Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
After Teror


__ADS_3

Bencana yang menimpa keluarga Darko yang diakibatkan oleh ulahnya sendiri dan hampir merenggut nyawa ketiga anaknya sudah berlalu. Keadaan Bitsy dan Angela sudah membaik, begitu juga Rian. Mereka sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah tentunya Darko membawa ketiga anaknya pulang ke rumah utama mereka. Trauma yang mereka alami juga sudah mulai membaik berkat bimbingan psikolog anak yang selalu bersama dengan mereka.


Nadia dan Erick masih belum kembali ke Belanda, mereka masih berada di masa cuti. Mereka tidak menyesal harus melewati badai salju dan medan yang sulit untuk datang karena mereka tidak terlambat untuk menghentikan semuanya.


Perjuangan yang mereka lakukan untuk datang benar-benar tidak sia-sia karena jika mereka terlambat sedikit saja, maka penyesalan yang mereka dapatkan. Saat mereka tiba di rumah, tidak ada yang menyambut mereka. Darko bahkan berdiri di depan rumah cukup lama untuk mengenang sosok istri cantiknya yang memiliki senyuman manis menyambut kedatangan mereka.


Di antara ketiga anaknya, wajah Rian yang sangat mirip dengan Mia. Rasa sedih kembali melanda setiap kali melihat Rian tapi dia harus merelakan kepergian Mia untuk selamanya dan menjaga ketiga anaknya dengan baik. Dia sudah berjanji akan hal itu dan dia tidak akan mengecewakan Mia.


Setelah menyimpan barang-barang, mereka memutuskan untuk pulang ke peternakan. Bukan untuk tinggal di sana tapi mereka ingin mengunjungi makam Mia yang ada di sana. Nadia dan Erick bahkan ikut serta apalagi mereka memutuskan akan pulang besok.


"Bukankah sebaiknya rumah ini kita jual saja?" tanya Nadia pada kakaknya.


"Tidak ada yang mau, bukankah kita sudah menjualnya dulu?"


"Itu dulu, Kakak. Cobalah masukkan ke dalam situs jual beli rumah. Mungkin saja ada yang berminat untuk membelinya. Tanah ini luas, sayang jika tidak digunakan."


"Sesungguhnya aku berniat tinggal di sini tapi anak-anakku?" Darko berpaling melihat Bitsy dan Angela yang sedang berlari untuk mengejar seekor kelinci.


"Itu karena kesan buruk yang mereka dapatkan. Apa kakak tidak melihatnya? Mereka ketakutan saat tiba di sini tapi setelah dibujuk, kakak bisa lihat sendiri. Mereka mulai menikmati waktu mereka."


"Mama... Mama!" Rian yang sedang mengejar seekor kupu-kupu cantik berteriak memanggil ibunya.


"Rian, apa kau melihat Mama?" Nadia menghampiri Rian yang berusaha menggapai kupu-kupu yang mulai terbang ke atas.


"Mama... telbang!"


Nadia mendongak, melihat kupu-kupu yang semakin terbang ke atas. Apa itu roh kakak iparnya yang menyerupai seekor kupu-kupu untuk melihat keadaan anak-anaknya? Rasanya tidak ingin percaya tapi melihat apa yang telah menimpa keluarga kakaknya dia jadi percaya jika iblis itu memang ada dan berada di sekitar mereka. Ternyata mereka hidup berdampingan dengan makhluk lain yang tak terlihat oleh mata.


"Guys, binatang di kandang itu, apa yang hendak kalian lakukan?" tanya Erick.


"Bagaimana jika kita potong saja lalu kita bakar nanti malam," ajak Darko.


"Bukan ide buruk, aku juga ingin menginap di rumah ini untuk terakhir kalinya untuk mengenang masa kecil!" ucap Nadia.


"Jika begitu, ayo kita lakukan!" ajak Erick.

__ADS_1


"Kalian pergilah menyiapkan semuanya, aku akan menjaga anak-anak!" Nadia menggendong Rian lalu menghampiri Bitsy dan Angela yang sedang bermain dengan kelinci yang mereka tangkap.


"Girls, apa ada yang mau ikut barbeque?"


"Tidak mau, Aunty. Bitsy tidak mau makan daging lagi!" ucap Bitsy.


"Kenapa? Kita tidak akan memakan kelinci itu jadi tidak perlu khawatir."


"Semenjak melihat Mommy makan daging mentah, Bitsy jadi tidak suka dengan daging dan Bitsy jadi takut!"


"Tapi yang akan kita makan bukan daging mentah, Sayang," ucap Nadia.


"Mommy melompat ke bahu Bitsy dan menggigitnya, Aunty!" ucap Angela.


"Benarkah?"


"Benar, aku juga tidak mau makan daging!" tolak Angela.


"Baiklah, dengar. Waktu itu Mommy dirasuki oleh makhluk jahat dan tidak tahu apa yang dia lakukan."


"Yes, makhluk jahat memang suka makan daging mentah jadi kalian tidak perlu takut karena yang akan kita makan adalah daging yang sudah dimasak. Malam ini kita akan menginap di sini, besok kita baru pulang."


"Apa? Kenapa harus menginap, Aunty? Kenapa kita tidak pulang saja?" tanya Bitsy.


"Kenapa? Apa Bitsy masih takut?"


"Bitsy tidak mau menginap, Aunty. Tidak mau!" Bitsy menolak karena masih ada perasaan takut di dalam hatinya untuk rumah menakutkan itu.


"Bitsy, sudah tidak ada apa-apa lagi di sini yang bisa Bitsy takutkan. Lagi pula Bitsy tidak boleh menyimpan rasa takut yang ada di hati Bitsy karena semakin Bitsy merasa takut, iblis lain justru ingin mengganggu Bitsy tapi jika Bitsy tidak takut, maka mereka tidak akan berani mengganggu Bitsy."


"Apa benar, Aunty?" tanya Angela.


"Tentu saja, oleh sebab itu Bitsy dan Angela tidak perlu takut karena semua sudah berlalu. Sekarang Mommy kalian sudah beristirahat dengan tenang dan tugas kalian adalah, mendoakan Mommy kalian agar beristirahat dengan damai!"


"Jika begitu Angela tidak akan takut lagi!" ucap Angela.

__ADS_1


"Bagus, lalu bagaimana dengan Bitsy?" beruntungnya mereka tidak sadarkan diri ketika ayah mereka kerasukan iblis dan membawa mereka pergi karena jika mereka tahu maka trauma yang mereka alami akan semakin panjang.


Bitsy menunduk, jujur saja dia masih takut untuk menginap di sana setelah kejadian buruk yang dia alami di rumah itu. Nadia mengusap bahu Bitsy untuk menenangkannya.


"Percayalah, tidak ada apa-apa lagi di rumah ini," ucapnya.


Bitsy mengangguk dengan perlahan meski dia masih takut. Nadia tersenyum lalu menggandeng tangan kedua gadis itu untuk mengajaknya bermain namun sampai saat ini, mereka belum berani masuk ke dalam rumah. Angela dan Bitsy bahkan memeluk kaki Nadia sambil berteriak jika mereka tidak mau masuk ke dalam karena mereka dapat mengingat jelas apa yang telah mereka lalui di dalam rumah itu.


Nadia hanya bisa menghela napas, mau bagaimana lagi? Yang paling tahu dengan apa yang telah terjadi dengan mereka adalah mereka sendiri dan sekarang, mereka tidak mau masuk ke dalam rumah itu dan berteriak ketakutan. Semua yang terjadi meninggalkan trauma berat meski keadaan mereka sudah membaik dan mau bertemu dengan orang-orang namun trauma mereka dengan tempat itu tidak mudah untuk disembuhkan begitu saja.


Karena keadaan Bitsy dan Angela yang seperti itu, mereka tidak jadi menginap. Mereka melakukan barbeque seperti rencana namun Bitsy tidak mau ikut dan menunggu di mobil karena dia tidak mau makan daging lagi. Bitsy lebih memilih menemani Rian untuk tidur namun sosok yang ada di dalam hutan mengejutkan dirinya.


Bitsy mengucek mata, melihat dengan jelas namun sosok itu menghilang. Dia pikir itu hanya perasaannya saja namun itu bukan halusinasinya.


"Bitsy, kita mau berpamitan dengan Mommy," ucap Angela sambil mengetuk kaca mobil.


"Tapi Rian sedang tidur!"


"Baiklah, Angela akan mengatakannya pada Daddy!" Angela berlari menghampiri ayahnya yang sedang berdiri di depan makan istrinya sedangkan Nadia dan Erick membereskan semua barang yang telah mereka gunakan.


"Mia, aku dan anak-anak akan pergi. Maaf telah membuat banyak kesalahan dan membuatmu kecewa!" ucap Darko. Sekarang dia tidak menangis lagi karena dia sudah bisa menerima kepergian istrinya.


"Semoga kau bahagia di surga. Selamat tinggal, Mia!" sebuah bunga liar yang dia petik diletakkan ke atas makam istrinya.


"Goodbye, Mommy!" ucap Angela. Bitsy melambai dari balik jendela mobil, melambai pada sosok ibunya yang sedang berdiri di sisi makam. Dalam hati pun mengucapkan kata perpisahan pada ibunya yang juga sedang melambai pada Bitsy karena dia satu-satunya orang yang bisa melihat keberadaannya.


Darko membawa Angela ke mobil, sedangkan Nadia dan Erick menyusul setelah menutup pintu. Mereka melihat rumah itu sejenak dan setelah itu mereka pergi dari tempat di mana telah terjadi hal mengerikan bagi ketiga anak Darko namun semua kengerian itu sudah berlalu namun kengerian yang terjadi meninggalkan ketakutan serta trauma dan sesuatu yang lainnya.


Devil In My Wife Body, End



Ini kira-kira visual keluarga Darko ya guys.


TBC..

__ADS_1


__ADS_2