Dia Wanitaku

Dia Wanitaku
Bab 11


__ADS_3

Pagi ini cuaca sedikit mendung tapi tidak dengan hati Amel. Hati Amel hari cerah, cerah sekali, entah kenapa hatinya merasa sangat bahagia. Mungkin karena semalam ada yang habis diapelin kali yyaa....


Hari ini Amel berangkat kekampus dijemput Bagas, kebetulan hari ini Bagas ada kelas pagi. Amel tidak ingin Bagas menunggu terlalu lama dan tepat ketika Amel membuka pintu rumah, mobil Bagas memasuki halaman rumahnya.


"Apa sudah lama menunggu nona cantik?" tanya Bagas setelah keluar dari mobilnya


"Enggak" jawab Amel


"Ya udah yuk langsung aja kekampus ntar keburu telat" ajak Bagas dan Amel langsung mengiyakan, mereka pun langsung masuk mobil.


Didalam mobil seperti biasa mereka bercanda dan mengobrol receh. Selama ini Amel menginginkan sosok Kakak laki-laki dan Bagas kini telah menjelma menjadi kakak yang dia inginkan. Amel merasaka kasih yang tulus dari seorang kakak keadik ketika bersama Bagas . Bagas begitu menyayanginya, memanjakannya dan Bagas juga selalu ada disaat Amel membutuhkannya, Bagas selalu setia mendengar curhatan Amel.


"Kak... nanti aku turun halte sebelah kampus saja yyaa....." pinta Amel ketika mereka hendak sampai kampus


"Kenapa?" tanya Bagas


"Enggak apa-apa, aku gak mau aja nanti cewek-cewek kakak marahin aku lagi"

__ADS_1


Bagas hanya terkekeh mendengar alasan Amel. Tak lama mereka sampai dan sesuai permintaan Amel, Bagas menghentikan mobilnya dihalte dekat kampus.


"Yakin kamu turun sini?" tanya Bagas


"Iya" Jawab Amel yang langsung turun dari mobil Bagas dan setelah Amel turun Bagas langsung menjalankan mobilnya memasuki gerbang kampus. Setelah memarkirkan mobilnya Bagas tidak langsung turun dari mobil Bagas menunggu Amel, memastikan kalau Amel masuk kampus.


"Sayang..." peluk seorang wanita ketika Bagas baru keluar dari mobilnya


"Lepasin..." pinta Bagas


"Enggak.. aku gak mau, aku rindu kamu sayang" ucap wanita itu dengan manja


"Amel..." panggil Didit sedikit keras yang membuat Amel kaget


"Astaga Didit Lo bikin gue kaget aja, coba kalau gue jantungan gimana.. bisa mati gue"


"Sorry..., jangan marah dong entar cantiknya hilang lhow" rayu Didit

__ADS_1


"Gak akan hilang kecantikan gue" jawab Amel pede


"Oohh yyaa... Lo tadi berangkat sama kak Bagas ya? ada hubungan apa Lo sama kak Bagas? tanya Didit


"Bukan urusan Lo" jawab Amel cuek


Sedangkan disana dikantin kampus Bagas lagi sarapan sama Doni karena pagi Bagas memang belum sarapan itu karena dia tidak ingin terlambat jemput Amel.


"Bro... Lo masih ada hubungan sama Risa? tanya Doni


"Enggak" jawab Bagas yang masih asyik makan "kenapa?" tanyanya


"Gue tadi lihat kalian pelukan diparkiran kampus"


"Dia aja yang kegatelan tiba-tiba meluk gue"


"Lo kenapa sih bro mutusin Risa padahal dia cantik, seksi, kurang apa coba? cocok dengan Lo bro..."

__ADS_1


"Kurang cinta" jawab Bagas singkat dan Doni hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sahabatnya itu


__ADS_2