Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
La Lionora 21


__ADS_3

Bitsy jadi takut setelah kedatangan Martin yang tanpa terduga. Pria itu bisa tahu tempat tinggalnya, tidak menutup kemungkinan Martin bisa mengetahui nomor kamarnya. Bisa gawat jika sampai pria itu tahu karena dia tahu Martin bisa menerornya sepanjang hari.


Dia pun tidak bisa pindah karena kamar yang dia tempati di dapat dari perusahaan. Jika dia pindah maka dia harus mengeluarkan biaya lebih. Di tengah krisis keuangan yang terjadi pada keluarganya, dia tidak bisa mengeluarkan uang yang tidak penting sehingga Angela harus menanggung beban lebih berat.


Bitsy yang diam saja sedari tadi dan terlihat tidak bersemangat membuat Edward tidak senang. Dia tahu siapa yang membuat Bitsy jadi seperti itu. Pasti kedatangan Martin yang membuat Bitsy jadi seperti itu. Dia sudah menduga Martin tidak akan tinggal diam saja karena ada yang dia inginkan tapi dia sangat penasaran apa maksud Martin meminta Bitsy sebagai wadah untuk istrinya.


"Kenapa kau jadi termenung seperti itu? Apa gara-gara Martin?" tanya Edward tanpa basa basi.


Bitsy mengangkat wajah, melihat ke wajah Edward. Dia berhenti memainkan makanan yang tak dia makan karena mereka sedang makan siang saat itu. Bitsy jadi tidak enak hati tapi jujur dia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya karena kedatangan Martin yang tidak dia inginkan.


"Tidak perlu takut dengannya, aku tidak akan membiarkan Martin menyakiti dirimu tapi katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"


"Yang aku tahu aku bertemu dengan hantu wanita lalu aku dikejar. Saat aku menunggumu dan hendak menghampirimu tiba-tiba saja aku merasa ada sesuatu lalu aku lupa dengan apa yang aku lakukan."


"Apa kau dirasuki oleh hantu yang mengejar dirimu? Apa hantu itu arwah istri Martin?" mendadak dia merasa sangat tertarik dengan kejadian yang di luar akal sehat dan sangat baru baginya. Sepertinya bersama dengan Bitsy akan banyak hal tak terduga yang terjadi.


"Sepertinya memang begitu. Tidak mungkin aku bisa berada di rumah pria asing itu jika bukan karena ada yang mengendalikan tubuhku."


"Baiklah, sekarang terjawab sudah kenapa kau berada di rumah martin. Mulai sekarang aku ingin kau mengatakan padaku apa yang telah terjadi padamu, Bitsy. Percayalah, aku pasti akan membantumu!"


"Terima kasih, Edward. Aku wanita yang membawa banyak masalah karena tidak saja bermasalah dengan para hantu tapi sekarang aku juga bermasalah dengan Martin. Aku harap kau berpikir ulang untuk mendekati aku karena ini baru awal, akan ada kejadian tidak menyenangkan lainya nanti jadi aku harap kau berpikir baik-baik apakah masih mau mendekati aku atau tidak agar kau tidak menyesal."


"Bodoh!" Edward menggenggam tangan Bitsy yang ada di atas meja, "Hanya karena hal itu saja sudah membuat aku mundur? Betapa pecundangnya aku. Untuk mendapatkan seorang wanita tentu tidak mudah karena yang mudah itu memakai uang tapi jika untuk yang serius, tentu tidak mudah dan aku tidak akan mundur hanya karena masalah yang kau hadapi. Aku tidak akan menyerah meski kau memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh sembarangan orang. Aku akan selalu bersama denganmu, Bitsy. Apa pun yang terjadi," Edward mengatakan hal itu dengan ekspresi serius dan dia harap Bitsy percaya dengan apa yang dia katakan.


"Terima kasih, Edward," Bitsy tersenyum manis, sepertinya pria itu serius tapi bukan berarti dia akan langsung mengiyakan permintaan Edward untuk menjadi pacarnya.

__ADS_1


"Tidak perlu takut pada Martin, percayalah padaku."


"Aku hanya takut dia meneror aku karena dia sudah tahu tempat tinggalku. Bagaimana jika dia tahu di mana kamarku? Dia bisa semakin meneror aku dan aku tidak mau hal itu terjadi karena dia lebih berbahaya dari pada hantu."


"Kau benar, bagaimana jika kau tinggal denganku saja? Kau pasti aman saat bersama denganku."


"Apa? Tidak!" tolak Bitsy.


"Kenapa? Aku tidak akan melakukan apa pun selain mencium bibirmu saja!"


"Jangan asal bicara!" Bitsy sudah menutup mulutnya dengan wajah tersipu.


"Baiklah, aku hanya bercanda saja. Sekarang bagaimana, apa kau mau tinggal denganku? Aku akan menjamin jika kau akan mana selama 24 jam tapi bukan aman dari tangan dan bibirku yang nakal!"


"Kau suka bercanda, Edward. Tapi akan aku pikirkan nanti."


"Sekarang habiskan makanannya, kita pergi. kau bilang ingin menemui hantu itu, bukan? Kita jalan-jalan sampai malam."


"Baiklah, aku ingin pergi berbelanja bahan-bahan makanan lalu aku ingin ke pantai atau ke tempat yang menyenangkan."


"Oke, anggap ini sebagai kencan pertama kita!"


Bitsy mengangguk, dia kembali menikmati makanannya meski di dalam hati dia masih mengkhawatirkan keberadaan Martin yang sudah pasti akan menerornya sampai dia mau menjadi wadah untuk arwah istrinya. Banyak yang ingin Edward tanyakan pada Bitsy tapi dia akan melakukannya pelan-pelan karena dia pasti mengetahui semua tentang Bitsy cepat atau lambat.


Setelah selesai makan, mereka pergi berbelanja bahan-bahan makanan. Seperti yang Edward katakan, dia yang akan membayar semua belanjaan Bitsy karena Bitsy memang tidak membawa uang. Edward juga membawa Bitsy ke tempat yang menyenangkan karena ini adalah kencan pertama mereka. Karena bersama dengan pria itu membuatnya tidak bisa melihat hantu tentu saja membuat Bitsy sangat senang.

__ADS_1


Edward merasa tidak mau hari itu cepat berlalu begitu juga dengan Bitsy yang mulai menikmati kebersamaan mereka. Meski ini pertama kali dia bersama dengan laki-laki tapi bersama dengan Edward sangat menyenangkan namun hari kebersamaan mereka harus berakhir karena malam yang ditakutkan oleh Bitsy pun datang.


Meski dekat dengan Edward, Bitsy tetap merasa takut karena sesungguhnya dekat dengan pria itu hanya membuatnya tidak bisa melihat hantu saja. Di saat tidak bisa melihat hantu itulah, bisa saja ada hantu yang mengikuti tanpa sepengetahuan dirinya. Dia justru khawatir ada hantu asing yang tiba-tiba muncul di dalam kamarnya. Semoga saja hal itu tidak terjadi.


"Bisa menunggu aku sebentar?" pinta Bitsy pada Edward saat mereka sudah kembali.


"Apa yang hendak kau lakukan, Bitsy?"


"Mencari hantu La Lionora dan ada yang hendak aku lakukan!" ucap Bitsy.


"Baiklah, jangan lama!"


Bitsy berlari pergi tanpa berkata apa-apa. Dia mencari hantu La Lionora yang selalu berada di sisi jalan namun hantu itu tidak terlihat. Bitsy juga mencari hantu nenek tua yang meminta bantuannya saat itu. Bitsy berjalan perlahan seolah-olah tidak sedang mencari sesuatu namun langkahnya terhenti saat hantu nenek tua yang dia cari sudah berdiri di depan matanya.


"Tolong aku, Nona. Aku hanya ingin meminta bantuanmu agar aku bisa beristirahat dengan tenang," pinta nenek tua itu.


"Apa yang kau inginkan, Nenek?" tanya Bitsy dengan pelan agar tidak ada yang mendengar.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada kedua putraku yang serakah jadi tolonglah aku."


"Besok temui aku di depan gedung berpola biru itu, Nenek!" pinta Bitsy.


Hantu nenek itu tidak menjawab lalu terbang pergi. Bitsy melihat sekitar namun hantu La Lionora tidak ada. Mungkin hantu itu sudah berada di dalam kamarnya. Lagi pula tujuannya adalah nenek itu karena dia memang hendak menolong hantu nenek itu.


Bitsy kembali menghampiri Edward yang menunggunya dengan rasa ingin tahu karena Bitsy terlihat berdiri di sisi jalan lalu dia kembali lagi. Sungguh, dia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Bitsy tapi sayang, dia tidak bisa melihat.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" tanya Edward.


"Tidak ada, maaf telah membuatmu menunggu!" Bitsy menggendeng tangan Edward lalu mengajaknya pergi. Hanya hantu La Lionora dan hantu nenek itu saja yang akan dia bantu, hantu lain tidak karena dia tidak mau mempersulit hidupnya namunĀ  Martin yang berambisi besar tidak akan berhenti sampai Bitsy kembali menjadi wadah untuk arwah istrinya.


__ADS_2