Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Aku Telah Kembali


__ADS_3

Ketakutan yang dialami oleh Bitsy dan Angela mereka rasakan sampai pagi. Tidak ada yang berani tidur terutama Bitsy. Dia menjaga kedua adiknya sepanjang malam. Angela yang ketakutan meminta Bitsy berbaring di sisinya dan tidak melepaskan tangannya. Mereka berdua saling menguatkan dan saling menjaga adik mereka yang masih kecil.


Teriakan ibu mereka yang terdengar kedua kali semakin membuat mereka ketakutan. Mereka yakin jika ibu mereka adalah hantu, mereka yakin itu. Angela tidur terlebih dahulu, dia sudah tak kuasa menahan kantuk namun Bitsy masih berusaha terjaga untuk menjaga kedua adiknya karena dia takut ibunya masuk ke dalam kamar mereka lalu memakan mereka bertiga.


Bitsy berusaha terjaga namun dia tidak bisa bertahan sehingga dia tertidur saat menjelang subuh. Darko pun tertidur di ruang tamu setelah membersihkan dapur sampai bersih. Semua daging yang masih tersisa dibuang agar istrinya tidak lagi makan daging mentah.


Pagi itu, dua petugas polisi mendatangi rumah Darko. Para tetangga yang berada di sekitar rumah berkerumun di dekat rumah itu karena mereka terganggu dengan suara teriakan tadi malam. Semenjak Mia meninggal, Darko menutup pintu rumahnya dengan rapat dan tidak mengijinkan kedua putrinya untuk keluar sehingga tidak ada yang tahu bagaimana dengan keadaan mereka.


Para tetangga berbisik-bisik, membicarakan sesuatu. Mereka sungguh penasaran dan ingin tahu sumber suara teriakan yang mereka dengar tadi malam. Dua petugas yang mereka panggil sudah berdiri di depan rumah Darko, mereka mengintip ke dalam melalui lubang pintu dan setelah itu, salah satu dari mereka mengetuk pintu.


"Excuseme," seorang petugas berteriak lalu pintu rumah Darko kembali diketuk dengan keras.


Darko yang tidur di sofa terperanjat kaget, suara pintu yang diketuk kembali terdengar disusul petugas yang memanggilnya. Kedua petugas itu terlihat waspada, salah satu dari mereka mengambil senjata api untuk jaga-jaga. Darko yang masih dalam keadaan mengantuk keluar dari rumah namun dia terkejut mendapati dua petugas berdiri di depan rumahnya.


"Tuan Darko?" seorang petugas itu melihatnya dengan penuh selidik.


"Ya, saya sendiri!" Darko menutup pintu dan berdiri di luar.


"Makam istri anda ada yang menggali dan mayatnya hilang. Apa anda tahu akan hal ini?"


"Apa?" Darko pura-pura terkejut agar tidak dicurigai.


"Tidak perlu berpura-pura. Menurut informasi anda pergi saat hujan dan kembali saat tengah malam. Apa yang anda lakukan pada istri anda?"


"Jangan asal menuduh. Aku pergi membeli obat untuk putriku yang sedang sakit!" ucap Darko mengelak.


"Jadi kau tidak tahu apa pun akan mayat istrimu yang hilang?" kedua petugas itu masih menatapnya dengan penuh selidik.


"Aku benar-benar tidak tahu, Tolong katakan apa yang terjadi pada makam istriku?"


"Makam istrimu ada yang membongkar dan mayatnya ada yang mencurinya."


"Siapa yang melakukannya?" Darko melangkah mendekat lalu mencengkeram kerah baju salah salah satu petugas itu.


"Apa kau yakin kau tidak tahu apa pun?"


"Jangan bercanda, aku menjaga anak-anakku di rumah lalu bagaimana aku bisa tahu?"


"Lalu bagaimana dengan teriakan  yang didengar oleh para tetanggamu semalam, apa kau bisa menjelaskannya?"

__ADS_1


Darko melihat ke arah para tetangga yang melihat ke arahnya. Sepertinya mereka mendengar teriakan Mia yang menakutkan. Jangan sampai ada yang tahu jika Mia berada di rumah saat ini.


"Apa kau bisa menjelaskan akan teriakan yang mereka dengar semalam, Tuan Darko?" kedua petugas itu semakin curiga apalagi terdapat beberapa perban di lengan Darko.


"Kalian semua sungguh konyol. Aku baru kehilangan istriku dan aku memiliki ketiga anak yang masih kecil. Mereka belum bisa menerima kepergian ibu mereka yang mendadak oleh sebab itu, kedua putriku mengalami emosi yang tidak stabil karena mereka mencari keberadaan ibu mereka!" Darko terlihat sedih tapi itu bukan akting yang dia mainkan.


"Kedua putriku berteriak untuk mencari ibunya. Sebagai ayahnya, aku hanya bisa menjelaskan tapi mereka masih terlalu kecil untuk mengerti apa yang aku katakan. Apa yang bisa kau lakukan selain menenangkan mereka?" air mata Darko hampir tumpah. Tidak ada yang mengerti akan kesedihan yang dia alami, kesedihannya karena kehilangan Mia, tidak ada yang mengerti sama sekali.


"Baiklah, mana anak-anakmu?" tanya petugas itu lagi.


"Mereka masih tidur karena tidak bisa tidur sepanjang malam!" dusta Darko namun yang dia katakan sangat benar adanya tanpa dia tahu.


"Mengenai istrimu, kami rasa kau harus pergi melihat makamnya yang dibongkar orang lain. Kami butuh penjelasan darimu karena mungkin saja ada orang yang tidak suka dengan istrimu sehingga jasadnya dicuri!"


"Bisakah setelah kedua putriku sudah bangun? Aku tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja," pinta Darko.


"Baiklah, hubungi kami jika kau sudah siap!" sebuah kartu nama diberikan, Darko mengambilnya dan mengangguk. Kedua petugas itu pamit pergi, mereka memberikan penjelasan kepada para tetangga Darko yang merasa terganggu dengan teriakan Mia semalam.


Darko masuk ke dalam rumah namun dia melihat keluar melalui jendela. Sepertinya dia harus membawa keluarganya pergi karena rumah itu sudah tidak aman lagi. Jangan sampai ada yang melihat atau ada yang tahu jika Mia hidup kembali. Kebahagiaan yang dia bawa kembali dengan susah payah jangan sampai ada yang mengacaukannya. Dia tidak mau keluarganya yang kembali utuh harus berpisah kembali.


Darko masih melihat keluar sampai kedua petugas itu pergi. Sebaiknya dia melihat kedua putrinya. Dia benar-benar lupa dengan mereka, semua karena keadaan Mia yang memburuk. Darko sudah berdiri di depan pintu kamar kedua putrinya lalu daun pintu di ketuk dengan perlahan.


"Bitsy!" dia kembali memanggil.


"Daddy?" Bitsy terbangun, suara ayahnya yang memanggil sudah terdengar. Setelah Bitsy, Angela juga terbangun.


"Ini Daddy, buka pintunya!" pinta Darko.


Bitsy sudah berlari menuju pintu, disusul oleh adiknya. Malam mengerikan yang menakutkan, mereka tidak akan melupakannya. Kedua kaki Darko dipeluk oleh putrinya yang masih memperlihatkan rasa takut.


"Takut, Daddy. Kami takut!" ucap kedua putrinya.


"Hei, bukankah sudah Daddy katakan? Jangan takut pada Mommy!"


"Usir Mommy pergi Dad, usir Mommy!" pinta Bitsy.


"Jangan berkata seperti itu, Bitsy. Kita tidak boleh mengusir Mommy. Jika kita mengusir Mommy lalu Mommy harus tinggal di mana?"


"Tapi kami takut, Dad. Kami tidak mau lagi tinggal dengan Mommy!" jawab putrinya.

__ADS_1


"Aku juga tidak mau!" ucap Angela.


"Jangan seperti ini, oke. Jangan membuat situasi semakin memburuk!" pinta ayahnya.


"Tapi kami takut, Daddy!" rengek kedua putrinya.


"Tidak perlu takut, ayo ikut Daddy untuk melihat keadaan Mommy!"


"Tidak mau, aku tidak mau!" teriak Bitsy dan Angela. Kedua gadis itu berlari masuk, mereka tidak mau melihat keadaan ibu mereka.


"Jangan seperti ini, jangan membuat Daddy marah!" Darko melangkah masuk, dia akan meyakinkan semuanya baik-baik saja agar kedua putrinya tidak takut lagi pada ibu mereka.


"Ayo kita lihat keadaan Mommy!" ajaknya lagi.


"Tidak mau Daddy, tidak mau!" kedua putrinya kembali menolak.


"Bitsy, Angela, sudah Daddy katakan jangan takut!"


"Tidak mau!" teriak Bitsy dan Angela. Mereka bahkan menangis namun Darko segera menutup mulut kedua putrinya karena dia tidak mau ada yang mendengar.


"Jangan berteriak!" ucapnya.


Bitsy dan Angela hanya bisa menangis. Mereka tidak mau, benar-benar tidak mau.


"Bitsy, Angela!" mendadak mereka mendengar ibu mereka memanggil. Darko terkejut, buru-buru berlari keluar. Bitsy dan Angela yang ketakutan pun mengikuti ayah mereka namun mereka mengintip dari balik pintu.


"Bitsy, apa kau mendengar Mommy?" Mia kembali memanggil. Darko berdiri di tempat, terkejut melihat keadaan istrinya yang berbeda. Mia berdandan dengan rapi, rambutnya diikat seperti biasa dan pakaiannya sudah diganti. Mia bahkan tersenyum dengan manis saat melihatnya.


"Honey," Darko melangkah perlahan, dia seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Kenapa kau melihat aku seperti itu, Darko?" tanya Mia.


"Apakah itu kau, Mia?"


"Ya, apa ada yang lain?" Mia tampak tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya.


"Oh, Honey. Akhirnya kau kembali," Darko memeluknya erat. Perasaan bahagia meluap di hati. Akhirnya Mia kembali, benar-benar kembali.


"Yas, Darko. Aku telah kembali!" Mia juga memeluk suaminya dengan erat, seperti tidak terjadi sesuatu sebelumnya. Bitsy dan Angela masih mengintip, mereka tidak berani menghampiri karena masih takut dengan ibu mereka.

__ADS_1


__ADS_2