
Satu minggu sudah mamanya Amel berpulang kepangkuan Tuhan. Amel sudah mengikhlaskan mamanya dan kini Amel berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya.
Malam ini adalah malam tujuh harinya mama Amel. Semua teman-teman Amel dan tetangga sudah berkumpul dirumah Amel dan tak lama acara kirim doa pun dimulai, semua berdoa dengan khusuk terutama Amel.
Yyaa... Amel selalu khusuk dalam berdoa untuk mamanya karna yang mamanya butuhkan saat ini hanyalah doa dari Amel.
Setelah acara kirim doa selesai, semua pamit dan pulang kerumah masing-masing. Tak terkecuali Bagas dan mamanya.
"sayang.. tante pulang dulu ya.. kamu jaga diri baik-baik yyaa sayang" pamit tante Susan "kalau ada apa-apa jangan malu untuk telpon tante atau Bagas yyaa sayang" lanjut mama Susan
"iya tante" jawab Amel dengan senyum manisnya dan langsung memeluk mama Susan
"makasih ya tante.. tante sudah selalu ada buat Amel.. Amel gak tau apa jadinya kalau gak ada tante" Kata Amel yang masih memeluk mama Susan
Kali ini giliran Bagas yang pamit. Sedih rasanya harus ninggalin Amel sendiri.
"mel.. gw balik dulu yyaa" pamit Bagas yang hanya dianggukin oleh Amel.
Bagas dan Amel hanya membalas senyum manis dan tak lama mobil Bagas melaju meninggalkan rumah Amel.
Bagas sebetulnya tidak tega meninggalkan Amel sendiri apalagi Amel seorang perempuan tapi dia juga tidak bisa menemaninya karena masih banyak urusan yang harus dia selesaikan.
__ADS_1
Sampainya dirumah Bagas langsung kekamarnya untuk istirahat karna badannya sudah kayak remukan rempeyek. Tapi langkah Bagas terhenti karna mama memanggilnya.
"gas.. duduk dulu nak mama mau bicara sama Bagas"
"ada apa ma?? Bagas lelah sekali nanti aja yyaa... " pinta Bagas
"sebentar saja sayang" pinta mama dengan lembut
"biacara apa ma?" tanya Bagas setelah mereka duduk disofa
"Begini Gas, sebelum tante Mirna meninggal mama sama tante Mirna ingin menjodohkan kamu sama Amel sayang, mama..... " belum selesai berbicara Bagas langsung memotong ucapan mamanya
"enggak Bagas gak mau" tolak Bagas
"enggak pokoknya Bagas gak mau" tolak Bagas dan langsung pergi
Sesampainya dikamar Bagas langsung membaringkan badannya diatas kasurnya yang empuk.
Bagas tak langsung tidur Bagas seketika teringat dengan obrolannya dan tante Susan sebelum beliau meninggal.
Yyaa.. sebelum tante Mirna meninggal beliau sempat bertemu Bagas dan mereka saling ngobrol. Tante Mirna juga menitipkan Amel sama Bagas, meminta Bagas untuk selalu melindungi Amel.
__ADS_1
_disana dikediaman Amel
Amel yang kini sendiri memilih untuk baring-baring didalam kamarnya sambil memainkan ponselnnya. Amel berharap orang yang dicintainya menghubunginya malam ini karna sudah hampir dua minggu doi tak menghubungi Amel.
Saat Amel hendak memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya bunyi dan betul orang yang dia rindu, orang yang dia nanti-nanti akhirnya menghubunginya.
" halo.... " jawab Amel bahagia setelah telepon tersambung
"[...........]"
"oh... selamat semoga bahagia" ujar Amel kecewa dan tut panggilan terputus.
Jam menunjukkan pukul 01:35 tapi mata Bagas masih enggan terpejam. Bagas masih kepikiran omongan tante Mirna.
"masak iya gw harus nikahin Amel, dia kan udah punya pacar mana mau dia nikah sama gw" gumam Bagas frustasi yang langsung mengacak-acak rambutnya.
Disana Amel juga enggan memejamkan matanya dia masih tidak percaya, orang yang selama ini dia anggap setia ternyata dia menghianatinya. Andai mama ada dia ingin mengadukan perasaannya sama mamanya, dia ingin menangis dipelukan mamanya.
Dalam tangis dia seketika langsung teringat ucapan Bagas, jangan terlalu percaya sama pacar lu, belum tentu dia disana setia sama lu.
Amel langsung melihat chat terakhirnya dengan Bagas, dia lihat Bagas masih online dan itu artinya dia masih belum tidur. Amel ingin menghubunginya tapi dia urungkan niatnya karna waktu sudah dini hari.
__ADS_1
Amel berencana akan menceritakan semuanya sama Bagas setelah mereka bertemu dikampus.