Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Teror Dari Ibu


__ADS_3

"Apa yang telah kau lakukan, Darko?" pertanyaan itu membuat Darko terkejut namun dia seperti sedang tidak sadar sehingga dia tidak tahu dari mana sumber suara yang sangat familiar itu.


"Kenapa kau melakukan hal gila itu, Darko?" pertanyaan itu kembali terdengar namun hanya ada kegelapan saja.


"Mia?" Darko kembali memanggil istrinya yang hanya terdengar suaranya saja.


"Aku kecewa padamu, Darko. Aku kecewa!"


"Aku tidak melakukan hal yang salah, Mia. Aku melakukan yang terbaik untuk anak-anak!"


"Tidak, kau melakukannya untuk sendiri!" kini sosok Mia terlihat, Mia terlihat menangis tapi bukan air mata yang mengalir dari kedua matanya melainkan darah. Itu menunjukkan betapa kecewa dan sedihnya dia atas apa yang telah Darko lakukan pada anak-anak mereka.


"Mia, aku melakukannya untuk anak-anak kita!" Darko melangkah mendekat namun Mia justru semakin menjauh.


"Aku sangat kecewa padamu, Darko!" lagi-lagi Mia mengatakan hal yang sama.


"Tunggu, Mia. Aku tidak bisa kehilangan dirimu begitu juga dengan anak-anak kita!" Darko berlari, mengajar istrinya namun seperti ada yang menghalangi karena tiba-tiba saja ada kabut tebal yang menutupi sehingga menghalangi pandangannya.


"Mia, aku melakukannya untuk anak-anak!" teriaknya.


"Mia!" Darko kembali berteriak memanggil sambil mencari sosok istrinya yang sudah menghilang.


Ke mana, dia melihatnya tapi ke mana? Tapi kenapa Mia seperti itu?  Bukankah Mia sedang bersama dengannya saat ini? Darko yang sedang dilanda kebingungan karena dia tidak tahu apakah yang dia alami saat ini nyata atau tidak terkejut saat jendela kamarnya terbuka dengan keras dan akibat suara itu, Darko terperanjat dan terbangun.


Darko melihat sekitar, wajah pun diusap dengan kasar. Mimpi, ternyata dia hanya bermimpi saja. Angin dingin berhembus masuk ke dalam kamar. Darko termenung di atas ranjang, dia tidak mengerti dengan ucapan Mia yang dia temui di dalam mimpi. Kenapa Mia kecewa padanya? Apa Mia tidak senang dihidupkan lagi? Darko kembali mengusap wajah, dia baru sadar jika Mia tidak ada di dalam kamarnya.


"Mia?" Darko turun dari atas ranjang lalu melangkah menuju kamar mandi. Mia pasti sedang berada di kamar mandi namun Mia tidak ada di sana. Aneh, Darko keluar dari kamar untuk mencari keberadaan istrinya sambil memanggil Mia. Mungkin saja Mia berada di dalam dapur.

__ADS_1


"Mia," Darko melangkah perlahan,  namun langkahnya mendadak terhenti karena tiba-tiba saja seperti ada seseorang yang berbisik dan meminta dirinya untuk melihat anak-anaknya. Darko ke kamar Angela terlebih dahulu, pintu dibuka dengan perlahan lalu Darko masuk ke dalam. Angela sedang tidur dengan pulas, dia tampak lega. Sepertinya dia terlalu mengkhawatirkan banyak hal setelah mimpi itu namun dia tetap pergi ke kamar Bitsy yang tidur dengan Rian.


Bitsy tidak tidur, gadis itu duduk di depan jendela. Darko menghampiri putrinya yang tak melepaskan pandangan ke arah hutan. Bitsy seperti melihat sesuatu di dalam kegelapan malam, dia bahkan tidak berpaling saat ayahnya duduk di sampingnya.


"Apa yang Bitsy lakukan, kenapa Bitsy tidak tidur?"


Bitsy tidak menjawab, dia diam saja. Dia terbangun akibat suara keras yang dia dengar. Bitsy mendengar suara di depan jendela oleh sebab itu Bitsy duduk di depan jendela karena sesungguhnya dia melihat ibunya masuk ke dalam hutan yang gelap itu.


"Bitsy, kenapa tidak menjawab Daddy?" Darko sangat heran, putrinya begitu diam bahkan seperti tidak menyadari keberadaan dirinya. Jangan katakan apa yang sedang dia alami saat ini juga mimpi.


"Bitsy?" Darko mengusap punggung Bitsy namun putrinya itu masih diam saja tanpa mempedulikan diri.


"Apa Bitys masih marah dengan Daddy?" tanyanya lagi.


Bitsy beranjak lalu melangkah pergi menuju ranjang tanpa mempedulikan ayahnya. Gadis itu mendadak menjadi pendiam, dia tidak pernah seperti itu sebelumnya.


Bitsy tetap saja bersikap sama, tidak mempedulikan ayahnya sama sekali. Bitsy menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, sedangkan Darko memijit pelipis karena dia pusing dengan tingkah putrinya. Sepertinya Bitsy benar-benar marah gara-gara hukuman yang dia berikan. Besok keadaan Bitsy pasti akan kembali seperti semula oleh sebab itu Darko meninggalkan putrinya dan keluar dari kamar karena dia ingin mencari keberadaan Mia.


"Mia!" Darko kembali memanggil istrinya yang entah pergi ke mana.


Darko mencari di setiap ruangan, dia tidak tahu jika Mia berada di hutan untuk memakan sesuatu. Bitsy yang berpura-pura tidur kembali berdiri di depan jendela dan melihat ke arah hutan. Dia seperti sangat ingin tahu apa yang ibunya lakukan. Bitsy pun sengaja diam dan tidak mau berbicara pada ayahnya karena dia tahu ayahnya tidak akan percaya dengan apa pun yang dia katakan. Lebih baik dia diam apalagi dia tidak mau mendapatan hukuman lagi.


Bitsy mengernyitkan dahi, melihat sesuatu bergerak di antara pepohonan. Apa yang sedang dilakukan oleh ibunya? Gadis itu semakin melangkah mendekat sampai dia sudah berada dekat dengan jendela. Bitsy yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar menempelkan wajahnya di kaca. Dia begitu fokus melihat namun tiba-tiba saja, ibunya muncul secara tiba-tiba di depan jendela dengan seringai menakutkannya.


"Aaaaaaaaaaa...!!!" Bitsy berteriak karena terkejut, dia pun ketakutan saat melihat keadaan ibunya. Mulut ibunya dipenuhi oleh darah, kedua tangan yang berada di kaca jendela juga dipenuhi oleh darah. Mia bahkan menjilati darah yang ada di tangannya lalu dia kembali melihat ke arah Bitsy dan kembali menyeringai.


"Bitsy, kenapa kau berteriak?" Darko yang mendengar teriakan putrinya berlari menuju kamar putrinya. Dia sangat heran, mendapati Bitsy berdiri di depan jendela dalam keadaan takut. Tubuh Bitsy gemetar, keringat dingin bahkan mengalir dari dahi. Mia sudah tidak terlihat lagi, dia sudah pergi saat terdengar suara teriakan Darko.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, kenapa kau ketakutan seperti itu?" tanya ayahnya.


Bitsy tidak menjawab, seluruh tubuh masih gemetar. Darko melangkah menuju jendela dan melihat keluar, tidak ada apa pun. Bekas jejak tangan Mia yang samar tidak dia lihat karena dia sudah menghampiri putrinya dengan terburu-buru.


"Tidak ada apa pun, kenapa kau ketakutan seperti ini?" tanyanya. Putrinya masih tidak bergeming, Bitsy masih menatap ke jendela dengan tubuh kaku. Keadaannya yang seperti itu akibat shock setelah melihat ibunya yang menakutkan.


"Bitsy!" teriak Darko sambil mengguncang tubuh putrinya.


"Huaaa... takut, takut!" teriak Bitsy sambil menangis.


"Tidak ada apa pun. Apa yang kau takutkan?"


Bitsy tidak menjawab, gadis itu berlari menuju ranjang dan bersembunyi di bawah selimut.


"Bitsy takut, Mommy. Bitsy takut!" ucap Bitsy sambil menangis.


Darko menggeleng dan menghela napas, dia mengira jika Bitsy masih saja nakal seperti yang sudah-sudah. Darko keluar dari kamar putrinya, dia tidak mau mendengar tangisan putrinya yang membuatnya sakit kepala. Darko kembali ke dalam kamar dan terkejut mendapati Mia keluar dari kamar mandi.


"Dari mana kau, Honey?" tanyanya.


"Aku mengambil minuman di dapur," jawab Mia.


"Dapur? Aku tidak melihatmu tadi."


"Apa maksudmu? Apa kau mencurigai aku?" Mia terlihat tidak senang.


"Tidak, bukan begitu!" entah apa yang terjadi padanya malam ini, semua membuatnya bingung. Keadaan Bitsy yang tidak mau berbicara dengannya, istrinya yang tiba-tiba muncul dan juga mimpinya tentang Mia. Sepertinya dia terlalu lelah di tambah sikap Bitsy yang nakal.

__ADS_1


Pasti karena hal itu, sebaiknya dia beristirahat karena besok dia harus memulai hari baru namun dia tidak tahu jika apa yang dialami oleh Bitsy adalah teror pertama yang putrinya dapatkan oleh sosok yang sedang berbaring di sampingnya itu dan malam ini adalah permulaan teror itu dimulai di tempat terpencil di mana sulit untuk mendapatkan bantuan.


__ADS_2