
Bitsy masih tidak mau keluar dari dalam lemari meski pun ayahnya memanggil. Bitsy hanya membuka pintu sebentar karena Rian mau keluar lalu menutup pintu lemari lagi. Rian merangkak keluar dan menghampiri ayahnya yang sedang duduk di sisi ranjang bersama dengan Angela. Darko menggendong putranya dan mendudukkan ke atas pangkuan, semua jadi kacau gara-gara sikap Bitsy yang mendadak berubah.
"Mama.... Mama!" Rian menunjuk ke arah jendela seperti ingin mengatakan sesuatu pada ayahnya.
"Panggil Daddy!" pinta ayahnya.
"Mama!" ucap Rian lagi sambil menggeleng.
Darko melihat ke arah jendela di mana Rian menunjuk. Tidak ada apa pun. Entah apa yang dimaksud, mungkin Rian ingin bersama dengan ibunya.
"Mommy sedang istirahat, nanti Daddy akan membawa Rian bermain dengan Mommy," ucap ayahnya.
"Daddy, kenapa sekarang Mommy lebih banyak beristirahat?" tanya Angela.
"Mommy lelah, Sayang."
"Bohong, itu karena ada hantu di tubuh Mommy!" teriak Bitsy dari dalam lemari.
"Bitsy, keluar! Daddy ingin berbicara denganmu!" ucap ayahnya.
"Tidak mau, Daddy jahat!" teriak Bitsy lagi.
"Cukup, Bitsy. Bukankah sudah Daddy katakan? Jangan asal bicara dan kau pun sudah berjanji pada Daddy tapi kenapa lagi-lagi kau berkata seperti itu? Ucapanmu itu menyakiti perasaan ibumu, apa kau tidak tahu akan hal itu?"
"Kita sudah menguburkan Mommy, Dad. kenapa Mommy bisa pulang? Bitsy memang masih kecil dan baru sepuluh tahun tapi Bitsy melihat saat Mommy di makamkan lalu bagaimana Mommy bisa pulang? Di tubuh Mommy ada hantunya, oleh sebab itu Mommy bisa pulang!"
"Oke, baiklah. Daddy yang sudah salah karena tidak menjelaskan pada kalian. Sekarang keluarlah, Daddy akan menjelaskan pada kalian berdua kenapa Mommy bisa berada di rumah!"
"Memangnya apa yang bisa Daddy jelaskan?"
"Keluar, Bitsy!" bentak ayahnya karena Bitsy masih saja berdebat dengannya.
Bitsy tampak ragu, dengan perlahan pintu lemari digeser hingga terbuka. Bitsy mengintip keluar dan melihat kamarnya. Dia tidak akan keluar jika ada ibunya di kamar itu.
"Tidak perlu melihat-lihat, segera keluar!" perintah ayahnya.
__ADS_1
Bitsy merangkak keluar dengan perlahan namun tatapan matanya tidak lepas dari ayahnya. Dia benci dengan ayahnya yang sekarang karena ayahnya tidak percaya dengannya lagi bahkan ayahnya sudah berubah menjadi jahat.
"Kemarilah, Daddy akan menjelaskan pada kalian berdua kenapa Mommy ada di rumah dan setelah mendengarnya, Daddy tidak mau mendengar perkataan ada hantu lagi di tubuh Mommy dan berhenti menyakiti perasaan Mommy!"
"Tapi Daddy, Mommy memang hantu!"
"Bitsy, kenapa kau berkata seperti itu. Coba jelaskan pada Daddy?"
"Semalam aku melihatnya, Dad. Mommy berlari ke arah hutan dan ketika Daddy keluar dari kamarku, Mommy mengejutkan Bitsy di depan jendela dengan keadaan yang menakutkan. Mulut Mommy penuh dengan darah begitu juga dengan kedua tangannya karena Mommy baru saja makan sesuatu di hutan!" jelas Bitsy. Dia harap ayahnya mau percaya dengan apa yang dia katakan.
"Jangan asal bicara. Setelah Daddy keluar dari kamarmu, Mommy ada di dalam kamar!"
"Tidak mungkin, Daddy bisa lihat ada bekas tangan Mommy di kaca jendela!" Bitsy melangkah mendekati jendela dan menunjukkan bekas tangan ibunya yang samar.
"Itu hanya debu, jangan mengada-ada!" ayahnya masih tidak percaya.
"Di sana ada kulit binatang bekas dimakan oleh Mommy jika Daddy tidak percaya!" kini Bitsy menunjuk ke arah kulit binatang yang dia injak tadi.
Darko menghembuskan napas dan memijit pelipis. Putrinya pasti bermimpi saja akibat rasa takut. Mungkin itu sebabnya Bitsy duduk di depan jendela begitu lama.
"Bitsy, kau pasti bermimpi buruk akibat rasa takutmu itu!" ucap ayahnya.
"Jika begitu, kenapa hanya Bitsy saja yang menganggap Mommy hantu. kenapa Angela tidak? Apa Angela pernah melihat Mommy melakukan hal yang menakutkan?" Darko berpaling dan melihat ke arah putrinya.
"Tidak, Mommy tidak pernah terlihat menakutkan. Mommy seperti biasanya, sayang pada Angela!" jawab putri keduanya.
"Bitsy dengar? Bitsy seperti itu hanya karena rasa takut saja. Bitsy terlalu takut sehingga bermimpi buruk sehingga menganggap Mommy hantu!"
"Bitsy tidak bohong, Daddy!" Bitsy mendekati ayahnya lalu duduk di bawah kaki ayahnya, "Waktu Daddy pergi, Mommy pergi mencari daging. Jika tidak percaya, Daddy bisa bertanya pada Angela," ucapnya lagi.
"Apa benar?" Darko melihat ke arah Angela lagi.
"Waktu itu Mommy memang berkata ingin membeli daging, Daddy. Angela berada di kamar dengan Rian jadi Angela tidak tahu apa pun lagi."
"Lalu, apa yang terjadi?" Darko berpaling, melihat ke arah Bitsy.
__ADS_1
"Mommy mengancam akan memakan Angela, Daddy. Setelah memakan Angela, Mommy juga akan memakan Rian lalu memakan Bitsy!" jelas putrinya.
Darko terdiam mendengar perkataan putrinya namun tidak lama kemudian, gelak tawanya terdengar. Putrinya pasti sedang mengatakan sebuah lelucon. Mia akan memakan mereka? Sungguh kebohongan yang tidak akan dipercaya oleh siapa pun.
"Kenapa Daddy tertawa? Apa Daddy tidak percaya?" Bitsy tampak kecewa.
"Cukup, jangan mengada-ada. Tidak akan ada yang percaya dengan apa yang kau katakan!" ucap ayahnya.
"Sudah aku duga, Daddy pasti tidak akan percaya apa pun yang Bitsy katakan!"
"Siapa yang akan percaya? Tidak akan ada bahkan jika Bitsy mengatakan hal ini pada Aunty Nadia sekali pun. Dia tidak akan percaya. Semua yang mendengar juga tidak akan percaya apalagi Bitsy tidak memiliki bukti!"
"Tapi Mommy mengatakan hal seperti itu pada Bitsy!"
"Mungkin Mommy hanya bercanda untuk menakuti dirimu. Dengarkan perkataan Daddy, yang membawa Mommy pulang adalah Daddy!"
"Benarkah?" tanya kedua putrinya.
"Tentu saja benar, Daddy merasa Mommy masih hidup oleh sebab itu Daddy pergi membawa Mommy pulang jadi tidak ada hantu di tubuh Mommy. Mommy hanya sedang sakit saja akibat kecelakaan itu. Bitsy terlalu banyak membaca cerita oleh sebab itu Bitsy menakuti diri sendiri. Jika Mommy ingin memakan kalian, kenapa tidak dia lakukan sebelum kita pindah?"
"Bitsy tidak bohong, Daddy!" Bitsy menunduk, apakah yang dikatakan oleh ayahnya benar?
"Bitsy, percayalah pada Daddy. Apa yang kau katakan tidak benar. Mommy sangat menyayangi kalian, bagaimana mungkin Mommy akan memakan kalian? Mommy pasti hanya bercanda saja. Semua juga gara-gara Bitsy yang selalu menyakiti perasaan Mommy. Jika Bitsy menjadi anak baik, Mommy pasti tidak akan menakuti Bitsy."
Bitsy masih menunduk, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya karena dia yakin apa yang dia lihat adalah nyata. Ibu yang bersama dengan mereka saat ini bukanlah ibunya.
"Maaf Daddy sudah menghukum dan memukul Bitsy," Darko mengusap kepala putrinya dengan lembut, "Mau memaafkan Daddy, bukan?" tanyanya.
Bitsy hanya bisa mengangguk saja, dia tidak akan menang melawan orang dewasa. Apa pun yang dia katakan, ayahnya pasti tidak akan percaya.
"Sekarang kita keluar, Mommy sedang membuat makanan kesukaan kalian dan besok, Daddy akan mengantar kalian ke sekolah baru."
"Bagaimana dengan Rian, Daddy. Jangan tinggalkan Rian sendirian!" pinta Bitsy.
"Bodoh, di rumah ada Mommy dan Daddy. Tidak perlu mengkhawatirkan Rian."
__ADS_1
"Daddy, aku ingin tas baru!" pinta Angela.
"Nanti kita akan pergi beli tapi sekarang, kita makan terlebih dahulu!" Darko beranjak, Angela memegangi tangan ayahnya dan melangkah keluar bersama dengan ayahnya. Rian pun berada di gendongan ayahnya sedangkan Bitsy masih berdiri di tempat dan menatap kepergian ayahnya. Apa pun yang ayahnya katakan, dia lebih mempercayai dengan apa yang dia lihat sendiri.