Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Dibutakan Oleh Cinta


__ADS_3

Lapar, itu yang sedang dirasakan oleh Bitsy yang masih berada di lantai basemen. Bitsy meringkuk di lantai yang dingin sambil memegangi perutnya yang lapar. Sudah malam tapi tidak ada yang peduli dengannya. Tidak saja lapar tapi dia juga sangat haus karena dia sudah dikurung selama berjam-jam oleh ayahnya. Bitsy menangis sambil memegangi perutnya yang perih akibat rasa lapar. Dia bahkan tidak memiliki tenaga sama sekali akibat lapar dan haus yang dia rasakan.


"Mommy, Bitsy rindu dengan Mommy!" air mata gadis itu mengalir deras, Bitsy menangis terisak dengan kesedihan yang teramat dalam. "Kenapa Mommy hanya pergi sendirian tanpa mengajak Bitsy? Kenapa Mommy begitu tega meninggalkan Bitsy dan Angela juga Rian?" pertanyaan itu terlontar di sela tangisannya. Jika ibunya masih hidup, mereka tidak akan mengalami hal itu. Jika ibunya masih hidup ayahnya pasti tidak akan berubah seperti itu.


"Daddy sudah berubah, Mom. Daddy sudah tidak sayang lagi pada Bitsy. Daddy tidak percaya lagi pada Bitsy padahal yang ada di luar sana bukan Mommy. Bitsy sangat takut tapi Daddy tidak percaya. Bitsy sangat rindu dengan Mommy," Bitsy menangis terisak lalu meringis akibat lapar dan haus. Basemen yang gelap benar-benar membuatnya takut. Dia tidak bisa melihat apa pun, hanya ada kegelapan saja. Tangisan Bitsy bahkan bisa didengar dari luar namun hukuman yang dia dapatkan masih belum selesai karena Darko tidak membukakan pintu untuk putri sulungnya.


Darko dan Mia beserta kedua anak mereka sedang berada di meja makan untuk menikmati makan malam. Rian menikmati makanannya dengan tangan, sedangkan Angela menunduk dan melihat makanan yang ada di atas meja sesekali.


Darko sedang mengambilkan makanan untuk Mia lalu dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Angela melihat ke arah ayahnya karena ada yang hendak dia bicarakan tapi dia takut dihukum oleh ayahnya. Bagaimanapun dia tidak mau dikurung di lantai basemen seperti Bitsy.


"Kenapa Angela tidak makan?" tanya ibunya.


"Angela tidak lapar, Mommy," jawab Angela.


"Segera makan, jangan membuat Mommy khawatir!" ucap sang ayah.


"Daddy, Bitsy pasti sedang lapar saat ini," Angela menunduk, takut melihat ayahnya karena dia takut ayahnya akan marah.


"Daddy akan membawakannya makanan nanti, sekarang Angela makan saja!"


"Berhenti menghukumnya, Darko. Bagaimanapun dia putri kita dan dia masih kecil,  jangan sampai Bitsy sakit jadi aku rasa, kau harus membuka pintunya sekarang dan mengajaknya makan bersama," ucap Mia.


"Dia sudah berbicara yang tidak-tidak, Honey. Bitsy memang harus diberi hukuman agar dia tahu kesalahan yang dia lakukan sehingga dia tidak asal bicara lagi!"


"Dia masih kecil, jangan seperti itu. Cukup berikan hukuman ringan saja, dia pasti akan mengerti."


"Keluarkan Bitsy, Dad. Bitsy pasti ketakutan dan kelaparan," pinta Angela memohon.

__ADS_1


Darko menghela napas, apa yang istrinya katakan memang sangat benar. Bitsy sudah terkurung di basemen selama berjam-jam, dia rasa hukumannya sudah cukup. Bisa repot jika Bitsy sakit, sepertinya sudah saatnya mengeluarkan putrinya yang nakal itu dan dia harap Bitsy tidak kembali berulah setelah hukuman yang dia dapatkan.


"Baiklah, Daddy akan mengeluarkannya!" Darko beranjak lalu melangkah menuju basemen. Angela juga berlari mengikuti ayahnya karena da ingin mengajak Bitsy untuk makan bersama. Segelas jus juga Angela bawa untuk dia berikan pada kakaknya nanti. Darko mengambil kunci yang dia sembunyikan, dia melakukan hal itu agar tidak ada yang membuka pintu basemen untuk Bitsy.


Suara tangisan Bitsy yang tadinya terdengar sudah tidak terdengar lagi, gadis itu sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menangis akibat rasa lapar dan haus yang dia rasakan. Bitsy bahkan tidak berpaling saat pintu sudah terbuka dan ayahnya menyalakan lampu dari luar.


"Bitsy, keluar. Masa hukuman sudah selesai!" ucap ayahnya. Bitsy tidak menjawab. Dia masih meringkuk di atas lantai yang dingin.


"Segera keluar jika tidak pintu ini akan Daddy tutup kembali dan tidak akan Daddy buka sampai besok pagi!" ancam ayahnya.


"Ja-Jangan, Daddy!" pinta Bitsy dengan suara lemah. Bitsy merangkak dengan susah payah menuju tangga, Darko hanya memperhatikan dari ujung anak tangga, memperhatikan putrinya yang merangkak tanpa memiliki tenaga.


Angela yang berdiri di belakang ayahnya segera berlari ke bawah, dia akan membantu Bitsy untuk keluar dari lantai basement itu. Sesungguhnya dia merasa bersalah karena Bitsy mendapatkan hukuman gara-gara bertengkar dengannya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Angela. Bitsy menggeleng untuk menjawab pertanyaan adiknya.


"Minum ini Bitsy," Angela memberikan jus jeruk yang dia bawa. Tanpa membuang waktu, Bitsy mengambil jus yang diberikan oleh adiknya lalu meminumnya sampai habis. Dia sangat haus dan begitu lapar, berkat jus itu rasa dahaganya sudah terobati.


"Ayo, aku bantu untuk naik ke atas!" Angela membantu kakaknya, Bitsy mendongak untuk melihat ayahnya yang masih berdiri di ujung tangga dan menyaksikan. Tidak saja ayahnya, ibunya pun berada di sana sambil menggendong Rian.


Angela membantu kakaknya untuk naik dengan perlahan. Bitsy menunduk, dia takut bertatapan mata secara langsung dengan ibunya apalagi ibunya memperlihatkan senyuman menakutkan yang dia miliki.


"Apa kau sudah merenungi kesalahan yang telah kau lakukan?" tanya ayahnya.


Bitsy hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Jadi kau sudah tahu apa kesalahanmu?" tanya ayahnya lagi dan Bitsy kembali menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


"Sudahlah, Darko," ucap Mia.


"Kita harus mengajari putri kita, Mia. Dia tidak boleh asal bicara dan ini adalah pelajaran awal yang dia dapatkan karena jika dia berani mengatakan perkataan buruk lagi tentangmu, aku akan mengurungnya seharian di dalam basemen tanpa makan dan minum!"


"Tidak mau, Daddy. Bitys tidak mau dikurung lagi. Bitsy takut!" pinta putrinya memohon.


"Jika begitu jadilah anak baik dan jangan mengucapkan perkataan yang bisa membuat ibumu sakit hati. Sekarang, minta maaf pada Mommy!" perintah ayahnya.


Bitsy menunduk, masih tidak berani melihat ke arah ibunya. Cukup lama Bitsy seperti itu tapi pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mendongak dan memandangi ibunya.


"Maafkan Bitsy. Mommy. Bitsy sudah berbicara yang tidak benar dan sudah menyakiti perasaan Mommy," ucapnya.


"Sudahlah, Mommy tidak marah. Mommy tahu putri Mommy pasti hanya salah paham saja," Mia berjongkok lalu mengusap wajah putrinya dengan perlahan. Bitsy memundurkan langkahnya sedikit, dia melakukan hal itu karena takut.


"Lain kali jangan diulangi, oke?" pinta ibunya sambil memperlihatkan senyumannya. Bitsy mengangguk, hanya itu saja yang bisa dia lakukan saat ini karena dia tidak mau dihukum lagi.


"Anak pintar, ayo kita makan!" ajak Mia.


"Ayo, Bitsy pasti sudah lapar!" Angela menggandeng tangan Bitsy dan mengajaknya menuju dapur.


"Ingat, Bitsy. Jika kau masih saja nakal, Daddy akan menghukummu!" Darko masih saja mengancam putrinya.


"Sudahlah, Darko!"


"Aku hanya tidak ingin dia kembali melakukan hal yang sama, Honey."


"Bitsy masih anak-anak, tidak boleh seperti itu. Sebaiknya kita kembali makan!"

__ADS_1


"Baiklah, kau memang ibu yang paling sempurna untuk mereka!" puji Darko.


Mia tersenyum, sungguh pria bodoh yang telah dibutakan oleh cinta. Mereka kembali ke dapur, untuk makan bersama. Bitsy yang sudah kelaparan makan dengan lahapnya. Dia tidak peduli dengan daging yang dia makan karena dia sudah tidak tahan dengan rasa lapar yang dia rasakan.


__ADS_2