
__ADS_1
"Haa... ha... ha... Ha.., sekarang bagian yang lain!" pisau dicabut sehingga membuat Angela berteriak kesakitan dan pisau itu akan kembali digunakan tapi kali ini akan dia gunakan untuk menebas kepala korbannya. Pisau sudah diangkat, siap ditebaskan namun tanpa iblis itu duga akibat terlalu senang korban yang dia inginkan sudah tidak berdaya, sebuah pukulan kembali dia dapatkan di bagian belakang kapala.
Iblis itu memegangi tengkuk dan berbalik, dia lupa jika ada satu lagi yang belum dia bereskan. Bitsy kembali memukul iblis itu sambil berteriak.
"Jangan lukai adikku, jangan lukai mereka!" Bitsy yang sedari tadi berusaha mengambil kayunya yang terpental benar-benar dilupakan oleh iblis itu. Nasib baik masih berpihak pada mereka. Bitsy terus memukul namun iblis itu justru balik menyerang dan merebut kayu yang Bitsy gunakan.
"Sialan, sepertinya aku harus menghabisi dirimu terlebih dahulu!" kini iblis itu mendekati Bitsy yang melangkah mundur.
"Kau iblis jahat, jangan sentuh adikku!" teriak Bitsy. Dia harap adiknya segera keluar namun luka yang ada di tangan Angela membuatnya shock dan gemetar sampai tidak bisa bergerak.
"Wangi," pisau yang berisi darah Angela dijilati, "Sungguh lezat jadi kau yang selanjutnya!" iblis itu berlari ke arah Bitsy karena dia harus menyingkirkan Bitsy yang selalu mengganggunya sedari tadi.
"Pergi, cepat pergi!" teriak Bitsy. Angela yang sedang shock terkejut, darahnya terus menetes dari tangannya tapi dia harus membawa Rian pergi. Iblis itu berpaling dan melihat Angela sedang membuka pintu. Gadis itu bisa dia dapatkan dengan mudah karena bau darahnya tapi dia harus memakan Bitsy terlebih dahulu yang sedari tadi mengganggu.
"Anak kurang ajar, aku akan memakanmu!" iblis itu kembali berlari ke arah Bitsy sedangkan Bitsy berlari ke arah lemari. Bitsy tidak memiliki ruang yang cukup namun dengan tubuh kecilnya dia masuk ke dalam lemari dan menutupnya.
"Keluar kau, cepat keluar!" pisau kembali dihujamkan ke pintu lemari lalu pintu itu dibuka. Bitsy merangkak ke sisi lain dari lemari oleh sebab itu iblis itu tidak mendapatkannya apalagi lemari itu memakai pintu dorong.
"Kau begitu licik!" pintu kembali di dorong dan ketika pintu lain hendak dibuka. Bitsy kembali merangkak ke sisi lain dan lagi-lagi iblis itu tidak mendapatkan dirinya. Amarah sudah dirasakan oleh iblis itu oleh sebab itulah, pintu ditarik hingga terlepas lalu dilemparkan. Bitsy terkejut, dia kembali merangkak ke sisi yang lain karena dia harus lari.
"Jangan main-main denganku!" satu pintu lagi ditarik hingga terbuka dan dilemparkan sehingga lemari itu tidak memiliki pintu. Bitsy merangkak dengan cepat untuk keluar melewati bawah kaki ibunya. Anak itu cukup lincah sehingga membuat iblis itu kesulitan menangkapnya.
"Kurang ajar kau!" iblis yang murka semakin menjadi. Bitsy yang berhasil lolos segera berlari keluar dari kamar karena pintunya sudah terbuka.
__ADS_1
Angela dan Rian sudah berada di luar. Angela tampak lemas karena banyak darah yang keluar dari lengannya yang terluka. Dia bahkan sudah tidak memiliki tenaga sama sekali untuk menggendong adiknya. Suara teriakan ibu mereka terdengar mengerikan di dalam kamar. Itu karena iblis itu sangat murka. Rumah tua itu bahkan seperti bergetar akibat gempa besar, beberapa benda jatuh dan pecah menambah suasana semakin kacau apalagi teriakan anak-anak yang ketakutan membuat suasana semaki mencekam.
"Aku tidak kuat lagi, Bitsy," ucap Angela.
"Kau pasti bisa!" Bitsy berlari ke kotak obat lalu mencari obat dari sana. Entah obat apa yang ada yang pasti perban adalah benda pertama yang dia ambil karena dia harus mengobati lengan adiknya terlebih dahulu.
"Cepat. Bitsy!" cepat pintu Angela karena dia melihat sosok ibunya yang menakutkan melayang keluar dari kamar.
Bitsy menggulung perban dengan cepat dan mengikatnya setelah selesai. Rian pun digendong lalu mereka melangkah mundur karena mereka takut. Suara cekikik iblis itu terdengar menakutkan, iblis itu pun sudah berada di tengah-tengah lorong dengan kepala menunduk. Bitsy dan Angela masih melangkah dengan perlahan, kedua mata melotot dengan napas tertahan.
Mia mengangkat kepala dengan perlahan, seringai menakutkan menghiasi wajahnya. Bitsy dan Angela yang ketakutan berdiri kaku namun mereka dikejutkan dengan sosok ibu mereka yang tiba-tiba melompat dan menempel ke dinding.
Iblis itu kembali melihat Bitsy dan Angela dengan seringai lebar lalu iblis itu merangkak cepat di dinding. Bitsy dan Angela berteriak takut apalagi saat iblis yang berada di dalam tubuh ibu mereka melompat turun dan sekarang iblis itu merangkak dalam posisi terbalik.
"Bi.. Bitsy!" Angela gemetar takut karena ibu mereka yang semakin menakutkan.
"Ba-Basemen!" Bitsy juga gemetar. Mereka melihat ke arah basemen yang ada di ujung lorong lain namun berada di depan. Iblis itu tahu apa yang mereka pikirkan oleh sebab itu seringai menghiasi wajahnya saat dia melihat kedua anak itu.
"Aku pasti akan mendapatkan kalian!" dan setelah berteriak demikian iblis itu merangkak cepat dalam keadaan terbalik. Bitsy dan Angela berteriak ketakutan, mereka berlari dari kejaran iblis yang merangkak dalam posisi terbalik itu.
Mereka berlari menuju lantai basemen, hanya tempat itu saja yang bisa mereka gunakan untuk bersembunyi. Suasana semakin mencekam akibat iblis yang semakin menakuti anak-anak. Iblis itu bahkan masih merangkak dalam posisi terbalik lalu iblis itu melompat dan hinggap di pintu basemen. Bitsy dan Angela kembali berteriak karena terkejut, mereka sampai terjatuh akibat lari yang dihentikan secara mendadak.
"Mau lari ke mana? Hi.... Hi... Hi.. Hi...!"
__ADS_1
"Daddy, cepat pulang. Angela takut!" teriak Angela. Mereka hanya bisa kembali berlari untuk menyelamatkan diri dari kejaran iblis itu sambil menunggu ayah mereka yang tersesat kembali. Iblis yang menginginkan jiwa murni mereka serta makanan lezat kembali mengejar ketiga anak yang berlari karena takut.