Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Pertengkaran Ayah Dan Anak


__ADS_3

Iblis yang ada di dalam tubuh Mia benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik sebagai ibu yang baik dan penuh perhatian. Keadaan Bitsy benar-benar dia manfaatkan dengan baik. Bukan untuk menarik perhatian Bitsy tapi dia melakukannya untuk menarik perhatian Darko.


Dia harus membuat pria itu melihat ketulusan yang dia lakukan pada putrinya serta kasih sayang yang ada agar Darko tidak lagi mempercayai perkataan Bitsy mengenai dirinya. Dia baru saja menghasut Angela dan sekarang, dia akan menutup rapat kedua mata Darko agar dia semakin menyangka jika apa yang dikatakan oleh Bitsy selama ini benar-benar karangan semata.


Setelah membuat bubur, Mia menyuapi Bitsy. Gadis malang yang dilanda rasa takut apalagi sebuah ancaman yang diberikan oleh sosok ibunya yang menakutkan semakin membuatnya tidak berdaya dan menolak apa yang ibunya katakan.


Darko masih berada di dalam kamar menenami kedua buah hatinya yang sedang bermain. Setelah ini dia benar-benar harus berbicara dengan putrinya. Setelah melihat apa yang ibunya lakukan, dia tidak percaya jika Bitsy masih menyimpan rasa takut pada ibunya sendiri.


"Daddy, kapan Bitsy akan sembuh?" tanya Angela yang sedang bermain dengan Rian.


"Jika Mommy yang merawat, Bitsy pasti akan segera sembuh," jawab ayahnya. Mia tersenyum secara diam-diam. Membuat Bitsy sembuh? Dia justru ingin membuat keadaannya semakin memburuk karena dia ingin memanfaatkan keadaan itu untuk memisahkan Darko dari ketiga anak-anaknya.


"Apa Bitsy seperti itu karena dia nakal, Dad?" tanya Angela lagi. Setelah dihasut oleh ibunya, Angela mengira kakaknya jadi seperti itu karena nakal dan yang selalu melawan ibu mereka.


"Yes, Bitsy terlalu nakal jadinya sakit oleh sebab itu Angela tidak boleh nakal apalagi melawan Mommy. Angela mengerti?" Darko justru membenarkan dan semakin meracuni pikiran putri kecilnya.


"Angela anak baik, tidak akan berbuat nakal dan akan menuruti perkataan Mommy!" ucap Angela.


"Tidak boleh!" teriak Bitsy. Bitsy bangun secara mendadak karena dia ingin melarang adiknya tapi dia justru kembali tumbang akibat tidak bertenaga.


"Bitsy, jangan bangun terburu-buru. Kau mengejutkan Mommy saja," Mia membantu putrinya kembali berbaring dengan benar.


"Pergi, Bitsy tidak butuh perhatianmu yang palsu!" teriak Bitsy mengusir.


"Bitsy, teganya kau berkata demikian pada Mommy?!" Mia memperlihatkan ekspresinya yang sedih akibat perkataan putrinya yang menyakitkan. Tentunya hal itu membuat Darko murka karena putrinya tidak berterima kasih padahal ibunya yang sudah begitu baik dan menyayanginya.


"Cukup, Bitsy. Setelah apa yang ibumu lakukan, kau masih saja tidak bisa menerima ibumu. Apa masalahmu sehingga kau begitu tega mengucapkan perkataan seperti itu pada ibumu?" teriak Darko penuh emosi.

__ADS_1


"Dia bukan Mommy, Dad. Bukan Mommy!"


"kau benar-benar menguji kesabaranku, Bitsy. Jika kau memang tidak senang dan tidak mau bersama dengan ibumu sebaiknya kau pergi!" usir ayahnya. Darko bersikap seperti itu karena dia sudah lelah menghadapi putrinya yang semakin hari semakin menjadi saja.


"Jika begitu Bitsy mau pergi sambil membawa Angela dan Rian!" ucap Bitsy.


"Angela tidak mau ikut dengan Bitsy!" teriak Angela menolak.


"Kenapa? Ikut denganku, kita cari bantuan lalu cari Aunty Nadia. Kita tinggal dengan Aunty Nadia saja!" bujuk Bitsy.


"Tidak mau,  di luar dingin. Angela tidak mau ikut denganmu. Angela mau di rumah saja dengan Mommy dan Daddy!" tolak Angela lagi.


"Kau dengar, Angela tidak mau dan kau pun tidak boleh membawa Rian pergi jadi jika kau mau pergi, kau bisa pergi sekarang!" dia ingin lihat apakah putrinya akan pergi atau tidak.


"Darko! Kenapa kau jadi mengusir Bitsy?" bentak Mia.


"Tapi kau tidak boleh berkata seperti itu, Bitsy masih kecil. Mungkin dia sedang bingung karena keadaanku yang tiba-tiba. Untuk anak sekecil dirinya belum bisa mengerti jadi kita harus sabar menghadapinya. Seiring berjalannya waktu dia akan bisa menerima aku kembali."


"Sudah berapa lama? Aku sudah lelah menjelaskan tapi dia masih saja seperti itu!" Darko menatap putrinya yang sedang menangis dengan tatapan tajam. Bitsy sangat sedih karena adiknya tidak mau ikut dengannya. Jika dia pergi sendiri, apa gunanya? Dia justru ingin menyelamatkan kedua adiknya dari ibunya yang ingin memakan mereka. Jika dia pergi sendiri maka kedua adiknya akan dimakan dan dia tidak mau hal itu terjadi.


"Jika begitu hubungi Aunty Nadia dan minta dia untuk datang. Biarkan Bitsy ikut dengannya!" pinta Bitsy.


"Tidak, sudah Daddy katakan Aunty sedang sibuk. Di cuaca buruk seperti ini, bagaimana Aunty bisa datang. Jangan mengada-ada jika tidak kau akan dianggap gila oleh orang-orang, Bitsy. Daddy lelah mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang jadi kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan. Daddy tidak akan melarang!"


"Darko!" Mia kembali membentak karena perkataan Darko yang keterlaluan. Di sinilah dia harus mengambil peran seorang ibu sebaik mungkin.


"Jangan dengarkan perkataan Daddy. Mommy tidak marah dengan perkataan Bitsy karena Mommy tahu butuh waktu untuk menerima semua yang terjadi karena Bitsy sudah mengerti. Mommy akan membuktikan jika Mommy sudah kembali dan seperti biasanya sampai Bitsy menerima Mommy kembali," ucap Mia.

__ADS_1


"Kau jahat, kau mempengaruhi Daddy dan Angela!"


"Cukup, Bitsy!" Darko berteriak lantang sampai membuat Rian terkejut. Rian menangis dengan keras, sedangkan Darko menahan emosi dengan kedua tangan mengepal erat.


"Semoga Daddy di makan terlebih dahulu!" teriak Bitsy seraya menutupi tubuhnya dengan selimut dan menangis.


"Sepertinya kau ingin aku hukum!" Darko melangkah mendekat dengan emosi memuncak. Akan dia lempar keluar putrinya dan tidak akan dia ijinkan untuk masuk. Biar pun cuaca yang begitu dingin tapi itu akan menjadi hukuman yang pantas putrinya dapatkan.


"Mau apa kau?" Mia sudah beranjak dan menahan suaminya untuk tidak mendekati Bitsy yang sedang sakit.


"Menyingkir, Honey. Aku akan memberinya hukuman. Mungkin dengan tidur di luar akan membuat kepalanya jadi dingin!"


"Kau gila, kau bisa membunuhnya!" teriak Mia sambil mendorong Darko menjauh.


"Dia tidak akan mati, jadi menyingkir!"


"Berhenti, Darko. Jika kau melakukan hal itu maka aku akan pergi!" mendengar ancaman istrinya membuat Darko berhenti. Darko memandangi istrinya dengan napas memburu, dia tidak pernah semarah itu sebelumnya dan ini kali pertama dia seperti itu.


"Tenangkan emosimu, Bitsy hanya anak-anak. Emosi tidak akan menyelesaikan masalah jadi kau tidak boleh seperti ini apalagi kau adalah ayahnya."


"Maaf, Honey. Aku hanya tidak mau kau sakit hati gara-gara perkataan Bitsy."


"Aku tidak sakit hati, Darko. Bitsy masih kecil, kemungkinan dia tidak mengerti dengan apa yang dia katakan jadi kita tidak boleh marah!"


"Maafkan aku, Honey," Darko memeluk istrinya. Benar yang istrinya katakan, dia tidak boleh emosi karena putri mereka masih kecil.


"Jangan marah lagi, kau hanya memperburuk keadaan!" Mia mengusap punggung Darko dengan perlahan. Akhirnya, semua berada di dalam genggaman tangannya. Tinggal bagaimana memainkan keadaan saja. Sedikit lagi, yeah... sedikit lagi dia akan memisahkan mereka lalu melahap ketiga anak yang lezat itu.

__ADS_1


__ADS_2