
Akibat gangguan dua hantu yang mengganggunya membuat Bitsy terpaksa menginap di rumah Edward.. Beruntungnya hantu yang ada di luar jendela tidak bisa masuk ke dalam. Entah karena apa, hantu itu lebih baik tidak masuk ke dalam kamarnya. Cukup La Lionora itu saja tapi keberadaan mereka saja sudah sangat mengganggu.
Bitsy masih tidur saat Edward sudah selesai membuat sarapan. Dia tidak menduga Bitsy akan menginap di rumahnya. Semoga saja para hantu itu menetap di kamar Bitsy bahkan dia berniat mengundang lebih banyak hantu agar Bitsy benar-benar tinggal dengannya tapi sayangnya dia tidak tahu bagaimana caranya.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, Edward melangkah mendekati Bitsy yang masih tertidur dengan nyenyak. Bitsy masih memeluk bantal yang dia bawa. Berkat tumpangan yang Edward berikan membuatnya dapat tidur dengan pulas.
Edward duduk di sisi ranjang, tangannya mengusap wajah Bitsy dengan perlahan. Rasanya dia ingin berbaring di sisi Bitsy dan memeluknya. Dia ingin memandangi wajah Bitsy untuk sebentar saja. Anggap sedang mengisi energi sebelum memulai harinya yang sibuk oleh sebab itu, Edward berbaring di sisi Bitsy tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Gadis itu.
Wajah manis dan mempesona. Harus dia dapatkan gadis itu tidak saja sebagai pacar tapi harus dia dapatkan sebagai istrinya. Banyak wanita cantik di luar sana tapi mencari yang lugu dan polos tidaklah mudah. Edward masih memainkan tangannya di wajah Bitsy, keinginan mulai menguasai diri. Edward mendekatkan wajahnya. Satu kecupan sudah cukup namun keinginannya tidak dia dapatkan karena Bitsy berbalik dan kembali tidur.
Edward mengumpat dalam hati, kesempatan hilang namun pria itu mendekati Bitsy lalu memeluknya. Usapan tangan Edward di lengan membuat Bitsy terkejut. Bitsy berpaling dan mendapatkan Edward berada di belakang dan sedang memeluknya.
"Mau tidur sampai kapan? Apa kau ingin berada di kamar ini sampai siang?"
"Jam berapa sekarang, Edward?"
"Jam enam. Jika bukan harus pergi bekerja, aku lebih suka menghabiskan waktu denganmu seharian di kamar."
"Apa yang mau kau lakukan satu hari di kamar?" tanya Bitsy dengan ekspresi polos.
"Menurutmu, apa yang akan dilakukan oleh pria dan wanita di dalam kamar, Bitsy?"
"Main catur," jawab Bitsy karena dia akan bermain catur dengan ayahnya saat ada waktu luang.
"Yang lain? Ada permainan lain yang lebih menyenangkan dari pada main catur."
"Hm, menonton kartun SpongeBob atau belajar!" ini yang dia lakukan dengan Rian.
"Hei, serius. Apa kau tidak tahu permainan menyenangkan yang bisa dilakukan oleh pasangan saat di dalam kamar?"
"Entahlah, aku tidak tahu karena aku tidak mempunyai pasangan!"
"Baiklah, Nona. Benar-Benar salah pertanyaan. Tapi bolehkah aku seperti ini sebentar? Anggap aku sedang mengisi energi!" Edward semakin menarik Bitsy mendekat dan mendekapnya dengan erat.
"Aku bukan alat pengisi daya!" ucap Bitsy.
__ADS_1
"Anggap saja begitu. Nanti malam aku jemput, bagaimana?"
"kantorku tidak jauh, Edward. Kau tidak perlu repot."
"Tidak apa-apa, kita pergi makan malam berdua."
"Tapi aku ada janji," ucap Bitsy.
"Janji dengan siapa?" tanya Edward ingin tahu.
"Aku sudah ada janji dengan hantu nenek yang selalu meminta bantuanku itu."
"Ck, kau sungguh luar biasa. Aku kira kau memiliki janji dengan seorang pria tapi kau justru memiliki janji dengan hantu!" gadis yang sangat unik. Baru kali ini ada yang membuat janji dengan hantu.
"Jika begitu aku ikut denganmu."
"Tidak, aku tidak mau merepotkan dirimu."
"Aku tidak merasa kau merepotkan aku jadi aku ikut denganmu. Jangan menolak, aku benar-benar sangat ingin melakukan banyak hal denganmu."
"Aku sudah membuat sarapan, kita sarapan terlebih dahulu dan setelah itu aku akan menunggumu di depan lift."
"Kau begitu baik, Edward. Terima kasih."
"Kebaikanku ini ada tujuannya, Bitsy. Aku ingin kau tahu dan aku rasa kau tahu apa yang aku maksudkan!"
Bitsy diam, dia tahu apa tujuan Edward tapi dia tidak bisa menjawab permintaan pria itu begitu saja meski mereka dekat dan meski dia tidak keberatan Edward memeluknya. Edward masih mengusap lengan Bitsy dan mencium kepalanya, dia sangat berharap Bitsy segera menjawab permintaannya tapi dia tidak mau memaksa.
"Baiklah, ayo kita sarapan, Meski aku sangat ingin kita selalu seperti ini tapi aku tidak boleh melupakan pekerjaan kita!" Edward melepaskan Bitsy lalu duduk di atas ranjang. Bitsy pun duduk di atas ranjang, bantal masih dipeluk dan wajahnya tampak tersipu.
Edward justru jadi gemas melihatnya karena Bitsy terlihat manis dengan wajah polosnya sehabis bangun tidur.
"Kau tahu? Aku sangat ingin menerkam dirimu saat ini juga?"
"Hah?" Bitsy terlihat tidak mengerti dengan perkataan Edward yang membuat Edward semakin gemas dan ingin segera memiliki dirinya.
__ADS_1
Edward buru-buru melangkah pergi, dia takut tidak bisa menahan diri karena dia takut menyakiti Bitsy. Dia memang harus bersabar jika dia memang menginginkan gadis polos itu menjadi miliknya. Bitsy pergi mencuci wajah terlebih dahulu dan setelah itu, Bitsy menghampiri Edward yang sudah berada di meja makan.
Segelas kopi sudah berada di atas meja dengan segelas jus jeruk untuk Bitsy. Roti bakar yang sudah siap dinikmati serta salad buah pun sudah tersedia, itu sudah cukup untuk mengisi energi mereka sebelum mereka berdua sibuk.
"Katakan padaku, apa yang hantu nenek itu inginkan darimu?" tanya Edward.
"Dia meminta bantuanku untuk menemui kedua putranya yang serakah!"
"Apa ada perebutan harta di antara kedua putranya?"
"Aku tidak tahu, Edward. Tapi aku merasa ada sesuatu yang hendak nenek tua itu sampaikan pada kedua putranya."
"Baiklah, pertanyaan lain. Apa kau sudah mendapatkan petunjuk dari hantu wanita itu?"
"Yeah, aku berniat mendatanginya jika ada waktu."
"Hei, itu berbahaya. Apa yang mau kau lakukan menemui dirinya?" Edward tidak senang mendengarnya karena itu sangat berbahaya untuk Bitsy bahkan akan ada Martin kedua nantinya yang ingin memanfaatkan kemampuan Bitsy. Masalah dengan Martin belum selesai, jangan sampai ada masalah lainnya.
"Aku harus melakukannya, Edward. Jika aku tidak menemuinya maka aku tidak akan menemukan petunjuk apa pun."
"Baiklah, tapi kau harus ingat satu hal, kau harus pergi denganku. Jangan pergi seorang diri karena berbahaya, kau mengerti!"
"Tentu, aku memang membutuhkan bantuanmu. Aku harap kau tidak bosan dengan permasalahanku dan masih mau membantu aku tapi malam ini, aku harus menyelesaikan masalah hantu nenek itu agar arwahnya bisa beristirahat dengan tenang."
"Aku akan selalu membantu dirimu, Bitsy. percayalah denganku."
"Aku percaya!" ucap Bitsy, senyuman manis menghiasi wajahnya. Dia sangat beruntung dapat bertemu dengan Edward karena pria itu benar-benar sangat baik bahkan mau melibatkan diri dalam permasalahan yang sedang dia hadapi.
"Sekarang makan, kita akan kehabisan waktu. Nanti malam kau harus menunggu aku jadi jangan pergi sendirian, kau mengerti?"
"Aku mengerti, aku tidak akan pergi sendirian tanpamu."
"Bagus, sekarang habiskan semuanya!"
Bitsy mengangguk, semenjak mengenal Edward dia tidak merasa perlu takut lagi dengan hantu-hantu yang selalu menakutinya saat malam. Semoga dia tidak memanfaatkan Edward dan semoga saja dia tidak terlalu terlibat dengan hantu karena dia juga ingin merasakan kehidupan manis setelah sekian lama menghadapi teror dari pada hantu.
__ADS_1