Devil In My Wife Body

Devil In My Wife Body
Tiga Anak Yang Sedang Kritis


__ADS_3

Bercak darah yang mereka ikuti membawa mereka semakin jauh ke dalam hutan dan bercak darah itu memang terlihat samar-samar di atas salju dan dedaunan bahkan mereka kehilangan jejak beberapa kali  apalagi jejak-jejak darah itu terdapat di beberapa lokasi yang menandakan jika anak-anak melarikan diri sambil menghindari kejaran sang iblis.


Arwah Mia yang tadinya sudah tidak terlihat kini kembali menampakkan diri. Nadia berlari mendekati sosok putih yang bercahaya itu, dia yakin arwah kakak iparnya pasti melindungi anak-anak mereka agar terhindar dari iblis yang mengejar. Kasih sayangnya sebagai seorang ibu pasti memberikan perlindungan untuk ketiga anaknya yang harus menjadi korban akibat kebodohan dan kegilaan sang suami yang telah membangkitkan sosok iblis menggantikan dirinya.


"Bitsy, Angela?!" Nadia memanggil dua keponakannya dan berharap mereka menjawab namun sayang kedua anak yang sudah melewati hal paling mengerikan akibat teror iblis dan tipu daya dari iblis itu tidak berani keluar sama sekali karena mereka mengira yang sedang memanggil mereka sedari tadi adalah sosok ibu mereka yang menakutkan namun keadaan mereka yang tidak memungkinkan mereka untuk menjawab.


Setelah gagal melarikan diri ke basemen, Bitsy dan Angela berusaha menyelamatkan diri di segala tempat yang ada di rumah itu. Kamar ayahnya, kamar Angela dan lantai basemen tak luput menjadi tempat persembunyian mereka namun iblis yang sedang marah dan begitu brutal tidak membiarkan mereka untuk lari.


Bercak darah yang ada di rumah adalah darah mereka juga darah dua ekor kelinci yang iblis itu makan. Darah yang mengalir dari lengan Angela akibat hujaman pisau serta darah Bitsy karena iblis itu menggigit pundaknya dan hendak memakan dagingnya.


Bitsy harus mengalami hal itu karena berusaha melindungi Rian dari iblis yang menyerupai ibunya. Bitsy tersandung sehingga menjatuhkan Rian dari gendongannya. Rian terjatuh cukup jauh dan ketika melihat itu, sangat iblis merangkak dengan cepat lalu iblis itu melompat ke arah Rian untuk memakannya namun Bitsy menyelamatkan adiknya dan menggantikan adiknya menerima gigi tajam yang hampir merobek daging bahunya hingga lepas.


Angela yang melihat kakaknya sedang berada di dalam situasi genting mengambil apa saja yang bisa dia temukan untuk memukul iblis itu, Angela bahkan tanpa sadar melemparkan sebuah salib ke tubuh iblis itu jika tidak, gigitannya di bahu Bitsy tidak mungkin bisa lepas.


Untuk sesaat akibat benda yang dia takuti itu, iblis itu merintih kesakitan. Hal itu dijadikan kesempatan bagi Bitsy dan Angela untuk menghentikan darah namun sayang tidak lama karena mereka kembali di serang. Pakaian hangat yang ada di dalam panci memang pakaian hangat milik Bitsy yang dia lepaskan karena dia butuh air hangat untuk mengompres lukanya. Pakaian hangat itu harus ditinggalkan karena mereka tidak punya waktu melakukan apa yang mereka mau akibat teror dari iblis.


Bitsy dan Angela bersembunyi di lantai basemen dalam keadaan terluka, mereka juga dalam keadaan ketakutan. Iblis yang menyerupai ibu mereka mendobrak pintu basemen hingga terbuka dan lagi-lagi iblis itu meneror ketiga anak yang tidak berdaya di lantai basemen yang gelap.


Bitsy dan Angela harus keluar dari lantai basemen dan mendapat beberapa luka akibat kebrutalan si iblis, mereka mengunci pintu agar si iblis itu tidak bisa lari dengan mudah dan setelah itu, mereka mengambil barang-barnag yang mereka perlukan dan lari ke hutan. Itu sebabnya pintu rumah terbuka ketika ayahnya kembali bersama dengan Nadia dan Erick.


Mereka yang ketakutan terus berlari tanpa tujuan arah. iblis yang terlepas dari lantai basemen pergi mencari mereka dan mengikuti aroma darah mereka. Iblis itu bahkan menggunakan suara ayahnya mereka untuk mengelabui namun kedua anak itu tidak percaya dan terus lari. Cuaca yang sangat ekstrem membuat mereka kedinginan apalagi keadaan Bitsy yang memang sudah tidak  sehat sejak awal semakin memburuk. Mereka menggali salju untuk membuat lubang lalu mereka menghamparkan banyak kain yang mereka bawa agar mereka bisa bersembunyi di dalam.

__ADS_1


Bitsy yang tidak memiliki banyak kekuatan memeluk kedua adiknya dan membungkus tubuh mereka dengan selimut yang tebal. Dia rasa tidak bisa bertahan lagi tapi tanpa dia tahu, arwah sang ibu berusaha melindungi mereka sehingga iblis itu tidak bisa menemukan keberadaan mereka namun mereka berada di dalam lubang sudah hampir dua jam dengan keadaan yang tidak memungkinkan.


Mereka pun mendengar teriakan Nadia dan yang lain tapi mereka tidak berani keluar karena mereka berpikir jika itu adalah si iblis yang sedang menyamar seperti yang sudah-sudah.


"Apa kita akan mati, kakak?" pertanyaan itu Angela berikan karena dia sudah tidak kuat lagi bertahan di cuaca yang begitu dingin.


Bitsy tidak menjawab, kedua mata sudah terpejam akibat keadaannya yang semakin buruk saja. Hanya satu yang dia harapkan, dia harap kedua adiknya baik-baik saja dan dapat bertahan sampai ayah mereka kembali dan menemukan keberadaan mereka.


Nadia terus mengikuti sosok kakak iparnya untuk mencari anak-anak.  Erick dan Darko pun mengikuti Nadia. Mereka terus berlari sampai Nadia berhenti karena arwah kakak iparnya menunjuk ke sebuah tempat yang memiliki gundukan.


"Bitsy, Angela!" Nadia berlari mendekati gundukan itu lalu menyinari senternya ke dalam lubang.


"Oh my God, Erick!" Nadia meletakkan senter dan mengorek salju menggunakan kedua tangannya.


"Cepat, aku takut mereka membeku!" teriak Nadia.


Erick bergegas membantu menggali luang, Darko juga membantu. Beruntungnya tidak begitu dalam namun kondisi ketiga anak itu buruk. Bitsy sudah membeku dengan bibir yang membiru sedangkan Angela kedinginan hebat dan Rian yang dipeluk oleh kedua kakaknya pun tampak kedinginan.


"Bitsy, Angela!" Nadia menggendong Angela dan menepuk wajahnya yang dingin.


Angela sudah terlihat lemas, mereka mulai panik apalagi Bitsy yang sudah kaku akibat kedinginan ditambah keadaan Rian yang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Angela, Bitsy," Darko mengguncang tubuh kedua putrinya yang tidak bergerak, "Rian!" dia pun melakukan hal yang sama dengan Rian tapi tidak ada reaksi.


"Sial, ini tidak baik. Kita harus segera membawa mereka!" Erick melepaskan pakaian hangat serta baju yang dia kenakan dan setelah itu dia melepaskan pakaian Bitsy. Erick terkejut melihat luka yang ada di bahu Bitsy begitu juga dengan Nadia.


"Apa yang mau kau lakukan dan luka apa itu?" tanya Nadia.


"Seperti bekas gigi. Dia tidak akan bertahan, Nadia. Bitsy harus mendapatkan pertolongan pertama!" Erick meminta istrinya untuk mengikat tangan Bitsy dan kakinya yang melingkar di tubuh agar tidak terjatuh karena Erick berniat membawa Bitsy sambil memberikan pertolongan pertama yang harus mereka lakukan. Setelah selesai, Erick memakai bajunya lagi serta pakaian hangatnya sehingga Bitsy bersembunyi di dalam bajunya dan yang terlihat hanya bagian kepalanya saja.


Melihat itu bukanlah ide yang buruk, Nadia pun melakukannya dan meminta bantuan sang suami.  Lagi-Lagi mereka dikejutkan dengan luka yang ada di lengan Angela. Apa yang sebenarnya ketiga anak itu alami? Sepertinya setelah ini mereka membutuhkan psikolog untuk menstabilkan kejiwaan mereka.


Erick dan Nadia sibuk sedangkan Darko seperti orang linglung setelah melihat keadaan ketiga anaknya dan semua itu gara-gara dirinya. Seandainya dia tidak pergi, seandainya dia tidak membangkitkan Mia yang telah mati.


"Maaf, maafkan Daddy!" Darko memeluk putranya dan menangis.


"Semua ini gara-gara Daddy, tolong maafkan Daddy!" Darko hendak melepaskan pakaian hangat putranya karena dia akan melakukan cara yang sama yang dilakukan oleh Nadia dan Erick. Semua gara-gara dirinya, dia yang terlalu terobsesi dan tidak bisa menerima kematian istrinya dan dia pula yang telah mengundang iblis ke dalam  keluarganya tanpa sadar dan sekarang, nyawa ketiga anaknya terancam akibat perbuatan dirinya yang berniat mengembalikan kebahagiaan ke dalam keluarganya tapi justru mala petaka yang datang ke dalam rumahnya.


Sekarang yang ada pada dirinya hanyalah penyesalan karena dia benar-benar menyesal. Bitsy dan Angela yang sedang dalam keadaan Kritis sudah berada di dalam baju hangat Nadia dan Erick. Darko baru saja memakai pakaian hangatnya kembali namun tiba-tiba saja, iblis itu muncul dari balik kegelapan dalam keadaan perut yang sudah membesar.


"Berikan Rian padaku, Darko! Dia butuh aku, ibunya!"


Darko terkejut, begitu juga dengan Nadia dan Erick. Mereka melangkah mundur dan mengambil senjata api mereka dengan terburu-buru sedangkan iblis itu mendekati Darko yang tak bergerak melihat keadaan perut istrinya. Sosok iblis itu kembali mendekat, untuk menggoda Darko agar dia mendapatkan Rian demi anak mereka yang ada di dalam perutnya.

__ADS_1


"Berikan Rian padaku, Darko. Untuk bayi kita!" iblis itu memegangi perutnya yang bergerak yang menandakan ada sebuah kehidupan di sana. Akankah Darko tergoda dengan si iblis yang sedang mengandung benih dari hasil percintaan mereka dan memberikan Rian? Iblis itu kembali mendekat, untuk menggoda karena Darko adalah pria yang mudah tergoda oleh bujuk rayunya.


__ADS_2