
Bagas melihat jam ditangannya, waktu masih menunjukkan pukul 19.30. "Belum terlalu malam masih bisa singgah kerumah Amel bentar" ucap Bagas pelan. Entah kenapa sejak Amel telpon tadi dia ingin segera menemui gadis itu.
Kini Bagas sudah sampai dirumah Amel, dia langsung memarkirkan mobilnya.
Tok tok... tidak ada jawaban
Tok tok... coba Bagas ulang mengetok pintu rumah Amel tetapi tetap tidak ada jawaban, Bagas mencoba membuka pintu dan benar pintu tidak terkunci.
ceroboh banget sih anak sudah tau dirumah sendirian tapi pintu malah gak dikunci. gerutu Bagas
Dia mencoba menghungi Amel tapi tak ada jawaban, Bagas semakin kesal karena empat kali telepon Amel tak menjawabnya.
Bagas melangkah menuju ruang tengah dia berharap ada Amel disana tapi tetap dia tidak melihat Amel. Bagas frustasi dia memutuskan untuk pulang dan ketika dia hendak membalikkan badan dia tak sengaja melihat Amel yang tengah sibuk didapur dan tanpa aba-aba dia langsung nyamperin Amel kedapur.
"sibuk amat non? " ujar Bagas yang membuat Amel kaget dan langsung membalikan badannya menghadap Bagas.
"Bagas... sejak kapan kamu ada disini? tanya Amel
"sejak tadi" jawab Bagas "lagi masak? " tanya Bagas
"iya... lagi bikin nasi goreng. Mau?" jawab Amel sekaligus bertanya
"Enggak nolak...."
__ADS_1
"ya udah kamu tunggu sebentar diruang tengah biar aku masakin dulu"
Bagas menuruti kata Amel,, sesekali dia memperhatikan Amel, dia merasa kasihan sama gadis ini, nasibnya tak seberuntung gadis-gadis yang lain.
Lima belas menit menunggu akhirnya nasi goreng ala-ala Amel jadi. Amel segera menyiapkan dimeja makan dan setelah semua siap dia segera menghampiri Bagas.
" yyyyuukkk.... nasi gorengnya udah jadi" ajak Amel
"oke.... " jawab Bagas dan langsung berdiri
"gimana... enak enggak? " tanya Amel setelah Bagas memasukkan sesendok nasi goreng kemulutnya
" lumayan... " jawab Bagas, tidak ada pembicaraan lagi suasana hening. Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan satu piring nasi goreng. Selesai mereka makan Amel langsung mencuci bekas piring mereka tadi dan tak lama Amel kembali duduk menemui Bagas.
Bagas hanya diam tak menjawab pertanyaan Amel karna dia juga gak tau apa tujuan dia kesini.
"kak tampan halo.... "
"lo baru sadar yya kalau gue tampan?" tanya Bagas
" iya... " jawab Amel polos, Bagas tertawa kecil mendengar jawaban Amel
"Kak Bagas? "
__ADS_1
"hhmmm"
"Aku baru kali ini lihat kak Bagas pakai pakaian formal seperti ini, kak Bagas kelihatan gagah" puji Amel
"udah yyaa mujinya gadis gw gak punya duwit receh"
"iiiiccchhh..... "
Mereka mengobrol receh yang gak terlalu penting dan itu membuat Amel sedikit terhibur, sedikit membuat Amel melupakan rasa sakitnya. Tapi...
"ooohh yyaa gimana cowok kamu, jadi akhir tahun kemari? tanya Bagas yang seketika membuat wajah Amel jadi murung
"dia udah kawin" jawab Amel singkat dengan wajah cemberut. Bagas seketika tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Amel
"Aaccchh kak Bagas tambah bikin aku jengkel" ujar Amel
"Berarti selama ini lo jagain jodoh orang dong..... " ledek Bagas yang masih tertawa
"Iicchh ngeselin, kak Bagas itu harusnya ngehibur aku bukan malah ngledek" ujar Amel tambah jengkel
"Sorry sorry... gw sudah kasih tau lo dari dulu kan jangan terlalu percaya sama dia nah sekarang kebuktikan apa yang gw bilang, udah jangan cemberut lagi,, ikhlasin aja berarti dia bukan yang terbaik buat kamu percayalah kamu pasti akan dapat pengganti yang lebih baik dari dia" ujar Bagas meyakinkan Amel dan Amel yang mengerti maksud Bagas hanya menganggukan ucapan Bagas.
"kita main gitar yuukkk.... " ajak Bagas
__ADS_1
"yyuukkkk.... " aku ambilin gitar dulu ya, segera Amel bergegas mengambil gitar dikamarnya dan mereka asyik memainkan gitar sambil bernyanyi, Amel yang mencoba melupakan rasa sakitnya dan Bagas yang penat dengan pekerjaan yang menumpuk. Yyaa.... mereka mencari hiburan masing-masing.