
"Loh? Mama kok kesini?" tanya Rasya, ketika melihat sosok mamanya yang berada tepat didepannya.
Areta yang ditanyai oleh putra kecilnya itu, tersenyum. Ia lantas langsung berjongkok untuk menyamakan tinggi anaknya. "Mama kesini nyusul kamu, sayang..." Areta kemudian mengelus rambut putranya.
Aurell juga merasa bingung, ketika melihat kedatangan Areta yang tiba-tiba itu, dirinya mengira, jika Areta mengizinkan putranya untuk berjalan-jalan. Tapi yang ia herankan, mengapa mamanya juga menyusul? Apakah mamanya juga akan ikut bergabung bersama mereka.
Aurell yang sangat penasaran itu, mengalihkan pandangannya menatap Sangar yang hanya diam saja sambil menyelipkan kedua tangannya disaku. Aurell tak sengaja melihat, ketika bibir itu melengkung tiba-tiba. Namun lengkungan itu terasa aneh bagi Aurell.
Otak cerdas Aurell langsung paham, ketika mengetahui jika kedatangan Areta itu merupakan rencana dari Sagarr. Aurell pun langsung mengelengkan kepalanya, "Emang dasar, otak bulus.." gumam Aurell.
"Nyusul Rasya?" tanya bocah itu dengan kerutan kening.
Areta mengangguk, "Iya, mama kesini nyusul kamu sayang... Mama mau ajak kamu bermain ditaman ini, pasti nanti kamu suka." seru Areta.
Mata bocah itu tampak berbinar. "Wah... Benelan mah? Kalau gitu ayo main sama-sama." bocah itu kembali menarik Aurell, namun Sagarr langsung mengkode kakaknya. Tentu saja kakak perempuannya langsung pamah.
Areta menggenggam tangan anaknya. "Tidak sayang... Untuk hari ini, kita main berdua aja. Mama pengen menghabiskan waktu sama putra kecil kesayangan mama ini."
Rasya tampak cemberut. "Tapi mah... Rasya pengen main bareng sama kak Aurell..."
"Sayang... Lain kali aja ya? Mainnya sama kak Aurell kapan-kapan aja.... Hari ini main dulu sama mama. Rasya gak mau ya? Main sama mama..." Areta kemudian membuat wajahnya tampak sesedih mungkin, dan hal itu berhasil membocah itu luluh kepadanya.
"Rasya mau kok.... Yaudah deh.... Rasya main berdua sama mama." akhirnya bocah itu menyetujui ajakan dari mamanya. Dan hal itu membuat Sagarr meronta-ronta kesenangan didalam hatinya.
__ADS_1
"Nah gitu dong... Yuk kalo gitu kita main sekarang." ajak Areta, langsung mengandeng tangan putranya.
Rasya sejenak memberhentikan langkahnya, kemudian ia mendongakan kepalanya untuk menatap Aurell yang ada didepannya.
"Kakak cantik, hari ini kita gak bisa main bareng ya? Hari ini Rasya mau main dulu sama mama, kakak cantik jangan bersedih ya... Nanti Rasya pasti main juga sama kakak ko..." ucap bocah itu, dengan wajah polosnya.
Aurell tentu tersenyum mendengarnya, ia lalu mengelus lembut rambut bocah itu."Iya sayang..." jawab Aurell.
"Oke kalau begitu." bocah itu lantas mengarahkan pandangannya menatap Sagarr. "Paman, jagain kakak cantikku! Awas kalau sampai lecet." ucap bocah itu, kemudian mengarahkan tatapan tajamnya pada Sagarr.
Areta yang melihat tingkah putra kecilnya itu dibuat tertawa, entah putranya itu pintar atau licik. Yang pasti, putranya itu sangat lucu dimatanya.
Sedangkan Sagarr yang melihat itu, hanya bisa mendengus sebal. 'Cih, tak kau beritahu pun aku akan tetap menjaganya.' gerutu Sagarr dalam hati.
"Bilang dadah dulu sama kakak dan paman."
Bocah itu berseru sambil melambaikan tangannya. "Dadah kakak cantik... Dadah paman... Rasa pergi dulu."
Aurell dan Sagarr pun membalas lambaian bocah itu, bedanya hanya Sagarr menampilkan wajah masamnya.
"Semuga berhasilll!" teriak Areta ketika ia berada jauh dari jangkauan Aurell dan Sagarr. Tak lupa dengan tangannya yang mengacungkan jempol pada Sagarr yang langsung memberikan senyum semirk ketika melihatnya.
Sagarr kembali merangkul bahu Aurell, yang menarik tubuh itu lebih mendekat kepadanya. "Ayo, kita berenang-senang sekarang." ucap Sagarr sambil mengerikan matanya.
__ADS_1
Aurell tiba-tiba memberikan sebuah cubitan pada Sagarr, yang membuat Sagarr langsung mengaduh kesakitan.
"Kenapa kau mencubitku?" tanya Sagarr, sambil mengelus bekas cubitan itu.
"Itu untukmu, yang sudah melakukan rencana busuk, untuk memulangkan Rasya pada mamanya." ketus Aurell.
"Yaampun... Apa katamu? Rencana busuk? Astaga kamu tega sekali mengucapkan itu pada tunanganmu? Tentu saja aku tak akan pernah merencanakan hal itu pada keponakanku sendiri, tega sekali kamu menuduhku seperti itu..." Sagarr mulai menampilkan wajah cemberutnya didepan Aurell, membuat Aurell langsung memutar bola matanya malas.
"Tak usah alasan, itu semua tak berpengaruh untukku." ucap Aurell berada ketus.
"Yasudah, yasudah. Kita tak perlu membahas itu lagi, lebih baik kita main aja sekarang, yuk!" Sagarr tak ingin terus berdebat dengan Aurell, bisa-bisa dirinya gagal kencan bersama wanita pujaannya itu. Itu sebabnya ia langsung menarik tangan Aurell tanpa mendengar persetujuan dari wanitanya itu.
"Hei? Kau mau membawaku kemana!" teriak Aurell saat dirinya sudah ditarik duluan oleh Sagarr.
Sagarr hanya tersenyum saja, sambil menggenggam tangan Aurell untuk dibawanya kesuatu tempat entah kemana.
Aurell lantas langsung terdiam, dirinya entah mengapa merasa senang diajak berjalan-jalan ditaman bermain itu. Bagi dirinya, ini adalah hal yang pertama kali, karena dirinya tak pernah menjalin hubungan sebelumnya. Itu sebabnya Aurell langsung uring-uringan ketika Sagarr mengajaknya kencan berdua.
Sagarr yang merasa Aurell tak bersuara itu, kembali melirik Aurell. Kemudian seluas senyum, terukir kembali dibibir tipis itu. Sagarr merasa bahagia sekarang, bisa berjalan-jalan bersama wanitanya. Ini adalah hal yang sudah lama ia mimpikan sejak ia terus memikirkan Aurell.
"Aku akan membuat dirimu menjadi wanita, yang paling bahagia didunia ini Aurell..." gumam Sagarr, yang tentu saja dapat didengar oleh Aurell. Bibir Aurell terasa berkedut, ia pun langsung tersenyum karena senyumnya terus ia tahan sejak tadi dan akhirnya pun lepas juga. Tak bisa dipungkiri hati Aurell terus berdesir ketika bersama dengan pria yang tengah menggenggam tangannya itu, jantungnya terus berdebar membuat wajahnya kembali memerah.
Bersambung.
__ADS_1