
"Loh? Kamu kemana aja Aurell? Papa cariin loh dari tadi." ucap Gerland ketika melihat putrinya yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Aurell jalan-jalan ditaman sebentar pa.." jawab Aurell.
"Loh! Tapi tadi papa nyuruh Dion cari kamu disana katanya gak ada?" tanya Gerland bingung dan menatap asistennya yang ada disampingnya itu.
"Maaf tuan! Saya berkata jujur jika nona Aurell tak ada disana ketika saya mencari nona ditaman." ucap Dion dengan jujur.
"Oh... Tadi Aurell habis ketoilet sebentar." alibi Aurell, mencari alasan. Kringatnya bercucuran karena dilanda gugup, takut jika papanya menanyakan hal-hal lain lagi.
"Hemm, yaudah... Yang penting kamu sudah sampai disini dengan selamat, papa cuman khawatir tadi jadi papa nyuruh Dion buat mencari kamu." ujar Gerland.
Aurell sejenak bernafas lega, dan hal itu tak luput dari pandangan Sagarr yang masih ada dibelakangnya itu.
"Trus itu teman laki-laki kamu kok bisa ngikutin kamu? Kalian emang tadi lagi ketemuan ya?" tanya Gerland lagi dengan penuh selidik.
Aurell tersentak, ia kemudian melihat Sagarr yang ada dibelakangnya itu. Sagarr yang ditatap itu hanya tersenyum saja seolah tak merasa bersalah sedikit pun.
Aurell mendengus kesal melihat itu, kemudian ia menghela nafas dan memiji pangkal kepalanya yang terasa berdenyut itu.
"Engak kok pah... Tadi Aurell kebetulan aja bertemu dia didepan." jawab Aurell seadanya.
Aurell kembali melangkahkan kakinya dan mundudukan dirinya dikasur itu.
"Sebenarnya saya disini hanya mencari keponakan saya yang hilang om.." ucap Sagarr yang baru saja mengeluarkan suaranya itu.
"Hah? Terus keponakan kamu sudah ketemu, jika belum biar para pengawal saya membantumu untuk mencari keponakanmu itu." kata Gerland sambil melirik kedua pengawalnya yang berbadan kekar itu.
__ADS_1
"Hahaha, sebelum itu saya mengucapkan terimakasih atas tawaranya om. Keponakan saya sudah ditemukan dan itu berkat putri anda yang membantu saya langsung menemukan keponakan saya itu." jelas Sagarr sambil menatap Aurell yang malah memutar bola matanya malas.
Gerland dibuat bingung,"Loh? Apa hubungannya dengan putri saya?" tanyanya.
"Saya akan menceritakan detailnya. Sewaktu tadi keponakan saya menghilang dari pandangan orangtuanya karena tak dituruti permintaannya, orangtuanya atau selaku kakak saya itu merasa frustrasi ketika mencari anaknya yang tak kunjung ketemu itu, dan selang tak beberapa lama mereka menghubungi saya dan meminta saya untuk membantu mencari anaknya. Saya pun membantu mereka mencari dengan cara berpencar dan kebetulan saya mencarinya ditaman, tak selang beberapa lama pun saya menemukan keponakan saya yang pada waktu itu tengah bermain bersama dengan putri anda, Aurell." jelas Sagarr dengan gaya tubuh yang dibuat seelegan mungkin.
Lagi-lagi Aurell menghela nafasnya, ia menatap Sagarr dengan sorot yang malas."Katanya penjelesana yang detai? Cih! Itu namanya secara lengkap. Memang benar-benar pria yang aneh." gumam Aurell, mendengus kesal.
Gerland yang menopang dagunya itu Menganggu-anggukan kepalanya merasa paham.
"Oh... Begitu... Ternyata putri saya seorang penyelamat ya..." ucap Gerland.
"Anda benar om!" jawab Sagarr dengan tersenyum bangga.
"Dan sebagai balas budinya, kakak kandung saya sendiri mengajak putri anda untuk makan malam bersama dikediaman kami." lanjutnya.
"Apa sih.. Pah?" kesal Aurell menatap papanya.
"Iya om, itu semua benar... Jika anda berkenan, anda juga bisa datang untuk makan malam dikediaman kami. Kami akan menyambut anda dan putri anda dengan suka cita." ucap Sagarr yang masih menggunakan gaya bicara elegannya.
"Oh! Saya juga diundang nih?"
"Iya om, saya mengundang anda untuk makan malam bersama dikediaman kami." jawab Sagarr, langsung.
Gerland tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Sagarr dengan tatapan sangarnya.
Dion yang melihat itu merasa kalut, takut-takut jika atasnnya itu akan menguliti laki-laki yang berani, mendekati putri sematawayangnya itu.
__ADS_1
"Tuan..." Dion berusaha mencegah atasnnya itu, namun Gerland hanya mengacuhkannya.
Gerland kembali melanjutkan langkahnya, masih dengan tatapan garangnya itu.
Sedangkan Sagarr yang melihat itu, langsung saja meneguk ludahnya dengan susah payah.
"Pah? Papa mau apa?" tanya Aurell dibuat tegangg.
Kedua tangan Gerland tiba-tiba melayang diudara, semua orang yang ada disana dibuat jantungan seketika. Sedangkan Sagarr, ia masih menatap kedepan dengan raut yang sama, datar dan tegas.
Kedua tangan Gerland mendarat tepat dikedua bahu kokoh milik Sagarr, kemudian Gerland menepuk-nepuk bahu itu dengan senyum lebarnya.
"Tentu! Aku selaku papanya Aurell, tak akan menolak ajakan makan malam yang diundang secara langsung oleh teman lama Aurell ini." ucap Gerland sambil tertawa keras.
Semuanya yang tadinya dibuat tegangg itu langsung dibuat melonggo melihat adegan didepan mata mereka itu.
Aurell menghela nafas seketika, tak lupa menepuk keninganya dan mengelengkan kepala melihat tingkah papanya itu.
Sagarr ikut tersenyum lebar mendengarnya, ia merasa telah mendapat lampu hijau dari calon mertuanya itu. Begitulah batin Sagarr yang sudah menganggap Gerland sebagai calon mertuanya, walau ia tak tahu. Ia akan diterima sebagai menantu atau tidak oleh pria gagah yang ada dihadapannya itu.
Didalam dirinya telah bertekat, ia akan mencuri hati calon mertuanya itu. Setelah itu baru anaknya. Batin Sagarr penuh dengan percaya diri.
"Terimakasih om! Saya merasa senang, karena anda mau menerima undangan dari saya." ucap Sagarr dengan tersenyum lebar, setelah itu matanya teralih menatap Aurell yang juga tengah melihat kearahnya itu.
Ia seolah memberitahu Aurell lewat mata, bahwa dia telah berhasil menjalankan misinya dan hal itu membuat Sagarr benar-benar kesenangan.
Bersambung.
__ADS_1