
°°°°°
Sagarr yang baru saja datang kekampus itu, mencari keberadaan Aurell saat ia sudah masuk kedalam kelas yang mana adalah kelasnya dan juga kelas Aurell. Sagarr mengerutkan keningnya kala tak mendapati keberadaan Aurell dikelas itu.
Sagarr berjalan kearah salah satu bangku, yang dimana, disana sudah ada Doni yang tengah fokus pada hanponenya.
"Doni." panggil Sagarr ketika ia sudah sampai pada bangku itu.
Doni yang tadi fokus pada hanponenya itu, mengalihkan pandangannya menatap kearah Sagarr. Doni menautkan satu alisnya pertanda ia tengah bertanya, begitulah Doni. Manusia dingin yang sangat pelit akan bicara.
Namun beda dengan Sagarr, manusia yang sebelas dua belas dengan Doni itu hanya mengabaikan keacuhan dari manusia yang ada dihadapannya itu.
"Kau.. Ada lihat Aurell?" tanya Sagarr langsung pada intinya.
Doni mengedikan kedua bahunya. "Gue gak tau... Dari tadi gue disini, tapi Aurell belum datang-datang." jawab Doni.
Sagarr menghela nafas ketika mendengar jawaban dari Doni. "Dimana dia.." gumam Sagarr.
"Lo ada urusan sama Aurell?" tanya Doni.
"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengannya." jawab Sagarr seadanya. Hal itu membuat Doni mengerutkan kedua alisnya merasa bingung, kepalanya saat ini dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang ada hubungan apa? Antara Sagarr dan juga Aurell. Doni sangat ingin mengetahuinya.
"Lo ada hubungan apa sama Aurell? Gue merasakan jika lo sudah kenal lama sama Aurell." ujar Doni menatap serius kearah Sagarr.
Sagarr menautkan kedua alisnya. "Kau sungguh sangat penasaran?" tanya Sagarr balik.
Doni menghela nafas. "Jika tak bisa memberi jawaban, yaudah gue gak akan memaksa." ucapnya.
__ADS_1
Sagarr masih menatap lekat kearah Doni, seperti ada yang tengah ia pikirkan.
"Kau suka sama-"
Ucapan Sagarr terhenti kala mendengar suara keributan dari luar, ia yang penasaran itu berjalan keluar dimana orang-orang seisi kampus itu tengah berlari-lari menyusui koridor, dan mulai berkerkerumun seperti ada sesuatu yang tengah mereka tonton.
Doni yang juga penasaran itu berjalan keluar dan melihat keributan itu tepat disamping Sagarr.
Sagarr tak tahu masalah apa yang terjadi disana hingga membuat semua manusia berkerumun disana, ia pun berjalan kearah salah satu mahasiswa disana dan mulai bertanya.
"Hei kamu!" panggil Sagarr pada siswa itu. Siswa itu menengok kearah Sagarr.
"Ya? Ada apa kak?" tanyanya yang ternyata merupakan junior dikampus itu.
"Disana ada apa ya?" tanya Sagarr tanpa basa-basi.
"Kakak gak tau? Setau saya disana ada keributan antara dua perempuan. Saya denger-denger rumornya ada cewek pembunus disini, dan salah satu orang itu ada disana... Kalau gak salah namanya sih... Emm.. Siapa ya... Oh! Saya ingat namanya Aurell... Siswi paling top disini katanya. "jelas mahasiswa itu dengan panjang lebar.
"I-iya kak.. Saya serius." jawabannya terbata.
Sagarr menepuk bahu mahasiswa itu, setelah itu ia berjalan diantara kerumunan disana. Ia saat ini sangat khawatir jika terjadi hal pada Aurell.
Dan benar saja, ketika ia berhasil menjangkau dimana Aurell berada. Ia langsung dibuat melotot ketika melihat Gavin yang tengah ingin menampar Aurell, Sagarr pun mulai berjalan cepat menuju dimana Aurell berada. Ia tak rela jika wanitanya ditampar begitu saja didepan umum, namun baru saja ia berjalan beberapa langkah, ia berhenti begitu saja ketika mendengar perkataan Aurell yang sangat lantang itu.
"Tak salah aku melepasmu Gavin! Kau yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda. Aku tak pernah menyesal mengenalmu dan tak pernah menyesal melepasmu sekaligus... Lebih baik aku melepasmu dengan wanita dambaanmu itu, yang baik hati dan juga polos." ucap Aurell menjeda perkataannya. "Dari pada kau bersamaku, yang hatinya busuk ini! Benarkan?"
Begitulah yang Sagarr dengar saat ini, ia sungguh kagum dengan keberanian Aurell itu.
__ADS_1
Sagarr tersenyum miring, "Benar-benar wanitaku!" gumam Sagarr sangat percaya diri sekali jika Aurell ada miliknya, padahal Aurell belum mengetahui jika Sagarr orang yang pernah ia temui dimasa lalu, dan tak tahu jika Sagarr sudah memiliki perasaan terhadapnya sejak lama.
Sagarr tak mau ambil pusing lagi, ia dengan bangganya berjalan kearah Aurell ingin segera membawa wanita itu pergi bersamanya.
...----------------...
Disisi lain, Gavin masih saja belum bisa menjawab perkataan Aurell barusan itu. Ia seperti tersambar petir ketika mendengar jika Aurell tak menyesal telah melepaskannya.
Aurell menatap datar kearah Gavin, ia lalu memutar tubuhnya dan menghadap kearah Eira berada. Dimana Eira masih duduk dilantai dengan raut yang masih dibuat kesakitan.
"Kau!" tunjuk Aurell dengan menggunakan jari telunjuknya, sedangkan Eira yang mendapat tunjukkan itu mengerutkan keningnya bingung.
"Selamat! Atas keberhasilan drama mu... Ku akui jika kau pantas bermain serial peran, aku sangat kagum padamu. Selamat nona Eira!" ucap Aurell lantang bertepuk tangan, sambil memberi hormat dengan membungkukan badannya dihadapanku Eira. Aurell tersenyum miring menatap Eira seolah ia tengah meremehkan Eira.
Eira yang melihat Aurell itu mengeram kesal, ia begitu tak terima jika ia diremehkan.
Saat Eira ingin membuka mulutnya, tiba-tiba saja Sagarr bak pahlawan menghampiri Aurell dan merangkul pundak Aurell dengan mesranya.
Tentu saja semua orang yang melihat itu terpekik kaget, lain hal dengan Gavin yang juka ikut terkejut melihat tingkah Sagarr itu.
"Sudah kan? Jika kamu sudah selesai dengan urusanmu... Kita pergi sekarang. Aku sudah menunggu lama sekali, kita hari ini ada kencan apa kamu tak ingat." ucap Sagarr sambil mengedipkan matanya.
Aurell mengangkat satu alisnya. "Urusanku belum selesai." ucap Aurell.
"Sisanya biar aku yang selesaikan, aku tak mau kekasihku ini kecapean hanya karena mengurus sampah-sampah disini." kata Sagarr dengan santainya sambil mengecup tangan kanan Aurell.
Aurell dibuat melotot, namun Sagarr menanggapinya dengan kekehan. "Ayo kita pergi. Kekasihku..." kata Sagarr, langsung mengiringi Aurell pergi dari hadapan mereka.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa komen.....