
Sedari tadi Amel hanya terdiam. Dia masih gak percaya kalau selama ini orang dia sayangi, orang yang sangat dia cintai tega menghianatinya, demi meninggalkannya demi wanita lain.
Rea yang sedari tadi sikap Amel yang tidak seperti biasanya, dia hanya diam tak berani untuk tanya. Mungkin Amel lagi ingat sama almh mamanya pikir Rea. Rea mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Amel kekantin. Dia berharap Amel bisa seperti biasanya lagi.
"Mel... kekantin yuk gw laper" ajak Rea sambil memegangi perutnya
Amel langsung berdiri dan mengiyakan ajak Rea "yyyyuuuukkkk.... " ucap Amel langsung menarik tangan Rea yang masih duduk
Sesampainya dikantin mereka langsung memesan makanan. Tak lama makanan yang mereka pesan datang, tapi Amel tidak langsung memakannya. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya saja. Rea yang melihat itu mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
" Mel.... lo kenapa? " tanya Rea
"gw lagi patah hati" jawab Amel datar dengan tangan yang masih mengaduk-aduk makanannya
Rea yang mendengar jawaban Amel langsung memelototkan matanya sambil melihat kearah Amel, seolah tak percaya kalau sahabatnya lagi patah hati.
__ADS_1
"kenapa lo melototin gw? " tanya Amel
"enggak gak papa" jawab Rea "lo patah hati sama kak Bagas atau sama cowok lo? " tanya Rea lagi
"kenapa sama kak Bagas? " tanya balik Amel ke Rea
"yyaa.. secara lo kan lagi deket juga sama kak Bagas"
"gw ditinggal kawin"
Sedangkan disana Bagas sedang sibuk mengurus pekerjaannya. Bukan kerja diperusahaan orang bukan juga perusahaan keluarga, melainkan perusahaan Bagas sendiri.
Dari nol Bagas memulai merintis perusahaannya hingga kini perusahaannya terus mengalami peningkatan. Dan kini Bagas tengah mengerjakan proyek yang jika proyek ini berhasil sudah pasti orang akan mengakuinya kalau dia pengusaha muda yang sukses.
Bukan tanpa alasan Bagas bekerja keras sedari muda. Bagas ingin membuktikan sama kakaknya kalau dia juga bisa sukses tanpa embel-embel nama papanya yang memang sudah punya nama didunia bisnis.
__ADS_1
Hubungan Bagas sama kakaknya memang kurang baik, apalagi sejak papanya meninggal empat tahun yang lalu. Hubungan mereka kini seperti orang asing yang tak pernah kenal. Entah Bagas atau kakaknya yang terlalu egois atau mungkin ego mereka yang sama-sama tinggi.
Dikampus_ Amel mencari Bagas dari tadi tapi dia tak kunjung juga bertemu Bagas. Mungkin Bagas sedang tidak ada jam kuliah hari ini pikir Amel. Tapi dia teringat, tadi dia sempat papasan sama Doni dan itu artinya Bagas ada jam kuliah hari ini, tapi kemana dia." gumam Amel dalam hati dan akhirnya dia memutuskan menelpon Bagas, tapi sayang telponnya tidak diangkat sama Bagas.
Malam hari Bagas baru mengecek hp nya, tiga panggilan tak terjawab dari Amel. Bagas segera menghubungi Amel balik, dia takut kalau Amel kenapa-napa.
"ada apa mel? " tanya Bagas setelah Amel mengangkat telponnya
"Eeeee.... enggak gak ada apa-apa" jawab Amel bingung
"sorry tadi gw sibuk sampai gak tau kalau kamu telpon"
"oohh... iya gak papa kak... maaf kalau aku ganggu kak bagas" ucap Amel pelan
"sejak kapan lo jadi lembut sama gw" tanya Bagas, mereka saling bertukar kata dan tak lama Amel memutuskan telpon Bagas
__ADS_1
kak... sejak kapan dia panggil gw kakak,, kesambet setan apa tu bocah.. gumam Bagas sambil tersenyum bahagia