Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 14


__ADS_3

Edward sibuk sendiri membuat makanan. Memang tidak ada pelayan di rumahnya karena dia selalu menggunakan jasa pembersih rumah seminggu sekali. Dia pun tinggal sendirian. Kedua orangtuanya memang masih hidup tapi dia sudah tidak tinggal dengan mereka lagi sejak memutuskan terjun ke dunia bisnis.


Saat akhir pekan dia memang akan membuat makanan untuk dirinya sendiri tapi hari ini berbeda karena dia membuat makanan untuk dua orang. Tentunya makanan itu untuk Bitsy. Entah kenapa dia begitu mengkhawatirkan keadaan gadis itu. Dia jadi ingin cepat menyelesaikan makan malam yang sedang dia buat karena dia ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Bitsy.


Setelah bangun tidur, Bitsy mengurung diri di dalam kamar tanpa berani pergi ke mana pun karena hari sudah mulai gelap. Lebih baik dia berada di dalam kamar agar tidak melihat makhluk yang menakutkan. Jika ada pun pasti hanya hantu yang ada di luar jendela dan mungkin hantu La Lionora yang akan mendatanginya dan meminta bantuannya.


Dia harap hantu itu tidak berbuat kasar dan mau mengatakan padanya siapa dua orang yang ada di tempat konser itu. Mungkin dengan demikian dia bisa mencari tahu penyebab kematian hantu itu dan mungkin saja penyebab kematiannya yang tidak wajar sehingga membuat hantu wanita itu bergentayangan di jalan.


Bitsy duduk termenung, seperti menunggu sesuatu tapi sesuatu yang tidak dia harapkan. Cukup lama dia seperti itu sampai akhirnya dering ponsel mengalihkan perhatian Bitsy. Ponsel yang ada di sisinya diambil, Bitsy tersenyum karena yang menghubunginya adalah Rian.


"Anak nakal, apa kau sedang rindu dengan kakak?"


"Kak Bitsy kapan kembali?" tanya Rian.


"Hei, aku baru pergi beberapa bulan saja. Tidak bisa pulang begitu saja!"


"Tapi sudah terasa lama, Kakak. Kami sudah sangat merindukan kakak."


"Aku juga merindukan kalian, sangat rindu tapi aku tidak bisa kembali begitu saja apalagi aku terikat kontrak. Tunggu saat natal nanti, aku pasti akan kembali."


"Apa kak Bitsy akan kembali dengan pacar kakak?"


"Apa? Tidak ada yang seperti itu!" ucap Bitsy.


"Lelaki mana yang menjadi pacarmu?" terdengar suara teriakan ayahnya.


"Tidak ada, Dad. Rian hanya asal bicara saja!"


"Bitsy sedang berduaan dengan laki-laki, Dad!" ucap teriak Rian sengaja.


"Apa? Denga siapa?" teriakan ayahnya yang tidak senang kembali terdengar.


"Anak nakal, aku tidak dengan siapa pun!" teriak Bitsy.


"Siapa laki-laki yang bersama denganmu, Bitsy.  Pertemukan aku dengannya!" ucap ayahnya karena ponsel sudah berpindah di tangan ayahnya.

__ADS_1


"Dad, Rian hanya asal bicara saja. Aku tidak dengan siapa pun!"


"Apa kau yakin?" tanya ayahnya memastikan.


"Tentu saja aku yakin. Aku belum punya pacar tapi apa Daddy keberatan jika aku dekat dengan seorang pria?"


"Daddy tidak keberatan tapi carilah yang baik terutama yang bisa menerima kelebihan yang kau miliki. Jangan sampai kau justru ditertawakan atau mendapat malu hanya karena kau mengenal orang yang salah."


"Terima kasih atas nasehat Daddy. Aku akan mencari pria yang tepat tapi tidak untuk saat ini karena aku ingin fokus dengan karirku."


"Bagus, aku hanya tidak mau kau menjalin hubungan dengan lelaki yang salah!" ucap Darko. memiliki dua anak perempuan tentu sangat membuat khawatir karena dia tidak mau kedua putrinya berhubungan dengan pria yang salah.


"Aku tahu, Dad. Ada yang datang, nanti aku hubungi lagi!" ucap Bitsy karena ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Baiklah, tetap berhati-hati dan jangan cari perkara dengan siapa pun apa lagi dengan hantu!" ucap ayahnya.


"Pasti, Dad!" Bitsy melangkah menuju pintu sambil mengakhiri percakapan dengan  ayahnya. Pintu dibuka, Bitsy mendapati Edward berada di depan kamarnya. Pria itu tersenyum melihat Bitsy yang masih menggunakan baju kaus miliknya.


"Hm, apa kau baru bangun, Nona?"


"Ada apa? Apa kau datang untuk mengambil baju kaus ini?" tanya Bitsy.


"Yes, aku datang untuk mengambil baju itu bersama dengan orangnya!" ucap Edward tanpa basa basi.


"Aku akan kembalikan setelah aku mencucinya dan aku akan mengantarnya ke rumahmu!"


"Tidak perlu. Aku datang untuk mengajakmu makan malam di rumahku. Kau belum makan, bukan?"


"Belum, tapi aku bisa pesan sendiri!" ucap Bitsy.


"Ayolah, aku membuat banyak makanan jadi jangan menolak."


"A-Aku ganti baju dulu!"


"Aku tunggu, Nona!"

__ADS_1


Bitsy kembali masuk ke dalam, padahal Edward tidak perlu melakukan hal itu tapi dia tahu pria itu tidak akan berhenti meski dia menolak. Bitsy berganti pakaian namun sosok putih yang masuk ke dalam kamarnya secara tiba-tiba membuat Bitsy terkejut. Sosok itu sudah pasti La Lionora. Hantu itu datang di waktu yang tidak tepat.


"Kau harus membantu aku, segera!" ucap hantu itu.


"Bisakah nanti? Kau sungguh datang di waktu yang tidak tepat!" ucap Bitsy dengan berbisik.


"Tidak, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi!" hantu itu memang pemaksa.


"Aku harus pergi, percayalah kau tidak akan senang melihat pria yang ada di luar sana!"


"Tidak, jangan pergi. Kau harus segera menolong aku!" La Lionora tidak terima dengan penolakan Bitsy.


"Jangan memaksa jika tidak aku akan menolong dirimu!" ancam Bitsy.


"Kau harus menolong aku!" teriak hantu itu. Beberapa benda sudah terbang ke atas, Bitsy ketakutan melihatnya.


"Jangan mengancam seperti ini, kau membuat aku takut!"


"Kau tidak boleh pergi ke mana pun dan harus menolong aku!" hantu yang pemarah oleh sebab itu Bitsy takut dengannya apalagi beberapa benda sudah terbang ke atas.


"Edward, tolong!" Bitsy berteriak dan berlari menuju pintu.


"Ada apa?" Edward yang mendengar suara teriakannya langsung membuka pintu. Bitsy berlari ke arah dan memeluk Edward. Jujur saja dia takut dengan hantu La Lionora yang pemarah itu. Benda-Benda yang dalam keadaan terbang jatuh ke lantai. Edward terkejut dan sangat heran sedangkan Bitsy masih memeluknya dan ketakutan.


"Apa yang terjadi? Kenapa semua barang itu terlempar?" tanya Edward dengan rasa penasaran yang kembali muncul di dalam hati.


"A-Aku mau pergi!" ucap Bitsy.


"Kau belum mengatakan padaku apa yang terjadi, Bitsy. Mana ibumu?" jangan katakan sesungguhnya Bitsy sudah tidak memiliki seorang ibu.


"Please, Edward. Aku takut!"


"Baiklah, baik. Ayo pergi!" ajak Edward. Meski dia sangat heran dengan apa yang telah terjadi tapi dia bisa melihat jika Bitsy sedang ketakutan. Apa sebenarnya yang ada di dalam kamar itu? Sungguh dia sangat penasaran. Kali ini, dia harus mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang mengganjal di dalam hati dan malam ini, Bitsy harus mengatakan padanya apa yang sesungguhnya dialami oleh gadis itu dan apa yang dia takutkan.


La Lionora kembali terlihat saat Edward dan Bitsy sudah keluar dari kamar. Sungguh hantu yang tidak ramah tapi tindakannya itu juga ada sebabnya. Hantu itu tidak pergi, dia akan berada di sana menunggu Bitsy karena gadis itu harus segera menolongnya.

__ADS_1


__ADS_2